Sakramen Ekaristi, Sumber Kekuatan

Oleh: M.T. Eleine Magdalena

Berikut ini adalah sharing pengalaman iman saya berkaitan dengan Sakramen Ekaristi, sumber yang “mengalirkan rahmat kepada kita, dan dengan hasil guna yang amat besar diperoleh pengudusan manusia dan pemuliaan Allah dalam Kristus, tujuan semua karya Gereja lainnya” (Konstitusi tentang Liturgi Suci, 10)

Ekaristi, Sumber Kekuatan Keluargaku

Hampir setiap hari kami sekeluarga menghadiri Misa. Sebisanya kami mengawali hari dengan hari Misa dan menyambut Tubuh Kristus. Sayng rasanya melewati begitu saja kesempatan istimewa untuk bertemu dengan Yesus yang hadir dalam Ekaristi, jika ada kesempatan untuk menghadirinya. 

Setiap kali menerima Hosti, saya mengimani bahwa saya makin diubah menjadi lebih serupa dengan-Nya dalam segi apa pun yang Tuhan kehendaki. Setiap menerima Hosti saya membayangkan apa yang dikatakan Yesus dalam Yoh 15:1-8 bahwa kita perlu bersatu dengan pokok anggur yang benar yaitu Kristus. Ekaristi menyatukan kita dengan Kristus. Penyatuan ini adalah suatu relasi yang perlu makin hari makin dipererat dan diperdalam hingga kita mencapai persatuan abadi kelak di surga.

Doa Sesudah Komuni

Doa setelah Komuni adalah saat intim bersama Yesus; adalah saat Yesus menghibur dan meneguhkanku. Ada kalanya Yesus membiarkanku menangis dalam dekapan cinta-Nya. Saya tidak kuatir akan apa kata orang walaupun saya menangis dalam gereja. Tangisan meluapkan sebagian yang ada dalam jiwaku. Ada waktunya juga kami saling berdiam dalam keheningan yang mempesona seakan waktu terhenti. 

Saat itu, waktu hanya milik kami berdua tanpa dikejar-kejar apa pun karena sesungguhnya Dialah Sang Empunya waktu. Kasih dan cinta-Nya yang sedemikian besar melampaui pikiran dan keberadaanku membuat saya selalu ingin tinggal di dalam Dia.

Berdoa bagi Anak-anak

Ketika kedua anak kami belum menerima Komuni pertama, ada kerinduan agar Winner dan Rayner, juga mengalami cinta-Nya yang kurasakan secara lebih istimewa dalam perayaan Ekaristi. Setiap kali sesampai di rumah sepulang Misa harian atau setelah menyambut Komuni kudus di gereja, saya memeluk sambil mendoakan mereka. Saya rindu Winner dan Rayner mempunyai kesempatan bersatu dengan Kristus dengan cara yang amat istimewa ini. Saya mohon Tuhan mengalirkan juga rahmat-Nya secara istimewa kepada mereka. Kini setelah kedua anak kami menerima Komuni, kami usahakan bisa menghadiri Misa harian bersama. 

Kalimat yang diucapkan oleh seluruh Gereja sebelum menyambut Hosti suci, yang dikutip dari kata-kata perwira Romawi, “Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh,” selalu menggetarkanku.

Sakramen Ekaristi menyembuhkan

Ketika hamil anak kedua, saya merasakan nyeri pada punggung dan pinggang sejak usia kandungan dua bulan. Saya tidak mampu bertahan duduk lebih dari 15 menit. Karena merasa sangat memerlukan, saat itu saya ingin sekali mengikuti retret di Pertapaan Karmel, Tumpang – Malang (Jatim). Ketika itu usia kehamilan saya memasuki bulan keenam. 

Retret yang berlangsung hari Kamis sampai dengan hari Minggu ini diawali dengan Misa. Semua peserta duduk di bawah memakai bantal atau bangku doa. Saat Misa berlangsung, rasa nyeri pada punggung mulai saya rasakan. Saya berkata dalam hati, “Tuhan, retret masih baru akan dimulai tapi pinggang dan punggung saya sudah terasa sangat nyeri. Saya ingin sekali dapat mengikuti retret hingga selesai.” 

Saya berharap sekali Tuhan menyembuhkan nyeri pada pinggang dan punggung saya. Dengan iman saya mengucapkan sungguh-sungguh, “Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh.” Saya mengucapkan kalimat ini dengan kesungguhan hati dan kesadaran bahwa Kristus yang mau datang padaku berkuasa menyembuhkan. 

Saat menyambut Komuni saya mengimani penuh bahwa Tuhan mengalirkan kasih-Nya dan menyembuhkan saya. Setelah itu saya mengikuti acara demi acara tanpa terganggu oleh rasa sakit itu lagi hingga hari terakhir retret. Bahkan hingga saya melahirkan, rasa nyeri pada punggung dan pinggang tidak lagi saya alami. Saya bersyukur, Sakramen Ekaristi menyembuhkanku.



Sumber: Cafe Rohani

Rabu, 28 Agustus 2013 Peringatan Wajib St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja

Rabu, 28 Agustus 2013
Peringatan Wajib St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
 
Engkau telah menciptakan kami bagi Diri-Mu, ya Allahku, dan hati kami tiada tenang sebelum beristirahat di dalam Dikau --- St Agustinus
 
Antifon Pembuka (Sir 15:5)

Ia membuka mulutnya di tengah umat. Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpahkan Tuhan ke dalam hatinya. Ia dihiasi semarak kemuliaan.

Doa Pagi

Ya Bapa, kami bersyukur atas Sabda-Mu yang boleh kami dengar, imani dan wartakan. Tambahkanlah iman kami dan berkatilah usaha kami untuk mewartakan Injil-Mu sesuai dengan kehendak-Mu, agar kelak kami boleh memasuki kerajaan-Mu seperti telah dialami oleh St. Agustinus yang kami rayakan peringatannya pada hari ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (2:9-13)
   
"Sambil bekerja siang malam kami memberitakan Injil Allah kepada kalian."
 
Saudara-saudara, kalian tentu masih ingat akan usaha dan jerih payah kami. Sebab kami bekerja siang malam, agar jangan menjadi beban bagi siapa pun di antaramu. Di samping itu kami pun memberitakan Injil Allah kepada kalian. Kalianlah saksinya, demikian pula Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kalian yang telah menjadi percaya. Kalian tahu, betapa kami telah mengasihi kalian dan menguatkan hatimu masing-masing, seperti seorang bapa terhadap anak-anaknya; dan betapa kami telah meminta dengan sangat agar kalian hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kalian ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya. Karena itulah kami tak putus-putusnya mengucap syukur kepada Allah, sebab kalian telah menerima sabda Allah yang kami beritakan itu. Pemberitaan kami itu telah kalian terima bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan sebagai sabda Allah, sebab memang demikian. Dan sabda Allah itu bekerja giat di dalam diri kalian yang percaya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku.
Ayat. (Mzm 139:7-12b)
1. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun ada di situ.
2. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
3. Jika aku berkata, "Biarlah kegelapan melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (23:27-32)
 
"Kalian ini keturunan pembunuh nabi-nabi."
  
Pada waktu itu Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan

Kita sering mendengar orang yang "menyumpahi" orang lain karena kecewa. Bahkan, tak jarang orang sampai mengecam sesamanya karena kekecewaan yang amat mendalam. Kecaman seringkali merupakan tindakan untuk melampiaskan kemarahan dan kekecewaan. Orang melampiaskan kemarahannya dengan kecaman.

Dalam Injil hari ini Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus memang marah bahkan mengecam, tetapi kecaman tersebut buakn untuk melampiaskan kemarahan-Nya. Yesus punya maksud dan tujuan agar ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi bertobat dan berbalik kepada cara hidup yang benar. Mereka seringkali hanya memamerkan dan mementingkan penampilan luar. Jarang, mereka sampai memberi perhatian kepada hal-hal yang lebih dalam, yang menyangkut iman. Mereka lebih mementingkan aturan daripada isi dan maksud aturan tersebut.

Kecaman Yesus itu sebenarnya juga mengarah kepada kita saat ini. Kita sering berpatokan pada aturan-aturan lahiriah dan mengabaikan hal yang lebih penting dan hakiki. Hal yang lebih penting dan hakiki itu adalah iman akan Yesus yang hadir sampai sekarang ini melalui Roh Kudus. Tidak jarang kita juga mengabaikan Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari. Roh yang lain sering menyingkirkan peran Roh Kudus, seperti roh egois, roh ketamakan, roh kemarahan, roh hawa nafsu, dan lain sebagainya. Roh Kudus ditempatkan di nomor sekian, bukan pada nomor satu.

St. Agustinus yang dirayakan peringatannya pada hari ini adalah seorang teladan bagi kita dalam menanggapi kecaman Yesus. Agustinus mau bertobat dan mempercayai karunia Roh Kudus. Kehidupan Agustinus muda kacau dan bahkan rusak, tetapi Roh Kudus yang bekerja di dalam dia, akhirnya dia mau berbalik kepada Tuhan dan menjadi orang yang beriman. Roh Kudus yang berkarya dalam hidupnya membuat Agustinus mau bertobat dan menikmati kebahagiaan .

Bagaimana dengan hidup kita sehari-hari? Apakah kita sudah menyadari akan teguran atau kecaman Tuhan selama ini? Masihkah kita mengandalkan Roh Kudus dalam setiap langkah hidup dan karya kita? Mari kita meneladan St. Agustinus yang mampu mengandalkan Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari. Waspadalah terhadap roh-roh yang lain, dan taatilah Roh Kudus.


Cafe Rohani 2013