Minggu, 22 September 2013 Hari Minggu Biasa XXV

Minggu, 22 September 2013
Hari Minggu Biasa XXV
  
Wanita adalah "daging dari dagingnya" Bdk. Kej 2:23., artinya: ia adalah partner sederajat dan sangat dekat. Ia diberikan oleh Allah kepadanya sebagai penolong Bdk. Kej 2:18.20. dan dengan demikian mewakili Allah, pada-Nya kita beroleh pertolongan. Bdk. Mzm 121:2. "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging" (Kej 2:24). Bahwa ini berarti 'kesatuan hidup mereka berdua yang tidak dapat diceraikan, ditegaskan oleh Yesus sendiri, karena Ia mengingatkan bahwa "sejak awal" adalah rencana Allah bahwa "mereka bukan lagi dua, melainkan satu" (Mat 19:6). (Selengkapnya lih. Katekismus Gereja Katolik, 1605)

Antifon Pembuka (lih. Mzm 37:39, 40, 28)

Tuhan bersabda, "Akulah penyelamat umat. Aku akan mendengarkan seruannya dalam segala kesulitan. Aku akan tetap menjadi Tuhannya sepanjang masa."

Doa Pagi

Allah Bapa umat manusia, yang kecil dan lemah Kaubela dan kepada kami Kauajarkan arti keadilan dan perdamaian. Bukalah hati kami terhadap sesama di sekitar kami. Buatlah kami saling memperhatikan satu sama lain, sanggup dipercaya dalam pelayanan kecil maupun besar. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
  
Bacaan dari Kitab Amos (8:4-7)
    
"Peringatan terhadap orang yang membeli orang papa karena uang."
     
Dengarkanlah ini, hai kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini, dan yang berpikir, “Kapan pesta bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum; kapan hari Sabat berlalu, supaya kita boleh berdagang terigu; kita akan memperkecil takaran, menaikkan harga dan menipu dengan neraca palsu; kita akan membeli orang papa karena uang, dan membeli orang miskin karena sepasang kasut; kita akan menjual terigu tua.” Beginilah Tuhan telah bersumpah demi kebanggaan Yakub, “Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 823.
Ref. Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
Ayat. (Mzm 113:1-2.4-6.7-8; Ul: 1a.7b)

1. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
2. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit. Siapakah seperti Tuhan Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
3. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama para bangsawan, bersama dengan para bangsawan bangsanya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (1Tim 2:1-8)
  
"Panjatkanlah permohonan untuk semua orang. Itulah yang berkenan kepada Allah, yang menghendaki agar semua orang diselamatkan."
 
Saudaraku yang terkasih, pertama-tama aku menasihatkan: Panjatkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur kepada Allah bagi semua orang, bagi pemerintah dan penguasa, agar kita dapat hidup aman dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan berkenan kepada Allah, Penyelamat kita. Ia menghendaki agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Allah itu esa, dan esa pula Dia yang menjadi pengantara diri sebagai tebusan bagi semua orang: suatu kesaksian pada waktu yang tepat. Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pewarta dan rasul. Yang kukatakan ini benar, dan aku tidak berdusta! Aku ditetapkan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi dalam iman dan kebenaran. Oleh karena itu, aku ingin agar di mana pun kaum laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa kemarahan dan perselisihan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952.
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat (2Kor 8:9)
Yesus Kristus menjadi miskin sekalipun Ia kaya, supaya karena kemiskinan-Nya kamu menjadi kaya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:10-13)
 
"Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
  
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jika kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu? Dan jika kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada yang seorang, dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan


Dalam Injil hari ini Yesus mengisahkan tentang bendahara yang cerdik. Bendahara ini mau dipecat oleh tuannya karena mendapat tuduhan menghamburkan harta miliknya. Bendahara ini berpikir bagaimana kalau dipecat tuannya ia masih diterima oleh orang lain karena ia tidak bisa bekerja selain sebagai bendahara. Ia kemudian memanggil orang-orang yang berutang kepada tuannya dan meringankan hutang mereka dengan membuat hutang palsu. Tuannya memmuji kecerdikan bendahara ini.

Setelah mengisahkan bendahara yang cerdik, Yesus memberi pelajaran kepada para murid, "Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi" (Luk 16:9). Tetapi Yesus tidak mengajarkan tentang ketidakjujuran tetapi tentang kecerdikan menggunakan apa pun untuk diterima di dalam keabadian. Yesus meminta para murid untuk cerdik bahkan lebih cerdik daripada anak-anak dunia untuk memperoleh hidup kekal.

Yesus kemudian mengajarkan kepada para murid bahwa orang yang setia dan benar dalam perkara-perkara kecil akan setia dan benar juga dalam perkara-perkara besar. Kesetiaan dan kebenaran menumbuhkan kepercayaan orang lain kepada kita. Berusaha setia dan benar dalam perkara kecil akan membuat kita juga mampu setia dan benar dalam perkara-perkara besar.

Yesus juga mengajarkan kepada para murid untuk tidak mendua hatinya. Kata-Nya "Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Luk 16:13). Yesus menghendaki agar para murid-Nya memiliki hati yang sungguh mau mengabdi kepada Allah, mengabdi dengan cerdik (bijak) dan setia. 


RUAH

Sabtu, 21 September 2013 Pesta Santo Matius, Rasul, Penginjil

Sabtu, 21 September 2013
Pesta Santo Matius, Rasul, Penginjil
  
“Matius, seorang pemungut cukai, menjadi contoh pertobatan dan pengampunan bagi banyak pemungut cukai dan pendosa” (St. Beda Venerabilis)
  
Antifon Pembuka (Mat 28:19-20)
  
Tuhan bersabda, “Pergilah, jadikanlah segala bangsa murid-Ku dan baptislah mereka. Ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.”
 
Doa Pagi
   
Allah yang Mahabaik, aku bersyukur atas teladan hidup orang-orang pilihan-Mu, juga atas St. Matius, sang penulis Injil. Semoga hidupku juga dapat menjadi berkat bagi sesama lewat kebaikan yang aku lakukan sehingga semakin banyak orang menyembah Engkau dalam Roh dan kebenaran dan percaya kepada-Mu. Engkau kupuji kini dan sepanjang masa. Amin.

Rasul Paulus memberi nasihat kepada umat di Efesus. Isi nasihat itu adalah hidup sepadan dengan panggilan sebagai orang Kristen, yakni iman, harapan dan kasih. Ungkapan penghayatannya adalah rendah hati, lemah lembut dan sabar, memelihara kesatuan dan damai. Itulah tanda seorang beriman yang dewasa.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (4:1-7.11-13)
   
"Ada macam-macam tugas pelayanan demi pembangunan umat."
  
Saudara-saudara, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, menasihati kamu, supaya sebagai orang-orang yang terpanggil, kamu hidup sepadan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera: Satu tubuh dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu; satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, yang di atas semua, menyertai semua dan menjiwai semua. Akan tetapi, kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita Injil, gembala umat, maupun pengajar; semuanya itu untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi tugas pelayanan demi pembangunan tubuh Kristus. Dengan demikian, akhirnya kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 834
Ref. Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan.
atau Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.
Ayat. (Mzm 19:2-3.4-5; R:5a)
1. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.
2. Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur.

Yesus tidak keliru memanggil Matius. Dia adalah keturunan Lewi, kaum imam. Apalagi Matius adalah seorang ahli ekonomi yang bekerja di kantor pajak. Panggilan ini berbuah, karena menurut tradisi Gereja, Matius menjadi penulis Injil pertama, yang kita kenal dengan Injil Matius. Dia mendokumentasikan sabda dan karya Yesus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (9:9-13)
  
"Berdirilah Matius, lalu mengikuti Yesus."
 
Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus, “Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Matius, si pemungut cukai, dipanggil untuk menjadi murid Yesus. Ia yang dicap sebagai seorang pendosa, justru mendapat rahmat dan kepercayaan besar. Dengan demikian, Yesus memenuhi tugas perutusan-Nya ke dunia. Ia datang justru untuk memanggil orang berdosa. Kita pun juga sebagai pendosa adalah sasaran cinta Yesus. Kita hanya diminta untuk datang dan menyerahkan diri kita kepada-Nya. Bersediakah kita?

Doa Malam

Yesus, Engkau datang bukan untuk orang benar melainkan orang berdosa supaya bertobat. Sikap hidup-Mu telah mampu mengubah hati orang berdosa untuk bertobat. Maka tolonglah aku supaya sikap dan tutur kataku mampu menghantar orang untuk kembali ke jalan yang benar dan menyelamatkan. Engkaulah Sang Jalan hidup bagi setiap orang yang percaya kepada-Mu, kini dan sepanjang masa. Amin.


RUAH