Selasa, 08 Oktober 2013 Hari Biasa Pekan XXVII

Selasa, 08 Oktober 2013
Hari Biasa Pekan XXVII
  
“Yesus Kristus adalah dokter jiwa dan tubuh kita” (Lihat. Katekismus Gereja Katolik, 1421)

Antifon Pembuka (Mzm 130:1-2)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan. Tuhan, dengarkanlah suaraku. Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

Doa Pagi

Allah yang berbelas kasih, Engkaulah Allah pengampun dan penyayang. Lunakkanlah hati kami dan berilah kami kasih dan kesabaran terhadap sesama kami yang bersalah, tidak menghakimi mereka namun menyerahkan semua kepada kebijaksanaan dan kerahiman-Mu. Amin.

Yunus diutus untuk mewartakan pertobatan kepada orang-orang Niniwe. Dan orang-orang Niniwe mendengarkan pewartaan Yunus. Mulai dari raja dan rakyatnya, bahkan ternak mereka berpuasa untuk mengungkapkan penyesalan mereka. Mereka berbalik dari tingkah laku mereka yang jahat. Tuhan akhirnya membatalkan rancangan malapetaka bagi orang-orang Niniwe.

Bacaan dari Nubuat Yunus (3:1-10)
  
"Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan Tuhan menaruh belas kasih."

Untuk kedua kalinya Tuhan bersabda kepada Yunus, “Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kusabdakan kepadamu.” Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan sabda Tuhan. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, “Empat puluh hari lagi maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. Setelah kabar itu sampai kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya; diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.” Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah atas malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
Ayat. (Mzm 130:1-2.3-4ab.7-8)
1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah seruanku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 2/2, PS 957
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Yesus mengunjungi Marta dan Maria di rumah mereka. Masing-masing dengan caranya mau memberikan apa yang terbaik kepada Yesus. Marta melayani Yesus dalam keramahannya sebagai seorang tuan rumah, sedangkan Maria memilih duduk di kaki Yesus untuk mendengarkan Dia. Segala sesuatu yang dilakukan hendaknya membawa kepada perjumpaan dengan Yesus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:38-42)
 
"Marta menerima Yesus di rumahnya, ia telah memilih bagian yang paling baik."
 
Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan

 
Tiap orang perlu menentukan prioritas dalam hidupnya. Kebutuhan memang banyak, namun pasti ada yang paling penting dan mendesak. Prioritas hidup ini harus terus diperjuangkan. Sikap ini menjadi tanda kedewasaan manusia dalam hidupnya. Tuhan Yesus memuji Maria yang tahu prioritas hidupnya. Dia telah memilih yang terbaik yaitu duduk dekat Yesus dan mendengarkan-Nya. Sedangkan Marta terlalu sibuk dengan hal-hal lain yang tidak terlalu penting. Kedua sikap ini tentu ada dalam pribadi kita. Mana yang lebih dominan?

Doa Malam

Tuhan, sepanjang hari ini kami telah sibuk dengan berbagai hal. Akibatnya, kami kurang memberi tempat dan perhatian pada kehadiran-Mu. Ampuni kami, ya Tuhan. Malam ini kami bersimpuh di dekat-Mu hendak merenungkan sabda-Mu yang Kautaburkan lewat peristiwa hari ini. Amin.


RUAH