Kamis, 05 Desember 213 Hari Biasa Pekan I Adven

Kamis, 05 Desember 213
Hari Biasa Pekan I Adven
  
“Putra Tunggal Allah harus datang kepada manusia untuk mengenakan kodrat manusia, dan dengan apa yang dikenakan menjadi manusia” (St. Agustinus)

Antifon Pembuka (bdk. Mzm 119:151-152)

Engkau sungguh dekat, ya Tuhan dan segala jalan-Mu benar; sejah dulu aku tahu dari sabda-Mu, bahwa Engkau selalu besertaku.

Doa Pagi

Allah yang Mahakuasa, bukalah pintu-pintu hati kami yang tertutup oleh kesombongan dan kekejian. Limpahkanlah ke dalam hati kami sukacita dan damai sejahtera sehingga langkah kami hari ini menggembirakan mereka yang kami jumpai. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Yesaya melihat Israel yang dilahirkan kembali sebagai sebuah bangsa yang benar dan setia. Mereka kembali percaya kepada Tuhan dan memelihara iman mereka. Bagi bangsa Israel, Allah adalah gunung batu perlindungan mereka.
Bacaan dari Kitab Yesaya (26:1-6)
 
"Bangsa yang benar dan tetap setia biarlah masuk."
  
Pada masa itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda, “Kita mempunyai kota yang kuat! Tuhan telah memasang tembok dan benteng untuk keselamatan kita. Bukalah pintu-pintu gerbangnya, agar masuklah bangsa yang benar dan yang tetap setia. Engkau menjaga orang yang teguh hatinya dengan damai sejahtera, sebab ia percaya kepada-Mu. Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal. Kota-kota di atas gunung telah ditaklukkan-Nya; benteng-benteng yang kuat telah dirobohkan-Nya, diratakan-Nya dengan tanah dan dicampakkan-Nya menjadi debu. Kaki orang-orang sengsara dan telapak orang-orang lemah akan menginjak-injaknya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan.
Ayat. (Mzm 118:1.8-9.19-21.25-27a)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada insan! Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada para bangsawan.
2. Bukakan aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
3. Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yes 55:6)
Carilah Tuhan, selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya, selama Ia dekat.

Semua orang diundang untuk masuk dalam Kerajaan Allah. Tetapi, tidak semua orang menerimanya. Hanya orang yang benar diperkenankan masuk. Itulah mereka yang rendah hati, yang mau mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:21.24-27)
 
"Barangsiapa melakukan kehendak Bapa akan masuk Kerajaan Allah."

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan! Tuhan’ akan masuk Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Semua orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Tetapi rumah itu tidak roboh sebab dibangun di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang membangun rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Maka robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Iman menuntut penyerahan diri kepada kehendak Allah. Penyerahan diri ini menjadi ungkapan iman yang rendah hati dan tulus. Artinya, kita selalu mengandalkan kekuatan Allah. Batu sebagai dasar bangunan rumah menjadi gambaran hidup kita. Itulah batu iman, harapan dan kasih. Doa harian dan Ekaristi Kudus menjadi roh kita dalam mengerti, mamahami, dan melaksanakan kehendak Allah. Karena iman akan berdaya guna bila kita wujudkan dalam tindakan nyata. Semuanya mengantar kita pada persatuan mesra dengan Allah.

Doa Malam

Allah yang Mahabaik, aku bersyukur atas sabda-Mu. Mampukan aku untuk dapat melaksanakannya dalam hidup sehari-hari. Jadikan aku bijaksana dalam menghadapi kesulitan yang ada di hadapanku. Demi Kristus, Tuhan dan Juruselamatku. Amin.

RUAH