Minggu, 11 Januari 2026
Pesta Pembaptisan Tuhan
"Kristus dibaptis bukan supaya disucikan di dalam air, tetapi supaya air sendiri menjadi suci karena Dia." --- St. Maksimus dari Turin.
Antifon Pembuka (lih. Mat 3:16-17)
Setelah Yesus dibaptis, langit terbuka, dan seperti burung merpati Roh Allah turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara Bapa, "Inilah Anak-Ku terkasih, Aku berkenan kepada-Nya."
After the Lord was baptized, the heavens were opened, and the Spirit descended upon him like a dove, and the voice of the Father thundered: This is my beloved Son, with whom I am well pleased.
Dilexisti iustitiam, et odisti iniquitatem: propterea unxit te Deus, Deus tuus, oleo laetitia prae consortibus tuis.
Doa Pagi
Ya Allah, Putra Tunggal-Mu telah tampak sebagai manusia yang rapuh. Kami mengenal Dia sebagai manusia yang secara kelihatan menjadi sesama kami. Semoga kami diperbarui dari dalam agar kami layak menjadi serupa dengan Dia, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
Bacaan dari Kitab Yesaya (40:1-5.9-11)
Beginilah firman Tuhan, “Hiburlah, hiburlah umat-Ku! Tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya.” Ada suara yang berseru-seru, “Siapkanlah di padang gurun jalan bagi Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, setiap gunung dan bukit harus diratakan. Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi rata, dan yang berlekuk-lekuk menjadi datar. Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama. Sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.” Dan terdengarlah suatu suara, “Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda, “Lihat, itu Allahmu! Lihat, itu Tuhan Allah! Ia datang dengan kekuatan, dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan ternak-Nya, dan menghimpunnya dengan tangan-Nya. Anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Dia sungguh besar.
Ayat. (Mzm 104:1b-2.3-4.24-25.27-28.29-30)
1. Tuhan, Allahku, Engkau sungguh besar! Engkau berpakaian keagungan dan semarak, berselimutkan terang ibarat mantol. Engkau membentangkan langit laksana tenda.
2. Engkau mendirikan bangsal-bangsal megah di atas air; awan-awan Kaujadikan kendaraan dengan bersayapkan langit! Engkau melayang-layang; Angin Kaujadikan suruhan, dan api menyala Kaujadikan pelayan.
3. Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak binatang-binatang kecil dan besar, tidak terbilang banyaknya.
4. Semuanya menantikan Engkau, untuk mendapatkan makanan pada waktunya. Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.
5. Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka kebingungan, apabila Engkau mengambil Roh-Mu, matilah mereka dan kembali menjadi debu. Apabila Engkau mengirim Roh-Mu, mereka tercipta kembali, dan Engkau membaharui muka bumi.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (2:11-14; 3:4-7)
Saudara terkasih, sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua orang. Kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia, dan penyataan kemuliaan Allah yang mahabesar, dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Tetapi ketika kerahiman dan kasih Allah, Penyelamat kita, telah nyata kepada manusia, kita diselamatkan oleh Allah. Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita lantaran Yesus Kristus, Penyelamat kita. Dengan demikian kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = bes, 2/2, PS 957B
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 3:16)
Dia yang lebih berkuasa daripadaku akan datang, kata Yohanes. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Inilah Injil Suci menurut Lukas (3:15-16. 21-22)
Ketika Yohanes tampil di Sungai Yordan, banyak orang menanti-nanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hati tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias. Karena itu Yohanes berkata kepada semua orang itu, “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripada aku masih akan datang, dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Ketika orang banyak itu semuanya telah dibaptis, dan ketika Yesus sedang berdoa, setelah Ia juga dibaptis, terbukalah langit, dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit, “Engkaulah Anak yang Kukasihi. Kepada-Mulah Aku berkenan.”
Renungan
Pesta Pembaptisan Tuhan
"Kristus dibaptis bukan supaya disucikan di dalam air, tetapi supaya air sendiri menjadi suci karena Dia." --- St. Maksimus dari Turin.
Antifon Pembuka (lih. Mat 3:16-17)
Setelah Yesus dibaptis, langit terbuka, dan seperti burung merpati Roh Allah turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara Bapa, "Inilah Anak-Ku terkasih, Aku berkenan kepada-Nya."
After the Lord was baptized, the heavens were opened, and the Spirit descended upon him like a dove, and the voice of the Father thundered: This is my beloved Son, with whom I am well pleased.
Dilexisti iustitiam, et odisti iniquitatem: propterea unxit te Deus, Deus tuus, oleo laetitia prae consortibus tuis.
Doa Pagi
Ya Allah, Putra Tunggal-Mu telah tampak sebagai manusia yang rapuh. Kami mengenal Dia sebagai manusia yang secara kelihatan menjadi sesama kami. Semoga kami diperbarui dari dalam agar kami layak menjadi serupa dengan Dia, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
| CC - PIXABAY |
Bacaan dari Kitab Yesaya (40:1-5.9-11)
"Kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya."
Beginilah firman Tuhan, “Hiburlah, hiburlah umat-Ku! Tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya.” Ada suara yang berseru-seru, “Siapkanlah di padang gurun jalan bagi Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, setiap gunung dan bukit harus diratakan. Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi rata, dan yang berlekuk-lekuk menjadi datar. Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama. Sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.” Dan terdengarlah suatu suara, “Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda, “Lihat, itu Allahmu! Lihat, itu Tuhan Allah! Ia datang dengan kekuatan, dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan ternak-Nya, dan menghimpunnya dengan tangan-Nya. Anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan
Ref. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Dia sungguh besar.
Ayat. (Mzm 104:1b-2.3-4.24-25.27-28.29-30)
1. Tuhan, Allahku, Engkau sungguh besar! Engkau berpakaian keagungan dan semarak, berselimutkan terang ibarat mantol. Engkau membentangkan langit laksana tenda.
2. Engkau mendirikan bangsal-bangsal megah di atas air; awan-awan Kaujadikan kendaraan dengan bersayapkan langit! Engkau melayang-layang; Angin Kaujadikan suruhan, dan api menyala Kaujadikan pelayan.
3. Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak binatang-binatang kecil dan besar, tidak terbilang banyaknya.
4. Semuanya menantikan Engkau, untuk mendapatkan makanan pada waktunya. Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.
5. Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka kebingungan, apabila Engkau mengambil Roh-Mu, matilah mereka dan kembali menjadi debu. Apabila Engkau mengirim Roh-Mu, mereka tercipta kembali, dan Engkau membaharui muka bumi.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus (2:11-14; 3:4-7)
"Kita diselamatkan berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus."
Saudara terkasih, sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua orang. Kasih karunia itu mendidik kita agar meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, dan agar kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini, sambil menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia, dan penyataan kemuliaan Allah yang mahabesar, dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, milik-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. Tetapi ketika kerahiman dan kasih Allah, Penyelamat kita, telah nyata kepada manusia, kita diselamatkan oleh Allah. Hal itu terjadi bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya berkat permandian kelahiran kembali dan berkat pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita lantaran Yesus Kristus, Penyelamat kita. Dengan demikian kita sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
Bait Pengantar Injil, do = bes, 2/2, PS 957B
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 3:16)
Dia yang lebih berkuasa daripadaku akan datang, kata Yohanes. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Inilah Injil Suci menurut Lukas (3:15-16. 21-22)
"Ketika Yesus berdoa, setelah Ia dibaptis, terbukalah langit."
Ketika Yohanes tampil di Sungai Yordan, banyak orang menanti-nanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hati tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias. Karena itu Yohanes berkata kepada semua orang itu, “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripada aku masih akan datang, dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Ketika orang banyak itu semuanya telah dibaptis, dan ketika Yesus sedang berdoa, setelah Ia juga dibaptis, terbukalah langit, dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit, “Engkaulah Anak yang Kukasihi. Kepada-Mulah Aku berkenan.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Ada tujuh Sakramen dalam Gereja dan Baptisan adalah salah satunya. Bahkan, Baptisan dapat disebut sebagai Sakramen pertama dari tujuh Sakramen karena dengan dan melalui Baptisan, kita dapat menerima Sakramen-sakramen lainnya. Dan meskipun Baptisan adalah Sakramen pertama dan yang paling penting, Tata Cara Baptisan menggunakan unsur yang sederhana dan bersahaja, yaitu air.
Baik itu Baptisan Bayi atau Baptisan Dewasa, air dituangkan tiga kali di kepala saat imam berkata, “Aku membaptismu dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.” Sebagian besar dari kita dibaptis dengan cara itu, meskipun beberapa mungkin dibaptis dengan cara menyelam. Apa pun caranya, keduanya merupakan bentuk baptisan yang sah.
Unsur air juga penting untuk baptisan. Air membersihkan dosa, memberikan kehidupan baru, dan dengan baptisan, kita berbagi dalam identitas Kristus, dan itulah sebabnya kita secara resmi disebut Kristen. Air juga memiliki makna khusus. Pembaptisan adalah tindakan yang diberkati dan menuangkan air ke atas kepala melambangkan Roh Kudus yang turun atas orang yang dibaptis.
Air juga merupakan salah satu simbol Roh Kudus, selain api, minyak, angin, dan tentu saja, burung merpati. Jadi, dibaptis dan menjadi seorang Kristen berarti kita menjadi Kristus yang lain bagi orang lain. Seperti Kristus, kita juga diberdayakan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi Injil keselamatan.
Seperti Kristus, kita dipanggil untuk mengasihi dan melayani seperti yang dilakukan Kristus. Tetapi mengasihi dan melayani seperti yang dilakukan Yesus tentu bukanlah tugas yang mudah. Seperti yang dikatakan dalam bacaan kedua, Yesus berkeliling melakukan kebaikan dan menyembuhkan semua orang yang telah jatuh ke dalam kuasa iblis. Melakukan kebaikan saja sudah cukup menantang. Mencoba membantu mereka yang telah jatuh ke dalam kuasa iblis itu sulit.
Baik itu Baptisan Bayi atau Baptisan Dewasa, air dituangkan tiga kali di kepala saat imam berkata, “Aku membaptismu dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.” Sebagian besar dari kita dibaptis dengan cara itu, meskipun beberapa mungkin dibaptis dengan cara menyelam. Apa pun caranya, keduanya merupakan bentuk baptisan yang sah.
Unsur air juga penting untuk baptisan. Air membersihkan dosa, memberikan kehidupan baru, dan dengan baptisan, kita berbagi dalam identitas Kristus, dan itulah sebabnya kita secara resmi disebut Kristen. Air juga memiliki makna khusus. Pembaptisan adalah tindakan yang diberkati dan menuangkan air ke atas kepala melambangkan Roh Kudus yang turun atas orang yang dibaptis.
Air juga merupakan salah satu simbol Roh Kudus, selain api, minyak, angin, dan tentu saja, burung merpati. Jadi, dibaptis dan menjadi seorang Kristen berarti kita menjadi Kristus yang lain bagi orang lain. Seperti Kristus, kita juga diberdayakan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi Injil keselamatan.
Seperti Kristus, kita dipanggil untuk mengasihi dan melayani seperti yang dilakukan Kristus. Tetapi mengasihi dan melayani seperti yang dilakukan Yesus tentu bukanlah tugas yang mudah. Seperti yang dikatakan dalam bacaan kedua, Yesus berkeliling melakukan kebaikan dan menyembuhkan semua orang yang telah jatuh ke dalam kuasa iblis. Melakukan kebaikan saja sudah cukup menantang. Mencoba membantu mereka yang telah jatuh ke dalam kuasa iblis itu sulit.
Pada Hari Raya Pembaptisan Tuhan ini, kita mengingat dan merenungkan pembaptisan kita dan misi kita di dunia ini. Dan karena kita telah dibaptis dengan air, kita mungkin ingin merenungkan sifat-sifat air, dan bagaimana hal itu relevan dengan kehidupan spiritual kita.
Air yang mengalir mungkin tidak memiliki bentuk tertentu dan memiliki perasaan yang menenangkan. Namun dalam konfrontasi antara air yang mengalir dan batu, air yang mengalir akan selalu menang. Karena batu yang keras akan perlahan-lahan terkikis oleh air yang mengalir. Dan dalam prosesnya, batu tersebut menjadi halus dan bahkan indah.
Jadi, karena kita telah dibaptis dengan air, maka kita mungkin juga perlu menjadi seperti air, terutama ketika kita menghadapi orang-orang dan situasi yang sulit dalam hidup. Ketika kita menghadapi orang-orang yang sulit, marilah kita menjadi seperti air yang akan melembutkan hati kita dan hati mereka, sehingga akan ada pertemuan yang menyegarkan dan menenangkan.
Ketika kita melawan api dengan api, hasilnya hanya akan berupa api yang lebih besar yang akan membakar dan menghancurkan. Dan ketika orang melempar batu kepada kita, melempar batu kembali hanya akan menghasilkan percikan api yang akan menusuk dan melukai.
Marilah kita ingat bahwa dalam konfrontasi antara air yang mengalir dan batu yang keras, air yang mengalir akan menang pada akhirnya. Oleh karena itu, marilah kita seperti air baptisan kita, marilah kita mengikuti aliran kuasa Roh Kudus, dan kita akan mampu memenuhi panggilan baptisan kita untuk menjadi saksi Kabar Baik keselamatan.. (RENUNGAN PAGI)
Antifon Komuni (Yoh 1:32,34)
Lihatlah Dia yang dikatakan Yohanes: Aku telah melihat Dia, dan aku memberi kesaksian bahwa Dia inilah Putra Allah.
Behold the One of whom John said: I have seen and testified that this is the Son of God.
Air yang mengalir mungkin tidak memiliki bentuk tertentu dan memiliki perasaan yang menenangkan. Namun dalam konfrontasi antara air yang mengalir dan batu, air yang mengalir akan selalu menang. Karena batu yang keras akan perlahan-lahan terkikis oleh air yang mengalir. Dan dalam prosesnya, batu tersebut menjadi halus dan bahkan indah.
Jadi, karena kita telah dibaptis dengan air, maka kita mungkin juga perlu menjadi seperti air, terutama ketika kita menghadapi orang-orang dan situasi yang sulit dalam hidup. Ketika kita menghadapi orang-orang yang sulit, marilah kita menjadi seperti air yang akan melembutkan hati kita dan hati mereka, sehingga akan ada pertemuan yang menyegarkan dan menenangkan.
Ketika kita melawan api dengan api, hasilnya hanya akan berupa api yang lebih besar yang akan membakar dan menghancurkan. Dan ketika orang melempar batu kepada kita, melempar batu kembali hanya akan menghasilkan percikan api yang akan menusuk dan melukai.
Marilah kita ingat bahwa dalam konfrontasi antara air yang mengalir dan batu yang keras, air yang mengalir akan menang pada akhirnya. Oleh karena itu, marilah kita seperti air baptisan kita, marilah kita mengikuti aliran kuasa Roh Kudus, dan kita akan mampu memenuhi panggilan baptisan kita untuk menjadi saksi Kabar Baik keselamatan.. (RENUNGAN PAGI)
Antifon Komuni (Yoh 1:32,34)
Lihatlah Dia yang dikatakan Yohanes: Aku telah melihat Dia, dan aku memberi kesaksian bahwa Dia inilah Putra Allah.
Behold the One of whom John said: I have seen and testified that this is the Son of God.
MASA NATAL BERAKHIR PADA HARI INI, PESTA PEMBAPTISAN TUHAN



