| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Sabtu, 24 Januari 2026 Peringatan Wajib St. Fransiskus de Sales, Uskup dan Pujangga Gereja

Sabtu, 24 Januari 2026
Peringatan Wajib St. Fransiskus de Sales, Uskup dan Pujangga Gereja
 
"Aku telah membuat perjanjian dengan lidahku, untuk tidak berbicara ketika hatiku gelisah." Santo Fransiskus de Sales
    

Antifon Pembuka (Sir 15:5)
 
Ia membuka mulutnya di tengah umat. Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpahkan Tuhan ke dalam hatinya. Ia dihiasi semarak kemuliaan.      
 
Doa Pagi  


Allah Bapa, asal dan tujuan hidup kami, demi keselamatan sesamanya Santo Fransiskus dari Sales, uskup-Mu, sanggup menjadi segalanya bagi semua orang. Perkenankanlah kami mengikuti teladannya, selalu mewartakan cinta kasih-Mu dalam melayani kepentingan sesama kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

    
    
Antano | CC BY SA 3.0
  


Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (1:1-4.11-12.19.23-27)
   
  
"Para pahlawan gugur di medan perang."
    
Setelah Saul mati, dan ketika Daud kembali sesudah memukul kalah orang Amalek dan tinggal dua hari di Ziklag, maka datanglah pada hari ketiga seorang dari tentara, dari pihak Saul, dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah. Bertanyalah Daud kepadanya: "Dari manakah engkau?" Jawabnya kepadanya: "Aku lolos dari tentara Israel." Bertanyalah pula Daud kepadanya: "Apakah yang terjadi? Coba ceriterakan kepadaku." Jawabnya: "Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; bukan saja banyak dari rakyat yang gugur dan mati, tetapi Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati." Lalu Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; dan semua orang yang bersama-sama dengan dia berbuat demikian juga. Dan mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam karena Saul, karena Yonatan, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh pedang. Kepermaianmu, hai Israel, mati terbunuh di bukit-bukitmu! Betapa gugur para pahlawan! Saul dan Yonatan, orang-orang yang dicintai dan yang ramah, dalam hidup dan matinya tidak terpisah. Mereka lebih cepat dari burung rajawali, mereka lebih kuat dari singa. Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul, yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu. Betapa gugur para pahlawan di tengah-tengah pertempuran! Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu. Merasa susah aku karena engkau, saudaraku Yonatan, engkau sangat ramah kepadaku; bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan. Betapa gugur para pahlawan dan musnah senjata-senjata perang!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Buatlah wajah-Mu bersinar, ya Tuhan, maka kami akan selamat.
Ayat. (Mzm 47:2-3.6-7.8-9)
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, dengarkan kami, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan! Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar di depan Efraim, Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Tuhan, Allah semesta alam, berapa lama lagi murka-Mu menyala sekalipun umat-Mu berdoa? Mereka Kauberi makan ratapan dan Kauberi minum air mata berlimpah; Engkau menjadikan kami pangkal sengketa para tetangga, dan para musuh mengolok-olok kami.
3. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Kis 16:14b)
Bukalah hati kami, ya Allah, agar dapat memperhatikan sabda Putra-Mu.

Inilah Injil Suci menurut Markus (3:20-21)
  
"Orang-orang mengatakan Yesus tidak waras lagi."
    
Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka, "Ia tidak waras lagi."
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)



Renungan

  

  Kita disebut orang Kristen. Ada banyak kata yang dapat digunakan untuk menggambarkan siapa kita dan apa yang kita lakukan sebagai orang Kristen. Misalnya, kita harus mengasihi dan memaafkan, murah hati dan baik hati, penuh belas kasihan, dan sebagainya.

Salah satu ungkapan sederhana adalah mengatakan bahwa kita adalah orang-orang yang "berhati besar". Orang-orang yang berhati besar juga mengungkapkan kasih dengan cara yang besar hati. Kita tidak hanya mengasihi teman-teman kita dan orang-orang yang baik kepada kita. Kita juga harus mengatasi keegoisan kita yang cenderung membuat kita membenci orang-orang yang membenci kita dan mengabaikan orang-orang yang mengabaikan kita.

Dalam bacaan pertama, kita dapat melihat bagaimana Daud menunjukkan bahwa ia adalah orang yang berhati besar. Ia mengampuni Saul yang telah menganiayanya selama bertahun-tahun. Ia tidak hanya meratapi kematian Saul, tetapi ia juga mengingat sifat-sifat baik Saul dan juga mengingat kebaikan dan kasih sayang yang dimiliki Yohanes terhadapnya. 
 
Yesus sendiri memberitakan dan menunjukkan kebesaran dan keagungan kasih. Namun, kebesaran dan keagungan kasih seperti itu tidak mudah dipahami dan diterima oleh orang lain karena mereka mungkin telah mati rasa terhadap keegoisan dan kejahatan yang sering mereka lihat di sekitar mereka. Bahkan kerabat Yesus pun mengira Dia sudah gila. Tetapi apa yang dianggap bodoh dan gila oleh dunia, sesungguhnya adalah kebesaran dan keagungan kasih. Kebesaran dan keagungan itu ditunjukkan di kayu salib. Di kayu saliblah kita menjumpai kebesaran dan keagungan kasih Allah yang tak terukur.. (RENUNGAN PAGI)
 
 
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini  
 
“Ketika doa terasa seperti beban, itu tetaplah sebuah persembahan kasih kepada Tuhan. — Santo Fransiskus de Sales”
 

Antifon Komuni (Lih. Mrk 8:15)

Berbahagialah orang yang menyambut Sabda Allah dalam hati yang tulus dan jujur dan menghasilkan buah dengan sabar.
 

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2026 -

Privacy Policy