Senin, 16 Desember 2013 Hari Biasa Pekan III Adven, Sore: Novena Natal Hari Pertama

Senin, 16 Desember 2013
Hari Biasa Pekan III Adven
Sore: Novena Natal Hari Pertama

Kami menyayangi Engkau dengan rasa cinta, yang Engkau tanamkan dalam diri kami (Guillaume dari St. Thiery)


Antifon Pembuka (Bdk. Yer 31:10; Yes 35:4)

Dengarkanlah sabda Tuhan, hai para bangsa, dan wartakanlah sampai ke ujung bumi: Janganlah takut! Lihatlah, Penebus kita datang.

Doa Pagi


Ya Tuhan, bukalah mata hati kami di awal hari ini. Mampukan kami memandang kemurahan dan karya-Mu serta memuji dan memuliakan Engkau lewat pekerjaan dan pelayanan kami pada hari ini, yang hendak kami lakukan dengan gembira hati. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Bilangan (24:2-7.15-17a)
    
   
"Sebuah bintang terbit dari Yakub."
   
Pada waktu itu Bileam memandang ke depan, dan ia melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka. Maka Roh Allah menghinggapi dia. Lalu ia mengucapkan sanjak, katanya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! Laksana lembah yang membentang luas, laksana taman di tepi sungai, laksana pohon gaharu yang di taman Tuhan, laksana pohon ara di tepi air. Seorang pahlawan tampil dari wangsanya memerintah bangsa yang tak terbilang banyaknya. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.” Kemudian diucapkannya lagi sanjaknya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya, tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang memperoleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang. Aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat: sebuah bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel; ia meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 845
Ref. Tuhan adalah kasih setia, bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya
Ayat. (Mzm 25:4bc-5ab.6-7c.8-9)
1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda, dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu.
3. Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.
 
Bait Pengantar Injil, do = c, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 85:8)
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan-Mu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (21:23-27)
 
"Dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes?"
 
Pada suatu hari Yesus masuk ke bait Allah. Ketika Ia sedang mengajar, datanglah imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi kepada-Nya; mereka bertanya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu, dan jika kalian memberi jawabannya, Aku pun mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Nah, dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes? Dari surga atau dari manusia?” Mereka lalu berunding satu sama lain, “Jika kita katakan, ‘Dari surga’, Ia akan berkata kepada kita, ‘Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya?’ Tetapi jika kita katakan, ‘Dari manusia’, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes itu nabi.” Mereka lalu menjawab, “Kami tidak tahu.” Maka Yesus pun berkata kepada mereka, “Jika demikian, Aku pun tidak mau mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

 
Suatu kali saya bertanya pada seorang Romo, "Romo, terimakasih khotbahnya. Kalimat-kalimat yang Romo utarakan terasa dalam dan mengena. Bagaimana bisa merangkai kata seperti itu?" Dia hanya tersenyum dan mengatakan, "Memohon pada Tuhan dan jangan lupakan pengalaman hidupmu."

Jawaban ini begitu sederhana, tapi memang mengena. Kata-kata bermakna adalah milik Tuhan. Mereka yang dekat dengan-Nya dan memohon pada-Nya akan memilki kata-kata Tuhan yang bermakna. "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa" (Bil. 24:15-16)

Kata Tuhan ini menyinari dan menerangi pengalaman hidup harian menyederhanakan pemikiran-pemikiran kompleks tentang Tuhan. Ketika kita memohon pada Tuhan maka Tuhan pun akan membuka diriNya dengan bantuan pengalaman-pengalaman harian kita. Kata-kata Yesus (bc Mat. 21:23-27) selalu penuh dengan kuat dan kuasa karena Dia selalu berdekatan dengan Bapa.

CONTEMPLATIO : Bayangkan dirimu bertemu dengan orang bijak. Dengarkan kata-katanya yang penuh makna. Amatilah kehidupan orang bijak selama itu selama sehari. Dari pagi bangun tidur sampai malam merebahkan dia ditempat tidur. Catatlah hal-hal yang mungkin kaubuat di dalam hidup harianmu.

ORATIO : Tuhan, aku ingin selalu belajar mendengarkan suara-Mu, melihat karya-Mu dan mengenal Engkau lebih dalam. Bantulah aku mewujudkannya. Amin.

MISSIO : Aku akan menjaga kata-kata yang kukeluarkan agar makin bermakna dan meneguhkan.

 
Renungan Harian Mutiara Iman 2013 Tahun A/II
 NOVENA NATAL
(khusus tanggal 16 Des dilakukan sore hari)


Apabila digabungkan ke dalam perayaan Ekaristi maka sesudah Kata Pembuka oleh Imam, lalu dinyanyikan (02) Ajakan Penantian Almasih, (03) Madah, (04) Mazmur dan Kidung, lalu Doa Pembuka, dan masuk ke Liturgi Sabda dari buku bacaan Misa hari yang bersangkutan. Doa Umat memakai (09) Doa Permohonan (tanpa Bapa Kami). Sesudah Komuni dinyanyikan (08) Kidung Maria. Selain dari itu mengikuti Buku Misa hari yang bersangkutan. Praktisnya Ritus Tobat dihilangkan sebab sudah diganti oleh Ajakan Penantian Almasih, Madah dan Mazmur - Kidung.
 
01. Pembuka

* Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
* Ya Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin, alleluya.

02. Ajakan Penantian Almasih

Ulangan. Sembah sujudlah Tuhanmu, Raja yang akan datang
1. Bergemarlah hai putri Sion, dan bersorak-sorailah putri Yerusalem. Lihatlah, Tuhan akan datang, dan hari itu akan tampaklah Terang yang agung. Gunung-gunung akan meneteskan serba manisan, dan bukit-bukit akan mengalirkan susu dan air madu, karena akan datanglah Nabi yang agung, Dialah yang membarui Yerusalem. Ulangan
2. Lihatlah, Ia akan datang dari rumah Daud, sebagai Allah dan manusia, dan akan bersemayam di atas singgasana-Nya. Kamulah akan melihat-Nya, maka sukacitalah hatimu. Ulangan
3. Lihatlah, akan tiba Tuhan Pelindung kita. Yang tersuci dari Israel dengan mahkota kerajaan di atas kepala-nya. Dialah yang akan memerintah dari laut sampai ke laut, dan dari sungai sampai ke ujung bumi. Ulangan
4. Lihatlah, Tuhan akan menampakkan diri dan tidak akan menipu kamu. Bila Ia bertangguh, hendaklah kamu menunggu dengan tabah, karena sesungguhnya Ia akan datang dan tak lama lagi. Ulangan
5. Ia akan turun bagai hujan menetesi bumi. Dan pada masa itu akan terbitlah keadilan dan berlimpah kedamaian. Maka para raja sedunia akan menyembah Dia dan segala bangsa akan mengabdi-Nya. Ulangan
6. Seorang bayi dilahirkan bagi kita, dan digelarkan Allah yang kuat, Ialah yang akan datang bersemayam di atas takhta Daud bapa-Nya, dan memangku tampuk pemerintahan. Ulangan
7. Hai Betlehem, kota Allah Mahatinggi, dari padamu tampillah Pemimpin Israel. Karena kekal asalnya, maka Ia akan dimuliakan di seluruh dunia. Dan bila ia datang, damailah di atas bumi ini. Ulangan

03. Madah (PS No. 439, MB No. 316, Yubilate No. 341)
Pencipta Bintang Semesta

04. Mazmur dan Kidung

Antifon: Sungguh akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan.

Mazmur:
Bersukacitalah surga dan bersoraklah bumi. Gunung-gunung nyanyikanlah madah pujian.
Hendaklah gunung-gunung menyerukan kesukaan. Dan bukit-bukit mewartakan keadilan.
Karena Tuhan kita akan datang dan akan menyayangi fakir miskin-Nya.
Langit embunkanlah dan awan-awan hujankanlah yang adil. Hendaklah bumi terbuka dan melahirkan Penebus.
Ingatkan akan daku ya Tuhan, sekadar kebaikan-Mu terhadap umat-Mu. Kunjungilah aku dengan selamat-Mu.
Perlihatkanlah kebaikan-Mu, ya Tuhan dan berilah kami selamat-Mu.
Utuslah ya Tuhan, utuslah Anak Domba, penguasa dunia. Dari padang gurun ke bukit Sion.
Ya Tuhan mahakuasa, pulihkanlah kami kembali. Perlihatkanlah sinar wajah-Mu, maka selamatkanlah kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan kunjungilah kami dalam damai.
Supaya bersukacitalah kami di hadapan-Mu dengan segenap hati.
Semoga jalan-jalan-Mu dikenal di bumi dan selamat-Mu diketahui para bangsa.
Bangkitkanlah kuasa-Mu dan datanglah menyelamatkan kami.
Datanglah ya Tuhan dan janganlah berlambat. Bebaskanlah Umat-Mu dari belenggu dosanya.
Kiranya Engkau ya Tuhan menembusi langit dan turunlah.
Semoga hancur-leburlah gunung-gunung di hadapan-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad.

Antifon: Sungguh akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan.

Kidung:
Meskipun berwujud pada Allah +
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh *
Pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah.
Ia telah menghampakan diri +
dengan mengambil keadaan hamba *
dan menjadi sama dengan manusia.
Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan
merendahkan diri +
karena taat sampai mati *
sampai mati di salib.
Sebab itu Allah telah meninggikan Dia +
dan menganugerahkan kepada-Nya *
nama yang melebihi segala nama.
Agar dalam nama Yesus +
bertekuklah setiap lutut *
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.
Agar setiap lidah mengakui +
untuk kemuliaan Allah Bapa *
Tuhanlah Yesus Kristus.
Kemuliaan kepada Bapa *
dan Putra dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang selalu *
dan sepanjang segala abad.

Antifon: Sungguh, sudah genaplah waktunya bagi Allah untuk mengutus Putra-Nya ke dunia.

05. Capitulum
P. Sebagai penganjur bagi kita telah masuklah Anak Domba yang tak bernoda, dan telah dinobatkan menjadi Imam Agung, menurut peraturan Melkisedekh sampai selama-lamanya. Dialah Raja yang turunan-Nya tak akan berkesudahan.
U. Syukur kepada Allah.

06. Bacaan (Yes 33:7-24)

07. Renungan

08. Kidung Maria
Antifon: Lihatlah Raja, Penguasa dunia datang, Ialah yang akan membebaskan kita dari belenggu perhambaan.

Aku mengagungkan Tuhan
Hatiku bersukaria karena Allah, Penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut bahagia oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa. Kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-menurun kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya.
Dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta, yang hina dina diangkat-Nya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.
Orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong.

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunan-Nya untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad.

Antifon: Lihatlah Raja, Penguasa dunia datang, Ialah yang akan membebaskan kita dari belenggu perhambaan.

09. Doa Permohonan
P. Saudara-saudari, Bapa surgawi selalu menyambut baik keinginan manusia kaan Keselamatan. Kini Masa Adven, saat penyelamatan. Marilah kita dengan penuh keyakinan berdoa:

1. Semoga kita menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya dengan iman yang penuh, harapan yang pasti dan cinta yang lebih manusiawi. Marilah kita mohon:
U. Tuhan Yesus, datanglah menyelamatkan kami.
2. Semoga Natal Putra Allah membawa kebaikan ke tempat di mana ada kebencian, penghiburan di mana ada kesedihan, kegembiraan di mana ada kesedihan. Marilah kita mohon:
3. Agar kita bersemangat lagi melaksanakan Sabda Keselamatan dalam kesaksian kristiani di tengah masyarakat lewat hidup dan karya kita. Marilah kita mohon:
4. Bagi mereka semua yang lebih memerlukan belas kasih ilahi. Semoga dengan hati yang remuk-redam dan semangat tobat, mereka menyambut Putra Allah yang datang untuk mengampuni dan membawa keselamatan. Marilah kita mohon:

P. Kepada-Mu, ya Allah Bapa yang telah menjanjikan Keselamatan dan memenuhinya dalam Putra-Nya, kami pasrahkan permohonan-permohonan ini. Semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan semuanya dalam Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Bapa Kami



Sumber: Buku Novena Natal, Komisi Liturgi KWI, disusun oleh Rm. Bosco da Cunha O.Carm, dengan berpedoman pada buku Novena del Natale, Badia di Cava, Italia, 1984.

Bacaan Harian 16 - 22 Desember 2013

Bacaan Harian 16 - 22 Desember 2013

Senin, 16 Desember: Hari Biasa Pekan III Adven (U).
Bil 24:2-7.15-17a; Mzm 25:4bc-5ab.6-7bc.8-9; Mat 21:23-27

Selasa, 17 Desember: Hari Biasa Khusus Adven (U).
Kej 49:2.8-10; Mzm 72:1.3-4b.7-8.17; Mat 1:1-17.

Rabu, 18 Desember: Hari Biasa Khusus Adven (U).
Yer 23: 5-8; Mzm 72:2.12-13.18-19; Mat 1:18-24.

Kamis, 19 Desember: Hari Biasa Khusus Adven (U).
Hak 13:2-7.24-25a; Mzm 71:3-4a.5-6ab.16-17; Luk 1:5-25.

Jumat, 20 Desember: Hari Biasa Khusus Adven (U).
Yes 7:10-14; Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6; Luk 1:26-38.

Sabtu, 21 Desember: Hari Biasa Khusus Adven (U).
Kid 2:8-14 atau Zef 3:14-18a; Mzm 33:2-3.11-12.20-21; Luk 1:39-45.

Minggu, 22 Desember: Hari Minggu Adven IV (U).
Yes 7:10-14; Mzm 24:1-2.3-4ab.5-6; Rm 1:1-7; Mat 1:18-24

Pertemuan Adven III, Keuskupan Agung Semarang: Pengembangan Iman di Lingkungan



A. Bahan untuk Pemandu

1. Tujuan Pertemuan
1)      Umat dan keluarga katolik menyadari bahwa keterlibatan berkomunitas di lingkungan merupakan upaya untuk semakin mengembangkan pendidikan iman.
2)      Umat dan keluarga katolik semakin disadarkan mengenai pentingnya menumbuhkan tanggungjawab pendidikan iman anak dalam lingkungan.

2. Gagasan Dasar Pertemuan
P:   Pada pertemuan yang kedua umat diajak merefleksi peran sekolah dalam mendukung pendidikan iman. Melalui sekolah, harapannya orangtua dibantu dalam mendidik iman anak-anak. Iman Katolik hendaknya dipupuk dan dikembangkan terus menerus. Ada orang yang berpendapat bahwa urusan iman adalah urusan pribadi. Di dalam Gereja Katolik, iman hakekat tidak hanya individual, Apakah iman Katolik hanya mempedulikan diri sendiri, berkembang dalam diri sendiri saja? Memang benar bahwa tindakan iman adalah tindakan yang personal, sebuah pertobatan yang lahir dan hati pribadi setiap manusia untuk mengimani Yesus Kristus. Tetapi kita tidak akan bisa secara sempurna membangun dialog pribadi dengan Yesus Kristus tanpa dukungan dan kebersamaan dengan umat yang lain. Kita beriman kepada Kristus tidaklah sendirian tetapi bersama orang lain yang sama-sama mengimani Yesus Kristus. Maka Iman Katolik selain bersifat personal sekaligus bersifat komunal. Lalu siapakah umat Katolik yang paling dekat di sekitar kita? Umat lain yang paling dekat di sekitar kita adalah paguyuban lingkungan. Umat lingkungan merupakan bagian konkrit Gereja, persekutuan umat beriman yang dijiwai semangat persaudaraan Injili dan secara penuh melibatkan din dalam masyarakat. Di dalam lingkungan tersebut antar keluarga-keluarga Katolik saling berelasi, mengembangkan hidup persaudaraan dalam iman akan Yesus Kristus, sebagai sebuah paguyuban yang makin terbuka bagi karya Roh Kudus, semakin sehati-sejiwa sebagai umat Allah. Melalui paguyuban inilah iman setiap pribadi semakin diteguhkan dan dikembangkan. Oleh sebab itu lingkungan menjadi basis hidup menjemaat bagi umat katolik.

B. Bahan Pertemuan

1. Pembuka

a. Lagu Pembuka

b. Tanda Salib
P:   Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus
U: Amin
P:   Kasih karunia dan damai sejahtera dan Allah Bapa dan dan Putera-Nya Yesus Kristus, beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya

c. Pengantar
P:   Pada pertemuan Adven kedua, kita telah diajak mendalami bersama bahwa sekolah juga merupakan salah satu tempat untuk membantu keluarga-keluarga dalam memperkembangkan iman kita. Selain sekolah kita juga mempunyai lingkungan sebagai salah satu tempat untuk menumbuhkan dan memperkembangkan iman kita. Apakah lingkungan kita bisa menjadi tempat menyuburkan iman? Sejauh mana kita terlibat dalam lingkungan sebagai anggota Gereja? Maka dalam pertemuan ketiga ini kita diajak merefleksikan peran kita di lingkungan. Kita diajak semakin menghidupkan lingkungan sebagai basis hidup menjemaat.

d. Tobat
P:   Kita sadar bahwa kita memiliki kekurangan terutama dalarn tanggung jawab kita mengembangkan iman di lingkungan, marilah kita memohon belas kasih dan pengampunan Tuhan.
U: Saya mengaku
P:   Semoga Allah yang maha kuasa mengasihani kita mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U:  Amin.

e. Penyalaan lilin Korona
Lilin ketiga dinyalakan oleh salah seorang bapak atau ibu pengurus lingkungan dan dilanjutkan dengan doa oleh pemandu.
P:   Allah Bapa yang Mahakasih, kami telah memasuki masa Adven, masa penantian akan kedatangan Putera-Mu terkasih. Kami mohon semoga lilin Adven ini menerangi hati kami agar semakin pantas untuk menyambut Putera-Mu yang lahir di tengah-tengah kami. Semoga lilin ini juga menerangi hati kami yang berkumpul untuk merenungkan hidup kami yang Kaupanggil untuk mendidik iman bagi anak-anak kami. Semoga dengan bimbingan sabda-Mu kami dapat menggiatkan lingkungan sebagai pendidikan iman menjemaat Permohonan ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
U: Amin

2. Situasi Nyata

a. Kisah Pengalaman
Pemandu bisa meminta salah satu umat untuk membacakan kisah dibawah ini
“Namaku Andreas Aldi, saat ini aku sekolah kelas XI di salah saiah satu SMU Negri. Sebagai seorang Katolik aku ingin sekali mengikuti kegiatan-kegiatan Gereja bergaul dengan teman-teman. Aku ingin mengekspresikan diri di lingkungan dan Gereja karena kegiatan-kegiatan di sekolah sangat terbatas dan semuanya bernuansa muslim, teman-teman Katolik di sekolah pun sangat sedikit. Sering kali teman-teman sekolah mengajak kegiatan muslim dengan berbagai alasan, membujuk untuk mengikuti kegiatan mereka. Pernah ada yang mengatakan bahwa aku adalah seorang kristiani sendiri di kelas, pindah agama saja agar aku bisa Iebih diterima oleh teman-teman. Tetapi keyakinanku tetap kuat, aku harus tetap menjadi Katolik!
Sebagai anak yang baik, aku selalu memberitahukan keinginan dan kegiatan yang akan aku ikuti pada mama tersayang. Mama sebagai ibu rumah tangga terlalu khawatir denganku kalau aku tidak memberitahukan kegiatan-kegiatanku pada mama. Sedangkan Ayah seorang guru SD. Di lingkungan Ayah adalah seorang prodiakon. Bisa dibayangkan kesibukannya melayani umat lingkungan. Suatu hari, mudika di lingkunganku akan mengikuti kegiatan week end gladi kepribadian yang diadakan oleh OMK Paroki. Sabtu siang, aku kembali meminta izin kepada mama untuk menginap mengikuti kegiatan tersebut. Mama tidak mengijinkan! Aku merayu mama untuk dapat diijinkan, memberikan ahasan sedemikian rupa supaya diberi kesempatan untuk bisa ikut kegiatan. Aku mengatakan bahwa materinya menarik. Tentang kepribadian. Justru dan situ seolah mama menginterogasiku. “Lha, apa selama ini Mama mendidik kepribadianmu tidak cukup?” Aku menjadi bingung menjawabnya. “Aldi, tugas utamamu saat ini adalah belajar! Apalagi kamu sudah SMA, persiapan untuk mencari kuliah, masa depanmu ada di depanmu sekarang! Mama sudah keluarkan banyak biaya untuk sekolahmu, kalau sekolahmu sampai gagal maka sia-sia seluruh biaya yang mama keluarkan!” Lanjut nasehat Mama, “Cukuplah ayahmu saja yang aktif di lingkungan, toh tidak usah semua tampil di lingkungan dan Gereja karena lingkungan dan Gereja bukan hanya milik kita saja, masih banyak orang yang bisa tampil dalam kegiatan-kegiatan tersebut”.
Aku sadar dengan nasehat mama itu benar, tetapi aku sendiri tidak tahu kenapa aku begitu mencintai kegiatan-kegiatan di lingkungan dan Gereja itu. Aku mulai berbohong pada mama, tekadku bulat ikut week end bersama teman-teman. Aku memberikan alasan mengikuti penelitian tugas sekolah bersama teman-teman.

b. Pendalaman
Pemandu bisa meminta salah satu umat untuk membacakan pertanyaan secara bergilir, kermudian pertanyaan dapat didalami dalarn kelompok-kelompok kecil atau disharingkan secara langsung
1)      Apa yang akan dilakukan oleh Aldi dan bagaimana tanggapan mamanya?
2)      Keterlibatan macam apa yang diharapkan dan umat agar lingkungan bisa menjadi hidup?
3)      Kegiatan-kegiatan lingkungan macam apa yang bisa mendukung perkembangan iman Anda?

c. Tambahan
1)      Hidupnya lingkungan menjadi tanggung jawab seluruh umat, bukan hanya menjadi tanggungjawab pengurus lingkungan.
2)      Semua umat lingkungan perlu diberi tempat dan perannya di lingkungan untuk menciptakan lingkungan yang semakin hidup.
3)      Terlibat di lingkungan tidak dapat diwakilkan dan salah satu anggota keluarga saja.
4)      Lingkungan menjadi wahana pengembangan iman bagi seluruh warganya.
5)      Lingkungan menjadi tempat untuk saling meneguhkan dan menumbuhkan jati diri kristiani, yang ditandai dengan hidupnya suasana doa antar keluarga, sarasehan iman, semangat persaudaraan, peduli pada semua anggota jemaat dan memancarkan kasih Kristus pada sesama di tengah masyarakat.

3. Inspirasi Kitab Suci
a. Bacaan Kitab Suci Markus 3: 31-35
Pemandu bisa meminta umat untuk membacakan secara bergiliran tiap satu ayat
3:31     Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
3:32     Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.”
3:33     Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”
3:34     Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
3:35     Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu—Ku.”

b. Pendalaman
1)      Dari teks tersebut, apakah Yesus melupakan Ibu dan saudara-saudaranya (keluarga Yesus)?
2)      Dari teks terebut, siapakah yang dimaksud saudara-saudara Yesus?
3)      Dari teks tersebut, Semangat menghidupkan lingkungan macam apa yang bisa kita kembangkan?
4)      Nilai apa yang bisa dipetik bagi kelangsungan perkembangan iman kita?

c. Tambahan
1)      Keluarga sebagai tempat pertama dan utama dalam pendidikan iman
2)      Pertumbuhan iman yang personal perlu dikembangkan lagi dalam hidup bersama jemaat yang lain, sebagai saudara seiman.
3)      Aktif dan terlibat di lingkungan bukan berarti lari dan meninggalkan keluarga.
4)      Lingkungan menjadi tempat pertemuan umat beniman kristiani yang meneguhkan dan menghidupkan iman.
5)      Lingkungan akan menjadi hidup jika antar anggota jemaat memiliki semangat persaudaraan, semua anggota hidup dalam rasa persaudaraan, sejiwa dalam Kristus.

4. Aksi
Pemandu mengajak umat membicarakan apa yang bisa dilakukan setelah mendalami topik lewat Situasi Nyata dan Inspirasi Kitab Suci. Hasil dicatat dan ditegaskan kembali yang hendak dilakukan sebagai tindakan nyata (aksi) dan pertemuan.
Dan refleksi iman di atas, kita disadarkan kembali bahwa lingkungan menjadi basis dalam kehidupan beriman kita. Semua anggota umat lingkungan mempunyai tanggung jawab yang sama dalam menghidupkan lingkungan, termasuk juga dalam saling memperkembangkan imannya. Kegiatan-kegiatan macam apa yang perlu kita hidupkan kembali agar umat lingkungan bisa semakin mengembangkan imannya?

5. Penutup
Pertemuan dapat diakhiri dengan doa spontan dan umat yang hadir, kolekte, dilanjutkan dengan doa Bapa Kami dan Doa Penutup.

a. Doa Spontan/Doa Umat (dipersilahkan yang bersedia)

b. Doa Bapa Kami (didoakan bersama)

c. Doa Penutup
Yesus yang balk, puji dan syukur kami haturkan kepadaMu karena Engkau telah berkenan menjadi pemersatu kami umat lingkungan...(disesuaikan dengan nama lingkungan) yang setia mengimani-Mu. Kobarkanlah semangat iman kristiani kami dgar kami semakin teguh imannya, semakin berani memancarkan kasih-Mu sendiri di tengah paguyuban dan berani menjadi garam di tengah masyarakat kami. Semua ini kami haturkan dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

d. Berkat
P:   Tuhan beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya
P:   Semoga kita dan keluarga kita selalu dibimbing dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa: Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin
P:   Dengan demikian, pertemuan Adven sudah selesai
U: Syukur kepada Allah

e. Lagu Penutup