Minggu, 22 Desember 2013 Hari Minggu Adven IV - Novena Natal Hari Ketujuh

Minggu, 22 Desember 2013
Hari Minggu Adven IV - Novena Natal Hari Kedelapan
    
Roh Kudus menyiapkan Maria dengan rahmat-Nya. Sungguh pantas ibu dari Dia yang dalam-Nya "berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an" (Kol 2:9), adalah "penuh rahmat". Semata-mata karena rahmat, sebagai makhluk yang paling rendah hati, yang paling sanggup untuk menerima karunia yang tidak terucapkan dari Yang Maha kuasa, ia dikandung tanpa dosa. Benarlah bahwa malaikat Gabriel menyalami dia - "puteri Sion" - dengan "bergembiralah" Bdk. Zef 3:14; Za 2:14.. Ketika ia mengandung Puteranya yang abadi, ia melagukan dalam Roh Kudus madah syukur dari seluruh Umat Allah dan dengan demikian juga seluruh Gereja, dalam lagu pujiannya kepada Bapa Bdk. Luk 1:46-55.. -- Katekismus Gereja Katolik, 722
          
Apabila digabungkan ke dalam perayaan Ekaristi maka sesudah Kata Pembuka oleh Imam, lalu dinyanyikan Ajakan Penantian Almasih, Madah, Mazmur dan Kidung, lalu Doa Pembuka, dan masuk ke Liturgi Sabda dari buku bacaan Misa hari yang bersangkutan. Doa Umat memakai Doa Permohonan (tanpa Bapa Kami). Sesudah Komuni dinyanyikan Kidung Maria. Selain dari itu mengikuti Buku Misa hari yang bersangkutan. Praktisnya Ritus Tobat dihilangkan sebab sudah diganti oleh Ajakan Penantian Almasih, Madah dan Mazmur - Kidung. Kalau dengan Misa, (pembuka: Ya Allah, bersegeralah...) ditiadakan, diganti Antifon Pembuka.
     
 
Pembuka

* Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
* Ya Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin, alleluya.

Antifon Pembuka (bdk. Yes 45:8)

Hai langit, turunkanlah Sang Adil dari atas, hai awan, curahkanlah Dia. Hai bumi, bukalah dirimu, tunaskanlah Sang Penyelamat.

Rorate cæli desuper, et nubes pluant iustum: aperiatur terra, et germinet Salvatorem.

Doa Pagi

Ya Allah Bapa kami, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus, Putera-Mu, menjadi manusia. Kami mohon, curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya kami berkat sengsara dan salib-Nya diantar kepada kebangkitan yang mulia. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Ajakan Penantian Almasih
 
Ulangan. Sembah sujudlah Tuhanmu, Raja yang akan datang
1. Bergemarlah hai putri Sion, dan bersorak-sorailah putri Yerusalem. Lihatlah, Tuhan akan datang, dan hari itu akan tampaklah Terang yang agung. Gunung-gunung akan meneteskan serba manisan, dan bukit-bukit akan mengalirkan susu dan air madu, karena akan datanglah Nabi yang agung, Dialah yang membarui Yerusalem. Ulangan
2. Lihatlah, Ia akan datang dari rumah Daud, sebagai Allah dan manusia, dan akan bersemayam di atas singgasana-Nya. Kamulah akan melihat-Nya, maka sukacitalah hatimu. Ulangan
3. Lihatlah, akan tiba Tuhan Pelindung kita. Yang tersuci dari Israel dengan mahkota kerajaan di atas kepala-nya. Dialah yang akan memerintah dari laut sampai ke laut, dan dari sungai sampai ke ujung bumi. Ulangan
4. Lihatlah, Tuhan akan menampakkan diri dan tidak akan menipu kamu. Bila Ia bertangguh, hendaklah kamu menunggu dengan tabah, karena sesungguhnya Ia akan datang dan tak lama lagi. Ulangan
5. Ia akan turun bagai hujan menetesi bumi. Dan pada masa itu akan terbitlah keadilan dan berlimpah kedamaian. Maka para raja sedunia akan menyembah Dia dan segala bangsa akan mengabdi-Nya. Ulangan
6. Seorang bayi dilahirkan bagi kita, dan digelarkan Allah yang kuat, Ialah yang akan datang bersemayam di atas takhta Daud bapa-Nya, dan memangku tampuk pemerintahan. Ulangan
7. Hai Betlehem, kota Allah Mahatinggi, dari padamu tampillah Pemimpin Israel. Karena kekal asalnya, maka Ia akan dimuliakan di seluruh dunia. Dan bila ia datang, damailah di atas bumi ini. Ulangan

03. Madah (PS No. 439, MB No. 316, Yubilate No. 341)
Pencipta Bintang Semesta

04. Mazmur dan Kidung

Antifon: Hai langit, turunkan embunmu, hai awan, hujankanlah raja adil. Hai bumi, bukakanlah dirimu dan tumbuhkanlah Penyelamat.

Mazmur:
Bersukacitalah surga dan bersoraklah bumi. Gunung-gunung nyanyikanlah madah pujian.
Hendaklah gunung-gunung menyerukan kesukaan. Dan bukit-bukit mewartakan keadilan.
Karena Tuhan kita akan datang dan akan menyayangi fakir miskin-Nya.
Langit embunkanlah dan awan-awan hujankanlah yang adil. Hendaklah bumi terbuka dan melahirkan Penebus.
Ingatkan akan daku ya Tuhan, sekadar kebaikan-Mu terhadap umat-Mu. Kunjungilah aku dengan selamat-Mu.
Perlihatkanlah kebaikan-Mu, ya Tuhan dan berilah kami selamat-Mu.
Utuslah ya Tuhan, utuslah Anak Domba, penguasa dunia. Dari padang gurun ke bukit Sion.
Ya Tuhan mahakuasa, pulihkanlah kami kembali. Perlihatkanlah sinar wajah-Mu, maka selamatkanlah kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan kunjungilah kami dalam damai.
Supaya bersukacitalah kami di hadapan-Mu dengan segenap hati.
Semoga jalan-jalan-Mu dikenal di bumi dan selamat-Mu diketahui para bangsa.
Bangkitkanlah kuasa-Mu dan datanglah menyelamatkan kami.
Datanglah ya Tuhan dan janganlah berlambat. Bebaskanlah Umat-Mu dari belenggu dosanya.
Kiranya Engkau ya Tuhan menembusi langit dan turunlah.
Semoga hancur-leburlah gunung-gunung di hadapan-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad.

Antifon: Hai langit, turunkan embunmu, hai awan, hujankanlah raja adil. Hai bumi, bukakanlah dirimu dan tumbuhkanlah Penyelamat.

Kidung:

Antifon: Hai Israel, siaplah menyongsong Tuhan, sebab ia datang.
 
Meskipun berwujud pada Allah +
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh *
Pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah.
Ia telah menghampakan diri +
dengan mengambil keadaan hamba *
dan menjadi sama dengan manusia.
Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan
merendahkan diri +
karena taat sampai mati *
sampai mati di salib.
Sebab itu Allah telah meninggikan Dia +
dan menganugerahkan kepada-Nya *
nama yang melebihi segala nama.
Agar dalam nama Yesus +
bertekuklah setiap lutut *
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.
Agar setiap lidah mengakui +
untuk kemuliaan Allah Bapa *
Tuhanlah Yesus Kristus.
Kemuliaan kepada Bapa *
dan Putra dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang selalu *
dan sepanjang segala abad.

Antifon: Hai Israel, siaplah menyongsong Tuhan, sebab ia datang.

Capitulum
P. Sebagai penganjur bagi kita telah masuklah Anak Domba yang tak bernoda, dan telah dinobatkan menjadi Imam Agung, menurut peraturan Melkisedekh sampai selama-lamanya. Dialah Raja yang turunan-Nya tak akan berkesudahan.
U. Syukur kepada Allah.

Bacaan:

Bacaan dari Kitab Yesaya (7:10-14)
      
"Seorang perempuan muda akan mengandung."
        
Beginilah firman Tuhan Allah kepada Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” Tetapi Ahas menjawab, “Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!” Lalu berkatalah Nabi Yesaya, “Baiklah! Dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 3/4, PS 803
Ref. Bukalah pintu hatimu, sambutlah Raja Sang Kristus.
Ayat. (Mzm 24:1-2.3-4b.5-6; Ul: 7c-10b)
1. Miliklah Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagad dan semua yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan?
Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Orang yang bersih tangannya dan muni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan, dan tidak bersumpah palsu.
3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya.
Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (1:1-7)
   
"Yesus Kristus, keturunan Daud itu adalah Anak Allah."
   
Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu dahulu telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan para nabi dalam kitab-kitab suci. Pokok isinya ialah tentang Anak Allah, yang menurut daging dilahirkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Dia itulah Yesus Kristus Tuhan kita. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Dan kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus, kamu pun termasuk di antara mereka. Kepada kamu semua yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, menyertai kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = es, 2/2, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Matius 1:23; 2/4)
Seorang gadis akan mengandung dan melahirkan putra, nama-Nya: Imanuel, Allah beserta kita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (1:18-24)
   
"Yesus lahir dari Maria, tunangan Yusuf, anak Daud."
    
Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi, dan berkata,”Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan Anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita.” Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 
Kita sedang menantikan kedatangan seorang Tamu Agung, yang datang dari jauh mengunjungi kita. Tamu agung itu akan selalu beserta kita. Dialah Yesus, Imanuel.

Dalam bacaan I, Ahas berada dalam keadaan terdesak karena perang dan membutuhkan pertolongan dari orang yang lebih kuat. Keadaan itu Nabi Yesaya mendesak Ahas untuk meminta pertanda dari Tuhan. Tapi, apa yang terjadi kemudian adalah, pertanda itu datang bukan karena Ahas meminta tapi karena inisiatif Tuhan sendiri (Yes 7:14). Pertolongan yang diberikan Tuhan bukan saja pertolongan sementara, melainkan Dia sendiri akan tinggal dan menyertai Ahas. Allah bukan saja menolong lalu kemudian pergi, tetapi datang untuk ada bersama mereka dalam hidupnya, melalui tanda kehadiran seorang anak.

Kerinduan bangsa Israel akan kedatangan seorang penyelamat yang gagah perkasa itu terjawab. Kabar itu didengar oleh Yusuf dalam mimpi. Tentu bukan kabar yang biasa karena menyangkut nasib bangsa Israel yang merindukan kedatangan penyelamat. Apalagi yang datang itu bukan saja menyelamatkan Israel, melainkan juga akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka (Mat 1:21).

Tanda yang diterima oleh Ahas dan kabar yang diterima Yusuf dalam mimpi menunjukkan kedatangan tamu itu bukan karena keinginan dan kehendak manusia melainkan karena cinta Allah kepada umat-Nya. Karena itu, memasuki Minggu Adven IV ini, mestinya kita semakin siap menyambut kedatangan Yesus sebagai Tamu agung, yang akan senatiasa menyertai kita.

Siapkanlah hati yang bersih bagi Sang Raja yang akan bertamu dan tinggal beserta kita selama-lamanya. (RUAH)

Kidung Maria

Antifon: O Raja, yang didamba para bangsa. Engkaulah batu sudut yang menjadi titik pertemuan. Datanglah dan tebuslah manusia yang Kauciptakan dari abu tanah.

Aku mengagungkan Tuhan
Hatiku bersukaria karena Allah, Penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut bahagia oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa. Kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-menurun kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya.
Dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta, yang hina dina diangkat-Nya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.
Orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong.
Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunan-Nya untuk selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad.

Antifon: O Raja, yang didamba para bangsa. Engkaulah batu sudut yang menjadi titik pertemuan. Datanglah dan tebuslah manusia yang Kauciptakan dari abu tanah.

Doa Permohonan

P. Cinta kasih Allah demikian besarnya, sehingga Putra-Nya diutus menjadi manusia. Maka marilah kita berdoa dengan mantap kepada Allah Bapa maha penyayang:

1. Bagi Gereja Allah yang kudus: Semoga Allah Bapa memperbarui dan memperteguh Gereja-Nya berkat perayaan penjelmaan Putra-Nya. Marilah kita mohon:
U. Tuhan, dengarkanlah umat-Mu.
2. Bagi masyarakat kita: Semoga Allah Bapa memancarkan cahaya-Nya agar masyarakat kita mengakui misteri cinta kasih kebapaan-Nya. Marilah kita mohon:
3. Bagi kaum muda: Semoga Allah Bapa memperkenankan kaum muda masa kini menyelami arti kedatangan Putra-nya di tengah umat manusia dan membangun hidup di atas-Nya. Marilah kita mohon:
4. Bagi kita semua disini: Semoga Bapa memberkati kita agar kegembiraan Natal kali ini dapat kita sebarluaskan sehingga tidak terbatas pada kita ataupun keluarga kita saja yang menikmati, tetapi juga mereka yang terpencil. Marilah kita mohon:

P. Allah Bapa kami yang Mahapengasih, kami bersyukur atas cinta kasih-Mu yang tampak dalam diri Yesus Kristus. Perkenankanlah perayaan Natal yang akan datang ini memperbarui dan mengobarkan cinta kasih kami, hingga kami semakin mirip dengan Yesus, Putra-Mu dan Tuhan kami.
U. Amin.

Bapa Kami (kalau tanpa Misa)
 
Sumber: Buku Novena Natal, Komisi Liturgi KWI 2012, disusun oleh Rm. Bosco da Cunha O.Carm, dengan berpedoman pada buku Novena del Natale, Badia di Cava, Italia, 1984. Renungan: RUAH

Sabtu, 21 Desember 2012 Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Keenam

Sabtu, 21 Desember 2012
Hari Biasa Khusus Adven - Novena Natal Hari Keenam
   
“Hendaklah jiwa Maria hadir pada setiap orang untuk bersukaria dalam Tuhan” (St. Ambrosius)

 
Apabila digabungkan ke dalam perayaan Ekaristi maka sesudah Kata Pembuka oleh Imam, lalu dinyanyikan Ajakan Penantian Almasih, Madah, Mazmur dan Kidung, lalu Doa Pembuka, dan masuk ke Liturgi Sabda dari buku bacaan Misa hari yang bersangkutan. Doa Umat memakai Doa Permohonan (tanpa Bapa Kami). Sesudah Komuni dinyanyikan Kidung Maria. Selain dari itu mengikuti Buku Misa hari yang bersangkutan. Praktisnya Ritus Tobat dihilangkan sebab sudah diganti oleh Ajakan Penantian Almasih, Madah dan Mazmur - Kidung. Kalau dengan Misa, (pembuka: Ya Allah, bersegeralah...) ditiadakan, diganti Antifon Pembuka.

Pembuka

* Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
* Ya Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin, alleluya.

Antifon Pembuka (bdk. Yes 7:14; 8:10)

Tuhan, Raja Agung akan tiba dengan segera. Ia akan dinamai Imanuel: Allah-Beserta-Kita.

Ajakan Penantian Almasih

Ulangan. Sembah sujudlah Tuhanmu, Raja yang akan datang
1. Bergemarlah hai putri Sion, dan bersorak-sorailah putri Yerusalem. Lihatlah, Tuhan akan datang, dan hari itu akan tampaklah Terang yang agung. Gunung-gunung akan meneteskan serba manisan, dan bukit-bukit akan mengalirkan susu dan air madu, karena akan datanglah Nabi yang agung, Dialah yang membarui Yerusalem. Ulangan
2. Lihatlah, Ia akan datang dari rumah Daud, sebagai Allah dan manusia, dan akan bersemayam di atas singgasana-Nya. Kamulah akan melihat-Nya, maka sukacitalah hatimu. Ulangan
3. Lihatlah, akan tiba Tuhan Pelindung kita. Yang tersuci dari Israel dengan mahkota kerajaan di atas kepala-nya. Dialah yang akan memerintah dari laut sampai ke laut, dan dari sungai sampai ke ujung bumi. Ulangan
4. Lihatlah, Tuhan akan menampakkan diri dan tidak akan menipu kamu. Bila Ia bertangguh, hendaklah kamu menunggu dengan tabah, karena sesungguhnya Ia akan datang dan tak lama lagi. Ulangan
5. Ia akan turun bagai hujan menetesi bumi. Dan pada masa itu akan terbitlah keadilan dan berlimpah kedamaian. Maka para raja sedunia akan menyembah Dia dan segala bangsa akan mengabdi-Nya. Ulangan
6. Seorang bayi dilahirkan bagi kita, dan digelarkan Allah yang kuat, Ialah yang akan datang bersemayam di atas takhta Daud bapa-Nya, dan memangku tampuk pemerintahan. Ulangan
7. Hai Betlehem, kota Allah Mahatinggi, dari padamu tampillah Pemimpin Israel. Karena kekal asalnya, maka Ia akan dimuliakan di seluruh dunia. Dan bila ia datang, damailah di atas bumi ini. Ulangan

03. Madah (PS No. 439, MB No. 316, Yubilate No. 341)
Pencipta Bintang Semesta

04. Mazmur dan Kidung

Antifon: Dari Sion akan datang raja yang harus memerintah, Tuhan, Immanuel, itulah nama-Nya.

Mazmur:
Bersukacitalah surga dan bersoraklah bumi.
Gunung-gunung nyanyikanlah madah pujian.
Hendaklah gunung-gunung menyerukan kesukaan.
Dan bukit-bukit mewartakan keadilan.
Karena Tuhan kita akan datang dan akan menyayangi fakir miskin-Nya.
Langit embunkanlah dan awan-awan hujankanlah yang adil.
Hendaklah bumi terbuka dan melahirkan Penebus.
Ingatkan akan daku ya Tuhan, sekadar kebaikan-Mu terhadap umat-Mu.
Kunjungilah aku dengan selamat-Mu.
Perlihatkanlah kebaikan-Mu, ya Tuhan dan berilah kami selamat-Mu.
Utuslah ya Tuhan, utuslah Anak Domba, penguasa dunia.
Dari padang gurun ke bukit Sion.
Ya Tuhan mahakuasa, pulihkanlah kami kembali.
Perlihatkanlah sinar wajah-Mu, maka selamatkanlah kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan kunjungilah kami dalam damai.
Supaya bersukacitalah kami di hadapan-Mu dengan segenap hati.
Semoga jalan-jalan-Mu dikenal di bumi dan selamat-Mu diketahui para bangsa.
Bangkitkanlah kuasa-Mu dan datanglah menyelamatkan kami.
Datanglah ya Tuhan dan janganlah berlambat.
Bebaskanlah Umat-Mu dari belenggu dosanya.
Kiranya Engkau ya Tuhan menembusi langit dan turunlah.
Semoga hancur-leburlah gunung-gunung di hadapan-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad.
Antifon: Dari Sion akan datang raja yang harus memerintah, Tuhan, Immanuel, itulah nama-Nya.

Kidung:

Antifon: Aku memandang ke arah Tuhan, aku mengharapkan Allah, Penyelamatku.

Meskipun berwujud pada Allah +
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh *
Pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah.
Ia telah menghampakan diri +
dengan mengambil keadaan hamba *
dan menjadi sama dengan manusia.
Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan
merendahkan diri +
karena taat sampai mati *
sampai mati di salib.
Sebab itu Allah telah meninggikan Dia +
dan menganugerahkan kepada-Nya *
nama yang melebihi segala nama.
Agar dalam nama Yesus +
bertekuklah setiap lutut *
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.
Agar setiap lidah mengakui +
untuk kemuliaan Allah Bapa *
Tuhanlah Yesus Kristus.
Kemuliaan kepada Bapa *
dan Putra dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang selalu *
dan sepanjang segala abad.

Antifon: Aku memandang ke arah Tuhan, aku mengharapkan Allah, Penyelamatku.

Capitulum
P. Sebagai penganjur bagi kita telah masuklah Anak Domba yang tak bernoda, dan telah dinobatkan menjadi Imam Agung, menurut peraturan Melkisedekh sampai selama-lamanya. Dialah Raja yang turunan-Nya tak akan berkesudahan.
U. Syukur kepada Allah.

Doa Pagi (dalam misa diganti Doa Pembuka misa hari ybs)

Ya Tuhan, “salam” yang disampaikan Maria kepada Elisabet membawa berkat bagi anak yang dikandungnya, sehingga dalam kuasa Roh Kudus ia berseru, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” Sadarkanlah kami, ya Tuhan, untuk selalu membawa salam dan berkat bagi sesama. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan: (dalam misa, ikuti bacaan di bawah, di luar misa dapat membaca Yes 48:12-21, 49:9b-13)
 
Kidung Agung ditafsirkan dalam istilah religius sebagai sebuah lukisan cinta antara Allah dan umat-Nya. Dalam keindahan musim semi, sang pengantin menantikan kekasihnya dalam kerinduan yang mendalam.
 
Bacaan dari Kidung Agung (2:8-14)

Dengarlah! Itulah kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung, meloncat-loncat di atas perbukitan. Kekasihku itu laksana kijang atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap, dan melihat dari kisi-kisi. Kekasihku angkat bicara, katanya kepadaku, “Bangunlah, manisku! Jelitaku, marilah! Lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah berlalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah sudah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pokok anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku! Jelitaku, marilah! Merpatiku di celah-celah batu, dalam persembunyian di lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab suaramu sungguh merdu, dan jelita nian parasmu!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Atau
 
Umat Israel diundang untuk bersukacita karena keselamatan mereka sudah dekat. Tuhan sendiri ada di tengah-tengah umat-Nya sebagai pahlawan yang gagah perkasa. Mereka tidak perlu takut akan musuh-musuh mereka.
 
Bacaan dari Nubuat Zefanya (3:14-18a)
   
"Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengahmu."
   
Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bergembiralah, hai Israel! Bersukacita dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu, Ia telah menebas binasa musuh-musuhmu. Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem, “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lunglai. Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bersukaria karena engkau, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, dan Ia bersorak gembira karena engkau seperti pada hari pertemuan raya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar! Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru!
Ayat. (Mzm 33:2-3.11-12.20-21; R:1a,3a)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru; petiklah kecapi baik-baik mengiringi sorak dan sorai.
2. Rencana Tuhan tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun temurun. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya!
3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita. Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. O Imanuel, Engkau raja dan pemberi hukum. Datanglah dan selamatkanlah kami, ya Tuhan Allah kami. Alleluya.
 
Maria mengunjungi Elisabet untuk memberikan bantuan dan mencari nasihat. Tema sukacita dihubungkan dengan sangat erat dengan kelimpahan mesianis dan kepenuhan dilanjutkan dalam kata-kata Elisabet. Maria meneruskannya tanpa ragu – yang lebih besar kepada yang lebih kecil, Maria kepada Elisabet, Yesus kepada Yohanes.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (1:39-45)
  
"Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku mengunjungi aku?"
  
Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah maria ke pegunungan menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu bersru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Kehadiran fisik menjadi wujud dukungan nyata dalam hidup bersama. Kunjungan Maria kepada Elisabet menjadi berkat khusus bagi keluarga Zakharia. Maria mendukung Elisabet, saudarinya, yang sedang mengandung di masa tuanya. Sapaan Maria sangat menyentuh hati Elisabet. Dia merasakan kasih karunia Tuhan datang di tengah keluarga mereka. Dua wanita ini saling berbagi sukacita sebagai insan beriman yang dikasihi Tuhan. Kita pun perlu saling berbagi suka-duka agar makin kuat dalam peziarahan hidup ini.

Kidung Maria

Antifon: O Fajar, Cahaya terang abadi; dan matahari keadilan. Datanglah menerangi yang dalam kegelapan dan bayangan maut.

Aku mengagungkan Tuhan
Hatiku bersukaria karena Allah, Penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut bahagia oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa. Kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-menurun kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya.
Dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta, yang hina dina diangkat-Nya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.
Orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong.
Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunan-Nya untuk selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad.

Antifon: O Fajar, Cahaya terang abadi; dan matahari keadilan. Datanglah menerangi yang dalam kegelapan dan bayangan maut.

Doa Permohonan

P. Saudara-saudari, sebagai anak-anak Allah beranilah kita memanjatkan doa-doa permohonan kepada Bapa, supaya umat manusia semakin menyatu dalam nama-Nya.
1. Bagi perdamaian dunia yang merupakan anugerah Allah. Semoga orang Kristiani aktif melibatkan diri demi mewujudkan nilai itu dalam kerja sama dengan semua orang yang berkehendak baik. Marilah kita mohon:
U. Berilah dunia ini damai-Mu, ya Tuhan.
2. Bagi keluarga-keluarga Kristiani, agar tidak kekurangan keberanian dan keteguhan hati untuk menolak segala bentuk kekeraan yang menghancurkan kebahagiaan hidup. Marilah kita mohon:
3. Bagi keluarga kita masing-masing, semoga Tuhan tidak berhenti memberikan kedamaian dan kegembiraan; kekuatan dalam pencobaan serta keterbukaan hati untuk menerima sesama. Marilah kita mohon:
4. Agar warta damai Betlehem didengar dan dicintai semua orang. Marilah kita mohon:
P. Semoga doa-doa permohonan ini berkenan pada-Mu ya Tuhan, sumber kedamaian kami. Dalam Kristus, Tuhan, Pengantara kami.
U. Amin.

Bapa Kami (kalau tanpa Misa)
  
***
  
Doa Malam
  
Allah Bapa kami, bersama Elisabet yang telah menerima kabar sukacita dari Maria, perkenankanlah kami malam ini bersyukur dan memuji-Mu dengan seruan, “Sungguh berbahagialah dia yang telah percaya sebab firman Tuhan yang dinyatakan kepadanya akan terlaksana.” Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

RUAH

Pertemuan Adven IV, Keuskupan Agung Semarang: Pengembangan Iman di Paroki


A. Bahan untuk Pendamping

1. Tujuan Pertemuan
a.       Umat dan keluarga katolik semakin menyadari bahwa paroki merupakan tempat bagi pengembangan iman, sehingga mereka semakin mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh paroki demi pengembangan iman.
b.      Umat dan keluarga katolik semakin disadarkan mengenai pentingnya keterlibatan mereka dalam seluruh dinamika pengembangan pendidikan iman di paroki, sehingga mereka semakin peduli bagi kerjasama dan sinergi seluruh komponen kegiatan di paroki.

2. Gagasan Dasar Pertemuan
P:   Kita semua menyadari, ada empat inti kegiatan Gereja yang selama ini telah dikembangkan di paroki kita masing-masing, yaitu Kesaksian (Witness), Perayaan Iman dan Koinonia (Worship), Pewartaan (Word) serta Pelayanan (Welfare). Dari keempat hal itu, ada banyak kegiatan yang telah dilakukan, dalam berbagai bidang dan dinamikanya. Semua kegiatan tersebut, tentunya bertujuan sama, yaitu demi pengembangan iman umat. Kita sebagai umat beriman seharusnya menyadari, bahwa melalui kegiatan-kegiatan tersebut, apapun bentuknya, mempunyai dampak yang diharapkan sama. Dampak itu adalah demi pengembangan iman. Maka harapannya, semua kegiatan di paroki mempunyai dampak bagi pengembangan dan pendidikan iman, entah itu dan yang bersifat liturgis, pewartaan hingga yang berbentuk pelayanan sosial. Maka, sebagai keluarga katolik dan bagian umat Gereja, kita diharapkan menyadari akan pentingnya kerjasama dan “duduk bersama” antar pengurus di paroki, keluarga dan berbagai paguyuban yang ada untuk saling menghubungkan dan mengkaitkan pengembangan iman. Pengembangan iman merupakan usaha dengan aneka metode, situasi, dan suasana, agar orang merasa ditumbuhkembangkan baik pengetahuan maupun sikap hidup berimannya. Tumbuh dan berkembangnya iman itu tentu saja tidak dapat dipengaruhi secara langsung. Pada prinsipnya, pengembangan iman lebih sebagai usaha untuk menciptakan situasi dan suasana hidup beriman yang sedemikian rupa, sehingga membantu dan mendukung tumbuh-berkembangnya iman. Bagaimana peran kita semua, untuk saling bekerjasama dan terlibat, membawa sebanyak mungkin umat kepada iman yang semakin mendalam dan tangguh. Paroki diharapkan menjadi tempat yang memadai bagi bertumbuhnya iman. Segala sesuatu yang dilakukan paroki melalui berbagai kegiatan-kegiatannya diharapkan menjadi ladang subur bagi persemaian iman. OIeh karena itu, refleksi bagi kita semua, sejauh mana keluarga, lingkungan mendukung semua kegiatan-kegiatan di paroki semakin berdampak bagi pengembangan iman.

B. Bahan dan proses pertemuan

1. Pembuka

a. Lagu Pembukaan

b. Tanda Salib
P:   Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus
U: Amin
P:   Kasih karunia dan damai sejahtera dan Allah Bapa dan dan Putera-Nya Yesus Kristus, beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya

c. Pengantar
P:   Bapak, Ibu, para keluarga, dan saudara-saudari, Berkah Dalem. Pada malam hari ini kita memasuki pertemuan Adven keempat. Pada pertemuan ini, kita diajak untuk melihat kembali paroki kita. Apakah selama ini, paroki kita sudah memberikan suasana, kondisi dan situasi bagi pengembangan iman. Begitu juga, apakah kita bersama telah mendukung upaya bagi pengembangan iman di paroki kita secara semestinya. Pada pertemuan sebelumnya, kita telah diajak melihat pentingnya pendidikan iman dalam keluarga, dukungan dari sekolah dan lingkungan kita. Maka, dalam pertemuan ini, kita diajak berefleksi untuk semakin mengembangkan secara luas usaha pendidikan iman itu melalui kerjasama berbagai pihak, mencari berbagai cara dan terobosan serta langkah-langkah nyata yang penting untuk dikembangkan dan diperhatikan demi suasana, situasi dan kondisi pendidikan iman di paroki kita.

d. Tobat
P:   Kita sadar bahwa kita memiliki kekurangan terutama dalam tanggung jawab kita untuk mengembangkan iman di lingkup yang lebih luas, terutama kegiatan di paroki kita, maka marilah kita memohon belas kasih dan pengampunan Tuhan.
U: Saya mengaku
P:   Semoga Allah yang maha kuasa mengasihani kita mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U:  Amin.

e. Penyalaan lilin
Lilin keempat dinyalakan oleh salah seorang bapak atau ibu yang aktif dalam kepengurusan Dewan Paroki dan dilanjutkan dengan doa oleh pemandu.
P:   Allah Bapa yang mahakasih, kami telah memasuki masa Adven ini, masa penantian akan kedatangan Putera-Mu terkasih. Kami mohon semoga lilin adven ini menerangi hati kami agar semakin pantas untuk rnenyambut Putera-Mu yang lahir di tengah-tengah kami. Semoga lilin ini juga menerangi hati kami yang berkumpul untuk merenungkan hidup kami yang Kaupanggil untuk membentuk keluarga. Semoga dengan bimbingan sabda-Mu kami dapat mengembangkan iman di tengah keluarga kami. Permohonan ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
U: Amin

2. Situasi Nyata

a. Kisah Pengalaman
(pendamping bisa meminta salah satu umat untuk membacakan kisah dibawah ini)
Sore itu sebuah pesan masuk ke handphoneku. Pesan itu berbunyi “besok kamu ke paroki pukul 08.30 WIB karena ada pelantikan pengurus Dewan Paroki, kamu masuk bidang Pewartaan ya”. Aku terkejut dan bercampur bahagia, tapi otak ini pun berpikir “apakah bisa melaksanakan tugas yang begitu berat ini?”. Itu pikiran yang terus ada di benakku. Sebenarnya aku tidak terlalu ingin menjadi pengurus Dewan Paroki, bukan karena tidak digaji, tapi tanggung jawabnya besar. Ini menentukan kemajuan umat di paroki tentunya.
Karena tidak enak dengan ketua Dewan Paroki yaitu Pak Ngadi, maka aku putuskan menunda kegiatan pergi melancong. Aku putuskan untuk berangkat ke paroki. Perjalanan menuju paroki sekitar 15 menit. Dengan menggunakan batik yang paling bagus aku berangkat dengan masih menyisakan pikiran yang membayangiku. Suasana di paroki masih sepi, dikarenakan paginya sempat diguyur hujan. Setelah sampai di paroki, aku sempatkan mampir ke pastoran yang masih dalam satu komplek dengan paroki sambil datang menyalami pastor dan Vikjend yang lagi bersantai dengan beberapa pengurus Dewan Paroki.
Pada hari itu aku dilantik menjadi pengurus Dewan Paroki untuk periode tiga tahun kepengurusan. Sebuah tugas berat yang harus diemban oleh seorang keluarga muda seperti aku ini. Pelantikan dimulai dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Vikjend. Dalam khotbahnya, Vikjend mengajak untuk bersatu dan bersinergi dalam membangun iman umat, baik secara rohani maupun fisik, baik itu menyangkut kegiatan, gedung gereja, pengelolaan dll. Ditegaskan bahwa keterlibatan semua umat begitu berarti untuk kemajuan paroki. Dalam kesempatan itu juga, Vikjend menyinggung tentang pentingnya paroki sebagai tempat yang subur untuk pendidikan iman. Pendidikan iman di paroki terjadi, jika seluruh pengurus Dewan Paroki, keluarga-keluarga katolik, paguyuban umat yang ada serta berbagai pihak lainnya saling bahu-membahu, bekerjasama untuk kelangsungan hal itu. Setelah perayaan ekaristi, sambutan-sambutan dan upacara pelantikan selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama Vikjend, pastor paroki, pengurus baru, ketua stasi dan umat yang datang dalam acara tersebut. Acara selesai pada siang sekitar pukul 14.00. Kemudian, aku pulang sambil masih menyisakan banyak pertanyaan, bagaimana kerjasama dan sinergi antar umat di paroki bisa terjadi secara optimal demi pengembangan iman?

b. Pendalaman
Pendamping bisa meminta salah satu umat untuk membacakan pertanyaan secara bergilir, kemudian pertanyaan dapat didalami dalam kelompok-kelompok kecil atau disharingkan secara langsung
(1)   Apa inti pesan dan khotbah Vikjend dalam cerita diatas?
(2)   Bagaimana menurut pendapat Anda, sebagai umat pada umumnya, khususnya sebagai keluarga-keluarga Katolik menanggapi ajakan dan pesan Vikjend dalam cerita tersebut diatas!
(3)   Ceritakan pengalaman Anda, khususnya sebagai keluarga-keluarga Katolik dalam keterlibatan dalam kegiatan paroki selama ini

c. Tambahan
(1)   Setiap umat, terutama pengurus Dewan Paroki, mempunyai tanggung jawab yang sangat berarti dan menentukan bagi kemajuan umat di paroki.
(2)   Setiap umat bersatu dan bersinergi dalam membangun iman umat, baik secara rohani maupun fisik
(3)   Pentingnya paroki sebagai tempat yang subur untuk pengembangan iman.
(4)   Pengembangan iman di paroki terjadi, jika seluruh pengurus Dewan Paroki, keluarga-keluarga katolik, paguyuban umat yang ada, serta berbagai pihak saling bahu-membahu, dan bekerjasama.

3. Inspirasi Kitab Suci

a. Membaca Kitab Suci Kis 2:41-47
(Pendamping bisa meminta umat untuk membacakan secara bergiliran tiap satu ayatnya)
2:41     Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42.    Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
2:43     Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
2:44     Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45     dan selalu ada dan mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
2:46     Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
2:47     sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

b. Pendalaman
(1)   Bercerita tentang apa bacaan Kitab Suci diatas?
(2)   Apa saja yang dilakukan jemaat Gereja Perdana mula-mula? (ay.42,46,47)
(3)   Menurut Anda, bagaimana kehidupan jemaat perdana itu dihayati dan dikembangkan di paroki sekarang mi?

c. Tambahan
(1)   Gereja perdana merupakan asal-muasal Gereja yang kita imani sampai sekarang. Mereka selalu sehati, berkumpul, bertekun dalam pengajaran para rasul, dalam persekutuan dan doa.
(2)   Jemaat Gereja Perdana disukai semua orang dan setiap saat jumlah mereka semakin berkembang, karena memberikan sesuatu yang berharga bagi masyarakat sekitarnya dan mampu menjadi teladan hidup bagi banyak orang.
(3)   Gereja harus memiliki hidup yang memancarkan terang, teguh dalam iman dan senantiasa bersaksi memuliakan Tuhan. Hidup menggereja seperti itulah yang mengajarkan kepada kita bagaimana kitajuga hidup dalam gereja kita. Gereja itu bukan gedungnya. Tapi Gereja adalah orang-orangnya. Siapakah orangnya? Yaitu kita semua, keluarga-keluarga Katolik inilah yang akhirnya menjadi saluran berkat bagi banyak orang.

4. Aksi
Pemandu mengajak umat membicarakan apa yang bisa dilakukan setelah mendalami topik lewat Situasi Nyata dan Inspirasi Kitab Suci. Hasil dicatat dan ditegaskan kembali yang hendak dilakukan sebagai tindakan nyata (aksi) dari pertemuan.
1)      Apa yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan paroki sebagai tempat yang subur bagi pengembangan iman anak-anak, keluarga, orang muda dan semua umat?
2)      Apa yang dapat kita lakukan sebagai keluarga katolik dan lingkungan untuk mendukung paroki dalam pengembangan iman umat sepanjang hayat?

5. Penutup
Pertemuan dapat diakhiri dengan doa spontan dan umat yang hadir kolekte, dilanjutkan dengan doa Bapa Kami dan Doa Penutup.

a. Doa Spontan/Doa Umat (dipersilahkan yang bersedia)

b. Doa Bapa Kami (didoakan bersama)

c. Doa Penutup 
P: Allah Bapa yang maha bijaksana, kami bersyukur karena dalam pertemuan ini, akhirnya kami dapat merenungkan betapa pentingnya mengembangkan iman bagi keluarga kami agar semakin terlibat dalam lingkungan dan akhirnya di paroki. Semoga Engkau selalu membimbing kami, agar di tengah berbagai arus dan dinamika kehidupan ini, kami tetap setia dalam iman dan bersatu dalam kasih untuk mewujudkan keluarga dan umat beriman pada zaman ini. Demi Kristus, Pengantara kami. 
U: Amin

d. Berkat
P:   Tuhan beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya
P:   Semoga kita dan keluarga kita selalu dibimbing dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa: Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin
P:   Dengan demikian, pertemuan Adven sudah selesai
U: Syukur kepada Allah

e. Lagu Penutup