Sudahkah Anda.......

 photo 20131225_zps3013e101.jpg
Copyright: Tegar Andito

Kobus: Hari Raya Natal, Yang Kecil, Dimuliakan




silahkan klik gambar untuk memperbesar


Jumat, 27 Desember 2013 Pesta St Yohanes, Rasul, Penginjil

Jumat, 27 Desember 2013
Pesta St. Yohanes, Rasul, Penginjil

Santo Yohanes berlangkah lebih jauh lagi dan berkata: "Allah adalah kasih" (1 Yoh 4:8-16): Cinta adalah kodrat Allah. Dengan mengutus Putera-Nya yang tunggal dan Roh cinta pada kepenuhan waktu, Allah mewahyukan rahasia-Nya yang paling dalam Bdk. 1 Kor 2:7-16; Ef 3:9-12.; Ia sendiri adalah pertukaran cinta abadi, Bapa, Putera, dan Roh Kudus, dan Ia telah menentukan supaya kita mengambil bagian dalam pertukaran itu. (Katekismus Gereja Katolik, 221)

Antifon Pembuka

Yohanes inilah yang duduk di sisi Yesus waktu perjamuan. Bahagialah rasul ini, sebab rahasia surgawi diwahyukan kepadanya, dan sabda kehidupan diwartakannya ke seluruh dunia.

Doa Pagi

Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau hadir ke dunia membawa warta kasih. Rasul-Mu Santo Yohanes telah memahami firman ini dan mewartakan melalui Injil yang ditulisnya. Bantulah kami ya Tuhan agar dapat menghayati dan menyampaikan kasih-Mu kepada sesama kami. Sebab Engkaulah Tuhan, Pengantara kami yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (1:1-4)
 
"Apa yang telah kami lihat dan kami dengar, itulah yang kami tuliskan kepada kamu."

Saudara-saudara terkasih, apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar dan kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan kami raba dengan tangan kami; yakni firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya! Dan sekarang kami bersaksi serta memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa, dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, yakni Yesus Kristus. Semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.
Ayat. (Mzm 97:1-2.5-6.11-12)
1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita. Awan dan kekelaman ada di sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
3. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Bait Pengantar Injil, do = f, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan, kepada-Mu paduan para rasul bersyukur.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:2-8)
 
"Murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur."
 
Pada hari Minggu Paskah, setelah mendapati makam Yesus kosong, Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah Simon menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; ia melihatnya dan percaya.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

”Ia melihatnya dan percaya” (Yoh 20:8). Itulah ucapan spontan yang keluar dari Yohanes ketika tiba di kubur Yesus yang sudah kosong. Ia dan Petrus berlari ke kubur Yesus setelah mendapat warta dari Maria Magdalena. Pengalaman Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, sebagai saksi mata kebangkitan Yesus sungguh istimewa. Ia merupakan sosok yang menunjukkan kualitas-kualitas ideal seorang murid Yesus, yakni duduk paling dekat dengan Yesus pada Perjamuan Malam Terakhir; dia melihat arti terdalam dari makam kosong; dia mengenali Tuhan yang bangkit dengan berucap ”Itu Tuhan,” ketika para murid kembali ke pekerjaan sebagai nelayan pascakebangkitan.

Ia dilukiskan bersama Petrus berlari dan mendapati kubur kosong serta ”melihatnya dan percaya” mengandung makna yang mendalam. Hal ini barangkali bukan masalah kekuatan fisik tetapi urgensi untuk berjumpa dan ada bersama dengan Tuhannya. Walaupun ketika sampai di kubur, Petrus diizinkan masuk terlebih dahulu, karena ia adalah pemimpin yang diberi prioritas, namun bagi Petrus, kubur itu sudah kosong karena Yesus tidak ada lagi di situ. Tetapi, perasaan berbeda dialami oleh Yohanes ketika ia melihat ke dalam: ”ia melihatnya dan percaya.” Sikap dan pernyataan iman Yohanes-lah yang mengemuka. Ia melihat dengan iman bahwa Tuhannya telah bangkit dan kembali kepada Bapa-Nya.

Yohanes mengajak kita untuk melangkah lebih dalam melampaui hal-hal yang kelihatan dan terjangkau oleh pikiran manusia, yakni mengakui dalam iman Kristus yang bangkit dan bertumbuh menjadi saksi setia dari kebangkitan-Nya.

Tuhan Yesus, tumbuhkanlah imanku akan Kristus yang bangkit dan kuatkanlah aku untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya yang setia. Amin.

Ziarah Batin 2013, Renungan dan Catatan Harian