Kamis, 16 Januari 2014 Hari Biasa Pekan I

Kamis, 16 Januari 2014
Hari Biasa Pekan I
 
“Kesatuan itu sejak semula dianugerahkan Kristus kepada Gereja-Nya” (Katekismus Gereja Katolik, 820)
 
Antifon Pembuka (Mzm 44:24-25)

Bangunlah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan? Bangkitlah! Jangan membuang kami terus-menerus! Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu? Mengapa tak Kauhiraukan penindasan yang menimpa kami?

Doa Pagi

Bapa yang penuh kasih, aku bersyuukur atas hari baru ini. Bimbinglah dan kuatkanlah hatiku dengan rahmat-Mu dalam melakukan tugas dan pelayananku hari ini. Semoga aku dapat melayani sesama dengan baik. Amin.

Kekalahan perang yang sungguh habis-habisan, karena Israel kehilangan 30 ribu tentara infantry, Hofni dan Pinehas (anak imam Eli) gugur, dan Tabut Perjanjian dirampas oleh orang-orang Filistin. Ternyata, Filistin yang dicap kafir itu juga percaya akan kekuatan Tuhan Allah Israel.

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (4:1-11)
 
"Orang-orang Israel terpukul kalah dan tabut Allah dirampas."
   
Sekali peristiwa, orang Israel maju berperang melawan orang Filistin. Orang Israel berkemah dekat Eben Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek. Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu. Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel, “Mengapa Tuhan membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil tabut perjanjian Tuhan dari Silo, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.” Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo. Mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian Tuhan semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub. Kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu. Segera sesudah tabut perjanjian Tuhan sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar. Mendengar bunyi sorak itu orang Filistin berkata, “Apakah arti sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?” Ketika mereka tahu bahwa tabut Tuhan telah sampai ke perkemahan itu, ketakutanlah orang Filistin. Kata mereka, “Allah mereka telah datang ke perkemahan itu. Celakalah kita, sebab hal seperti itu belum pernah terjadi. Celakalah kita! Siapakah yang akan menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Allah ini jugalah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai tulah di padang gurun. Akan tetapi, hai orang Filistin, kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti anak laki-laki, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!” Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri, masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan infantry. Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan
Ref. Bebaskanlah kami, ya Tuhan, demi kasih setia-Mu.
Ayat. (Mzm 44:10-11.14-15.24-25)
1. Ya Allah, Engkau kini membuang kami dan membiarkan kami kena umpat; Engkau tidak lagi maju bersama dengan bala tentara kami. Engkau membuat kami mundur dipukul lawan, dan dirampok oleh orang-orang yang membenci kami.
2. Engkau membuat kami menjadi celaan tetangga, menjadi olok-olok dan cemoohan bagi orang-orang sekitar. Engkau membuat kami menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa, suku-suku bangsa merasa geli melihat kami.
3. Bangunlah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan? Bangkitlah! Jangan membuang kami terus-menerus! Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu? Mengapa tak Kauhiraukan penindasan dan himpitan yang menimpa kami?

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Yesus mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.

Selain oleh penyerahan kehendak manusia, kehendak Allah menjadi nyata karena tergerak oleh belas kasih-Nya. Percaya kepada belas kasih Allah merupakan sikap yang tepat saat kita mengalami aneka penderitan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:40-45)
 
"Orang kusta lenyap penyakitnya dan menjadi tahir."
   
Sekali peristiwa, seorang sakit kusta datang kepada Yesus. Sambil berlutut di hadapan Yesus, ia mohon bantuan-Nya, katanya, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras, katanya, “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi orang itu pergi memeberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Kisah penyembuhan seorang yang sakit kusta mengungkapkan kuasa Tuhan yang menyelamatkan mereka yang sudah dikeluarkan dari Israel. Kata-kata yang keluar dari mulut si kusta mengungkapkan sebuah harapan, sebuah doa. Itulah juga mengungkapkan sebuah pengakuan iman. Ia menyerahkan segalanya kepada Tuhan, “Jadilah kehendak-Mu”. Yesus pun menjawabnya. Ia lalu mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh orang kusta tersebut. Kita pun diundang dalam situasi apa pun kehidupan kita datang kepada Yesus. Bila kita percaya, Tuhan dengan kuat kuasa-Nya melakukan segalanya demi kebaikan kita.

Doa Malam

Tuhanku dan Allahku, hati-Mu selalu tergerak oleh belas kasihan terhadap orang kusta yang memohon penyembuhan dari-Mu. Jadikan hatiku seperti hati-Mu, agar mudah tergerak oleh belas kasihan ketika melihat kesusahan dan kesedihan sesamaku. Amin.


RUAH