Doa Bapa Kami: Masalah Posisi Tangan

 photo 20140119_zps0faee4b0.jpg

Minggu, 19 Januari 2014 Hari Minggu Biasa II

Minggu, 19 Januari 2014
Hari Minggu Biasa II

“Tetapi ada sebuah bentuk lain dari kemiskinan yaitu kemiskinan spiritual pada zaman kita yang menimpa negara-negara kaya secara khusus dan serius. Inilah yang pendahuluku terkasih, Benediktus XVI, sebut sebagai “tirani relativisme” yang membuat semua orang berdasarkan pada kriteria mereka sendiri dan membahayakan keberadaan bersama masyarakat.” - Paus Fransiskus (kepada para duta besar negara-negara sahabat dan dunia, 22 Maret 2013)


Antifon Pembuka

Seluruh bumi hendaknya menyembah Dikau, ya Allah, dan bermazmur bagi-Mu, meluhurkan nama-Mu, ya Allah Mahatinggi.

Doa Pagi


Allah Bapa kami di surga, Engkau telah memilih dan membaptis kami berkat jasa Yesus Kristus, Putra-Mu. Baruilah kami dan seluruh Gereja-Mu dengan semangat pelayanan sebagaimana yang kami kenal pada diri Hamba-Mu yang setia. Jadikanlah kami cahaya bagi sesama, agar karya penyelamatan-Mu semakin tersebar luas sampai ke ujung bumi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dan dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (49:3.5-6)
 
  
"Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
   
Tuhan berfirman kepadaku, “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.” Demikianlah firman Tuhan, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, yaitu untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya, yang karenanya aku dipermuliakan di mata Tuhan, dan Allahku menjadi kekuatanku. Beginilah firman-Nya, “Terlalu sedikit bagimu untuk hanya menjadi hamba-Ku, hanya menegakkan suku-suku Yakub dan mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 4/4, PS 850
Ref. Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu.
Ayat. (Mzm 40:2+4ab.7-8a.8b-9.10; R: 8a.9a)
1. Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita.
2. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, "Lihatlah Tuhan, aku datang!
3. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku."
4. Aku mengabarkan keadilan, di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1:1-3)
  
"Kasih karunia dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus."
  
Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, serta kepada sekalian saudara di mana pun yang berseru kepada nama Yesus Kristus, Tuhan mereka dan Tuhan kita. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, menyertai kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yohanes 1:14:12b)
Firman telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:29-34)
    
"Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia."

Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, ia melihat Yesus datang kepadanya. Maka katanya, “Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Sesudah aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, yaitu supaya Ia dinyatakan kepada Israel.” Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Roh itu tinggal di atas-Nya. Aku pun sebenarnya tidak mengenal Dia, tetapi Yang mengutus aku membaptis dengan air telah berfirman: Jikalau engkau melihat Roh turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dia itulah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya! Maka aku memberi kesaksian: Dia inilah Anak Allah.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Suatu pagi setelah Misa harian seorang umat bertanya kepada saya, "Apa yang membahagiakan romo dalam hidup ini?" Saya jawab begini, "Menjadi romo itu panggilan. Tuhan yang memanggil, dan saya belajar menjadi taat dan terus menerus mencari dan mengikuti apa yang ditunjukkan-Nya. Di sinilah letak kebahagiaan saya sebagai romo!" Pertanyaan tersebut juga bisa ditujukan kepada kita, "Apa yang membahagiakan dalam hidup kita, terlebih kita sebagai orang beriman?

Setelah percakapan dengan umat di pagi hari itu, saya membaca sebuah artikel tentang agenda Paus Fransiskus dalam membarui Gereja. Paus membarui Gereja dengan membarui para imamnya. Selain hidup sederhana, memiliki integritas, akuntabilitas, seorang imam diharapkan memiliki roh ibadat, di mana Yesuslah yang menjadi pusat dan pelaku utama dalam liturgi. Menjawab jawaban atas pertanyaan umat tentang apa yang membahagiakan saya, artikel yang saya baca pagi itu telah menunjukkan bahwa Yesuslah yang menjadi sumber dan pusat hidup saya. Mengikuti Yesus menjadi hal yang membahagiakan hidup saya sebagai seorang imam.

Dalam bacaan Injil Yoh 1:29-34 Yohanes telah menunjukkan kepada kita, siapakah Yesus bagi kita. Yesus adalah Anak domba Allah, yang telah mengorbankan hidup-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. Pengorbanan-Nya di kayu salib terus-menerus kita rayakan dalam Ekaristi. Yesus sendiri yang mengorbankan, Yesus sendiri yang menjadi Kurban. "Inilah Anak domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke dalam perjamuan-Nya," kata-kata ajakan imam untuk menyambut Tubuh dan Darah-Nya dalam perayaan Ekaristi. Dalam diri Yesus, Anak domba Allah, ada belas kasih Allah yang terus-menerus menghapus dosa-dosa kita. Betapa bahagia kita yang selalu diundang dan ikut dalam perayaan Ekaristi. Karena Yesus sendiri yang menjadi pelaku utama, Ekaristi sungguh menjadi sumber, puncak dan pusat hidup kita. Dalam Yesus, ada kebahagiaan sejati.

Yohanes Pembaptis juga menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Kita telah dibaptis dengan Roh Kudus. Kita telah disatukan dengan Kristus. Roh Kudus telah tinggal dalam hati kita. Roh Kudus inilah yang membimbing kita selalu dan mengingatkan untuk selalu mengikuti dan mendengarkan Yesus. "Inilah Putra-Ku terkasih, dengarkanlah Dia," kata Allah Bapa ketika Yesus dibaptis dan menampakkan kemuliaan-Nya. Kita akan mencapai kebahagiaan sejati kalau kita selalu mengikuti bimbingan Roh Kudus dan selalu mendengarkan Yesus yang membimbing kita kepada kepenuhan hidup. Mendengarkan Yesus berarti juga harus selalu taat kepada-Nya.

Sebagai seorang beriman yang telah dipilih Allah untuk menjadi pengikut Yesus, kita harus menjadikan Yesus sebagai sumber dan pusat hidup kita. Yesus adalah Anak domba Allah yang menghapus dosa-dosa kita dan yang diutus untuk membimbing kita menuju kepada tujuan hidup kita. Kita harus terus-menerus setia dan mengikuti-Nya, terus-menerus mencari dan mendengarkan-Nya, dan dengan penuh kasih mencintai dan bersatu dengan-Nya.

Yesus adalah sumber dan pusat hidup kita. Dialah sumber kehidupan dan kebahagiaan kita.
RUAH

Kobus: Tentang Berdoa





Perayaan Ekaristi merupakan tindakan seluruh Gereja. Dalam perayaan itu hendaknya setiap orang melakukan tugas masing-masing, tidak kurang dan tidak lebih, menurut kedudukannya dalam umat Allah. (Pedoman Umum Misale Romawi, No. 5)



silahkan klik gambar untuk memperbesar