Senin, 20 Januari 2014 Hari Biasa Pekan II

Senin, 20 Januari 2014
Hari Biasa Pekan II
 
Di mana ada dosa, di situ ada perpecahan, sekte-sekte dan pertengkaran --- Katekismus Gereja Katolik, 817
 

Antifon Pembuka (Mzm 66:4)

Hendaklah seluruh bumi menyembah Engkau, dan bermadah serta melagukan mazmur bagi-Mu, Allah Mahaluhur.

Doa Pagi


Tuhan, Engkau berkenan bila kami melaksanakan dan menuruti firman-Mu daripada kurban sembelihan. Ampunilah kami, bila lebih menuruti kehendak kami sendiri dengan berbagai alasan yang tampaknya suci dan baik. Ajarilah kami juga untuk selalu taat pada perintah-Mu. Amin

Bacaan dari Kitab Pertama Samuel (1Sam 15:16-23)
 
   
"Mengamalkan sabda Tuhan lebih baik daripada kurban sembelihan. Maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja."
  
Setelah Raja Saul melanggar perintah Tuhan, Samuel berkata kepadanya, “Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang disabdakan Tuhan kepadaku tadi malam.” Kata Saul kepadanya, “Katakanlah!” Sesudah itu berkatalah Samuel, “Engkau ini kecil pada pemandanganmu sendiri! Meskipun demikian bukankah engkau telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel? Bukankah Tuhan telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka? Mengapa engkau tidak mendengarkan suara Tuhan? Mengapa engkau menjarah rayah dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan?” Lalu kata Saul kepada Samuel, “Aku memang mendengarakan suara Tuhan! Aku telah mengikuti apa yang disuruhkan Tuhan kepadaku. Aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek sendiri telah kutumpas. Tetapi rakyatlah yang mengambil dari jarahan itu: kambing domba dan lembu-lembu terbaik dari yang seharusnya ditumpas itu; maksudnya mau dipersembahkan kepada Tuhan, Allahmu, di Gilgal.” Tetapi sahut Samuel, “Apakah Tuhan itu berkenan kepada kurban bakaran dan kurban sembelihan, sama seperti Ia berkenan kepada pengamalan sabda-Nya? Sesungguhnya, mengamalkan sabda lebih baik daripada kurban sembelihan, menuruti firman lebih baik daripada lemak domba jantan. Camkanlah pendurhakaan itu sama seperti dosa bertenung dan kedegilan itu sama seperti menyembah berhala. Karena engkau telah menolak firman Tuhan, maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.
Ayat. (Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23)
1. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.
2. ”Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?”
3. Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kaukira Aku ini sederajat dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sabda Allah itu hidup dan kuat. Sabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (2:18-22)
 
"Pengantin itu sedang bersama mereka."
 
Waktu itu murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa. Pada suatu hari datanglah orang-orang kepada Yesus dan berkata, “Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, mengapa murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa selagi pengantin itu bersama mereka? Selama pengantin itu ada bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang sudah tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya; yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya. Demikian juga tak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang sudah tua, karena jika demikian anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu, sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang. Jadi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

Renungan

Hal "puasa" adalah sebuah topik yang menarik dan penting. Alasanny, karena sepanjang tahun ini kita menjumpai perikop "Hal berpuasa" sebanyak lima kali, yang diambil dari ketiga Injil Sinoptik, yaitu Matius, Markus dan Lukas. Pertama, perikop hari ini yang diambil dari Mrk 2:18-22. Kedua, diambil dari Mat 6:16-18 yang akan dibacakan pada hari Rabu Abu, 5 Maret. Ketiga, diambil dari Mat 9:14-15 yang akan dibacakan pada hari Jumat sesudah Rabu Abu, 7 Maret. Keempat, diambil dari Mat 9:14-17 yang akan dibacakan pada 5 Juli, dan kelima, diambil dari Luk 5:33-39, yang akan dibacakan pada 5 September mendatang.

Dalam Kitab Suci, puasa dilakukan: Pertama, sebagai tanda tobat (1Sam 7:6; Neh 9:1-37; Yer 14:12; Yoel 1:14, 2:15; Yunus 3:7-8). Kedua, puasa yang dilakukan dalam waktu berkabung (1Sam 31:13l 2Sam 1:12; 3:35). Ketiga, puasa dilakukan pada kesempatan tertentu (Hak 20:26; 1Sam 14:24; 1Raj 21:9), termasuk misalnya empat hari puasa dalam setahun untuk memperingati jatuhnya Yerusalem dan awal masa pembuangan di Babilonia (Za 7:13-14; 8-19). Pada Pekan Doa Sedunia ini kita juga bisa melakukan puasa dengan ujud; untuk persatuan umat Kristiani.

Keempat, puasa dilakukan sebagai ungkapan belarasa terhadap orang lain, misalnya dukacita. Inilah yang dimaksud Yesus ketika Dia bertanya kepada orang-orang Farisi, "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka?" (Mrk 2:19). "Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa," kata Yesus. "Tetapi waktunya akan datang," tegas-Nya, "mempelai itu akan diambil dari mereka, dan pada saat itulah mereka akan berpuasa" (ay. 20).

Maksud Yesus, nanti ketika Dia ditangkap, disalibkan dan wafat, para murid sebagai sahabat mempelai, yaitu Yesus sendiri, pada waktu itulah mereka akan mengungkapkan kepedihan dengan puasa. Sejak itu, puasa para murid digabungkan dengan peristiwa penangkapan dan penyaliban Yesus. Puasa mereka mengungkapkan belarasa terhadap Yesus. Saat itulah mereka belajar ikut merasakan pengorbanan Yesus bagi keselamatan manusia.

Jika Anda berpuasa, apakah juga mengungkapkan sikap belarasa, baik terhadap Tuhan Yesus, Gereja-Nya yang menderita maupun terhadap sesama?

(CAFE ROHANI)