| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Senin, 07 April 2014 Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Senin, 07 April 2014
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
    
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai pemindahan Sakramen Mahakudus dan Tuguran pada hari Kamis Putih: Tidak diizinkan menggunakan monstrans. Sakramen harus berada dalam tabernakel altar persinggahan, atau dalam pixis/sibori. Tempat sakramen disinggahkan tidak dizinkan dibuat seolah sebuah makam. (Kongregasi Ibadat Ilahi, Perayaan Paskah dan persiapannya, 16 Januari 1988)
  

Antifon Pembuka (Mzm 56:2)
 
Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan menghimpit aku.

Doa Pagi

Allah Bapa kami yang mahabaik, Engkau mengenal kami sebagaimana adanya dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Mu. Namun Engkau tidak mau menghakimi kami dan selalu mau mengampuni. Berilah kami hati yang remuk redam, yang menyesali dosa. Maka kami akan mendengar sabda pengampunan-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Nubuat Daniel 13:1-9.15-17.19-30.33-6 (Singkat: 13:41c-62)
            
"Sungguh, aku rela mati, meskipun aku tidak melakukan suatu pun dari yang mereka tuduhkan."
   
Pada waktu itu Susana dijatuhi hukuman mati atas tuduhan berbuat serong. Maka berserulah Susana dengan suara nyaring, “Allah yang kekal, yang mengetahui apa yang tersembunyi, dan mengenal sesuatu sebelum terjadi, Engkau pun tahu, bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadap aku. Sungguh, aku mati, meskipun aku tidak melakukan sesuatu pun dari yang mereka dustakan tentang aku.” Maka Tuhan mendengarkan suaranya. Ketika Susana dibawa ke luar untuk dihabisi nyawanya, Allah membangkitkan roh suci dalam diri seorang anak muda, Daniel namanya. Anak muda itu berseru dengan suara nyaring, “Aku tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!” Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya, “Apa maksudnya kata-katamu itu?” Daniel pun lalu berdiri di tengah-tengah mereka. Katanya, “Demikian bodohkah kamu, hai orang Israel? Adakah kamu menghukum seorang puteri Israel tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti? Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!” Maka bergegaslah rakyat kembali ke tempat pengadilan. Orang tua-tua berkata kepada Daniel, “Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahulah kami sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua.” Lalu kata Daniel kepada orang yang ada di situ, “Pisahkanlah kedua orang tua-tua tadi jauh-jauh, maka mereka akan diperiksa.” Setelah mereka dipisahkan satu sama lain, Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya, “Hai engkau yang sudah beruban dalam kejahatan, sekarang engkau ditimpa dosa-dosa yang dahulu telah kauperbuat dengan menjatuhkan keputusan-keputusan yang tidak adil, dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah, meskipun Tuhan telah berfirman: Orang yang tak bersalah dan orang benar janganlah kaubunuh. Oleh sebab itu, jikalau engkau sungguh-sungguh melihat dia, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?” Sahut orang tua-tua itu, “Di bawah pohon mesui!” Kembali Daniel berkata, “Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri! Sebab malaikat Allah telah menerima firman dari Allah untuk membela engkau!” Setelah orang itu disuruh pergi, Daniel pun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya. Kemudian berkatalah Daniel kepada orang itu, “Hai keturunan Kanaan dan bukan keturunan Yehuda, kecantikan telah menyesatkan engkau dan nafsu birahi telah membengkokkan hatimu. Kamu sudah biasa berbuat begitu dengan puteri-puteri Israel, dan mereka pun terpaksa menuruti kehendakmu karena takut. Tetapi puteri Yehuda ini tidak mau mendukung kefasikanmu! Oleh sebab itu katakanlah kepadaku: Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur? Sahut orang tua-tua itu, “Di bawah pohon berangan!” Kembali Daniel berkata, “Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri. Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu dengan pedang terhunus untuk membahan engkau, supaya engkau binasa!” Maka berserulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya. Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya. Sesuai dengan Taurat Musa kedua orang itu dibunuh. Demikian pada hari itu diselamatkan darah yang tak bersalah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2/4, PS 849
Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ayat. (Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; Ul: lih 1)
1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan kepada pertobatannyalah Aku berkenan, supaya ia hidup.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (8:1-11)
  
"Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini."
    
Sekali peristiwa Yesus pergi ke bukit Zaitun. Dan pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Yesus duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah, lalu berkata kepada Yesus, “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari dengan batu perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapatmu tentang hal ini?” Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya. Dan ketika mereka terus menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Lalu Yesus membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu, yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya, “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya, “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

Renungan

Orang cenderung lebih mudah mencari-cari kesalahan orang lain dibandingkan mengakui kesalahannya sendiri. Orang tua-tua yang tidak dapat memuaskan keinginannya membuat fitnah atas diri Susana dengan mengatakan kesaksian palsu seolah-olah Susana berbuat salah. Demikian juga ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa perempuan yang tertangkap basah melakukan perzinahan kepada Yesus untuk menjatuhi hukuman kepadanya. Allah tidak menghendaki umat-Nya mengalami ketersesatan karena kerakusan dan kejahatan orang-orang semacam itu, maka Allah mengutus Roh Kudus-Nya untuk membangkitkan keberanian dalam salah seorang hamba-Nya untuk menyatakan yang benar adalah benar dan yang jahat adalah jahat. Daniel dipilih Allah untuk menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah. Dan kemudian melalui Putera-Nya, Yesus Kristus, Allah memperingatkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi atas kejahatan-kejahatan mereka sendiri dengan mengatakan, ”barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”.

Tuhan mengingatkan bahwa kita ini berdosa. Jadi, kita tidak perlu dan tidak boleh me*nunjukkkan atau menyudutkan orang lain dengan mengangkat kesalahan dan dosanya. Sebaliknya, kita harus rendah hati mengakui bahwa kita ini orang berdosa. Tidak ada seorangpun di antara kita yang luput dari dosa. Dan kita diingatkan bahwa Tuhan selalu membuka pintu ampun bagi kita dengan mengatakan, ”Aku tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang”. Tuhan selalu memberi ampun, tetapi Dia juga meminta supaya setelah kita diampuni, kita tidak lagi berbuat dosa.

Tuhan tuntunlah aku untuk menjadi rendah hati, agar aku lebih menyadari dan menyesali kedosaanku daripada mencibir dan merendahkan orang lain yang melakukan kesalahan dan dosa. Ampunilah dosa-dosaku. Amin.

Yesus mengundang para pendosa ke meja Kerajaan Allah: "Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Mrk 2:17) Bdk. 1 Tim 1:15.. Ia mengajak mereka supaya bertobat, karena tanpa tobat orang tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan. Tetapi Ia menunjukkan kepada mereka perkataan dan perbuatan belas kasihan Bapa yang tidak terbatas Bdk. Luk 15:11- 32. dan "kegembiraan" yang luar biasa, yang "akan ada di surga, karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan" (Luk 15:7). Bukti cinta-Nya yang terbesar ialah penyerahan kehidupan-Nya "untuk pengampunan dosa" (Mat 26:28). (Katekismus Gereja Katolik, 545)

Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian

Akulah kebangkitan dan hidup

Minggu, 06 April 2014
Hari Minggu Prapaskah V
Yehezkiel 37:12-14; Mazmur 130:1-2.3-4.5-6b.7b-8c; Roma 8:8-11; Yohanes 11:1-45
 
Mendengar kabar bahwa Lazarus sakut, Yesus berkata, “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya serta Lazarus. Namun setelah mendengarnya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita kembali lagi ke Yudea.” ... Ketika Yesus tiba di Betania, didapati-Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur. (Yoh 11:4-7.17)

Keputusan Yesus untuk tidak segera datang ke rumah Lazarus yang sedang sakit tetapi menunda selama 2 hari ini, tentu tidak boleh kita jadikan alasan untuk tidak segera mengobati/mengobatkan orang sakit. Juga tidak boleh sebagai alat pembenaran diri bagi seorang imam untuk menunda ketika ada umat minta sakramen minyak suci. Alasan Yesus amat jelas, yaitu supaya kemuliaan Allah dinyatakan (ay.4). Rupanya, Yesus sengaja manunggu sampai Lazarus mati dan Ia akan hadir sebagai Tuhan yang mampu membangkitkan orang mati, tidak hanya menyembuhkan orang sakit. Menyembuhkan orang sakit, banyak orang bisa melakukan. Tapi membangkitkan orang mati, hanya Allah yang bisa. Dengan demikian, Yesus hendak menyatakan bahwa Dia sungguh-sungguh Anak Allah yang diutus Bapa (ay.42). Hal ini semakin ditegaskan dengan kenyataan bahwa ketika Yesus tiba, Lazarus sudah 4 hari dimakamkan. Berdasarkan keyakinan Yahudi, dalam waktu 3 hari setelah kematian, jiwa masih berada di sekitar tubuh. Namun, setelah 3 hari, jiwa benar-benar meninggalkan tubuh untuk selama-lamanya. Itu berarti Lazarus sungguh-sungguh sudah mati. Tubuhnya sudah berbau dan membusuk (ay.39). Pada saat itulah Yesus hadir sebagai Tuhan yang membangkitkan orang mati. Ia mewahyukan jati diri-Nya: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya". Maka, "Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya." (ay.45).

Tuhan kita adalah Tuhan kehidupan. Ia tidak hanya menciptakan manusia baru tetapi juga membangkitkan orang mati. Maka, marilah cita semakin mencintai hidup yang dianugerahkan Tuhan. Kita memang tidak bisa menghidupkan orang mati. Namun, kita bisa dan harus menjaga serta melestarikan kehidupan. Kita syukuri anugerah hidup ini, kita pelihara dan kita kembangkan sebaik-baiknya. Kita lestarikan pula lingkungan hidup di sekitar kita supaya menjadi tempat hidup yang aman dan nyaman bagi kita semua dan keturunan kita.

Doa: Tuhan, Engkaulah kebangkitan dan hidup. Aku percaya kepada-Mu. Tolonglah aku untuk semakin mencintai kehidupan dan lingkungan hidup yang Kauanugerahkan kepadaku ini. Amin. -agawpr-

PANDUAN SEDERHANA MEMILIH NYANYIAN IBADAT

Pada petunjuk penggunaan buku Puji Syukur halaman xxi tentang “Memilih Nyanyian”, dikatakan demikian:

“Nyanyian merupakan bagian utuh dari ibadat. Maka pemilihan nyanyian secara tepat sangatlah penting. Nyanyian hendaklah dipilih sesuai dengan isi bacaan Alkitab dan teks-teks ibadat lainnya, sesuai dengan inti misteri yang dirayakan, dengan masa liturgi, atau sesuai dengan bagian-bagian ibadat (pembukaan, persembahan, madah syukur, dan lain-lain).

Di samping itu hendaklah diperhatikan: 1) Pengelompokan nyanyian tidaklah mutlak. Suatu nyanyian yang tercantum dalam kelompok “syukur” dapat saja dijadikan nyanyian pembukaan kalau memang petunjuk di atas menyarankan demikian. 2) Selama Masa Prapaskah Gereja tidak menyanyikan “alleluya”. Maka, selama Masa Prapaskah, dalam memilih nyanyian hendaknya dihindarkan lagu-lagu yang mengandung “alleluya”. 3) Selama Masa Adven dan Prapaskah, “Kemuliaan” tidak dinyanyikan; untuk ordinarium dapat dipilih yang tanpa “Kemuliaan” (PS 339). 4) Nyanyian Komuni pun hendaklah memperhatikan petunjuk pemilihan nyanyian di atas.

Untuk mempermudah pemilihan nyanyian dapat digunakan juga daftar tema dan daftar kutipan Alkitab yang tersedia di bagian belakang buku ini.”


Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa idealnya, sebuah lagu yang dinyanyikan dalam ibadat memiliki salah satu atau beberapa kemungkinan di bawah ini. Kami sertakan pula penjelasan-penjelasan praktis agar lebih mudah dalam memilih nyanyian.


1. Sesuai dengan isi bacaan Alkitab dan teks-teks ibadat lainnya.

Untuk mengetahui isi bacaan Alkitab yang dibacakan dalam suatu perayaan diperlukan Penanggalan Liturgi. Dalam penanggalan liturgi itulah dimuat daftar bacaan hari biasa, hari Minggu dan Hari Raya sepanjang tahun liturgi. Penanggalan liturgi dapat dibeli di toko rohani paroki.

Tahap-tahap mencari nyanyian sesuai bacaan Alkitab adalah sebagai berikut:

  • Cari ayat bacaan di penanggalan liturgi; pada hari biasa ada ayat perikop bacaan pertama, mazmur tanggapan dan bacaan Injil. Sedangkan pada hari Minggu dan hari raya ada perikop bacaan kedua. Sangat dianjurkan agar membaca perikop tersebut terlebih dahulu sebelum mulai mencari lagu yang sesuai.
  • Lihat buku Puji Syukur halaman 758-762 (Indeks Alkitab) dan cari nomor lagu berdasarkan ayat-ayat yang sesuai dengan yang tercantum di penanggalan liturgi.
  • Bila menemukan lagunya, perlu pula untuk melihat bait ke berapa yang sesuai dengan bacaan karena belum tentu semua bait diambil dari satu perikop bacaan.

Contoh:

Bila hendak merayakan Misa tanggal 13 Februari 2012, pertama lihat penanggalan liturgi. Di situ tercantum ayat-ayat bacaan hari itu: Yak 1:1-11; Mzm. 119:67,68,71,72,75,76; Mrk 8:11-13. Kemudian buka Puji Syukur mulai halaman 758 dan cari lagu yang sesuai ayat dimaksud. Di sana ditemukan:

- Yak 1:5 582

Yak 1:5 berbicara tentang Allah yang murah hati. Maka di PS 582 dicari bait yang sesuai dengan kemurahan hati Allah, akan ketemu bait ke-1. Dengan demikian PS 582 bait ke-1 dapat dipakai untuk nyanyian perayaan hari itu. Bila diperlukan, juga dapat dipakai bait yang lainnya.

- Kedua perikop lainnya tidak ditemukan di indeks alkitab.

Pada prinsipnya, nyanyian yang sesuai dengan isi bacaan Alkitab dapat digunakan untuk nyanyian pembuka, perarakan persembahan, komuni, maupun nyanyian penutup.

Tidak semua perikop tersedia lagunya di Puji Syukur. Bila tidak ditemukan, dapat memilih lagu lain yang sesuai dengan kemungkinan berikutnya.

2. Sesuai dengan inti misteri yang dirayakan

Pemilihan nyanyian juga bisa didasari pada inti misteri yang dirayakan atau tema suatu perayaan. Di Puji Syukur pula terdapat Indeks Tema pada halaman 762. Indeks ini berguna misalnya untuk mencari nyanyian ibadat dimana bacaannya diambil sesuai penanggalan liturgi, namun inti perayaannya sesuai kepentingan jemaat.

Contoh:

- Bila hendak merayakan ibadat peringatan arwah dapat dipilih tema kematian: PS 708-717. Bila peringatan arwah sudah jauh dari hari kematian, misalnya peringatan 1000 hari, dapat dipilih tema kebangkitan/Paskah.

- Pada liturgi pemberkatan rumah dapat dipilih tema ‘rumah’ atau ‘keluarga’. Bila dicari di indeks tema akan ketemu PS 333 dan 335.

3. Sesuai dengan masa liturgi,

Selain Masa Biasa, Tahun liturgi juga ada beberapa masa khusus: Adven, Natal, Prapaskah, dan Paskah. Puji Syukur sudah menyediakan banyak kemungkinan sesuai masa liturgi, di mana setiap lagunya dapat dinyanyikan sebagai nyanyian pembuka, persiapan persembahan atau komuni.

Contoh:

- Pada masa Adven lagu Hai Angkatlah Kepalamu (PS 445) dapat dinyanyikan sebagai nyanyian pembuka, persiapan persembahan maupun komuni. Demikian juga dengan lagu lainnya.

4. Sesuai dengan bagian-bagian ibadat.

Puji Syukur menyediakan banyak pilihan lagu untuk bagian-bagian ibadat tertentu, yang selalu dapat dinyanyikan untuk bagian tersebut:

- Nyanyian pembuka: PS 319-338; nyanyian persiapan persembahan: PS 376-384; nyanyian komuni: PS 424-435; nyanyian penutup dapat diambil dari tema pujian dan syukur atau panggilan/perutusan.

- Walaupun sudah dibagi-bagi untuk ritus tertentu, namun tidak tertutup kemungkinan ada nyanyian pembuka yang bisa dinyanyikan sebagai nyanyian komuni, atau sebaliknya. Misalnya:

Pada hari raya Minggu Paskah sore, ketika bacaan Injil berbicara tentang perjalanan dua murid ke Emaus, dapat dipilih PS 335 sebagai nyanyian komuni.

Pada minggu Prapaskah III tahun A, bacaan Injil berbicara tentang Yesus sebagai air hidup, dapat dipilih PS 425 sebagai nyanyian pembuka.

Pada liturgi Komuni Pertama dapat dipakai PS 428 sebagai nyanyian pembuka.

Terkait penggunaan Puji Syukur, penting juga untuk memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Seturut Pedoman Umum Misale Romawi edisi terakhir, Madah Kemuliaan harus menggunakan teks terjemahan resmi. Artinya Kemuliaan Misa Dolo-dolo, Misa Senja, Misa Syukur dan yang lainnya yang syairnya berbeda tidak boleh digunakan lagi sebagai madah Kemuliaan.

2. Lagu tema Pujian Sabda (PS 364-373) penggunaannya bukan untuk menggantikan Mazmur Tanggapan. Pada perayaan Ekaristi, Mazmur Tanggapan harus tetap dinyanyikan/didaraskan sesuai penanggalan liturgi. Lagu tema Pujian Sabda dimaksudkan untuk Ibadat Sabda, dapat dinyanyikan sebelum atau sesudah bacaan Kitab Suci.

Ditulis: Onggo Lukito

Tips Ketika Mengaku Dosa


Minggu, 06 April 2014 Hari Minggu Prapaskah V

Minggu, 06 April 2014
Hari Minggu Prapaskah V
 
Jiwa manusiawi ini, yang diterima Putera Allah, benar benar dilengkapi dengan kemampuan untuk mengetahui secara manusiawi. Kemampuan ini sebenarnya tidak mungkin tanpa batas: is bertindak dalam kondisi historis keberadaannya dalam ruang dan waktu. Karena itu, Putera Allah, ketika Ia menjadi manusia, hendak bertambah pula dalam kebijaksanaan dan usia dan rahmat” (Luk 2:52). Ia hendak menanyakan apa yang seorang manusia harus belajar dari pengalaman. Dan ini sesuai dengan kenyataan bahwa dengan sukarela Ia mengambil “rupa seorang hamba” (Flp 2:7). (Katekismus Gereja Katolik, 472)

  
Antifon Pembuka (Bdk. Mzm 43:1-2)
  
Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh. Luputkanlah aku dari penipu dan orang yang curang. Sebab Engkaulah Allahku dan kekuatanku.
  
Iudica me Deus, et discerne causam meam de gente non sancta: ab homine iniquo et doloso eripe me: quia tu es Deus meus, et fortitudo mea.
   

Doa Pagi


Allah Bapa kami maha pengasih, karena cinta kasih Putra kesayangan-Mu telah menyerahkan diri untuk wafat demi keselamatan kami. Perkenankanlah kami hidup dalam cinta kasih-Nya dan menempuh jalan yang dilalui-Nya dengan gembira karena yakin akan bantuan-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (37:12-14)
 
"Aku akan memberikan Roh-Ku kepadamu, sehingga kamu hidup."
   
Beginilah firman Tuhan Allah, “Sungguh, Aku akan membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya, hai umat-Ku. Dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalam dirimu, sehingga kamu hidup kembali, dan Aku akan menempatkan kamu di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, yang me-ngatakannya dan membuatnya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan, do=f, Kanon 2 Suara 2/4, PS 814
Ref. Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.
Ayat. (Mzm 130:1-2.3-4.5-6b.7b-8; Ul:lh.7)
1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang bertakwa kepada-Mu.
3. Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.
4. Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel, dari segala kesalahannya.
  
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (8:8-11)
  
"Roh Allah yang membangkitan Yesus dari antara orang mati diam di dalam dirimu."

Saudara-saudara, mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, kalau Roh Allah memang tinggal di dalam dirimu. Tetapi jka orang tidak memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada dalam dirimu, maka tubuhmu memang mati karena dosa, tetapi rohmu hidup karena kebenaran. Dan jika Roh Allah, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, Mzm 95:8ab, do=bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yoh 11:25a.26)
Akulah kebangkitan dan hidup, Sabda Tuhan; setiap orang yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (11:1-45)
 
"Akulah kebangkitan dan hidup."
  
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria adalah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus, “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” Mendengar kabar itu Yesus berkata, “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya serta Lazarus. Namun setelah mendengarnya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita kembali lagi ke Yudea.” Murid-murid itu berkata kepada-Nya, “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau; masihkah Engkau mau kembali ke sana?” Jawab Yesus, “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.” Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Yesus berkata kepada mereka, “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” Maka kata murid-murid itu kepada-Nya, “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.” Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang, “Lazarus sudah mati. Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah sekarang kita pergi kepadanya!” Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain, “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.” Ketika Yesus tiba di Betania, didapati-Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur. Betania itu tidak jauh dari Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang untuk menghibur Marta dan Maria berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. Maka kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” Sesudah berkata demikian, Marta pergi memanggil saudaranya Maria, dan berbisik kepadanya, “Guru ada di sana, dan Ia memanggil engkau.” Mendengar itu, Maria segera bangkit, lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai-Nya. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama Maria di rumah itu untuk menghiburnya melihat Maria tiba-tiba bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah Maria di depan kaki Yesus dan berkata kepada-Nya, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Ketika Yesus melihat Maria menangis, dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka, “Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi, “Lihatlah, betapa besar kasih-Nya kepadanya!” Tetapi beberapa orang di antaranya berkata, “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak mampukah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?” Makin masygullah hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus, “Angkatlah batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada Yesus, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, “Bapa, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku. Tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri mengelilingi Aku ini, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras, “Lazarus, marilah ke luar!” Orang yang mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan, dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, “Bukalah kain-kain itu, dan biarkan ia pergi.” Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Saudara/i terkasih, masa Prapaskah adalah masa pencerahan bagi permenungan dan penghayatan akan makna kesetiaan dan ketulusan hati. Namun, di balik datangnya kabar dari saudari-saudari perempuan Lazarus pada Yesus dan sikap Yesus yang tetap melanjutkan perjalanan-Nya, kita dibawa pada sebuah terminal permenungan untuk “berhenti” sejenak. Kita menyadari apakah sikap ini merupakan sebuah luapan kesetiaan dan ketulusan hati? Kita semakin dibingungkan tatkala Yesus mengatakan bahwa sakit-Nya itu terjadi demi kemuliaan Allah.

Kiranya Yesus datang kembali ke Betania dan menemukan Lazarus sudah mati, tapi kesetiaan tidak pernah mati, sebab Yesus membangkitkannya kembali. Kiranya Yesus memandang salib itu baik bagi kemuliaan Allah yang tertinggi maupun sebagai jalan menuju kemuliaan. Maka, bila Yesus mengatakan penyembuhan Lazarus akan memuliakan Dia, Yesus datang mewartakan bahwasanya pergi ke Betania dan menyembuhkan Lazarus berarti satu langkah lebih dekat menuju pada salib dan memang demikianlah yang terjadi.

Yesus setia pada sahabat-Nya dan dengan tulus memulihkannya. Malala adalah seorang anak perempuan kecil yang memiliki kesetiaan pada misinya untuk hak anak perempuan dan tulus menerima konsekuensinya tatkala ia ditembak. Kita disadarkan pada masa Prapaskah ini bahwa, jika pencobaan dan derita datang pada kita karena disebabkan kesetiaan kita pada Yesus, maka ini merupakan jalan menuju kesukaan yang lebih besar lagi.

Bagi Yesus tidak ada jalan menuju kemuliaan selain memikul salib dan oleh karena itu, salib harus ada juga pada mereka yang mengikuti Yesus.
RUAH

Kobus: menerima dan berjuang


Sabtu, 05 April 2014 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Sabtu, 05 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
   
Gereja Kristus yang satu, sebagai sebuah susunan masyarakat dan terorganisir, ada dalam (subsistit in) Gereja Katolik, dipimpin oleh Pengganti Petrus dan para Uskup dalam kesatuan dengannya. Hanya melalui Gereja inilah orang bisa mendapatkan kepenuhan sarana keselamatan, karena Allah sudah mempercayakan semua berkat Perjanjian Baru kepada persekutuan Apostolik yang dikepalai oleh Petrus. (Kompendium Katekismus Gereja Katolik, No. 162)

  
Antifon Pembuka (Mzm 17:5-7)
  
Rintihan maut membisingkan telingaku, jeritan neraka menegakkan bulu romaku. Terhimpit aku berteriak kepada Tuhan, dan dari bait-Nya yang suci Ia mendengarkan seruanku.
 
Doa Pagi

    
Allah Bapa yang Maharahim, Engkau menghendaki agar kami selamat. Oleh karena itu, mengundang kami untuk bertobat. Kami mohon, teguhkanlah niat dan usaha kami dalam bermati raga agar sungguh membuahkan pertobatan sejati dalam diri kami sehingga kami Kaujauhkan dari kebinasaan dan Kauanugerahi keselamatan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Orang yang takut akan Tuhan pasti menuai sukacita. Sikap ini makin lengkap bila disertai penyerahan diri seutuhnya kepada kehendak Tuhan. Inilah sikap yang Tuhan sangat menyukainya. Tuhan akan selalu menunjukkan jalan yang benar. Bahkan Tuhan membela orang beriman terhadap rencana jahat orang fasik.

Bacaan dari Kitab Yeremia (11:18-20)
 
 
"Aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih."
 
Nabi berkata, “Tuhan memberitahukan ancaman-ancaman yang dirancang orang terhadapku; maka aku mengetahuinya. Pada waktu itu Engkau, ya Tuhan, memperlihatkan ancaman mereka kepadaku. Dulunya aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih; aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku dengan berkata, “Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!” Tetapi, Tuhan semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung.
Ayat. (Mzm 7:2-3.9b-10.11-12)
1. Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku, dan lepaskanlah aku, supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.
2. Hakimilah aku, Tuhan, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas. Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.
3. Perisaiku adalah Allah, yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Luk 8:15)
Orang yang mendengarkan firman Tuhan, dan menyimpannya dalam hati yang baik, akan menghasilkan buah dalam ketekunan.

Ajaran dan tindakan Yesus sangat berbeda dengan cara hidup kaum Farisi dan ahli Taurat. Yesus menawarkan cara hidup baru berlandaskan cinta kasih. Ajaran Yesus ini mencerahkan orang yang mampu berpikir jernih.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (7:40-53)
 
"Apakah Engkau juga orang Galilea?"
  
Sekali peristiwa Yesus mengajar di Yerusalem. Beberapa di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan Yesus, berkata, “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Yang lain berkata, “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata, “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.” Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Yesus. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Maka ketika penjaga-penjaga yang ditugaskan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi pergi kepada imam-imam kepala, orang-orang Farisi berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?” Jawab penjaga-penjaga itu, “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Jawab orang Farisi itu kepada mereka, “Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Orang banyak itu tidak mengenal hukum Taurat! Terkutuklah mereka!” Nikodemus, seorang dari mereka yang dahulu telah datang kepada Yesus, berkata kepada mereka, “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar, dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?” Jawab mereka, “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci, dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.” Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Kehebatan Yesus diakui oleh para penjaga Bait Allah yang diutus oleh para imam kepala dan kaum Farisi untuk menangkap Yesus. Menurut mereka, cara Ia berbicara tidak seperti orang lain sebelumnya. Inilah laporan yang jujur dari orang-orang sederhana dan polos yang disambut dengan kemarahan. Tetapi kebenaran laporan tak dapat disangkal. Iri hati dan nafsu jahat kerap membutakan mata hati orang sehingga mereka tidak dapat melihat dengan jeli dan benar serta dapat mengakui kebenaran dengan jujur.

Doa Malam

Selamat malam ya Yesus. Lindungilah kami semua malam ini dalam naungan kasih-Mu. Semoga Engkau berkenan atas apa yang telah kami lakukan di sepanjang hari ini. Berilah kami sepanjang malam ini istirahat yang tenang dan damai. Amin.


RUAH

Pertentangan karena Yesus

Sabtu, 05 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
Yeremia 11:18-20; Mazmur 7:2-3.9b-10.11-12; Yohanes 7:40-53
  
Sekali peristiwa Yesus mengajar di Yerusalem. Beberapa di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan Yesus, berkata, “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Yang lain berkata, “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain lagi berkata, “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.” Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Yesus. ... Nikodemus, seorang dari mereka yang dahulu telah datang kepada Yesus, berkata kepada mereka, “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar, dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?” Jawab mereka, “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci, dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.”

Perbedaan dan pertentangan pendapat adalah hal yang amat wajar terjadi, termasuk dalam mengenal dan memahami Yesus. Tidak hanya pada orang-orang zaman dahulu, ketika Yesus masih hidup secara fisik di Palestina, sebagaimana dikisahkan dalam Injil hari ini tetapi juga pada waktu-waktu selanjurnya sampai sekarang. Pada abad-abad awal Gereja, ada kelompok bidaah Arianisme yang menolak bahwa Yesus sungguh-sungguh Allah. Sekarang pun, ada banyak orang dari penganut keyakinan lain yang mempermasalahkan iman kita bahwa Yesus adalah Anak Allah (Allah kok punya anak), bahwa Ia sungguh-sungguh Allah (Allah kok menderita dan mati), bahwa Ia benar-benar wafat dan bangkit, dll.

Perbedaan dan pertentangan tersebut sebenarnya bukan suatu masalah. Masalah baru muncul ketika perbedaan dan pertentangan itu disebabkan oleh rasa tidak suka dan kebencian atau sebaliknya perbedaan dan pertentangan itu menyebabkan rasa tidak suka, kebendian dan permusuhan. Yang pertama menunjuk pada masalah: karena pada dasarnya tidak suka dan benci, maka apa pun dibuat pertentangan. Sementara yang kedua: karena berbeda, maka tidak disukai, dibenci dan dimusuhi. Kedua hal inilah yang terjadi di antara orang-orang Farisi berhadapan dengan beberapa orang lain - termasuk Nikodemus - yang mengatakan (mengimani) bahwa Yesus adalah nabi yang akan datang, Mesias. Perbedaan dan pertentangan pendapat dari orang-orang Farisi disebabkan oleh rasa tidak suka dan kehencian terhadap Yesus dan orang-orang yang mengikuti-Nya, sekaligus mempertajam rasa tidak suka dan kebencian itu menjadi permusuhan. Bahkan, Kitab Suci, satu-satunya sumber untuk mengenal Yesus pun, mereka pahami secara sempit dan dipelintir demi kepentingan mereka.

Kita, dalam kehidupan sehari-hari, seringkali mengalami perbedaan dan pertentangan pendapat. Namun, jangan sampai hal itu disebabkan oleh rasa tidak suka dan kebencian atau sebaliknya jangan sampai menyebabkan rasa tidak suka, kebencian dan permusuhan. Hendaknya semua perbedaan dan pertentangan dengan siapa pun dan dalam hal apa pun, diterima dengan sikap menghargai dan hormat kepada semua orang.

Doa: Tuhan, bimbinglah kami selalu untuk mengelola perbedaan dan pertentangan dengan baik. Jauhkanlah kami dari setiap rasa benci dan permusuhan dengan siapa pun, kendati kami berbeda. Amin. -agawpr-

Orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

Jumat, 04 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (Jumat I, Hari Pantang)

Kebijaksanaan 2:1a.12-22; Mazmur 34:17-18.19-20.21.23; Yohanes 7:1-2.10.25-30

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba. (Yoh 7:28-30)

Sudah berulang kali, orang-orang Farisi, para ahli taurat dan imam-imam kepala berusaha untuk membunuh Yesus. Namun, mereka selalu gagal karena saat-Nya belum tiba. Secara amat sederhana, hal ini dapat kita pahami bahwa hidup dan mati itu ada di tangan Tuhan. Tuhanlah yang menentukan untuk setiap orang: kapan hidup di dunia ini dimulai, untuk berapa lama dan kapan berakhir. Dengan kata lain, sama seperti Yesus, semua orang datang ke dunia ini dari (=atas kehendak) Tuhan dan Tuhanlah yang mengutusnya (Yoh 7:25). Maka, Tuhan pula yang menentukan kapan tugas perutusan itu berakhir.

Kita datang ke dunia bukan atas kehendak kita sendiri tapi atas kehendak Tuhan. Kita tidak bisa memilih: lahir kapan, di mana, dengan orangtua siapa, dari suku mana, dll. Semua kita terima sesuai dengan kehendak-Nya. Kalau sejak awal kedatangan kita di dunia ini ditentukan oleh kehendak Tuhan, apakah sampai sekarang kita setia memelihara dan melaksanakan kehendak Tuhan seperti Yesus yang taat kepada Bapa sampai mati (bdk. Flp 2:8). Atau kita lebih banyak menuruti kehendak dan keinginan kita sendiri (nggugu karepe dhewe)?

Setiap saat dalam hidup kita pun tidak kita tentukan sendiri tetapi bersama dengan Tuhan. "Man proposes, God disposes" (Manusia merencanakan tetapi Tuhan yang menentukan). Maka, karena Tuhan yang menentukan, akan menjadi aman kalau kita selalu merencanakan dan melangkah bersama Tuhan. Allah sendiri telah berjanji, "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu" (Kel 33:14). Dan janji ini pun telah diperbarui oleh Yesus pasca kebangkitan-Nya, "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat 28:20). Maka, jangan sekali-kali kita malah meninggalkan Tuhan.

Doa: Tuhan, apa pun yang terjadi dalam diriku, Engkaulah yang menentukannya. Semoga, aku selalu hidup sesuai dengan kehendak-Mu dan selalu merencanakan segala sesuatu dan melangkah bersama-Mu. Amin. -agawpr-

Jumat, 04 April 2014 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Jumat, 04 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah, (Jumat Pertama dan Hari Pantang)
  
Sakramen Tobat membantu kita untuk membuat hati nurani kita lebih awas, lebih terbuka dan oleh karena itu membantu kita untuk menjadi manusia dewasa secara spiritual dan sebagai manusia --- Paus Benediktus XVI.
   

Antifon Pembuka (Mzm 54:3-4)
   
Selamatkanlah aku, ya Allah, demi nama-Mu, dan bebaskanlah aku dengan kuasa-Mu. Dengarkanlah doaku, ya Allah, dekatkanlah telinga-Mu kepada kata-kata mulutku.
     
Doa Pagi


Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, kemurahan hati-Mu melimpah jauh melampaui jasa ataupun permohonan kami. Limpahkanlah belas kasih-Mu kepada kami sepenuhnya; ampunilah dosa-dosa kami yang menggelisahkan hati dan anugerahilah kami segala sesuatu yang kami tak mampu menyebutnya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan (2:1a.12-22) 
   
"Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya."
    
Orang-orang fasik berkata satu sama lain, karena angan-angannya tidaktepat "Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan. Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya. Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah. Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan." Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka. Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.
Ayat. (Mzm 34:17-18.19-20.21.23)
1. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
2. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.
3. Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
Ayat. (bdk. Mat 4:4)
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (7:1-2.10.25-30)
  
"Orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba."
    
Yesus berjalan keliling Galilea, Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya." Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Di wisma keuskupan kami, ada seekor burung cucakrawa yang hanya mau bekicau kalau dipancing dengan siulan pemeliharanya. Banyak tamu yang silih berganti dan tertarik dengan rupa burung ini tak mampu membuatnya untuk mengeluarkan kicauannya yang merdu. Saya pun pernah mencobanya dengan cara bersiul-siul, tetapi tetap tidak berhasil. Saya meminta kepada pemeliharanya “kunci” agar burung itu bisa berkicau. Ternyata, kuncinya sederhana, yakni kita pertama-tama harus mengenal tinggi nadanya kicauan burung tersebut. Agar sang cucakrawa ikut berkicau, suara siulan kita pun harus sesuai dengan ketinggian nada suaranya.

Pengenalan adalah kunci dari rahasia keajaiban yang tampak sehari-hari. Seperti anak Sekolah Minggu di paroki bisa diajari tentang teologi dan Kitab Suci, melalui menyanyi dan gerak mirip anak-anak. Namun, banyak orang di zaman Yesus belum mengenal-Nya. Hal ini tampak dari ungkapan orang-orang Yahudi di saat itu, “Lihatlah Ia berbicara dengan leluasa di depan umum, dan tidak ada yang berkata apa-apa kepada-Nya! Apakah penguasa-penguasa kita mungkin sudah menyadari bahwa Ia ini Raja Penyelamat? Tetapi kalau Raja Penyelamat itu datang, tidak seorang pun tahu dari mana asal-Nya! Padahal, kita tahu dari mana asalnya orang ini.” Yesus pun menanggapinya. Ia berseru dengan suara yang keras, “Jadi kalian tahu siapa Aku ini, dan dari mana asal-Ku? Aku tidak datang atas kehendak-Ku sendiri. Aku diutus oleh Dia yang berhak mengutus Aku, dan Ia dapat dipercaya. Tetapi kalian tidak mengenal Dia. Aku mengenal Dia, karena Aku berasal dari Dia, dan Dialah yang mengutus Aku.

Orang Yahudi tahu dari mana Yesus berasal tapi belum mengenal-Nya. Tahu tapi tidak mengenal adalah dua hal yang sangat berpengaruh. Ktia bisa saja tahu kalau memiliki anak tapi belum mengenalnya sampai kita sadar kalau selama ini perlakuan kita tidak tepat baginya. Pengenalan adalah kunci dari misteri keselamatan yang dibawa oleh Kristus di dunia ini. Ia menjadi manusia lemah, dan solider dengan menerima baptisan Yohanes serta menderita dan wafat layaknya manusia. Ini semua demi pengenalan akan Diri-Nya di dunia bagi umat manusia. Mari kita hayati pengenalan kita akan Kristus dalam hidup sehari-hari.

Cafe Rohani 2014

Makananku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Kamis, 03 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
 
Keluaran 32:7-14; Mzm 106:19-20.21-22.23; Yohanes 5:31-47
  
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang Yahudi, “Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku supaya Aku melaksanakannya. Pekerjan itu jualah yang sekarang Kukerjakan, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Dialah yang bersaksi tentang Aku!" (Yoh 5:36)

Kualitas seseorang ditentukan tidak hanya oleh apa yang dikatakan tetapi juga oleh apa yang dikerjakan. Bahkan, kita lebih senang dan memuji orang yang sedikit berkata-kata atau yang kata-katanya kurang berbobot tetapi kalau bekerja sungguh luar biasa atau "mrantasi". Artinya, orang itu melakukan pekerjaan apapun dengan semangat, rapi, teliti dan hasilnya optimal. Pekerjaan itulah kesaksian yang sesungguhnya akan kualitas seseorang. Bukan "nato: no action talk only", "tong kosong berbunyi nyaring" atau "gajah diblangkoni".

Yesus menegaskan bahwa kesaksian yang paling utama tentang diri-Nya sebagai Anak Allah adalah pekerjaan yang Ia lakukan, yakni melaksanakan kehendak Bapa. "Makananku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya" begitulah Ia mempunyai prinsip (Yoh 4:34). Apa pun dilakukan-Nya, asal kehendak Bapa terlaksana, sekalipun Ia harus mengorbankan nyawa-Nya. Maka, ketika ia bergantung di atas salib, mereka yang menyalibkan-Nya pun berkata, "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah" (Mat 27:54).

Marilah kita memberi kesaksian tidak hanya dengan kata-kata tetapi lebih-lebih dengan pekerjaan-pekerjaan yang baik. "Supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga" (Mat 5:16)

Doa: Tuhan, bantulah aku untuk menggerakkan tangan dan kakiku, seluruh tubuh-Ku, untuk melaksanakan kehendak dan kata-kata baik yang ada dalam hati, pikiran dan mulutku. Amin. -agawpr-

Kamis, 03 April 2014 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Kamis, 03 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
  
“Kemenangan salib tidak tertutup bagi orang yang lemah, siapa pun juga” (St. Leo Agung)
    

Antifon Pembuka (Mzm 105:3-4)

Bergembiralah orang yang mencari Tuhan. Rindukanlah Tuhan dan kamu akan dikuatkan. Pandanglah selalu wajah-Nya.
 
Doa Pagi

        
Tuhan Allah kami, Engkau sungguh luar biasa. Engkau yang adalah Mahakuasa, Sang Pencipta langit dan bumi, namun menyesal atas malapetaka yang Kaurancangkan terhadap umat Israel yang telah menyimpang dari jalan yang Kauperintahkan kepada mereka. Berilah kami rasa menyesal atas dosa-dosa dan pelanggaran yang telah kami lakukan dan sepanjang hari ini kami boleh hidup dalam damai-Mu. Kami mohon doa ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Belas kasih Allah sungguh luar biasa. Hati Allah yang akan menghukum umat-Nya sanggup dilunakkan oleh permohonan Musa. Hal ini menunjukkan bahwa belas kasih Allah lebih besar pengaruhnya daripada murka-Nya. Kekuatan iman Musa mampu mengubah rencana Allah. Jadi kekuatan doa seorang saleh diperhitungkan Allah dan mampu mengubah hidup banyak orang yang tidak benar.

Bacaan dari Kitab Keluaran (32:7-14)
 
"Allah menyesali malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya."
  
Di Gunung Sinai Allah berfirman kepada Musa, “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak perilakunya. Begitu cepat mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka. Mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah serta mempersembahkan kurban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” Lagi firman Tuhan kepada Musa, “Telah Kulihat bangsa ini, dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk! Oleh sebab itu biarkanlah murka-Ku bangkit terhadap mereka, dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.” Lalu Musa mencoba melunakkan hati Tuhan, Allahnya, dengan berkata, “Mengapakah Tuhan, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu, dan menyesallah akan malapetaka yang hendak kaudatangkan kepada umat-Mu. Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.” Dan menyesallah Tuhan atas malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umatku.
Ayat. (Mzm 106:19-20.21-22.23)
1. Mereka membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan; mereka menukar Yang Mulia dengan patung sapi jantan yang makan rumput.
2. Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di tanah Mesir; yang melakukan perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, dan perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi laut Teberau.
3. Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yoh 3:16)
Begitu besar kasih Allah kepada dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal.

Yesus adalah firman Allah yang hadir secara nyata dalam hidup manusia. Jadi Yesus dan Bapa itu satu. Yesus datang ke dunia untuk melaksanakan segala rencana keselamatan Allah. Orang yang percaya dan mengikuti ajaran Yesus berarti sudah percaya kepada Allah yang mengutus-Nya. Inilah ungkapan iman sejati.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (5:31-47)
 
"Yang mendakwa kamu adalah Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapan."
  
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang Yahudi, “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar. Ada yang lain yang bersaksi tentang Aku, dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes, dan ia telah bersaksi tentang kebenaran. Tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Yohanes adalah pelita yang menyala dan bercahaya, dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku supaya Aku melaksanakannya. Pekerjan itu jualah yang sekarang Kukerjakan, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Dialah yang bersaksi tentang Aku! Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-Kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup kekal. Tetapi walupun Kitab-Kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia. Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku, dan kamu tidak menerima Aku. Jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, karena kamu menerima hormat seorang dari orang lain tetapi tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa yang kepadanya kamu menaruh pengharapan. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab Musa telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulis oleh Musa, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Aku katakan?”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Kesaksian Yesus tentang diri-Nya sebagai Anak Allah, bukan berasal dari diri-Nya sendiri atau dari manusia melainkan dari Allah. Karena itu, Yesus menjamin bahwa kesaksian itu benar. “Inilah Putera-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia.” Manusia seringkali memberikan kesaksian palsu. Maka kesaksian dari manusia belum tentu benar. Kalau kita mau memberi kesaksian yang benar, hendaklah kita selalu berusaha mendengarkan Yesus dan berjuang agar senantiasa hidup dalam persatuan dengan Allah.

Doa Malam

Tariklah kami ya Yesus, untuk datang kepada-Mu supaya memperoleh hidup yang kekal. Tambahkanlah iman dan rasa percaya kami, meskipun kami tidak pernah mendengar suara-Mu dan melihat rupa-Mu secara fisik. Semoga cara hidup kami dapat menjadi kesaksian bagi orang lain, bahwa kami sungguh mempercayai Engkau sebagai Putera Bapa, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.


RUAH

Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.

Rabu, 02 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Yesaya 49:8-15 Mzm 145:8-9.13c-14.17-18 Yohanes 5:17-30
 
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”

Dalam berbagai macam peristiwa hidup, lebih-lebih dalam kesulitan, ketika kita harus menanggung beban, mengalami penderitaan, menghadapi aneka macam persoalan dan masalah, seringkali kita merasa mentog dan tidak mampu sekaligus tidak tahu harus berbuat apa. Namun, banyak kali terjadi, ketika kita berani untuk berserah kepada Tuhan dengan mengatakan, "Aku mengerjakan apa yang dapat dan mampu kulakukan, biarlah Tuhan yang mengerjakan apa yang aku tidak mampu", tiba-tiba kita mendapat kemudahan. Kita menemukan jalan terang untuk menyelesaikan segala macam persoalan yang harus kita hadapi. Bisa jadi, itu terjadi dengan sendirinya, tapi seringkali juga melalui orang lain yang hadir sebagai penolong dalam hidup kita. Nah, kenyataan ini bagi saya merupakan bukti nyata bahwa Allah Bapa dan Tuhan Yesus, tentunya juga Roh Kudus, selalu dan terus-menerus berkerja dalam hidup kita. Tuhan senantiasa berkarya bersama kita, di dalam kita, dan melalui kita. Sebagaimana Yesus menegaskan bahwa Ia tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Nya sendiri tanpa campur tangan Bapa, apalagi kita. Semua hal baik yang kita lakukan adalah karya Tuhan melalui kita. Untuk itu, marilah kita selalu berusaha menjadi rekan kerja Allah yang baik, yakni yang tekun dan penuh semangat serta hanya mengerjakan hal-hal yang baik saja.
    
Doa: Tuhan, tolonglah aku supaya aku mampu menjadi rekan kerja-Mu yang baik dalam mencintai sesama dan memelihara alam semesta. Amin. -agawpr-

Rabu, 02 April 2014 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Rabu, 02 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
    
“Yesus menghubungkan iman akan kebangkitan itu dengan pribadi-Nya: “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yoh 11:25). Pada hari kiamat Yesus sendiri akan membangkitkan mereka, yang percaya kepada-Nya (Bdk. Yoh 5:24-25; 6:40.) yang telah makan tubuh-Nya dan minum darah-Nya (Bdk. Yoh 6:54.). Dalam kehidupan-Nya di dunia ini Yesus telah memberikan tanda dan jaminan untuk itu, waktu Ia membangkitkan beberapa orang mati (Bdk. Mrk 5:21-42; Luk 7:11-17; Yoh 11.) dan dengan demikian mengumumkan kebangkitan-Nya sendiri, tetapi yang termasuk dalam tatanan yang lain. Kejadian yang sangat khusus ini Ia bicarakan sebagai “tanda nabi Yunus” (Mat 12:39), tanda kanisah (Bdk. Yoh 2:19-22.): Ia mengumumkan bahwa Ia akan dibunuh, tetapi akan bangkit lagi pada hari ketiga (Bdk. Mrk 10:34.)” (Katekismus Gereja Katolik, 994)


Antifon Pembuka (Mzm 69:14)

Dalam masa rahmat ini, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan. Demi kerelaan-Mu, dengarkanlah aku dan selamatkanlah aku seturut janji-Mu.

Doa Pagi


Tuhan, jadikanlah aku hari ini penyalur rahmat-Mu bagi siapa saja yang membutuhkannya. Aku hendak mengabdi-Mu lewat segala bentuk pelayanan bagi sesama, serta bekerjasama dengan Engkau yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (49:8-15)
 
   
"Aku telah membentuk dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia untuk membangunkan bumi kembali."
   
Beginilah firman Tuhan, “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau. Aku telah membentuk dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung ‘Keluarlah!” dan kepada orang-orang yang ada di dalam gelap ‘Tampillah!” Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi mereka. Mereka tidak menjadi lapar atau haus. Angin panas dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka, dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air. Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan. Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada yang dari utara, dari barat dan ada yang dari tanah Sinim, bersorak-soraklah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak sorai, hai gunung-gunung! Sebab Tuhan menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas. Sion berkata, “Tuhan telah meninggalkan aku, dan Tuhanku telah melupakan aku.” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakan, Aku tidak akan melupakan engkau.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, la = d, 2/4, PS 814
Ref. Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.
Ayat. (Mzm 145:8-9.13c-14.17-18)
1. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
2. Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua yang tertunduk.
3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yoh 11:25)
Akulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan. Setiap orang yang percaya pada-Ku, akan hidup, sekalipun ia sudah mati.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (5:17-30)
  
"Seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati, dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya."
            
Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Karena perkataan itu, orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh Yesus, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri, dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak, dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sungguh, saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Bapa telah memberikan kuasa kepada Anak untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kubur akan mendengar suara Anak, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Kita sering atau kadang-kadang merasa bahwa Tuhan melupakan dan meninggalkan kita, lebih-lebih ketika doa-doa serta permohonan kita terasa tidak dikabulkan Tuhan. Dalam keadaan seperti itu, perasaan sedih, kecewa, dan mungkin marah bisa bercampur aduk jadi satu dalam hati kita. Lalu, kita mengatakan Tuhan tidak memperdulikan aku dan sejenisnya.

Sekali lagi, apa pun tidak akan pernah bisa menghalangi, apalagi menghentikan kasih Tuhan. Ia selalu mencari cara untuk menyatakan kasih-Nya. Maka, Tuhan menegaskan melalui Nabi Yesaya bahwa Ia selalu menghibur dan menyayangi umat-Nya. Seorang ibu tidak akan me*lupakan anak kandungnya. Seandainya ibu itu melupakan, Allah tidak pernah melupakan umat-Nya. Kasih Tuhan selalu diberikan setiap hari sampai sekarang ini. Itulah yang ditegaskan Yesus dengan mengatakan, ”Bapa-Ku bekerja sampai sekarang”.

Kalau kita percaya kepada perkataan Yesus, maka kita akan mempunyai hidup; artinya kita tidak akan mudah putus asa, kecewa, sedih berkepanjangan, marah dan merasa tidak dipedulikan Allah. Karena Ia mengasihi kita, Ia tidak akan pernah melupakan dan meninggalkan kita dalam situasi dan kondisi apa pun.

Tuhan, ampunilah kekerdilan hatiku, aku sering kali meragukan kasih setia-Mu. Sabda-Mu akan aku taruh dalam hati kami selalu, agar aku tidak lagi meragukan kebaikan dan kasih-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian

Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup.

Selasa, 01 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
 
Yehezkiel 47:1-9.12; Mzm 46:2-3.5-6.8-9; Yohanes 5:1-16
 
Ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci, dan mengalir menuju ke timur. ... Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar, dan kemana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di sana hidup. Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis. Tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat. (Yeh 47:

Pada zaman Perjanjian Lama, Bait Allah dipandang sebagai tempat kediaman Allah. Nabi Yehezkiel mengalami penglihatan bahwa dalam Bait Allah tersebut terdapat sumber mata air kehidupan. Ke mana pun air sungai itu mengalir, di situlah ada kehidupan: ikan menjadi banyak, air laut menjadi tawar sehingga bisa dikonsumsi, tumbuh-tumbuhan tidak pernah lalu sehingga terus-menerus menghasilkan buah sebagai bahan makanan dan daun sebagai obat-obatan. Suatu gambaran yang sangat indah mengenai Allah sebagai sumber kehidupan bagi semua makhluk. Pada zaman sekarang, kalau Bait Allah itu kita terapkan pada gereja, itu berarti gereja adalah tempat kudus, kediaman Allah dan dari situ mengalirlah rahmat yang menjadi sumber kehidupan bagi kita. Setiap saat, kita diundang untuk datang ke gereja untuk menimba rahmat yang disediakan Tuhan secara melimpah. Dengan begitu, hidup kita tidak akan pernah layu tetapi terus-menerus disegarkan dan dimampukan menghasilkan buah yang baik. Selanjutnya, kita diutus untuk menjadi sungai-sungai kecil yang mampu mengalirkan rahmat Tuhan kepada sesama dan lingkungan sekitar supaya di mana pun kita berada, di situlah tercipta kehidupan yang damai dan sejahtera.

Doa: Tuhan, semoga aku tekun dan setia datang ke tempat kudus-Mu untuk menimba kekayaan rahmat-Mu. Mampukanlah pula kami untuk menjadi sungai-sungai kecil yang dengan gembira menyalurkan rahmat-Mu kepada sesama. Amin. -agawpr-

Selasa, 01 April 2014 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Selasa, 01 April 2014
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
 
“Jangan ada orang yang takut kekayaannya akan berkurang karena memberi sumbangan, sebab kemurahan hati itu merupakan harta besar” (St. Leo Agung)

 
Antifon Pembuka (Yes 55:1)

Tuhan bersabda, “Kalian yang haus datanglah ke sumber air, dan kalian yang tak mampu membayar, mari datanglah dan minumlah dengan gembira.”

Doa Pagi


Allah, sumber air hidup, berkatilah hati dan pikiran kami hari ini agar apa yang kami ucapkan dan lakukan menjadi berkat bagi mereka yang mendengarkan dan menyaksikan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Allah hadir dalam Tabut Perjanjian yang disimpan di Bait Suci, sehingga ia menjadi tempat kehadiran Allah. Karena Allah hadir di situ, maka Bait Suci menjadi tempat yang sangat aman bagi segala makhluk. Segala yang ada di bumi ditarik kepadanya. Inilah hakikat keselamatan Allah.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (47:1-9.12)
 
  
"Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup."
  
Kata nabi: Seorang malaikat membawa aku ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci, dan mengalir menuju ke timur: sebab Bait Suci juga menghadap ke timur. Air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci, sebelah selatan mezbah. Lalu malaikat itu menuntun aku keluar melalui pintu gerbang utara, dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju gerbang yang menghadap ke timur. Sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Lalu malaikat itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya. Ia mengukur seribu hasta, dan menyuruh aku masuk ke dalam air itu; dalamnya sampai di pergelangan kaki. Ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku masuk sekali lagi ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di lutut. Kemudian ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di pinggang. Sekali lagi ia mengukur seribu hasta, dan sekarang air itu sudah menjadi sungai di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang; suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi. Lalu malaikat itu berkata kepadaku, “Sudahkah engkau lihat hai anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai itu. Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana. Malaikat itu berkata kepadaku, “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, maka air laut yang mengandung banyak garam itu menjadi tawar. Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar, dan kemana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di sana hidup. Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis. Tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 847
Ref. Tuhan penjaga, dan benteng perkasa, dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 46:2-3.5-6.8-9)
1. Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.
2. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
3. Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub,.Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan, yang mengadakan pemusnahan di bumi.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu. Terpujilah..

Allah sangat mengasihi manusia. Mereka yang berdosa dipanggil-Nya kembali agar bertobat. Para nabi diutus-Nya untuk menyadarkan manusia. Akhirnya Yesus Sang Putra sendiri datang ke dunia. Yesus menawarkan keselamatan kepada orang-orang sakit. Tawaran keselamatan ini menjadi tanda bahwa sampai sekarang Allah masih terus berkarya. Allah ingin agar dunia menjadi harmonis kembali.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (5:1-16)
  
"Orang itu disembuhkan seketika."
  
Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem, dekat pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; serambinya ada lima dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. Ada di situ seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di sana, dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya, “Maukah engkau sembuh?” Jawab orang sakit itu kepada-Nya, “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu, apabila airnya mulai goncang; dan sementara aku sendiri menuju kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu, lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu, “Hari ini hari Sabat, dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” Akan tetapi ia menjawab mereka, “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Mereka bertanya kepadanya, “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu; Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. Kemudian, ketika bertemu dengan dia dalam Bait Allah, Yesus lalu berkata kepadanya, “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” Orang itu keluar, lalu menceritakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Betapa kerap orang tidak memahami perbuatan baik yang dilakukan oleh Yesus terhadap dirinya, seperti nyata dari penyembuhan orang lumpuh di kolam Betesda. Begitu senangnya sampai ia lupa bahwa Yesuslah yang menyembuhkannya. Banyak orang begitu senang dengan hadiah yang diterimanya lantas begitu cepat lupa akan pemberi hadiah itu sendiri. Kita telah dibangkitkan dari kelumpuhan dosa. Itu hadiah cuma-cuma yang boleh kita terima. Maka jangan berbuat dosa lagi dan jangan kembali menjadi lumpuh. Untuk menjaga keutuhan, hiduplah dengan selalu mengucap syukur.

Doa Malam

Ampunilah kami ya Tuhan, bila kami lebih mengutamakan peraturan daripada cinta kasih. Semoga kami tidak jatuh dalam dosa karena mengabaikan cinta kasih dengan membiarkan sesama kami tetap dalam penderitaannya. Amin.


RUAH

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy