Minggu, 27 April 2014 Hari Minggu Paskah II

Minggu, 27 April 2014
Hari Minggu Paskah II
Minggu Kerahiman Ilahi - Kanonisasi Yohanes Paulus II dan Yohanes XXXIII
 
Kis 2:42-47;  Mzm 118:2-4.13-15.22.24; 1 Petrus 1:3-9; Yoh 20:19-31
 
Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" (Yoh 20:26)

Hari ini, kita merayakan Pesta Kerahiman Ilahi dan kanonisasi Paus Yohanes Paulus II dan Paus Yohanes XXXIII. Bacaan Injil berbicara tentang Yesus yang hadir di tengah-tengah para murid dan memberikan damai sejahtera bagi mereka. Istilah Ibrani untuk damai sejahtera ialah "shalom" yang mnunjuk pada keserasian, keutuhan, kebaikan, kesejahteraan dan keberhasilan di segala bidang kehihidupan. Situasi demikian, di satu sisi merupakan anugerah Allah dan di sisi lain merupakan usaha manusia untuk mewujudkan dan memeliharannya. Namun, seringkali manusia justru melakukan yang sebaliknya, yakni merusak damai sejahtera dengan berbuat dosa dan kejahatan. Hal ini amat jelas dalam dosa Adam dan Hawa. Dengan dosa yang mereka buat, maka rusaklah keserasian dan keselarasan hubungan dengan Allah dan ciptaan yang lain. Mereka kehilangan damai dalam hati karena rasa bersalah dan malu di hadapan Allah (Kej 3:8). Mereka yang sebelumnya memiliki persekutuan intim dengan Allah menjadi takut, menyembunyikan diri dan tidak berani mendengar suara-Nya (Kej 3:8.10). Hubungan harmonis di antara Adam dan Hawa sebagai suami istri pun terganggu. Mereka saling menyalahkan (Kej 3:12). Dosa mereka tidak hanya merusak keserasian hubungan dengan Allah dan sesama tetapi juga dengan alam. Mereka harus bermusuhan dengan ular (Kej 3:15) dan harus bekerja keras untuk mengelola alam (Kej 3:17-19).

Dalam berbagai bentuk dan manifestasi, dosa Adam dan Hawa masih terus-menerus dilakukan oleh keturunannya sampai sekarang, termasuk kita. Akan tetapi, meskipun kedamaian dan kesejahteraan manusia dalam hubungannya dengan Allah, sesama dan alam telah rusak oleh ulah manusia sendiri, Allah menghendaki agar damai sejahtera itu harus dipulihkan. Maka, ia memberikan kerahiman-Nya kepada kita. Kerahiman, yang kata dasarnya adalah rahim menunjuk pada bagian tubuh perempuan, di mana setiap orang mengawali hidupnya di sana dalam suasana damai dan sejahtera karena dihidupi, dipelihara dan dijamin oleh Allah sendiri. Bagi kita, orang-orang yang berdosa, kerahiman Allah menjadi semakin nyata dan penuh dalam diri Yesus Kristus. Sebab, melalui karya, pengajaran, sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya, Ia memulihkan keserasian hubungan kita dengan Allah sehingga kita kembali mengalami damai sejahtera.

Kedua Paus yang hari ini ditetapkan sebagai santo, yakni Paus Yohanes XXXIII dan Paus Yohanes Paulus II, juga merupakan Paus pembawa damai sejahtera. Paus Yohanes XXXIII dikenal dengan ensiklik "Pacem in Terris" (Damai di Bumi, 1963) yang berisi ajakan untuk menegakkan perdamaian universal berdasarkan kebenaran, keadilan, kemurahan dan kebebasan. Beliau antara lain menyerukan bahwa "damai di bumi, yang paling dirindukan oleh semua manusia dari segala zaman, dapat ditegakkan dengan kuat, hanya apabila perintah yang ditetapkan Allah ditaati dengan setia". Sementara itu, Paus Yohanes Paulus II melakukan upaya perdamaian dengan banyak sekali melakukan kunjungan ke berbagai negara di seluruh dunia. Beliau juga menjalin hubungan yang baik dengan semua agama, misalnya dengan mengumpulkan para wakil pemimpin agama dan kepercayaan di seluruh dunia dalam rangka perdamaian dunia 1986.

Kepada kita, Tuhan telah dan selalu memberikan kerahiman dan damai sejahtera-Nya. Maka, marilah kita juga menjadi rasul-rasul kerahiman dan damai sejahtera di mana pun kita berada.
 
Doa: Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu, Tubuh dan Darah, Jiwa dan ke-Allah-an, Putera-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia. Maka, demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia. Amin. -agawpr-
 
Ag. Agus Widodo, Pr
Collegio San Paolo Apostolo
via Torre Rossa 40
Roma, 00165

Santa Faustina Kowalska: Rasul Kerahiman Ilahi


Percaya bukan begitu