Pada perjamuan malam terakhir Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “... Kasihilah seorang akan yang lain

Rabu, 14 Mei 2014
Pesta St. Matias, Rasul
 
Kis 1:15-17.20-26; Mzm 113:1-2.3-4.5-6.7-8; Yoh 15:9-17
 
Pada perjamuan malam terakhir Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “... Kasihilah seorang akan yang lain.”
 
Salah satu bentuk dan ungkapan nyata dari kasih/mengasihi adalah hadir dalam kebersamaan. Inilah yang dilakukan oleh Yesus. Karena begitu besar kasih-Nya kepada manusia, maka Ia berinkarnasi dan tinggal di tengah-tengah kita. Hal ini pula yang dilakukan para rasul terhadap Yesus. Mereka selalu datang dan berkumpul bersama-sama dengan Yesus. Matias, rasul pengganti Yudas yang kita rayakan pestanya hari ini, juga menghayati hal yang sama. Sebab, kalau Petrus menyampaikan kriteria bahwa pengganti Yudas adalah murid yang senantiasa datang berkumpul dengan mereka selama Yesus bersama-sama mereka, dan Matias lah yang terpilih, berarti ia memenuhi kriteria tersebut. Bagi kita, hal ini juga menjadi semakin jelas. Kalau kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, maka kita senantiasa meluangkan waktu untuk hadir di hadapan-Nya dengan berdoa, merayakan Ekaristi dan sakramen-sakramen lain, membaca dan merenungkan Kitab Suci, dll. Kalau kita sungguh mencintai lingkungan kita, maka kita juga meluangkan waktu untuk hadir dalam aneka kegiatan lingkungan. Kalau para orangtua sungguh mencintai anak-anaknya, tentu selalu ada waktu untuk menikmati kebersamaan dengan anak-anaknya, tidak hanya mencukupi kebutuhan materi saja. Demikian pula, kalau imam benar-benar mencintai umatnya, ia juga selalu meluangkan waktu untuk hadir di tengah-tengah umat melalui kunjungan pastoral dan aneka sapaan lain, misalnya sekedar jabat tangan dan ngobrol setelah Misa, tidak malah langsung pergi atau asyik dengan HPnya. Dan, masih bisa diperpanjang dengan contoh-contoh lain.
   
Doa: Tuhan, berilah kami kerelaan untuk berkorban waktu melalui kehadiran kami bagi orang-orang yang kami kasihi dan tentu saja bagi-Mu. Amin. -agawpr-

Rabu, 14 Mei 2014 Pesta St. Matias, Rasul

Rabu, 14 Mei 2014
Pesta St. Matias, Rasul
     
Perayaan-perayaan liturgis adalah perayaan seluruh Gereja, yakni perayaan umat kudus, yang disatukan dan dipimpin oleh uskup atau imam.[10] Karena tahbisan kudus yang telah mereka terima, imam dan para pembantunya memegang peranan khusus dalam perayaan-perayaan ini, seperti juga - atas dasar pelayanan yang harus mereka laksanakan - para putra altar, pembaca, komentator dan anggota koor. [11] (Musicam Sacram, No. 13)

  

Antifon Pembuka (Yoh 15:16)
  
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Alleluya.
  
Doa Pagi
 

Allah Bapa yang Mahabaik, Santo Matias telah terpilih untuk menjadi rasul berkat kesetiaannya mengikuti Yesus, Putra-Mu. Berilah kami kesetiaan dalam menjalani hari-hari hidup ini yang terkadang melelahkan bahkan saat mengalami kejenuhan. Berkatilah usaha dan niat-niat kami untuk tetap setia dan tekun menjadi pengikut-Mu. Semoga hari ini kami dapat menjalankan perintah-Mu, “Kasihilah seorang akan yang lain” dan menjadi duta cinta kasih-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
  
Bacaan dari Kisah Para Rasul (1:15-17.20-26)
    
   
"Yang kena undi adalah Matias; dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas murid."
     
Pada waktu itu berdirilah Petrus di tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya. Ia berkata, “Hai, Saudara-saudara, harus digenapi nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud, tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami, dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Sebab ada tertulis dalam Kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya. Dan lagi: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami satu orang yang dipilih dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami. Bersama kami ia harus menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus.” Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua lalu berdoa, “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang! Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas, yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.” Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu, dan yang kena undi adalah Matias. Dengan demikian Matias ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan mendudukkan dia bersama para bangsawan.
Ayat. (Mzm 113:1-2.3-4.5-6.7-8)
1. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
2. Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
3. Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
4. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama para bangsawan, bersama dengan para bangsawan bangsanya.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (lih. Yoh 15:16)
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:9-17)
 
"Allah telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah."
  
Pada perjamuan malam terakhir Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu! Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
 

Jabatan adalah amanah atau kepercayaan. Orang yang mempunyai jabatan dituntut tanggung jawab lebih besar. Ketika orang tidak bisa lagi melaksanakan amanah atau tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya maka jabatan tidak akan lagi diberikan kepadanya. Jabatanya akan diambil atau diserahkan kepada orang lain.

Hal kehilangan jabatan inilah yang dialami oleh Yudas Iskariot, salah seorang yang termasuk dalam bilangan kedua belas rasul, tetapi kemudian Ia mengkhianati Yesus. Jabatannya yang kosong dalam bilangan kedua belas rasul harus digantikan atau diberikan atau dipercayakan kepada orang lain. Setelah mereka berdoa memohon terang karunia dan petunjuk dari Roh Kudus, dan setelah mereka membuang undi maka terpilihlah Matias untuk menggantikan posisi Yudas Iskariot untuk menggenapi bilangan kedua belas rasul.

Matias bersama rasul-rasul yang lain bertugas untuk mewartakan atau memberi kesaksian tentang sabda, karya dan kebangkitan Yesus. Matias setelah terpilih berusaha untuk melaksanakan tugas atau tanggung jawabnya sebagai rasul dengan sebaik-baiknya. Ia adalah rasul yang setia, tekun, dan bersemangat. Tahun kematiannya tidak diketahui secara pasti, namun makamnya terdapat di Trier, Jerman.

Matias, seperti rasul-rasul yang lain, senantiasa mengasihi Tuhan Yesus, bahkan mau mengorbankan nyawa untuk-Nya. Maka ia sekarang tinggal di dalam kasih-Nya dan menikmati sukacita dalam kerajaan-Nya. Matias setia mengikuti Yesus, maka ia menghasilkan buah yang baik dalam hidupnya.

Tuhan Yesus Kristus, aku bersyukur karena Engkau telah memberikan Rasul Matias sebagai teladan bagiku. Semoga aku tetap setia kepada-Mu, sehingga bersama Rasul Matias kamipun menikmati sukacita kekal. Amin.
    
Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian