Selasa, 20 Mei 2014 Hari Biasa Pekan V Paskah

Selasa, 20 Mei 2014
Hari Biasa Pekan V Paskah
  
“Semakin Gereja meneladan hidup Maria, semakin keibuanlah dia (Gereja)” (Bruder Roger Schutz, 1915-2005)

  
Antifon Pembuka (lih. Why 19:5;12:10)
 
Pujilah Allah kita, kamu sekalian, yang hina dan yang mulia, dan yang takut kepada-Nya, karena telah tiba keselamatan, kekuasaan dan Kerajaan Kristus. Alleluya.

Doa Pagi

 
Allah Bapa, sumber cinta kasih sejati, Engkau selalu memberi kekuatan dan pengharapan bagi orang yang sedang berjuang dalam hidup beriman kepada-Mu. Semoga kesaksian Rasul Paulus dan Rasul Barnabas tentang pengalaman Allah dalam hidup mereka mampu memberi kekuatan iman yang baru di dalam hidupku pada hari yang baru ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
  
Perutusan Barnabas dan Paulus penuh risiko. Mereka tak gentar dan terus berjalan mengajarkan kabar gembira. Banyak orang percaya dan menjadi murid Kristus. Kehadiran mereka menguatkan iman jemaat.
  
Bacaan dari Kisah Para Rasul (14:19-28)
    
    
"Mereka menceritakan kepada jemaat, segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka."
   
Waktu Paulus dan Barnabas di kota Listra datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium, dan mereka membujuk orang banyak supaya memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu, dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di Kota Derbe dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid, dan menasihati mereka supaya bertekun di dalam iman. Mereka pun mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat setempat, dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. Paulus dan Barnabas menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia. Di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan yang kini telah mereka selesaikan. Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang yang Kaukasihi, ya Tuhan, mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.
Ayat. (Mzm 145:10-11.12-13ab.21; R:11a)
1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
2. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi. Pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
3. Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.
   
Yesus meninggalkan damai sejahtera bagi para murid-Nya. Inilah kekuatan hidup sebagai pengikut Kristus. Kasih menuntun setiap pengikut Kristus untuk melaksanakan segala sesuatu dengan setia.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (14:27-31a)
 
"Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu."
 
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu! Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang, namun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan 
   

Damai sejahtera yang dibawa Yesus lain daripada yang lain. Bukan damai sejahtera yang palsu dan semu, melainkan damai sejahtera sejati, asli, berlandaskan pada kepercayaan pada diri-Nya. Bila kita mencoba meresapkan firman-firman-Nya, damai sejahtera akan mengalir dalam diri kita. Dari dalamnya kita akan menimba ketenangan dan ketentraman sejati.

Doa Malam

Bapa yang Mahakasih, terima kasih atas peneguhan di dalam menjalani kehidupanku hari ini. Semoga damai sejahtera yang Kautanamkan dalam hatiku selalu mewarnai hidupku dalam situasi apa pun. Berkatilah istirahatku malam ini, sehingga besok pagi dapat bangun pagi dan dengan gembira hati memuji-Mu dengan kesegaran kasih-Mu. Amin.
  
Sudah sejak tahun 1970, Takhta Apostolik memperingatkan bahwa semua eksperimen sekitar perayaan Misa Kudus harus berhenti, pernyataan ini diulangi dalam tahun 1988 maka baik Uskup-Uskup secara pribadi maupun Konferensi Uskup tidak mempunyai wewenang untuk mengizinkan eksperimen dengan teks-teks liturgi atau semua hal lain yang ditetapkan dalam buku-buku liturgi. Untuk eksperimen sejenis di masa mendatang, dibutuhkan izin dari Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen. Izin itu harus diberi secara tertulis dan permohonannya harus dimasukkan oleh Konferensi Uskup. Sesungguhnya permohonan yang demikian tidak akan dikabulkan tanpa alasan serius. Adapun kegiatan-kegiatan inkulturasi di bidang liturgi, hendaknya diperhatikan dengan teliti dan lengkap norma-norma khusus yang sudah ditetapkan. (Redemptionis Sacramentum, Instruksi VI tentang sejumlah hal yang perlu dilaksanakan atau dihindari berkaitan dengan Ekaristi Mahakudus, No. 27)

RUAH

Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Senin, 19 Mei 2014
Hari Biasa Pekan V Paskah

Kis 14:5-18; Mzm 115:1-2.3-4.15-16; Yoh 14:21-26

"Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."

Gereja adalah buah karya Roh Kudus. Inilah yang dinyataka dalam Syahadat Iman kita yang menyebut iman akan Gereja setelah pernyataan iman akan Roh Kudus. "Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, dst". Urutan tersebut, menurut para teolog seperti JND. Kelly, Ratzinger dan de Lubag mengungkapkan bahwa iman akan Gereja dst merupakan sub bagian dari iman akan Roh Kudus. Lebih tegas mereka menyatakan bahwa Gereja adalah buah karya Roh Kudus. Keyakinan ini bertitik tolak dari peristiwa Pentakosta sebagaimana dikisahkan oleh Lukas (Kis 2:1-13). Berkat Roh Kudus yang dicurahkan, para rasul yang semula mengalami ketakutan menjadi berani untuk bersaksi (Kis 2:14-36) sehingga banyak orang menjadi percaya kepada Kristus (Kis 2:37-40) dan terbentuklah persekutuan jemaat Gereja perdana (Kis 2:41-47). Sepanjang zaman, Roh Kudus selalu membimbing, menjiwai dan menguduskan Gereja. "Dialah Roh kehidupan atau sumber air yang memancar untuk hidup kekal" (lih Yoh 4:14; 7:38-39). Melalui Dia Bapa menghidupkan orang-orang yang mati karena dosa, sampai Ia membangkitkan tubuh mereka yang fana dalam Kristus (lih. Rom 8:10-11). Roh itu tinggal dalam Gereja dan dalam hati umat beriman bagaikan dalam kenisah (lih. 1Kor 3:16; 6:19). Dalam diri mereka Ia berdoa dan memberi kesaksian tentang pengangkatan mereka menjadi putera (lih. Gal 4:6; Rom 8:15-16 dan 26). Oleh Roh Gereja diantar kepada segala kebenaran (lih. Yoh 16:13), dipersatukan dalam persekutuan serta pelayanan, diperlengkapi dan dibimbing dengan aneka kurnia hirarkis dan karismatis, serta disemarakkan dengan buah-buah-Nya (lih. Ef 4:11-12; 1Kor 12:4; Gal 5:22). Dengan kekuatan Injil, Roh meremajakan Gereja dan tiada hentinya membaharuinya, serta mengantarkannya kepada persatuan sempurna dengan Mempelainya" (Lumen Gentium 4). Untuk itu, marilah kita senantiasa memohon karunia Roh Kudus dan membuka diri pada bimbingan-Nya agar kita dimampukan untuk selalu mengingat apa yang telah diajarkan Yesus kepada kita (bdk. Yoh 14:26) dan melaksanakannya. Dengan demikian, menjadi semakin nyatalah bahwa kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan karena kita melaksanakan perintah-perintah-Nya (bdk. Yoh 14:21.23).

Doa: Datanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hatiku dan nyalakanlah di dalamnya api cinta kasih-Mu agar aku mampu mengingat, mengerti dan melaksanakan ajaran dan kehendak Tuhan. Amin. -agawpr-