Jumat, 30 Mei 2014 Hari Biasa Pekan VI Paskah -- Novena Roh Kudus (Pentakosta) Hari Pertama

Jumat, 30 Mei 2014
Hari Biasa Pekan VI Paskah -- Novena Roh Kudus (Pentakosta) Hari Pertama
  
Roh Kudus mengubah watak orang, di mana Ia datang bersemayam, dan membentuk hidupnya secara baru --- St. Sirilus dari Aleksandria

       
Doa Penerangan Roh Kudus PS 94

   
+ Allah Bapa yang mahakudus, kami bersyukur kepada-Mu karena Roh Kudus yang telah Kaucurahkan ke dalam hati kami. Kehadiran-Nya dalam hati kami telah membuat kami menjadi bait kehadiran-Mu sendiri, dan bersama Dia pula kami telah Kaulahirkan kembali menjadi anak-anak-Mu.

Dialah penghibur dan penolong yang Kauutus dalam nama Kristus. Dialah Roh Kebenaran yang memimpin kami kepada seluruh kebenaran. Semoga Dia mengajarkan segala sesuatu kepada kami dan mengingatkan kami akan firman yang telah dikatakan oleh Yesus, agar kami selalu dituntun oleh firman-Nya.

Melalui Roh Kudus-Mu ini sudilah Engkau membimbing Gereja-Mu, para pemimpin dan pembantu-pembantunya, dan berilah mereka kebijaksanaan yang sejati. Semoga karena bimbingan-Nya kami semua boleh menikmati buah-buah Roh: kasih, suka-cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebajikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Melalui Roh Kudus-Mu pula sudilah Engkau membimbing umat-Mu untuk peka dan setia kepada kehendak-Mu, untuk tetap tabah dalam penderitaan, berani menjadi saksi Putra-Mu, berani menjadi pelayan sesama, dan menjadi terang serta garam dunia.

Semoga Roh Kudus selalu memimpin kami dengan lembut dan ramah, menuntun kami dengan cermat dan teguh; semoga Ia menjadi daya ilahi di dalam kehidupan beriman dan bermasyarakat, dan menghantar kami masuk ke dalam kemuliaan surgawi untuk berbahagia abadi bersama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
      
Antifon Pembuka (lih. Why 5:9-10)
  
Tuhan, Engkau menebus kami dengan darah-Mu dari tiap suku, bahasa, rakyat dan bangsa, dan Engkau telah menjadikan kami raja dan imam bagi Allah. Alleluya.
 
Doa Pagi

 
Allah Bapa yang penuh kasih sayang, Engkau selalu menghendaki yang baik bagi manusia, bukan yang jahat. Engkau tak hendak menyerahkan kami kepada penderitaan dan maut, tetapi memperuntukkan kami bagi kebahagiaan. Kami mohon, berilah kami napas kehidupan baru, bila ditimpa oleh kesesakan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

    
Bacaan dari Kisah Para Rasul (18:9-18)
       
"Banyak umat-Ku di kota ini!"
    
Ketika Paulus ada di kota Korintus, Tuhan berfirman kepadanya pada suatu malam di dalam suatu penglihatan, “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan, dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka. Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di propinsi Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus. Mereka membawa dia ke depan pengadilan. Kata mereka, “Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum.” Ketika Paulus hendak memulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu, “Hai orang-orang Yahudi, sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu. Tetapi dalam hal ini adalah perselisihan tentang perkataan, nama, atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.” Lalu Galio mengusir mereka dari ruang pengadilan. Maka semua orang menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu. Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 825
Ref. Allah telah naik, diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.4-5.6-7)
1. Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.
2. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, Ia menundukkan suku-suku bangsa ke bawah telapak kaki kita; Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggan Yakub yang dikasihi-Nya.
3. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur!
    
Bait Pengantar Injil, do = g, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:20-23a)
  
"Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu."
   
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa pada-Ku.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan
  
Segala sesuatu di atas muka bumi ini ada saatnya. Ada saatnya untuk lahir, ada saatnya untuk mati. Ada saatnya untuk menangis, ada saatnya untuk tertawa. Hari ini Yesus bersabda ”Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira. Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita”.

Yesus menyampaikan hal itu kepada para murid karena Ia akan meninggalkan mereka untuk kembali kepada Bapa-Nya. Sesaat saja para murid akan berduka karena ditinggalkan, tetapi dukacita mereka akan diubah menjadi sukacita. Para murid akan bersukacita karena mereka akan bertemu lagi dengan Yesus. Dukacita yang mereka alami ganjarannya akan setimpal dengan sukacita yang akan mereka peroleh, dan tidak ada seorangpun yang akan dapat merampas kebahagiaan itu.

Dalam bacaan pertama Paulus bisa jadi mengalami dukacita ketika harus berhadapan dengan orang-orang Yahudi yang bangkit melawan dia dan menyeret dia ke depan pengadilan. Tetapi ternyata Tuhan senantiasa menyertai dia sehingga ia tetap mengalami sukacita. Paulus bersukacita karena dibebaskan dari dakwaan di pengadilan, bahkan akhirnya malah Sostenes, kepala rumah ibadat, yang dihakimi dan dipukuli. Paulus bersukacita karena berkat pewartaannya jemaat di Korintus bertambah banyak yang bertobat dan percaya.

Bagi kita juga ada saatnya mungkin mengalami kesedihan, dukacita, atau penderitaan. Namun, dukacita kita juga akan dibalas dengan sukacita yang setimpal kalau kita tetap setia kepada Tuhan.
  
Semoga dalam penderitaan aku tetap percaya dan setia kepada-Mu, sehingga penderitaanku akan berubah menjadi sukacita kekal. Amin.
         
Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93
   
Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kaukuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.
  
Bapa Kami
 
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
  
Doa Penutup PS 92

Allah, pokok keselamatan kami, karena kebangkitan Kristus kami lahir kembali dalam pembaptisan dan menjalani hidup baru. Arahkanlah hati kami kepada Kristus yang kini duduk di sebelah kanan-Mu. Semoga Roh-Mu menjaga hidup kami sampai Penyelamat kami datang dalam kemuliaan. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. +
        
Rosario merupakan doa kontemplatif yang sangat indah. Tanpa dimensi kontemplatif ini, doa Rosario akan kehilangan maknanya. -- St. Yohanes Paulus II
   
Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian

"Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman"

Kamis, 29 Mei 2014
Hari Raya Kenaikan Tuhan

Kis 1:1-11; Mzm 47:2-3.6-3.8-9; Ef 1:17-23; Mat 28:16-20

"Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman"

Pesan atau perintah yang disampaikan sebelum seseorang pergi meninggalkan kita, entah untuk sementara atau untuk selamanya, mempunyai bobot yang lebih penting dibandingkan pesan/perintah yang disampaikan sebelum-sebelumnya. Demikianlah, Gereja memandang perintah Yesus kepada para murid sebelum Ia meninggalkan mereka untuk naik ke surga sebagai suatu perintah agung. Perintah ini merupakan perintah yang amat penting dan mengikat untuk dilaksanakan sepanjang waktu, tidak hanya oleh para rasul tetapi oleh kita semua. Hal ini ditegaskan oleh Santo Yohanes Paulus II dalam audiensinya tanggal 31 Mei 1995 bahwa "Kita harus mempertahankan bahwa jalan keselamatan selalu melewati Kristus, dan karena itu Gereja dan misionarisnya memiliki tugas membuat Dia dikenal dan dicintai di setiap tempat, waktu dan budaya." Artinya, kita harus yakin bahwa Kristuslah satu-satunya jalan keselamatan. Terpisah dari Kristus tidak ada keselamatan, sebagaimana ditegaskan oleh Santo Petrus bahwa "tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis 4:12). Oleh karena itu, marilah sesuai dengan situasi dan panggilan kita masing-masing, kita berusaha agar Kristus semakin dikenal dan dicintai oleh semakin banyak orang. Kita mulai dalam lingkup pribadi, dalam arti kita sendiri berusaha terus-menerus untuk semakin mengenal dan mencintai Kristus. Sekaligus kita laksanakan dalam lingkup keluarga di mana kita saling membantu agar anggota keluarga kita, lebih-lebih anak cucu kita semakin mengenal dan mencintai Kristus. Kemudian, juga kita perluas dalam lingkup keseharian kita, di mana kita hidup dan bekerja di luar rumah.

Doa: Tuhan, berilah kami kemauan dan keberanian untuk mengambil bagian dalam pewartaan iman agar Yesus Kristus semakin dikenal dan dicintai oleh banyak orang di setiap tempat, waktu dan budaya. Amin. -agawpr-