Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu yang nama telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita."

Rabu, 04 Juni 2014
Hari Biasa Pekan VII Paskah
Novena Roh Kudus -6

Kis 20:28-38; Mzm 68:29-30.33-35a.35b.36c; Yoh 17:11b-19

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu yang nama telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita."

Salah satu warisan amat berharga yang saya terima dari keluarga adalah doa. Inilah yang diberikan oleh bapak simbok sejak saya kecil sampai sekarang. Dulu, ketika saya masih bersama mereka, setiap hari, pagi dan malam, kami mempunyai kebiasaan untuk berdoa. Sembahyangan bengi lan sembahyangan esuk yang bersumber dari Padupan Kencana. Kami semua hafal. Lalu ditambah juga dengan doa spontan dari kami masing-masing. Yang paling menyentuh adalah dalam setiap doa spontan yang kami ucapkan adalah kami saling mendoakan satu sama lain. Bapak dan simbok selalu mendoakan saya dan adik dengan menyebut nama kami. Sebaliknya, saya juga selalu mendoakan bapak dan simbok. Sering ditambah dengan mendoakan orang/kepentingan lain juga. Sampai sekarang, kebiasaan berdoa itu tidak pernah luntur. Hal ini saya yakini sebagai salah satu kekuatan pokok hidup kami. Meskipun kami berjauhan, dengan selisih dan beda waktu 5 jam, tapi kami selalu bersatu dalam doa. Hati saya rasanya selalu ayem, misalnya ketika saya dan adik saling berkomunikasi melalui BBM, lalu adik mengatakan "nGomah barusan berdoa untuk Romo". Pada jam lain saya juga berdoa untuk mereka. Doa mempunyai kekuatan luar biasa, menembus ruang dan waktu tanpa ada hambatan dan batasannya. Maka, sebagaimana Yesus memberi contoh mendoakan kita agar Bapa memelihara kita (Yoh 17:11b) dan seperti Paulus berdoa bersama-sama para penatua di Efesus (Kis 20:36), marilah kita juga saling mendoakan supaya Tuhan senantiasa memelihara saudara-saudari kita di nama pun berada.

Doa: Tuhan, Bapa yang kudus, peliharalah .... (sebut nama yang didoakan) agar dia/mereka selalu bersatu dan bersama-Mu. Amin. -agawpr-

Rabu, 04 Juni 2014 Hari Biasa Pekan VII Paskah

Rabu, 04 Juni 2014
Hari Biasa Pekan VII Paskah -- Novena Roh Kudus hari Keenam
 
Roh Kudus itu satu dalam hakikat-Nya, tetapi macam ragam dalam kuasa-Nya. (St. Basilius Agung)
  

Doa Penerangan Roh Kudus PS 94


+ Allah Bapa yang mahakudus, kami bersyukur kepada-Mu karena Roh Kudus yang telah Kaucurahkan ke dalam hati kami. Kehadiran-Nya dalam hati kami telah membuat kami menjadi bait kehadiran-Mu sendiri, dan bersama Dia pula kami telah Kaulahirkan kembali menjadi anak-anak-Mu.

Dialah penghibur dan penolong yang Kauutus dalam nama Kristus. Dialah Roh Kebenaran yang memimpin kami kepada seluruh kebenaran. Semoga Dia mengajarkan segala sesuatu kepada kami dan mengingatkan kami akan firman yang telah dikatakan oleh Yesus, agar kami selalu dituntun oleh firman-Nya.

Melalui Roh Kudus-Mu ini sudilah Engkau membimbing Gereja-Mu, para pemimpin dan pembantu-pembantunya, dan berilah mereka kebijaksanaan yang sejati. Semoga karena bimbingan-Nya kami semua boleh menikmati buah-buah Roh: kasih, suka-cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebajikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Melalui Roh Kudus-Mu pula sudilah Engkau membimbing umat-Mu untuk peka dan setia kepada kehendak-Mu, untuk tetap tabah dalam penderitaan, berani menjadi saksi Putra-Mu, berani menjadi pelayan sesama, dan menjadi terang serta garam dunia.

Semoga Roh Kudus selalu memimpin kami dengan lembut dan ramah, menuntun kami dengan cermat dan teguh; semoga Ia menjadi daya ilahi di dalam kehidupan beriman dan bermasyarakat, dan menghantar kami masuk ke dalam kemuliaan surgawi untuk berbahagia abadi bersama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Antifon Pembuka (lih. Mzm 47:2)
 
Bertepuktanganlah, hai segala bangsa, bersoraklah bagi Allah dengan suara gembira. Alleluya.
 
Doa Pagi

 
Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengajari kami berdoa: bukan bagi kepentingan sendiri, tetapi justru bagi para murid dan banyak orang lain yang kami layani. Dalam karya dan doa-Mu nampak nyata keprihatinan dan arah hidup-Mu, yakni melulu memuji dan memuliakan Bapa, membangun sikap sehingga tahan uji dan mengangkat hidup sebagai pemberian diri bagi sesama yang sengsara dan menderita. Bimbinglah langkah kami agar perilaku kami hanya membawa berkat dan damai-Mu. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, bersama Bapa dan dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (20:28-38)
 
  .
"Aku menyerahkan kamu kepada Tuhan yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu suatu bagian yang telah ditentukan."
    
Dalam perpisahan dengan para penatua jemaat dari Efesus, Paulus berkata, “Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar supaya mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada henti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan berkuasa pula menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.” Sesudah mengucapkan kata-kata itu, Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu, dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena Paulus katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!
Ayat. (Mzm 68:29-30.33-35a.35b.36c.)
1. Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. Demi bait-Mu di Yerusalem raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu.
2. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan, bagi Dia yang berkendaraan melintasi langit purbakala. Perhatikanlah, Ia memperdengarkan suara, suara-Nya yang dahsyat! Akuilah kekuatan Allah.
3. Kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuatan-Nya di dalam awan-awan. Terpujilah Allah!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 17:17b.a)
Firman-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:11b-19)
  
"Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita."
        
Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka, dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
 
Renungan
    
Pewartaan, Komunitas, Kesatuan dan Perutusan adalah pesan pokok bacaan-bacaan hari ini. Di Efesus, pewartaan Paulus membuahkan komunitas beriman. Tiada hentinya Paulus menasihati mereka agar tetap setia pada kebenaran iman yang diajarkannya. Kehadiran dan keterlibatan Paulus di antara mereka dalam menghadapi ajaran palsu berhasil mempererat persatuan dalam komunitas itu. Kepergiannya yang disertai rasa sedih dan air mata mengisyaratkan kemandirian komunitas, sekaligus mengingatkan mereka untuk menghidupi pesan Kristus: ”…lebih berbahagia memberi daripada menerima”. Paulus adalah buah dan pemberian terindah komunitas Efesus kepada perkembangan Gereja.

Kristus, teladan utama Paulus, telah memberitakan firman Bapa kepada para murid. Kini dalam doa-Nya, Yesus menyerahkan komunitas beriman ini kepada pemeliharaan Bapa. Ia berdoa agar komunitas ini pun bisa bersatu, seperti Ia dan Bapa; agar menjadi kudus dalam kebenaran Firman Allah. Pengudusan dalam kebenaran Firman ini juga mengisyaratkan perutusan para murid, yakni pewartaan Firman dan Kerajaan Allah. Setiap komunitas beriman yang sungguh kudus, seperti Allah, dipanggil untuk melaksanakan pekerjaan penyelamatan.
 
Ya Tuhan, kuduskanlah Gereja-Mu dalam kebenaran Firman-Mu agar aku kian beriman kepada-Mu dan setia menjalankan perutusan-Mu hingga segala suku bangsa datang bersujud dan berbakti kepada-Mu. Amin.
 
Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kaukuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup PS 92

Allah yang Mahaesa, Engkau telah menghimpun Gereja dalam Roh Kudus. Semoga kami mengabdi kepada-Mu dengan ikhlas, dan bersatu padu dalam cinta. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin. +

Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian

"Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan."

Selasa, 03 Juni 2014
Pw. Karolus Lwanga, dkk, Martir
 
Kis 20:17-27; Mzm 68:10-11.20-21; Yoh 17:1-11a
 
"Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan."

Manusia diciptakan untuk memuliakan Tuhan. Atau menurut bahasa Latihan Rohani St. Ignatius dari Loyola, “Manusia diciptakan untuk memuji, menghormati dan mengabdi Allah, dan dengan jalan itu menyelamatkan jiwanya”. Yesus memberikan teladan kepada kita bagaimana di bumi ini Ia memuliakan Allah Bapa, yakni dengan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Bapa kepada-Nya. Berdoa dan melakukan aneka kegiatan liturgi peribadatan sangat penting untuk memuliakan Tuhan, tetapi tidak cukup hanya berhenti di situ. Kalau Gereja mengajarkan bahwa liturgi, terutama Ekaristi, adalah sumber dan puncak kehidupan kita (bdk. SC 10, LG 11), maka dari tindakan pemuliaan Allah dalam liturgi tersebut harus mengalir berbagai macam wujud pemuliaan Allah dalam hidup sehari-hari, yakni dalam kita melaksanakan tugas dan pekerjaan kita. Oleh karena itu marilah kita mencintai setiap pekerjaan kita, mulai yang paling kecil dan sederhana sampai yang besar dan membutuhkan profesionaltas tingkat tinggi. Semuanya kita kerjakan dengan sebaik-baiknya dan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, segenap kekuatan sampai selesai. Tidak tanggung-tanggung dan setengah-setengah. Dengan cara inilah, kita memuliakan Tuhan secara utuh, baik dalam doa dan liturgi peribadatan maupun dalam pekerjaan sehari-hari.

Doa: Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. -agawpr-