Senin, 09 Juni 2014 Hari Biasa Pekan X

Senin, 09 Juni 2014
Hari Biasa Pekan X (Tahun II)
   
Sungguh bukan sifatmu tidak rela melihat orang lain berhasil (St. Ignatius dari Antiokhia.
         
Mulai hari ini Lilin Paskah dipindahkan dari dekat altar ke tempat pembaptisan.
    
Antifon Pembuka (Mzm 34:9)
  
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya.
 
Doa Pagi
 
Allah Bapa yang mahakuasa, berkat pencurahan Roh Kudus bantulah kami menyadari karunia-karunia yang Kautanam dalam diri kami. Semoga kami memanfaatkan karunia itu bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk melayani sesama. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
 
Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (17:1-6)
      
"Elia melayani Tuhan, Allah Israel."
     
Sekali peristiwa, Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, berkata kepada Raja Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel , yang kulayani, tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan." Kemudian Tuhan bersabda kepada Elia, "Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana ." Maka ia pergi dan berbuat seperti disabdakan Tuhan. Ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur Sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan do= d, 4/4, PS 805
Ref. Hanya Engkaulah Tuhan Allahku dan harapan untuk hidupku.
atau Pertolongan kita dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.
Ayat. (Mzm 121:1-2.3-4.5-6.7-8)
1. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolongan bagiku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
2. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sungguh, tidak akan terlelap dan tidak akan tertidur Penjaga Israel .
3. Tuhan penjagamu, Tuhan naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak akan menyakiti engkau pada waktu siang, tidak pula bulan pada waktu malam.
4. Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dan sekarang sampai selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil do=f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 6:23b)
Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:1-12)
   
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah."
   
Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga, sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
  
Renungan
  
Bacaan hari ini diambil dari Mat 5:1-12, dan Injil ini mengulas tentang “Sabda Bahagia”. Sabda Bahagia tidak menjanjikan hidup seseorang menjadi nyaman, aman dan tenteram. “Sabda Bahagia” adalah pernyataan Yesus sendiri untuk memberitahukan konsekuensi-konsekuensi mengikuti Yesus. Kita semua sedikit mengerti apa yang ingin diungkapkan Yesus
1.    “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena mereka yang empunya kerajaan Surga” artinya Yesus meminta kita untuk melepaskan belenggu dan nafsu duniawi, melepaskan kelekatan – kelekatan yang membawa kita kepada kecenderungan untuk mengejar harta duniawi dengan ambisi dan nafsu, tanpa menggunakan harta tersebut dengan bijak
2.    “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur”. Kita semua, siapapun, keika sedih, selalu ada saja orang yang berusaha menjadi pendengar dan menghibur kita dengan perkataan yang menyehatkan dan memotivasi kita. Tetapi diatas itu semua, dukacita yang kita alami akan selalu memperoleh penghiburan yang sifatnya sempurna, yaitu dari Yesus sendiri, selama penderitaan ini mau kita bawa bersama Yesus, dengan sedikit tidak mengeluh secara berlebihan.
3.    “Berbahagialah orang yang lembut, karena mereka akan memiliki bumi”. Siapa yang suka dengan orang yang memiliki tempramen keras? Sepintas memandangnya saja sudah merasa ketakutan. Mereka yang lemah lembut dari hati yang tulus, dan bukan sebagai topeng, akan selalu menjadi pusat perhatian orang lain, dan itu lah sebabnya dikatakan bahwa orang yang lemah lembut akan “memiliki bumi”, semua orang akan memandang kita. Tetapi menjadi lemah lembut butuh kerendahan hati dan penyangkalan diri terhadap egoism kita
4.    “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan”. Setiap orang tentu selalu merasa lapar, dan dapat merasa kenyang ketika menyantap hidangan. Tetapi, hal ini tidak bertahan lama, kita akan lapar lagi. Begitu juga beriman kepada Yesus, butuh suatu kerinduan dan cinta yang total, mengorbankan diri untuk haus akan Yesus, dan Yesus sendiri yang akan memberikan hidangan, yaitu diri-Nya sendiri. Contoh paling konkret adalah perayaan Ekaristi, dimana kita menyantap dan berstau bersama Yesus Sang Putera, inilah makanan peziarahan kita
5.    “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan”. Kita murah hati artinya mau memberikan seutuhnya diri kita, tidak setengah – setengah. Memberikan seluruh karya pelayanan kita kepada Yesus. Yesus yang paling murah hati itu akan memberikan kepada kita damai sejahtera di dalam hati kita. Untuk itu, kita semua terpanggil untuk megobarkan cinta kepada Yesus dengan sikap dan karya kita sehari – hari. Melakukannya bukan untuk mengharapkan imbalan dari Yesus, tetapi sepenuhnya untuk Yesus tanpa memperhatikan imbalan.
6.    “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah”. Siapa yang suci? Apakah kita suci? Belum. Tetapi karena rahmat baptisan, kita telah dipersatukan dengan Kristus dan dikuduskan oleh Yesus. Apa itu kesucian hati? Yaitu hati yang mau mencintai Yesus, berusaha hidup jujur tanpa dusta, hati yang menjadi kamar pribadi Roh Kudus. Maka hati kita sepenuhnya hanya untuk Allah, bukan untuk manusia. Itulah hati yang suci.
7.    “Berbahagialah orang y ang membawa damai, karena mereka disebut anak-anak Allah”. Tentu saja, Yesus datang ke dunia melimpahkan damai sejahtera kepada kita dan Yesus disebut sebagai Putra Tunggal Bapa. Kini, maukah kita memberikan damai yang telah diberikan Yesus kepada sesame dalam setiap karya kita?
8.    “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi – nabi yang sebelum kamu”. Harga mati bagi kita sebagai orang Katolik adalah mengikuti Yesus di dalam Gereja-Nya. Ada banyak tantangan dan hambatan yang berusaha menghadang kita, ini yang terjadi oleh para martir Gereja Katolik. Mereka rela memberikan nyawa demi Kristus. Lalu, bagaimana mungkin kita dapat mudah berpaling dari iman Katolik kita? Mendapatkan nilai yang bagus dalam suatu ujian harus dilalui dengan proses yang tidak mudah. Demikian juga mengikuti Yesus di dalam Gereja-Nya dengan hati tulus, harus ada proses, dan nilai terbaik yang akan diberikan Yesus adalah Kerajaan Surga.
  
Sabda bahagia mencerminkan wajah Yesus Kristus dan cinta kasih-Nya. Mereka menunjukkan panggilan umat beriman, diikutsertakan di dalam sengsara dan kebangkitan-Nya; mereka menampilkan perbuatan dan sikap yang mewarnai kehidupan Kristen; mereka merupakan janji-janji yang tidak disangka-sangka, yang meneguhkan harapan di dalam kesulitan; mereka menyatakan berkat dan ganjaran, yang murid-murid sudah miliki secara rahasia; mereka sudah dinyatakan dalam kehidupan Perawan Maria dan semua orang kudus. (Katekismus Gereja Katolik, No. 1717)
   
Renungan Pagi / Deus Providebit

Jangan cuma katanya #42: Yang dikandung dari Roh Kudus .....


Kobus: Tetap Setia


Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus."

Minggu, 08 Juni 2014
Hari Raya Pentakosta
 
Kis 2:1-11; Mzm 104:1.24.29-30.31.34; Kor 12:3b-7.12-13; Yoh 20:19-23
 
Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus."
 
Ketika saya merenungkan bacaan-bacaan Pentakosta tentang Roh Kudus ini, ada satu hal yang amat kuat, yakni tentang Roh Kudus sebagai Roh Pemersatu. Karena Roh Kudus, para rasul dapat mempersatukan banyak orang yang berkumpul dari berbagai macam tempat dan bahasa karena mereka masing-masing dapat mengerti apa yang dikatakan para rasul (bac I). Berkat Roh Kudus dalam pembaptisan, semua orang dipersatukan dalam Kristus sebagai satu tubuh (bac II). Dan berkat pencurahan Roh Kudus pula, para rasul diberi kuasa untuk mengampuni dosa, yang dengan pengampunan itu orang berdosa yang telah memisahkan diri dari Tuhan kembali dipersatukan dan diperdamaikan dengan Tuhan dan sesama (Injil). Untuk itu, pada Hari Raya Pentakosta ini, Paus Fransiskus secara khusus mengajak kita semua untuk berdoa bagi persatuan dan perdamaian dunia, khususnya di Timur Tengah. Hari ini, Paus menggandeng Presiden Shimon Peres dan Mahmoud Abbas untuk sungguh-sungguh mengupayakan dan membangun perdamaian di Tanah Suci, dengan cara bertemu untuk berdoa bersama di Roma. Semoga, Roh Kudus, Roh Pemersatu, membantu setiap usaha kita dan siapa pun untuk mewujudkan damai sejahtera di muka bumi ini. Dan kita, yang telah menerima karunia Roh Kudus, baik dalam hidup sehari-hari maupun dalam kesempatan-kesempatan istimewa (Baptis, Krisma, Tahbisan, dll), marilah kita bekerjasama dengan Roh Kudus untuk menjadi pengampun, pemersatu, pewarta cinta kasih dan pembawa damai sejahtera.

Doa: Ya Tuhan, utulah Roh Kudus-Mu atas kami dan perbaruilah kami setiap saat supaya kami selalu menjadi ciptaan baru yang teguh berjuang untuk mewujudkan kesatuan dan damai sejahtera di dunia ini. Amin. -agawpr-