"Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

Selasa, 05 Agustus 2014
Hari Biasa Pekan XVIII

Yer 30:1-2.12-15.18-22; Mzm 102:16-18.19-21.29.22-23; Mat 15:1-2, 10-14

"Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

Kita tidak sedang berhadapan dengan teks Kitab Suci yang berbicara tentang higenitas atas kesehatan. Sebab, yang dijadikan alasan oleh beberapa orang Farisi dan ahli Taurat untuk mempermasalahkan para murid yang tidak membasuh tangan sebelum makan, bukanlah masalah higenitas dan kesehatan tetapi masalah adat-istiadat yang berkaitan dengan kenajisan. Menurut tradisi Yahudi, ada banyak sekali barang yang najis seperti: makanan yang disebutkan dalam Im 11:1-47, binatang mati (Im 5:2; 11:24-28; 17:15), mayat atau tulang (Bil 9:6-7; 19:11,16), kuburan (Bil 19:16), penyakit kusta (Im 13:3,11; Bil 5:2,3), lelehan dari tubuh, misalnya darah haid (Im 15:2; Bil 5:2), wanita bersalin (Im 12:2), dll. Kenajisan itu menular, maka setiap orang yang menyentuh orang atau barang yang najis, ikut menjadi najis. Misalnya: seorang wanita sedang haid. Berarti, semua yang disentuhnya najis. Pakaiannya najis. Kalau ia ke pasar, semua barang yang dipegangnya najis. Uang yang dipegang untuk membayar ikut najis. Penjual yang menerima uang najis tersebut ikutan najis juga. Lalu semua barang yang disentuh penjual tersebut juga najis. Kalau ada pembeli lain yang membeli bahan makanan yang sebelumnya telah disentuh oleh wanita najis tadi, maka yang najis tidak hanya bahan makanan tersebut tetapi juga pembeli yang tidak tahu apa-apa tersebut. Sampai di rumah, setelah di masak, yang dihasilkan adalah makanan najis. Anggota keluarga dan semua yang makan, ikut najis juga. Kalau mereka salaman atau menyentuh orang lain, mereka jadi najis. Dan seterusnya. Dengan demikian, hidup menjadi sangat kompeks dan penuh beban karena semua orang boleh dikatakan najis, entah dirinya sadar atau tidak, tahu atau tidak.

Nah, situasi semacam inilah yang hendak dibongkar oleh Yesus. Ia hendak membebaskan para pengikutnya dari hukum dan adat-istiadat yang membebani dan membuat hidup tidak happy. Ia menegaskan bahwa menyentuh sesuatu yang najis itu tidak membuat orang ketularan najis. Maka, Yesus menyentuh dan menyembuhkan orang kusta (Luk 5:12-16), membiarkan diri disentuh wanita yang sakit pendarahan (Luk 8:44-48), Ia juga menyentuh mayat dan membangkitkan orang mati (Luk 7:14; 8:54). Bagi-Nya, juga tidak ada makanan yang haram dan menajiskan, sebab "Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang" (Mat 15:11). Di sini, Yesus menegaskan bahwa yang membuat orang itu najis, sehingga dirinya kotor, tercemar, tidak bersih dan tidak suci bukanlah makanan yang dimakannya tetapi hal-hal jahat yang keluar dari mulut. Kata-kata tidak baik yang kita ucapkan, seperti sumpah serapah, umpatan, penghinaan, kutukan dan ungkapan kebencian atau kemarahan yang lain, itulah yang menajiskan kita. Dan sekarang, hal itu tidak hanya terjadi melalui kata-kata lisan tetapi juga apa yang kadang/sering kita tulis di ruang publik, misalnya di facebook, twitter, dll. Maka, kita harus berhati-hati dalam berkata-kata, baik secara lisan maupun tulisan, supaya jangan menjadikan kita sendiri najis sehingga dijauhi dan dihindari orang lain.

Doa: Tuhan, berilah kami kebijaksanaan dalam bertutur kata, baik secara lisan maupun tulisan. Amin. -agawpr-

Selasa, 05 Agustus 2014 Hari Biasa Pekan XVIII

Selasa, 05 Agustus 2014
Hari Biasa Pekan XVIII
 
“Kediaman hina dalam hati kita ini merupakan bait kesucian bagi Tuhan!” (Barnabas)
   
Antifon Pembuka (Yer 30:22)
 
Kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.

Doa Pagi

Tuhan, Engkau selalu mencintaiku walau tak jarang aku melakukan hal-hal yang mengecewakan Engkau. Semoga pengampunan-Mu yang tak kenal batas ini dapat kulakukan pula terhadap siapa saja yang mengecewakan diriku hari ini. Buatlah aku sabar dan menyadari bahwa diriku tidak lebih baik dari orang lain. Amin.
 
Walaupun kelihatannya murka atas dosa dan ketidaktaatan Israel, namun Allah masih tetap mengasihani dan menyayangi mereka. Dia tidak meninggalkan mereka dan tetap menyertai bahkan memulihkan keadaan mereka.
 
Bacaan dari Kitab Yeremia (30:1-2.12-15.18-22)

Tuhan bersabda kepada Yeremia demikian, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Tulislah segala perkataan yang telah Kusabdakan kepadamu dalam sebuah kitab’.” Beginilah sabda Tuhan tentang Israel, “Penyakitmu sangat parah, lukamu tak tersembuhkan! Tiada orang yang membela hakmu, tiada obat untuk bisulmu, tiada kesembuhan lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dan dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak dan besarlah jumlah dosamu! Mengapa engkau berteriak karena penyakitmu? Mengapa engkau mengaduh karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dan dosamu besar jumlahnya, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.” Dan beginilah sabda Tuhan selanjutnya, “Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengaasihani tempat-tempat tinggalnya. Kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan purinya akan berdiri di tempatnya yang asli. Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka berlipatganda, dan mereka tidak akan berkurang lagi. Aku akan membuat mereka dipermuliakan, dan mereka tidak akan dihina lagi. Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku. Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka. Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri. Dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka. Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku. Sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku?” demikianlah firman Tuhan. Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan 
Ref. Tuhan akan membangun Sion dan menampakkan diri dalam kemuliaan.
Ayat. (Mzm 102:16-18.19-21.29.22-23)
1. Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
2. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, dan membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.
3. Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu. Supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Rabi, Engkau Anak Allah, Engkaulah raja Israel. Alleluya.

Walaupun kelihatannya melanggar adat istiadat nenek moyang, namun Yesus sebenarnya mau menunjukkan sebuah kebenaran yang telah tertutup akibat perhatian berlebihan terhadap tata adat istiadat itu sendiri. Yesus menyampaikan pemulihan dan pembenahan.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (15:1-2, 10-14)
 
Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem. Mereka berkata, “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Yesus lalu memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Dengarkan dan camkanlah, bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” Maka datanglah para murid dan bertanya kepada Yesus, “Tahukah Engkau bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang Farisi?” Tetapi Yesus menjawab, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga, akan dicabut sampai akar-akarnya. Biarkanlah mereka itu. Mereka itu orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lubang.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
 
Renungan
 
Penyesatan di zaman ini sering terjadi karena orang salah menempatkan hal-hal yang rohaniah dengan yang jasmaniah. Hal-hal yang rohaniah harus mengatasi hal-hal jasmaniah termasuk urusan mencuci tangan dan melakukan adat istiadat. Orang-orang Yahudi ternyata salah mengerti. Mereka menempatkan hal-hal fisik dan jasmaniah melampaui hal-hal rohaniah. Itu sebabnya Yesus marah. Yesus pun akan marah jika kita melakukan hal yang sama. Sebab dengan begitu kita menomorduakan apa yang sangat penting dalam hidup beriman kita. Sebelum Tuhan marah pada kita, mari kita tempatkan Dia di atas segala-galanya.

Doa Malam

Tuhan, ajarlah aku bersikap baik, bertutur bahasa lemah lembut seperti hati-Mu yang penuh cinta kasih. Berkatilah aku agar dapat melaksanakannya secara spontan tanpa menimbang-nimbang untung dan rugi, juga tanpa memandang rupa dan mencari balas jasa. Amin.
RUAH