"Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan"


Selasa, 26 Agustus 2014
Hari Biasa Pekan XXI


2Tes. 2:1-3a,13b-17; Mzm. 96:10,11-12a,12b-13; Mat. 23:23-26.

"Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan"
  
Bagaimana pun juga, lebih-lebih bagi masyarakat Jawa, penampilan luar atau fisik itu tetap penting diperhatikan. "Ajining diri gumantung ing lathi, ajining sarira gumantung ing busana". Artinya, kesopanan dalam bertutur kata, kerapian dalam berpakaian termasuk potongan rambut, kebersihan tubuh termasuk tubuh yang tidak berbau, itu penting dan harus kita perhatikan. Paling tidak, dalam hidup saya sebagai imam, saya merasakan bahwa seringkali ada umat yang terganggu kalau penampilan saya asal-asalan, misalnya tidak potong rambut, membiarkan kumis dan jenggot tidak rapi, baju tidak disetrika, dll. Namun, meski penampilan fisik itu penting dan harus diperhatikan, kita tidak boleh hanya berhenti di sini. "Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan", kata Yesus. Maka, selain memperhatikan penampilan fisik kita, kita juga harus memperhatikan, dan ini yang lebih penting, kualitas hidup kita. Kesopanan dalam bertutur kata dan kerapian dalan berpakaian harus diimbangai dengan kebersihan, kesucian, kelembutan dan kabaikan hati serta kejernihan budi. Dengan kata lain, kita harus menjadi orang baik lahir batin. 
 
Doa: Tuhan, bantulah kami untuk mampu hidup secara seimbang dengan memperhatikan baik kehidupan lahir maupun batin kami. Amin. -agawpr-

Selasa, 26 Agustus 2014 Hari Biasa Pekan XXI

Selasa, 26 Agustus 2014
Hari Biasa Pekan XXI
  
“Sebagai Katolik yang baik, kalian hanya perlu melakukan satu hal; cukuplah menjadi taat kepada semua ketetapan uskup kalian.” (St. Yohanes Bosco)
   
   
Antifon Pembuka (Mzm 96:13)
  
Tuhan datang menghakimi dunia. Ia akan menghakimi dunia dengan adil dan para bangsa dengan tepat.
   
Doa Pagi

Allah Bapa kami, sumber segala cahaya, Engkau menyinari setiap orang yang datang di dunia ini. Kami mohon, terangilah kiranya hati dan budi kami dengan cahaya rahmat-Mu, agar kami sanggup memikirkan yang layak dan berkenan di hati-Mu, serta mencintai Engkau dengan tulus ikhlas. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Janji akan keselamatan dalam Roh yang menguduskan didengungkan di antara jemaat Tesalonika. Tujuannya, agar mereka tidak gegabah dalam membaca gerakan roh di tengah-tengah mereka. Mereka diharapkan tetap teguh dalam menjalankan amanat pengajaran para rasul sambil tetap bertekun dalam janji tersebut.
    
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (2:1-3a.13b-17)
    
Saudara-saudara, tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan berkumpulnya kita dengan Dia, kami minta kepadamu, jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh kabar atau surat yang dikatakan berasal dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Hendaknya kalian jangan sampai disesatkan orang dengan cara bagaimana pun juga. Allah dari mulanya telah memilih kalian untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kalian dalam kebenaran yang kalian percayai. Untuk itulah Ia telah memanggil kalian lewat Injil yang kami wartakan, sehingga kalian dapat memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. Sebab itu berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kalian terima dari kami baik secara lisan, maupun secara tertulis. Semoga Tuhan kita Yesus Kristus dan Allah, Bapa kita, menghibur dan memperkuat hatimu dalam segala karya dan tutur kata yang baik. Sebab Allah mengasihi kita, Ia memberi kita hiburan abadi dan harapan baik karena kasih karunia-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan akan datang menghakimi dunia dengan adil.
Ayat. (Mzm 96:10-13)
1. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”
2. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak sorai, biar gemuruhlah laut serta segala isinya; biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya, dan segala pohon di hutan bersorak sorai.
3. Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati. Alleluya.
      
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dikecam karena menerapkan tata aturan secara berlebihan demi mengejar keuntungan. Penerapan aturan semacam ini menyebabkan mereka lupa akan rasa keadilan, belas kasih dan kesetiaan iman. Yesus menghendaki mereka menyadarinya dan memurnikan kembali motivasi mereka dalam menjalankan tata aturan tersebut.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (23:23-26)
     
Pada waktu itu Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kalian bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kalian abaikan, yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan. Hai kalian pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu tetapi unta di dalamnya, kalian telan. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang-orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
   
Renungan   

     
Injil hari ini masih mengisahkan tentang kecaman dan kekecewaan Yesus terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka berkali-kali disebut: “celaka” oleh Yesus, sebab keadilan, belas kasih dan kesetiaan mereka abaikan dalam tugas dan pelayanan. Tanpa ketiga hal tersebut tentu urusan-urusan keagamaan akan lebih bersifat birokratis dan tanpa ‘roh’. Akibatnya orang tidak lagi melihat nilai yang baik dan spiritual dari pelayanan dan tugas-tugas tersebut. Apakah selama ini aku mengabaikan keadilan, belas kasih dan kesetiaan dalam kehidupanku?
 
Doa Malam
 
Ya Tuhan, Sabda-Mu hari ini mengingatkan aku untuk mau bersikap adil dan berbelas kasih kepada sesama. Namun ampunilah aku yang terkadang kurang sabar dan menuntut orang lain supaya mengikuti kemauanku sendiri. Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini. Amin.
 
 
RUAH