Sabtu, 04 Oktober 2014 Pesta St. Fransiskus dari Assisi

Sabtu, 04 Oktober 2014
Pesta St. Fransiskus dari Assisi
  
“Marilah kita membina cinta dan kerendahan hati serta memberi derma, karena ini membersihkan jiwa dari dosa.” (St Fransiskus dari Assisi)
 

Antifon Pembuka
 
Santo Fransiskus, utusan Allah, meninggalkan rumah ayahnya, melepaskan harta warisannya, dan menjadi miskin dan hina dina. Tetapi Tuhan mempermuliakannya.
 
Francis, the man of God, left his home behind, abandoned his inheritance and became poor and penniless, but the Lord raised him up.
 

Tobat 3

   
Tuhan Yesus Kristus, Santo Fransiskus Assisi terpanggil untuk hidup sederhana dan rendah hati, miskin namun penuh sukacita. Tuhan, kasihanilah kami
    
Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Raja damai, yang mendirikan Kerajaan-Mu bukan dengan kekuatan senjata yang dahsyat, melainkan dengan sengsara, wafat dan kebangkitan-Mu. Kristus, kasihanilah kami.
    
Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Raja damai, yang dengan lembut dan rendah hati mewartakan sukacita dan keselamatan sejati. Tuhan, kasihanilah kami.
      

Doa Pagi

   
Ya Allah, Santo Fransiskus menjadi miskin dan rendah hati seperti Kristus sendiri. Semoga, kami umat-Mu, bersukacita di dalam Dikau agar kami, yang sudah dibebaskan dari perbudakan dosa, dapat menikmati sukacita abadi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
            
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (6:14-18)
    

"Pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus."
      
Saudara-saudara, aku sekali-kali tidak mau bermegah selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Bagi semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, dan bagi semua orang yang menjadi milik Allah, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat. Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. Saudara-saudara, Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai rohmu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku.
Ayat. (Mzm 16:1-2a.5.7-8.11; R: 5)
1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, Engkau bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.”
2. Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Mat 11:29ab, 2/4)
Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:25-30)
      
"Aku lemah lembut dan rendah hati."
      
Sekali peristiwa berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab misteri Kerajaan Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu. Semua telah diserahkan oleh Bapa kepada-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak, serta orang-orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Datanglah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
  
Renungan
   
   Dalam perjalanan hidup, suatu saat kita akan merasa lelah, letih, lesu. Kita tidak bersemangat. Kita malas bangun dari tidur kita. Kepada mereka semua, Yesus menyapa dengan kata-kata ini, “Datanglah kepadaku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” Ajakan Yesus ini tidak cukup hanya dibaca begitu saja. Ajakan Yesus ini perlu kita baca berulang-ulang dan dirasakan maknanya kata perkata. Saat kita membaca sabda Yesus tersebut, sadarilah bahwa setiap orang pasti mempunyai beban sendiri-sendiri. Masing-masing orang juga mempunyai kekuatannya sendiri. Beban yang satu tidak bisa dibandingkan dengan beban yang lain. Mungkin dari sisi berat kalau ditimbang, sama-sama satu kilogram, tetapi talenta kekuatan yang diberikan Tuhan kepada kita tidak sama. Dengan demikian, kekuatan membawa dan menyangga beban juga berbeda.

Injil hari ini mengingatkan kepada kita bahwa kita masing-masing harus memikul salib kita. Kepada kita Tuhan memberikan salib untuk kita pikul sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan kita untuk memanggulnya. Kita masing-masing memiliki salib yang harus kita pikul. Seringkali kita merasa berat atau bahkan terlalu berat untuk memikulnya. Namun demikian, Tuhan mengingatkan bahwa kita tidak pernah memanggul salib melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya. Tuhan senantiasa menyertai kita yang percaya kepada-Nya dan Allah tidak pernah membiarkan kita berjuang sendirian.

Hari ini kita merayakan Pesta Santo Fransiskus dari Assisi, seorang bangsawan kaya raya yang memutuskan menjadi orang miskin. Ia menjadi orang yang tidak lagi mengandalkan keluarganya yang makmur, melainkan Allah, Bapa-Nya yang mahabaik. Dan kebaikan Allah itu ia alami lewat orang-orang yang mengulurkan tangan padanya waktu ia berkeliling sebagai peminta-minta. Teladan Santo Fransiskus menyadarkan banyak orang pada kebaikan Allah dan mendekatkan mereka pada-Nya.
 
Antifon Komuni (Mat 5:3)
    
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
 
Blessed are the poor in spirit, for theirs is the Kingdom of Heaven.
 
Doa Malam

Allah Bapa yang Mahabaik, Putra-Mu telah mengajak semua yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya supaya mendapatkan kelegaan. Ajarilah kami meletakkan pikulan-Nya di bahu kami, serta menjadi rendah hati dan lemah lembut seperti Dia. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.
            
RENUNGAN PAGI @ NVL + STATE IN FIDE,
MISALE ROMAWI INDONESIA BUKU BACAAN MISA III, hal. 144

Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.

Sabtu, 04 Oktober 2014
Pesta St. Fransiskus dari Assisi


Ayb. 42:1-3,5-6,12-16;  Mzm. 119:66,71,75,91,125,130; Luk.10:17-24

atau  Gal 6:14-18; Mzm 16:1-2a.5.7-8.11; Mat 11:25-30

"Bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

Apakah nama kita saat ini sudah terdaftar di surga? Tidak ada yang tahu. Namun, kita boleh yakin kalau masa depan kita sudah dijamin oleh Yesus. Tugas kita sekarang dan seterusnya adalah berusaha agar kita tidak kehilangan jaminan tersebut. Bagaimana caranya? Belajar dari para murid: kita menggunakan kuasa dan anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita untk berbuat baik dan untuk mengalahkan kejahatan serta segala macam bujuk rayu roh jahat. Belajar dari St. Fransiskus Assisi yang hari ini kita peringati: kita berusaha untuk selalu gembira hidup sederhana dan rendah hati serta mencintai seluruh ciptaan. St. Fransiskus mewariskan kepada kita doa yang sangat indah dan bermakna mendalam agar kita diberi rahmat untuk menjadi pembawa damai. Marilah doa tersebut kita doakan dan kita wujudkan. -agawpr-

Doa: TUHAN, jadikanlah aku pembawa damai.

Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.

Ya Tuhan Allah,
ajarlah aku untuk lebih suka menghibur daripada dihibur;
mengerti daripada dimengerti;
mengasihi daripada dikasihi;
sebab dengan memberi kita menerima;
dengan mengampuni kita diampuni,
dan dengan mati suci kita dilahirkan ke dalam Hidup Kekal.
Amin.



--