Selasa, 07 Oktober 2014 Peringatan Wajib SP. Maria, Ratu Rosario

Selasa, 07 Oktober 2014
Peringatan Wajib SP. Maria, Ratu Rosario

“Wanita Mulia dan Surgawi, Majikan, Ratu, lindungi dan jagalah saya di bawah sayapmu, supaya jangan Setan, penabur kehancuran, berkuasa atasku, supaya jangan musuh jahatku berjaya atasku.
" St. Ephraim (306-373 AD, - Diterjemahkan dari St. Ephraim, Oratio ad Ssmam Dei Matrem; Opera omnia, Ed. Assemani, t. III (graece), Romae, 1747, p. 546.)
     
Antifon Pembuka (bdk. Luk 1:28.42)
 
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu.
  
Hail Mary, full of grace, the Lord is with you. Blessed are you among women and blessed is the fruit of your womb.

   
Pengantar


Hari ini Gereja Katolik merayakan Peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario. Peristiwa besar yang melatarbelakangi penetapan tanggal 7 Oktober sebagai tanggal Peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario adalah peristiwa kemenangan pasukan Kristen dalam pertempuran melawan pasukan Islam Turki. Menghadapi pertempuran ini Paus Pius V menyerukan agar seluruh umat berdoa Rosario untuk memohon perlindungan Santa Perawan Maria atas Gereja. Doa umat itu ternyata dikabulkan Tuhan. Pasukan Kristen dibawah pimpinan Don Johanes dari Austria berhasil memukul mundur pasukan Turki di Lepanto pada tanggal 7 Oktober 1571. Sebagai tanda syukur Paus Pius V (1566-1572) menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai hari pesta Santa Perawan Maria, Ratu Rosario. Kemudian Paus Klemens IX (1667-1669) mengukuhkan pesta ini bagi seluruh Gereja di dunia. Dan Paus Leo XIII (1878-1903) lebih meningkatkan nilai perayaan ini dengan menetapkan seluruh bulan Oktober sebagai Bulan Rosario untuk menghormati Santa Perawan Maria.

Tobat 3

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Sabda Bapa yang menjadi manusia, membangkitkan iman, harapan, serta cinta kasih. Tuhan, kasihanilah kami.

Engkaulah Sabda Bapa yang mengajari kami menemukan cara pengabdian yang sesuai dengan kehendak Bapa. Kristus, kasihanilah kami.

Engkaulah Sabda Bapa yang mengingatkan kami akan pentingnya mencari Kerajaan Surga terlebih dahulu. Tuhan, kasihanilah kami.
   

Doa Pagi

  
Allah yang Mahabaik, kami bersyukur atas iman yang telah Engkau tanam dalam hati kami. Kami mohon, bukalah hati kami agar siap sedia menerima kehadiran-Mu yang senantiasa membawa berkah bagi kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
     
Bacaan-bacaan dan Mazmur Tanggapan dari hari biasa, atau dari Rumus Umum SP. Maria, misalnya: Kis 1:12-14; MT Luk 1:46-47.48-49.50-51.52-53.54-55; R: Berbahagialah engkau, Perawan Maria, karena engkau telah mengandung Putra Bapa kekal, atau: alleluya; -- Luk 1:26-38
      
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia (1:13-24)
       
"Allah berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa."
      
Saudara-saudara, kalian tentu telah mendengar tentang hidupku dalam agama Yahudi dulu. Tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Dalam agama Yahudi itu aku jauh lebih maju dari banyak teman sebaya di antara bangsaku, karena aku sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. Tetapi Allah telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh karena kasih karunia-Nya. Ia berkenan menyatakan Anak-Nya dalam diriku, agar aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa lain. Pada waktu itu sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia. Aku juga tidak pergi ke Yerusalem untuk mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku. Tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Baru tiga tahun kemudian aku pergi ke Yerusalem untuk menemui Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. Tetapi rasul-rasul yang lain tak seorang pun yang kulihat, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. Di hadapan Allah kutegaskan: Apa yang kutulis kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. Tetapi aku tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. Mereka hanya mendengar, bahwa orang yang dahulu menganiaya mereka sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. Dan mereka memuliakan Allah karena aku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Ayat. (Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15; R:13b)
1. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku. Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan atau berbaring segala jalanku Kaumaklumi.
2. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Engkaulah yang menenun aku dalam kandunagn ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku; ajaiblah apa yang Kaubuat.
3. Jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:38-42)
    
"Marta menerima Yesus di rumahnya. Maria telah memilih bagian yang terbaik."
      
Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan


Paus Yohanes Paulus II dalam Anjuran Apostolik di Gereja di Asia (Ecclesia in Asia) mengatakan bahwa semakin umat berakar kuat dalam pengalaman akan Allah, semakin umat dapat dipercaya untuk mewartakan Kerajaan Allah. Hal itu terjadi, antara lain dari kesetiaan mendengarkan Sabda Allah, doa dan kontemplasi. Jantung Gereja yang khas harus diletakkan pada kontemplasi akan Yesus Kristus. Perutusan itu aksi yang kontemplatif dan kontemplasi yang aktif. Oleh karena itu, seorang murid yang tidak mempunyai pengalaman akan Allah dalam doa dan kontemplasi tidak akan banyak menumbuhkan, baik hidup rohani maupun karya misioner (EA, 23).

Lewat Injil hari ini Yesus mengundang kita untuk melihat roh apa yang menggerakkan hidup dan karya kita. Ketika Yesus datang ke rumah Maria dan Marta, Maria memilih duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan Sabda-Nya. Sedangkan Marta memilih untuk pergi ke dapur, mempersiapkan sesuatu untuk dihidangkan bagi Yesus. Ia mau memberikan pelayanan yang terbaik bagi Sang Tamu agung, yaitu Yesus sampai akhirnya Marta menjadi gelisah dan telah dikuatirkan oleh banyak perkara. Ia menganggap Maria, saudarinya, tidak berbuat apa-apa. Padahal, Maria telah memilih bagian yang terbaik.

Sebetulnya, tindakan Marta tidak dipuji namun juga tidak diremehkan. Yesus hanya menantang Marta untuk meninjau kembali apa yang harus diutamakan. Marta diingatkan bahwa tanpa keterikatan pada Yesus, pelayanannya bisa bukan merupakan sebuah ungkapan kasih yang sehat dan sejati.

Seluruh Injil menampilkan kepada kita perintah ganda. Pertama, cinta kepada Tuhan yang bisa diungkapkan dengan beberapa hal. Misalnya, ketekunan mendengarkan Sabda-Nya dan kesetiaan dalam doa. Kedua, cinta kepada sesama yang bisa kita ungkapkan dengan memberi perhatian dan pelayanan kepada sesama.

Hari ini kita diundang untuk membangun relasi cinta dengan Tuhan. Kita diajak untuk mendengarkan Sabda-Nya. Kita disadarkan bahwa doa menjadi jalan yang cocok untuk melaksanakan hal itu. Kontemplasi menjadi cara yang pas untuk menjalin ikatan yang mesra dengan Yesus. Pelayanan kita harus mengalir dari doa. Karya kita harus lahir dari relasi dengan Yesus. Aksi harus muncul dari kontemplasi. (CAFE ROHANI)

Antifon Komuni (Luk 1:31)
    
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Behold, you will conceive in your womb and bear a son, and you shall name him Jesus.