| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Kobus: Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran


Minggu, 09 November 2014 Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran

Minggu, 09 November 2014
Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran
 
   

“Tuhan tidak hanya hidup di dalam kenisah buatan manusia, yang dibangun dari kayu dan batu, tetapi lebih-lebih tinggal di dalam jiwa yang diciptakan menurut citra-Nya.” (St. Caesarius dari Arles)
   

Antifon Pembuka (bdk. Why 21:2)
   
Kulihat kota yang suci, Yerusalem yang baru, turun dari surga, dari Allah, berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
     
I saw the holy city, a new Jerusalem, coming down out of heaven from God, prepared like bride adorned for her husband
    

atau (bdk. Why 21:3)
    
Lihatlah, kemah Allah di antara manusia! Dia akan berdiam bersama mereka, dan mereka akan menjadi umat-Nya dan Allah-bersama-mereka ini akan menjadi Allah mereka.
   
Behold God's dwelling with the human race. He will dwell with them and they will be his people, and God himself with them will be their God.
  

atau (Mzm 68:6,7,36,2)
  
Deus in loco sancto suo: Deus, qui inhabitare facit unanimes in domo: ipse dabit virtutem et fortitudinem plebi suæ.
   

Doa Pagi
    

Allah Bapa yang mahaagung, Engkau telah berkenan memilih kami sebagai batu-batu hidup bagi bangunan kediaman-Mu. Curahkanlah selalu anugerah Roh kepada Gereja-Mu, agar umat-Mu yang selalu setia akan rahmat-Mu berkembang dalam pembangunan Yerusalem baru. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel (47:1-2.8-9.12)
       
    
"Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup."
        
Sekali peristiwa aku dibawa malaikat Tuhan ke gerbang Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu, mengalir menuju timur, sebab Bait Suci itu juga menghadap ke timur. Air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci, sebelah selatan mezbah. Lalu malaikat itu menuntun aku keluar melalui pintu gerbang utara, dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur. Sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Lalu malaikat itu berkata kepadaku, "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin; maka air laut yang mengandung banyak garam itu menjadi tawar. Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup. Ikan-ikan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di sana hidup. Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak pernah layu, dan buahnya tidak habis-habis. Tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
      
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 847
Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 46:2-3.5-6.8-9; R: 5)
1. Allah itu tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.
2. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, di sukakan oleh aliran-aliran sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
3. Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan. Yang mengadakan permusuhan di bumi.
    
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (1Kor 3:9b-11,6-17)
      
"Kamu adalah tempat kediaman Allah."
      
Saudara-saudara, kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (2Taw 7:16, 2/4)
Tempat ini telah Kupilih dan Kukuduskan. Supaya nama-Ku tinggal di sana sepanjang masa.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (2:13-22)
    
"Bait Allah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri."
        
Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku. Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
    
Renungan 
     

Hari ini kita merayakan Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran. Basilika agung ini didirikan oleh Kaisar Konstantinus Agung, putera Santa Helena, pada tahun 324. Dalam konteks sejarah Kristiani, Basilika ini merupakan Basilika agung yang pertama, yang melambangkan kemerdekaan dan perdamaian di dalam Gereja setelah tiga-abad lebih berada di dalam kancah penghambatan dan penganiayaan kaisar-kaisar Romawi yang kafir. Pemberkatannya yang kita peringati pada hari ini merupakan peringatan akan kemerdekaan dan perdamaian itu.

Memang semenjak zaman para rasul, sudah ada tempat-tempat berkumpul untuk merayakan Ekaristi serta mendengarkan Firman Tuhan. Namun karena ketenteraman Gereja selalu diselingi dengan aksi-aksi pengejaran dan penganiayaam terhadap orang Kristen, maka gereja-gereja pada waktu itu hanyalah berupa sebuah ruangan di dalam rumah-rumah tinggal orang Kristen. Selama berkobarnya penganiayaan, upacara-upacara keagamaan biasanya dirayakan di katekombe-katekombe, yaitu kuburan bawah tanah di luar kota.
   
Ketika Kaisar Konstantinus bertobat dan mengumumkan edik Milano Dada tahun 303, ia memusatkan perhatiannya pada pembangunan gereja-gereja yang indah. Ibunya Santa Helena menjadi salah seorang pendorong dan pembantu dalam usaha mendirikan gereja-gereja itu. Gereja pertama yang dibangun ialah Basilika Agung Penebus Mahakudus di Lateran. Letaknya di atas bukit Goelius dan tergabung dengan istana kekaisaran, Lateran. Gereja ini diberkati dengan suatu upacara agung dan meriah oleh Sri Paus Silvester I (314-335) pada tahun 324. Karena basilika itu merupakan gereja katedral untuk Uskup Roma yang sekaligus menjabat sebagai Paus, maka basilika itu pun disebut 'induk semua gereja', baik di Roma maupun di seluruh dunia. Tertulis demikian dalam bahasa Latin "SACROS. LATERAN. ECCLES. OMNIUM URBIS ET ORBIS ECCLESIARUM MATER ET CAPUT" (Gereja Lateran yang suci - Sacrosancta Lateranensis Ecclesia - Ibu dan Kepala seluruh Gereja di kota [Roma] dan dunia) di pintu masuk Basilika Lateran. Karena itu juga Basilika Lateran merupakan gereja paroki bagi seluruh umat Katolik sedunia. Basilika itu sekarang disebut Gereja Santo Yohanes Lateran.
  
Basilika Lateran merupakan Tahta Paus, bukan Basilika St. Petrus sebagaimana yang anda kira selama ini. Ketika Paus menetapkan dogma, Beliau berbicara dari Tahtanya di Basilika Lateran ini. Di Basilika Lateran inilah Kursi Petrus berada.
  
Mula-mula pesta ini hanya dirayakan di Roma, namun lama kelamaan menjadi pesta bagi seluruh gereja. Dalam pesta ini, selain kita mengenang dan memperingati kemerdekaan dan perdamaian yang dialami Gereja, kita juga mau mengungkapkan cinta kasih dan kesatuan kita dengan Uskup Roma, yang sekaligus menjabat sebagai Paus, pemersatu seluruh Gereja dalam cinta kasih Kristus. Gereja, tempat kita berkumpul merupakan tanda dan lambang Gereja, Umat Allah.

Sumber: IP

Sabtu, 08 November 2014 Hari Biasa Pekan XXXI

Sabtu, 08 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXI
  
“Jangan takut akan kata ‘mati’. Tetapi bergembiralah akan berkat kurnia yang menyusul kematian bahagia” (St. Ambrosius)

  

Antifon Pembuka (Mzm 112:5-6)
  
Orang baik menaruh belas kasih dan memberi pinjaman, ia melakukan segala usaha dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah dan akan dikenang selama-lamanya.
  
Doa Pagi
  

Ya Allah, semoga dengan kekuatan Sabda-Mu yang akan kami renungkan ini, kami dimampukan untuk mengabdi-Mu dengan setia. Ajarilah kami untuk berani melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan dengan cinta kasih yang bersumber dari-Mu seingga kami layak bagi hidup yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
      

Bantuan dari jemaat untuk keperluan Paulus sangatlah dihargai. Ini adalah salah satu wujud persaudaraan jemaat Filipi, saling membantu dan mendukung. Paulus sangat bersyukur dengan sikap semacam ini. Walaupun baginya hal-hal yang diperlukannya untuk hidup sudah cukup dari hasil kerjanya. Dia sudah melatih diri untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya dari hasil jerih payahnya.
    

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (4:10-19)
       
    
"Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
        
Saudara-saudara, aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya kalian semakin menaruh perhatian lagi kepadaku. Memang perhatianmu selalu ada, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. Hal ini kukatakan, bukan karena aku kekurangan. Sebab aku telah belajar mencukupi diriku dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan, dan aku pun tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tiada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Namun baik jugalah perbuatanmu, yaitu bahwa kalian telah mengambil bagian dalam kesusahanku. Kalian sendiri pun tahu, hai orang Filipi. Waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan utang-piutang dengan daku selain kalian. Di Tesalonika aku telah satu dua kali menerima kiriman bantuan dari kalian. Yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya yang makin menambah keuntunganmu. Kini aku telah menerima dari padamu semua yang perlu, malahan lebih daripada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu kurban yang disukai dan berkenan kepada Allah. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.
Ayat. (Mzm 112:1-2.5-6.8a.9)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi, keturunan orang benar akan diberkati.
2. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.
3. Hatinya teguh, ia tidak takut. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. Yesus Kristus telah menjadi miskin, meskipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.
    
Kesetiaan terhadap hal-hal kecil menjadi sebuah latihan yang bermanfaat untuk skala tanggung jawab yang lebih besar. Latihan-latihan ini sangat berguna ketika diterapkan dalam mengelola kehidupan rohani. Kesetiaan dan ketekunan sangat diperlukan di dalamnya, apalagi ketika mengalami situasi sulit.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:9-15)
   
"Jika kalian tidak setia mengurus mamon durhaka, siapakah yang mau mempercayakan harta sejati kepadamu?"
    
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mammon yang tidak jujur, supaya jika mammon itu tidak dapat menolong lagi, kalian diterima dalam kemah abadi. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi jika kalian tidak setia mengurus mammon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu? [Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?] Seorang hamba tidak mungkin mengabdi dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada yang seorang, dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mammon.” Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Yesus. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Kalian membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan

 
Harta dunia hanyalah sarana. Sarana itu dipakai sejauh menolong kita mencapai tujuan. Tujuan kita satu-satunya adalah keselamatan. Kita diminta untuk setia mengurus harta dunia ini dengan baik. Kita mesti menggunakannya untuk bisa mengantar kita kepada Allah. Harta harus menjadi pelayan kita, bukan tuan kita. Kita hanya bisa menjadi pelayan Allah. Allah adalah Tuan atas hidup kita. Kepada-Nyalah kita mengabdi.
 
Doa Malam
 
Tuhan Yesus, tambahkanlah iman, harapan dan kasihku kepada-Mu. Topanglah aku dengan kekuatan-Mu, sebab jika aku lemah, maka aku kuat karena Engkau yang senantiasa menguatkan aku. Tuhan, ampunilah aku jika sering mengabaikan hal-hal kecil dalam keseharianku. Amin.

RUAH

Mengelola harta duniawi untuk mendapatkan harta surgawi

Jumat, 07 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXI - Jumat Pertama Dalam Bulan
        
Flp. 3:17 - 4:1; Mzm. 122:1-2,3-4a.4b-5; Luk. 16:1-8.
     
Bendahara adalah orang yang dipercaya memegang dan mengelola uang yang bukan miliknya. Dalam Injil hari ini, si bendahara dipuji tuannya sebagai bendaha yang cerdik. Kecerdikannya itu terletak pada kemampuannya untuk mengelola uang dan harta benda tuannya dengan murah hati. Disampaikan 2 contoh. Kepada orang yang meminjam 100 tempayan minyak, surat hutangnya dikembalikan dan ia disuruhnya membuat surat hutang lain, hanya 50 tempayan minyak. Maka, di satu sisi, ia “menghamburkan” harta tuannya sebanyak 50 tempayan minya, namun di sisi lain ia bermurah hati pada orang yang berhutang itu sebanyak 50 tempayan minyak. Demikian pula dengan orang yang berhutang 100 pikul gandum dan hanya diberinya surat hutang 80 pikul. Berarti ia “menghamburkan” harta tuannya sebanyak 20 pikul gandum namun juga bermurah hati pada orang yang berhutang itu sebanyak 20 pikul gandum. Kita tahu bahwa mereka yang berhutang adalah orang yang membutuhkan sehingga pantas diberi kemurahan hati. Si bendahara tersebut memberi dengan murah hati, kendati yang diberikan bukan miliknya sendiri melainkan harta tuannya. Kita pun hendaknya berbuat demikian. Kita ini adalah “bendahara” yang dipercaya untuk mengelola “harta” milik Tuhan dan Tuhan tidak marah tetapi justru menghendaki dan memuji kita yang menggunakan “harta” tersebut dengan murah hati untuk menolong orang lain.
  
Doa: Tuhan, jadikanlah kami orang yang murah hati dalam berbagi harta milik yang Kaupercayakan kepada kami untuk kami kelola. Amin.

Jumat, 07 November 2014 Hari Biasa Pekan XXXI - Jumat Pertama Dalam Bulan

Jumat, 07 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXI - Jumat Pertama Dalam Bulan
    
Tuhan meminta sedikit, memberi banyak, di dunia ini dan di akhirat, kepada mereka yang mencintai-Nya dengan tulus. (St. Gregorius Nazianze)
     

Antifon Pembuka (Flp 3:21)
  
Kristus akan mengubah tubuh kita yang hina menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, berdasarkan kuasa yang membuat Dia sanggup menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Doa Pagi
  

Ya Allah, Engkau menghendaki agar semua orang mengabdi kepada-Mu secara total sehingga dapat memperoleh anugerah keselamatan. Kami mohon, berilah kami kebijaksanaan agar kami senantiasa menjadikan Engkau sebagai yang pertama dan utama dalam hidup kami. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (3:17-4:1)
    

"Kita menantikan Sang Penyelamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia."
        
Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka yang hidup seperti kami. Sebab seperti yang telah sering kukatakan kepadamu dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang hidup sebagai musuh salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut, dan kemuliaan mereka ialah hal-hal aib, sedangkan pikiran mereka semata-mata tertuju ke perkara-perkara duniawi. Tetapi kita adalah warga Kerajaan Surga. Dari sana juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus, Sang Penyelamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, sesuai dengan kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Karena itu, saudara-saudaraku yang kukasihi dan kurindukan, sukacita dan mahkotaku, berdirilah dengan teguh dalam Tuhan!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 844
Ref. Ku menuju ke Altar Allah dengan sukacita.
Atau. Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita.
Ayat. (Mzm 122:1-5)
1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumahTuhan." Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan.
3. Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. Sempurnalah kasih Allah dalam hati orang yang mendengarkan Sabda Kristus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:1-8)
     
"Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."
        
Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Maka si kaya itu memanggil bendaharanya dan berkata, 'Apakah yang telah kudengar tentang dirimu? Berilah pertanggungjawaban atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh bekerja sebagai bendahara lagi.' Berkatalah bendahara itu dalam hatinya, 'Apakah yang harus kuperbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan kuperbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang mau menampung aku di rumah mereka.' Lalu ia memanggil satu demi satu orang yang berutang kepada tuannya. Berkatalah ia kepada yang pertama, 'Berapa besar utangmu pada tuanku?' Jawab orang itu, 'Seratus tempayan minyak.' Lalu kata bendahara itu, 'Inilah surat utangmu. Duduklah dan buatlah surat utang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.' Kemudian ia berkata kepada yang lain, 'Dan Saudara, berapa utangmu?' Jawab orang itu, 'Seratus pikul gandum.' Katanya kepada orang itu, 'Inilah surat utangmu. Buatlah surat utang lain: Delapan puluh pikul.' Bendahara yang tidak jujur itu dipuji tuannya, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
   
Renungan
    
Kata Beato Angelus Paoli (1642-1720), “Kalau Anda ingin melihat Allah, pergilah dan jumpailah orang-orang miskin.” Beato Karmelit ini menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melayani orang-orang miskin dan terlantar. Dengan uang dan harta yang dia peroleh dari para donatur, dia membantu sesamanya yang miskin. Dengan cara itulah Angelus Paoli yang dikenal sebagai “Bapa Cinta Kasih” ini mengumpulkan pahala bagi masa depan, Kerajaan Allah.

Dalam Injil Lukas 16:1-8 ini Yesus memuji bendahara yang tidak jujur, yang berbuat curang dengan mengganti surat hutang baru. Sesuai kebiasaan Timur Tengah zaman itu, tindakannya merupakan sebuah perhitungan yang cerdik. Bendahara tidak diberi gaji. Karena itulah, ia boleh mencari cara bagaimana mendapatkan uang sebagai gaji. Ia boleh menaikkan dari apa yang seharusnya dibayar kepada majikannya. Selisihnya itu boleh diambilnya sebagai upah.

Itulah sebabnya, dengan mudah ia menyuruh untuk mengubah surat hutang. Hal itu tidak merugikan tuannya. Dia hanya melepaskan kelebihan uang yang sebetulnya untuk dirinya sendiri sebagai upah. Dia membiarkan laba itu hilang demi masa depannya. Dia hanya mau mengumpulkan jasa untuk memperoleh penampungan kalau ia dipecat oleh majikannya. Uang atau harta telah dimanfaatkan dengan cerdik demi masa depan sementara di dunia ini.

Anak-anak dunia memang cerdik dalam menjalankan uang. Hal itu mereka lakukan demi masa depan. Anak-anak terang diminta untuk belajar dari mereka ini. Uang yang hanya dikumpulkan dan disimpan untuk menumpuk kekayaan pribadi tidak ada artinya. Ketika mati, orang akan meninggalkan segalanya. Namun, bila orang menggunakan uang untuk menolong kaum miskin dan terlantar, ia tidak akan kehilangan upahnya. Dia akan mengumpulkan pahala surgawi.

Belas kasih terhadap kaum miskin menjadi jalan keselamatan. Murah hati terhadap kaum terlantar menghimpun jatah untuk masa depan. Singkatnya, Yesus mengundang kita untuk belajar dari cerdiknya sang bendahara, simbol anak-anak dunia. Anak-anak terang, simbol murid-murid Tuhan, juga harus bertindak cerdik: menggunakan uang demi masa depan, yakni untuk mendapatkan harta surgawi. Beato Angelus Paoli telah menjadi contoh bagi kita. (Cafe Rohani)
         
  
Orang-orang Kristen harus rela meringankan kemalangan orang-orang yang berkekurangan. Seorang Kristen adalah bendahara harta pusaka Tuhan (Katekismus Gereja Katolik, 952)

Buah kerjasama antara rahmat dan usaha: PERTOBATAN

Kamis, 06 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXI

                      
Flp. 3:3-8a; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Luk. 15:1-10. 

  
Pertobatan merupakan buah kerjasama antara rahmat dan usaha. Karena kerapuhan dan kelemahan kita, tidak mungkin kita bisa bertobat kalau hanya mengandalkan usaha dan kekuatan kita. Maka, kita harus mengandalkan rahmat Tuhan. Namun, rahmat Tuhan juga tidak akan bekerja pada kita kalau kita tidak menanggapinya dengan melakukan usaha konkret pertobatan. Salah satu usaha itu adalah seperti yang dilakukan oleh para pemungut cukai dan orang-orang berdosa dalam Injil hari ini, yakni datang kepada Tuhan dan mendengarkan-Nya. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, kita akan dianugerahi rahmat-Nya dan dengan demikian menyatulah dalam diri kita antara usaha dan rahmat sehingga mendatangkan buah yang luar biasa.

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk menyatukan setiap usaha kami dengan rahmat-Mu. Amin.

Kamis, 06 November 2014 Hari Biasa Pekan XXXI

Kamis, 06 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXI
  
Kamu diserahi harta yang tak dapat binasa, dan Tuhan akan minta pertanggungjawaban darimu pada waktu kedatangan-Nya. --- St. Sirilus dari Yerusalem.
  

Antifon Pembuka (105:4-5)
   
Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya. Mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.

Doa Pagi


Allah Bapa kami yang Maharahim, meskipun kami mencari jalan sendiri yang lain dengan jalan-Mu, namun Engkau datang juga kepada kami. Orang berdosa Kau ajak bertobat dan yang ter-sesat Kau cari. Perkenankanlah kami selalu saling memberi kesempatan, mencari yang hilang, dan bangga serta gembira, karena persahabatan kami dengan Dikau dapat dipulihkan kembali. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
  
Paulus mengalami titik balik yang luar biasa ketika berjumpa dengan Yesus. Baginya semua hal yang dulu dikerjakan untuk membangun hidup keagamaan menjadi sia-sia karena yang terutama ternyata hadir dalam diri Yesus dan pengelolaan hidup rohani yang ideal juga didasarkan pada Yesus.
       

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (3:3-8a)
     

"Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap merugikan karena Kristus."
         
Saudara-saudara, kitalah orang-orang bersunat, yaitu kita yang beribadat oleh Roh Allah, yang bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh kepercayaan pada hal-hal lahiriah. Meskipun demikian sebenarnya aku mempunyai alasan untuk menaruh kepercayaan pada hal-hal lahiriah. Kalau orang lain menyangka dapat mengandalkan hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: aku disunat pada hari kedelapan, aku seorang Israel, dari suku Benyamin, aku seorang Ibrani asli; mengenai pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi; mengenai kegiatanku dalam agama Yahudi aku penganiaya jemaat; mengenai kebenaran dalam menaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap merugikan karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi karena aku telah berkenalan dengan Kristus Yesus, Tuhanku, sebab hal itu lebih mulia dari segala-galanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan.
atau Alleluya
Ayat. (Mzm 105:2-3.4-5.6-7)
1. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.
2. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya. Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mukjizat dan ketetapan-ketetapan yang diucapkan-Nya.
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya. Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian.
  
Bagi Yesus, masing-masing pribadi memiliki nilai yang luar biasa. Maka hadirnya satu orang saja yang hidupnya berubah dan kembali kepada Allah akan menimbulkan sukacita luar biasa. Mereka yang menjauh pun akan dicari dan dibawa kembali dalam persatuan kasih dengan Allah.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (15:1-10)
    
"Akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat."
     
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama dengan mereka.” Maka Yesus menyampaikan perumpamaan berikut kepada mereka, “Siapakah di antaramu yang mempunyai seratus ekor domba lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang 99 ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira. Setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, ‘Bersukacitalah bersama aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.’ Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau wanita manakah yang mempunyai sepuluh dirham, lalu kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, ‘Bersukacitalah bersama aku, sebab dirhamku yang hilang telah kutemukan.’ Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Misi Yesus adalah menyelamatkan orang-orang berdosa. Hal itu ditunjukkan-Nya bukan hanya dengan kata-kata, tetapi terlebih dalam hidup dan pelayanan-Nya. Lewat perumpamaan tentang domba yang hilang, Yesus menunjukkan cinta Allah bagi para pendosa. Ia sendiri bergaul dan makan bersama dengan mereka. Hal ini dilakukan-Nya untuk membawa mereka kepada pertobatan dan kembali mengalami kasih-Nya yang menyelamatkan.

Doa Malam

Yesus, anugerahilah aku mata yang bening dan hati yang hening agar apa yang baik adil dan benar yang aku lihat dapat membawa hatiku kepada rasa syukur kepada-Mu serta membawa banyak jiwa kepada-Mu lewat doa-doaku. Ampunilah aku dari sikap cepat bersungut-sungut manakala melihat hal yang tak berkenan di hati. Yesus, Engkaulah Penyelamatku. Amin.


RUAH

Menanggung aneka kewajiban yang melekat sebagai orang Katolik

Rabu, 05 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXI
         
   
Flp. 2:12-18; Mzm. 27:1,4,13-14; Luk. 14:25-33.
     
Sewaktu masih kecil, saya sangat senang untuk ikut bapak atau simbok pergi ke pasar, meski harus berangkat sebelum jam 4 pagi dan menyusuri jalan setapak dengan menggunakan oncor atau obor blarak selama kurang lebih 2 jam. Dengan demikian, saya harus bangun lebih awal dan mengorbankan enaknya tidur. Tidak hanya itu, saya juga harus membawa sebagian kecil barang yang akan dijual di pasar. Kurang lebih, tuntutan Yesus untuk kita juga seperti itu. Untuk bisa mengikuti-Nya secara layak, kita harus meninggalkan dan melepaskan banyak hal yang tidak sesuai dengan kehidupan Kristiani. Tidak hanya itu, kita juga harus menanggung aneka kewajiban yang melekat pada kita sebagai orang Katolik. Semoga kita menjalani semua itu dengan perasaan senang dan bahagia.
   
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar kami dapat menjadi pengikut-Mu yang bahagia, kendati harus melepaskan banyak kesenangan dan menanggung banyak kewajiban sebagai orang Katolik. Amin.

Rabu, 05 November 2014 Hari Biasa Pekan XXXI

Rabu, 05 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXI
    
“Gereja Katolik dipisahkan dan dibedakan oleh tiga karakteristik ini: kesatuan ajaran, kesatuan organisasi, kesatuan penyembahan. Kesatuan ini begitu menonjol sehingga olehnya setiap manusia dapat menemukan dan mengenali Gereja Katolik.
Merupakan kehendak Allah, pendiri Gereja, bahwa semua domba pada akhirnya harus berkumpul bersama dalam satu kawanan, dibawah bimbingan satu gembala. Semua anak-anak Allah dipanggil menuju satu-satunya rumah bapa mereka, dan batu penjurunya adalah Petrus. Setiap manusia harus bekerja bersama sebagai saudara untuk menjadi bagian dari kerajaan Allah yang tunggal ini; karena warga kerajaan ini disatukan dalam kedamaian dan harmoni di bumi agar mereka dapat menikmati kebahagiaan kekal suatu hari nanti di surga.” (St. Yohanes XXIII, Paus, Ad Petri Cathedram)
 

Antifon Pembuka (Mzm 27:1)
 
Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
 
The Lord is my light and my salvation; whom shall I fear? The Lord is the stronghold of my life; whom should I dread?
 
Dominus illuminatio mea, et salus mea, quem timebo? Dominus defensor vitæ meæ, a quo trepidabo?

 
Tobat 3

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Sabda Allah yang mewahyukan kepada kami rencana penyelamatan manusia oleh Allah. Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau mengutus Roh Kudus, Roh kebijaksanaan untuk menerangi jalan hidup kami. Kristus, kasihanilah kami.

Engkau memanggil kami untuk mengikuti-Mu sebagai murid dengan meninggalkan segalanya serta memanggul salib. Tuhan, kasihanilah kami.
 

Doa Pagi

 
Ya Allah sumber kebijaksanaan, utuslah Roh Kebijaksanaan-Mu kepada kami, agar kami dapat memahami kehendak-Mu serta melaksanakannya dalam hidup kami sehari-hari. Ajarilah kami untuk berani menyangkal diri dan melepaskan segala sesuatu agar kami dapat menjadi murid-murid-Mu yang sejati. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (2:12-18)
     

"Kerjakanlah keselamatanmu, Allahlah yang mengerjakan dalam dirimu, baik kemauan maupun pelaksanaan."
      
Saudara-saudara kekasih, kalian senantiasa taat. Karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi lebih-lebih sekarang waktu aku tidak hadir. Sebab Allahlah yang mengerjakan dalam dirimu baik kemauan maupun pelaksanaan menurut kerelaan-Nya. Lakukanlah segala sesuatu tanpa bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kalian tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini. Maka kalian akan bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada sabda kehidupan. Dengan demikian aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa tidak sia-sialah aku berlomba dan berjerih payah. Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada kurban dan ibadat imanmu, aku bergembira dan bersukacita bersama kalian. Dan kalian pun hendaknya bergembira dan bersukacita bersama aku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 865
Ref. Tuhan, Dikaulah penyelamatku.
atau Tuhan adalah terang dan keselamatanku.
Ayat. (Mzm 27:1.4.13-14)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Berbahagialah kalian, bila dinista karena nama Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:25-33)
    
"Yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi milik-Ku."
     
Pada suatu ketika orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Yesus berkata kepada mereka, "Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudarinya, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antaramu, yang mau membangun sebuah menara, tidak duduk membuat anggaran belanja dahulu, apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Jangan-jangan sesudah meletakkan dasar ia tidak dapat menyelesaikannya. Lalu semua orang yang melihat itu akan mengejek dengan berkata, 'Orang itu mulai membangun, tetapi tidak dapat menyelesaikan.' Atau raja manakah yang hendak berperang melawan raja lain, tidak duduk mempertimbangkan dulu apakah dengan sepuluh ribu orang ia dapat melawan musuh yang datang menyerang dengan dua puluh ribu orang? Jika tidak dapat, iaakan mengirim utusan selama musuh masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikianlah setiap orang di antaramu yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakan-Nya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
  
Renungan
  
  Injil hari ini mengatakan begitu keras kepada ktia tentang syarat untuk mengikuti Yesus. Dalam pernyataannya Yesus meminta kita semua untuk mengikuti-Nya diatas segala–galanya melebih kasih kepada oang tua dan relasi kita dengan sesama. Apakah Yesus mau mengatakan bahwa untuk mengikuti-Nya kita harus terlebih dahuluu “melupakan”, “menjauh” atau sampai hati “membenci” orang tua kita sendiri atau sahabat dan kerabat kita sendiri? Yesus tidak menyatakan demikian dan bukan itulah maksud dari pernyataan Yesus. Yesus sendiri mengajak kita untuk menghormati ayah dan ibu kita (Luk 18:2), bagaimana mungkin disaat yang sama Yesus meminta kita untuk tidak menghormati orang tua kita?

Bagaimanapun, kita sadari bersama bahwa Tuhan adalah hukum tertinggi diatas segalanya. Kita tidak dapat mencintai Tuhan, namun disatu sisi kita terikat oleh harta benda dan begitu terikat olehnya sehingga kita sendiri lupa untuk mencintai Tuhan. Cinta kepada Tuhan harus benar – benar terbebas dari hal – hal duniawi. Maksudnya bahwa, ketika kita mengejar uang untuk kepentingan hidup dan sesama harus disadari pula bahwa uang adalah pemberian Tuhan pula dan cinta yang layak dan pantas hanya dapat diberikan kepada Tuhan dan bukan kepada uang. Kepemilikan harta benda tidak mengikat diri kita sama sekali sehingga kita dapat dengan bebas mencintai dan mengikuti Tuhan, sehingga uang atau harta benda tidak menjadi batu sandungan bagi kita dalam berelasi dengan Tuhan. Demikianpun halnya dengan orang tua. Kita haruslah amat dan sangat mencintai dan menghormati kedua orang tua kita, namun disaat yang sama kita harus ingat bahwa kedua orang tua kita adalah pemberian Tuhan sendiri. Apabila cinta dan hormat kita kepada orang tua atau kerabat lebih besar melampaui cinta kita kepada Tuhan, tidakkah kita menduakan Tuhan dan terperangkap dalam jerat berhala? Kita tidak dapat mencintai Tuhan jika cinta kita kepada orang tua atau kerabat terdekat lebih besar melampaui cinta kita kepada Allah. Justru sebaliknya, cinta kepada Tuhan adalah hasrat terutama dan yang utama, dimana kasih kita kepada Tuhan jauh melampaui segala – galanya sebab Tuhanlah yang memberikan kepada kita segala – galanya.
 
Ketika cinta kasih dan hormat kita kepada Tuhan lebih dari apapun, cinta itu pun harus tertuang kepada sesama terlebih orang tua kita sebab kerabat atau orang tua kita pun adalah milik kepunyaan Tuhan yang harus kita cintai dengan cara sewajarnya dengan tidak melupakan hormat dan kasih kepada Allah. Kata kuncinya adalah kita hanya dapat mencintai Tuhan dengan sungguh apabila kita benar – benar lepas dari hal – hal yang mengikat kita yang menyebabkan kita menduakan Tuhan. Sebaliknya, cinta kepada Tuhan tidak boleh melupakan sesama sebab semua adalah milik kepunyaan Tuhan yang harus kita cintai dengan cara sewajarnya.

  
Deus Providebit

Memenuhi undangan-Nya

Selasa, 04 November 2014
Peringatan Wajib St. Carolus Borromeus
 

Flp. 2:5-11; Mzm. 22:26b-27,28-30a,31-32; Luk. 14:15-24.
     
Di hadapan Tuhan, selalu ada tempat bagi siapa pun yang mau datang kepada-Nya dan memenuhi undangan-Nya. Oleh karena itu, hendaknya kita tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk datang kepada-Nya dan menikmati hidangan yang Ia sediakan bagi kita. Mungkin hari-hari kita memang sibuk karena berbagai macam pekerjaan dan tanggung jawab yang harus kita lakukan. Namun, hal ini tidak boleh kita jadikan sebagai alasan untuk mengabaikan undangan Tuhan yang tidak terlalu membutuhkan banyak waktu. 15 menit sampai 1 jam setiap hari atau 1,5 jam pada hari Minggu, rasanya tidak lama kalau dibandingkan dengan 24 jam yang setiap hari dianugerahkan Tuhan kepada kita.
          
Doa: Tuhan, waktu yang kami miliki adalah anugerah-Mu. Bantulah kami untuk tidak kikir dalam meluangkan waktu untuk datang kepada-Mu. Amin.

Selasa, 04 November 2014 Peringatan Wajib St. Carolus Borromeus

Selasa, 04 November 2014
Peringatan Wajib St. Carolus Borromeus
 
“Dalam persekutuan para kudus, "diantara para beriman apakah mereka telah ada di dalam tanah air surgawi atau masih menyilih di tempat penyucian atau masih berziarah di dunia - benar-benar terdapat satu ikatan cinta yang tetap dan satu pertukaran kekayaan yang berlimpah" (ibid.). Dalam pertukaran yang mengagumkan ini kekudusan seseorang dapat berguna untuk orang lain, dan malahan lebih daripada dosa seseorang dapat merugikan orang lain. Dengan demikian penggunaan persekutuan para kudus dapat membantu pendosa yang menyesal, bahwa ia lebih cepat dan lebih berdaya guna dibersihkan dari siksa-siksa dosanya.” (Katekismus Gereja Katolik, 1475)
  

Antifon Pembuka (Yeh 14:11.23-24)

Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.
  
Doa Pagi

      
Ya Allah, Engkau menyediakan bagi segala bangsa suatu perjamuan di rumah-Mu untuk menghapus air mata dari wajah manusia. Semoga kami Kauteguhkan dengan daya Roh-Mu, agar kami pun dapat berbagi apa yang kami miliki untuk mengurangi kelaparan sesama dan menghapus air mata dari wajah mereka. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
    
Dalam membangun kualitas relasi sosial dalam hidup bersama dan sekaligus hidup spiritual yang baik, sangat diperlukan sikap kerendahan hati. Sikap ini bisa kita teladani dari Yesus sendiri, yang rela mengosongkan diri, menjadi manusia, menderita dan wafat di salib.
 

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (2:5-11)
  

“Yesus telah merendahkan diri, maka Ia diagungkan oleh Allah.”
      
Saudara-saudara, dalam hidup bersama hendaklah kalian bersikap seperti Kristus Yesus. Walaupun dalam rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai wafat, bahkan sampai wafat di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah segala yang ada di langit, yang ada di atas dan di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa, semua lidah mengakui ‘Yesus Kristus adalah Tuhan’.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku melambungkan puji-pujian di tengah jemaat yang besar, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 22:26b-27.28-30a.31-32)
1. Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang takwa. Orang miskin akan makan sampai kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia; biarlah hati mereka hidup untuk selamanya.
2. Segala ujung bumi akan menjadi sadar, lalu berbalik kepada Tuhan; segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa. Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah: semua orang sombong di bumi.
3. Dan aku akan hidup bagi Tuhan, anak cucuku akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan menceritakan hal ikhwal Tuhan kepada angkatan yang akan datang. Dan menuturkan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti. Semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.
  
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Mat 11:28)
Datanglah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepada kalian.
    
Tidak semua orang mau turut dalam perjamuan Kerajaan Allah. Mereka lebih senang berhenti dalam kesibukan dan kenikmatan mereka sendiri. Nilai penting kebahagiaan dalam kerajaan Allah, terhalangi oleh kesibukan terhadap diri sendiri dan kenikmatan di dalamnya.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:15-24)
   
"Pergilah ke semua jalan dan persimpangan dan paksalah orang-orang yang ada di situ masuk, karena rumahku harus penuh."
     
Pada waktu itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Sementara perjamuan berlangsung, seorang tamu berkata kepada Yesus, “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Ada seorang mengadakan perjamuan besar. Ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan, ‘Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.’ Tetapi mereka semua minta dimaafkan. Yang pertama berkata, ‘Aku baru membeli ladang dan harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.’ Yang lain berkata, ‘Aku baru membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.’ Yang lain lagi berkata, ‘Aku baru saja menikah, dan karena itu aku tidak dapat datang.’ Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semua itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya, ‘Pergilah segera ke jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan cacat, orang-orang buta dan lumpuh.’ Kemudian hamba itu melaporkan, ‘Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan. Sekalipun demikian, masih ada tempat.’ Maka tuan itu berkata, ‘Pergilah ke semua jalan dan persimpangan dan paksalah orang-orang yang ada di situ masuk, karena rumahku harus penuh.’ Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari para undangan itu akan menikmati jamuan-Ku."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Kita diundang untuk membangun persaudaraan yang inklusif. Semua orang adalah saudara dan saudari kita. Tuhan menjadi model bagi kita. Ia menginginkan semua orang masuk dalam rumah-Nya. Rumah-Nya harus penuh. Karena itu Ia mengundang dan menerima siapa saja yang datang kepada-Nya untuk menikmati jamuan-Nya. St. Karolus Boromeus telah menikmati jamuan itu di surga.

Doa Malam

Yesus, Engkau telah mengundang kami dalam perjamuan Ekaristi namun kami sering membuat suatu rasionalisasi. Kami mengamini segala kesibukan dan mengalahkan perayaan Ekaristi. Tetapkanlah hati kami agar semakin mencintai undangan perjamuan Ekaristi, sumber hidup umat beriman. Dengan demikian kami pun kelak boleh menikmati perjamuan abadi di surga. Amin.

RUAH

Lengkapilah sukacitaku, hendaklah kalian sehati sepikir.

Senin, 03 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXI

   
Flp. 2:1-4; Mzm. 131:1,2,3; Luk. 14:12-14. 
     
Pesan Injil hari ini sangat singkat dan mendalam, yakni memberi dengan tulus tanpa mengharap imbalan atau balasan. Itulah yang dikehendaki Tuhan untuk kita perbuat, termasuk pada saat kita mengadakan perjamuan. Dalam kaitannya dengan bacaan I, kita diajak untuk tidak mencari dan mengutamakan kepentingan sendiri tetapi hendaklah kita rendah hati dengan mengutamakan orang lain dan kepentingan mereka. Kalau setiap orang berpikir dan berbuat demikian, kita boleh yakin bahwa kehidupan bersama kita akan mengalami kemajuan yang pesat dan kesejahteraan bersama tidak mustahil untuk terwujud dengan mudah.
    
Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk berani mengutamakan kepentingan orang lain dan memberi serta melayani dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan. Amin.

Senin, 03 November 2014 Hari Biasa Pekan XXXI

Senin, 03 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXI
 
Kerinduan duniawiku sudah disalibkan. Di dalam aku ada air yang hidup dan berbicara, yang berbisik dan berkata kepadaku: Mari menuju rumah Bapa (St. Ignatius dari Antiokhia)
  

Antifon Pembuka (Flp 2:4)

Janganlah masing-masing hanya memperhatikan kepentingan sendiri, melainkan kepentingan orang lain.

Doa Pagi


Allah Bapa yang mahamulia dan mahakuasa, Engkau memerhatikan semua orang, mereka yang kesepian dan lemah selalu Kaubantu; para perantau dan pendosa tak Kaulupakan. Kami mohon, berilah kami keberanian untuk mengakui bahwa kami ini orang-orang berdosa. Lindungilah kami terhadap kesombongan yang mau menguasai hati kami, sehingga kami berkenan di hati-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
    
Paulus menasihati jemaat di Filipi untuk terus-menerus memperjuangkan berbagai kualitas diri dan nilai-nilai relasi sosial dalam membangun persaudaraan. Hadirnya kualitas relasi sosial ini menjadi sumber sukacita dan eratnya kasih persaudaraan.
    

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (2:1-4)
   

"Lengkapilah sukacitaku, hendaklah kalian sehati sepikir."
     
Saudara-saudara dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasih. Maka sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kalian sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia. Sebaliknya dengan rendah hati anggaplah orang lain lebih utama daripada dirimu sendiri. Janganlah masing-masing hanya memperhatikan kepentingan sendiri, melainkan kepentingan orang lain juga.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, lindungilah aku dalam damai-Mu.
Ayat. (Mzm 131:1.2.3)
1. Tuhan, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
2. Sungguh, aku telah menenangkan dan mendirikan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya.
  
Bait Pengantar Injil
Ref. Alelluya
Ayat. Jika kalian tetap dalam firman-Ku, kalian benar-benar murid-Ku, dan kalian akan mengetahui kebenaran.
  
Latihan rohani dalam bentuk kegiatan sosial sangatlah penting. Perlu diperhatikan dalam latihan ini: bukan soal apa yang dikerjakan dan bagaimana nanti bisa mendapatkan balasan dari orang lain, tetapi ketulusan dan kemauan untuk memberi tanpa mendapatkan balasan. Itulah kasih sempurna, kasih Yesus sendiri.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:12-14)
     
"Janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, melainkan undanglah orang-orang miskin dan cacat."
     
Yesus bersabda kepada orang Farisi yang mengundang Dia makan, “Bila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam, janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula, dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi bila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta. Maka engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Adalah kecenderungan manusia untuk mempraktekkan politik balas budi. Saya bekerja dan berbuat sesuatu karena dia sudah berbuat baik kepadaku. Hal yang demikian ini sangat manusiawi. Namun, sikap tersebut kurang Kristiani. Seorang Kristen melakukan sesuatu yang baik untuk sesamanya, pertama-tama bukan karena dia sudah berbuat baik sehingga saya membalas. Dengan demikian kita mau mencontoh hidup Allah sendiri. Ia memberikan kebaikan-Nya dan menganugerahkan cinta-Nya demi kita, tanpa membeda-bedakan.

Doa Malam

Allah Bapa kami di surga, dengarkanlah doa kami yang mohon dunia baru, di mana kami merasa senasib dengan kaum papa dan kaum tertindas, di mana kami takkan merasa bahagia, selama masih ada orang yang dihina dan diperas. Datanglah memperkuat kami dengan Roh-Mu dalam perjalanan kami mengikuti jejak Yesus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.
   
Dalam kematian, Allah memanggil manusia kepada diri-Nya. Karena itu, seperti Paulus, warga Kristen dapat merindukan kematian: “Aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus” (Flp 1:23) Dan ia dapat mengubah kematiannya menjadi perbuatan ketaatan dan cinta kepada Bapa, sesuai dengan contoh Kristus (lih Mat 23:46) (Katekismus Gereja Katolik, 1011)
 
   
Renungan: RUAH

Warisan Iman


terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy