Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Selasa, 18 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXIII 
           


Why. 3:1-6,14-22; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Luk. 19:1-10.
       
Semula, Zakheus hanya ingin melihat "orang apakah Yesus itu". Namun, Yesus justru memberikan lebih. Ketika Zakheus melihat Yesus dan Yesus melihatnya, Yesus mengatakan, "Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu". Ia mengatakan harus, bukan akan. Ia juga tidak sekedar mampir, tetapi menumpang. Dan Zakheus pun dengan senang hati menerima Yesus di rumahnya. Selanjutnya, perjumpaan Yesus dan Zakheus di rumahnya membawa perubahan luar biasa. Zakheus yang selama ini menerima banyak keuntungan dari pekerjaannya sebagai tukang pajak, berubah menjadi seorang penderma yang rela memberikan 1/2 dari miliknya. Lebih dari itu, Zakheus berubah dari seorang yang dicap sebagai pendosa menjadi seorang yang diselamatkan. Kita semua pun dipanggil untuk mengalami perubahan hidup seperti Zakheus. Kuncinya, pertama-tama adalah kita membuka diri untuk menerima Yesus yang harus menumpang dalam rumah kita. Hal ini secara konkret dapat kita lakukan dengan menghayati kebiasaan berdoa bersama dalam keluarga. 
     
Doa: Tuhan, bantulah kami untuk tekun berdoa bersama dalam keluarga agar kami senantiasa mengalami kehadiran-Mu yang membawa berkah dan keselamatan. Amin. -agawpr-

Selasa, 18 November 2014 Hari Biasa Pekan XXXIII

Selasa, 18 November 2014
Hari Biasa Pekan XXXIII
  
“Jika seseorang diubah dari hidup jahat berpindah kepada hidup yang baik, maka ia berpindah dari keadaan rendah dan hina kepada kemuliaan” (St. Fulgensius dari Ruspe)
  

Antifon Pembuka (Why 3:20)

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk; jika ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk menemuinya dan makan bersama-sama dengan dia.

Doa Pagi


Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, dengan penuh kasih sayang Engkau memerintah segala sesuatu yang hidup dan tiada satu pun yang Kaubenci. Meski kami bukan apa-apa, namun Kaupanggil kepada-Mu. Tegakkanlah kami, bila kami bungkuk karena beban dosa, dan papahlah kami bila mau jatuh. Berilah kami kesempatan untuk memulihkan segala sesuatu yang menyebabkan orang lain rugi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.
 
Kesungguhan membangun relasi dengan Allah memunculkan semangat dan sukacita. Allah memberikan teguran terhadap mereka yang imannya suam-suam, supaya mampu mengambil sikap dan kembali bersemangat meningkatkan kualitas relasi tersebut.
 

Bacaan dari Kitab Wahyu (3:1-6.14-22)
   
 
"Jika ada orang yang membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan makan bersama dengan dia."
    
Aku Yohanes, mendengar Tuhan bersabda kepadaku, “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal, yang sudah hampir mati. Sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Daku dalam pakaian putih, karena mereka layak untuk itu. Barangsiapa menang, ia akan diberi pakaian putih seperti itu. Aku tidak akan menghapus namanya dari Kitab Kehidupan, tetapi akan Kuakui namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, yaitu saksi yang setia dan benar, permulaan ciptaan Allah: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas! Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, maka Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkaya diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihati engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya; dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumasi matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihatlah, Aku bediri di muka pintu dan mengetuk. Jika ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan makan bersama dengan dia, dan ia bersama dengan Daku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama dengan Daku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan, do = f, 3/4, PS 848
Ref. Tuhan siapa diam di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci?
Ayat. (Mzm 15:2-3ab,3cd-4ab,5)
1. Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang-orang tercela tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.
3. Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.
  
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Allah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih atas dosa-dosa kita.
   
Allah tidak menutup diri-Nya terhadap orang yang mau mendekatkan diri kepada-Nya. Bahkan orang yang oleh orang lain dianggap berdosa dan tidak layak mendapatkan keselamatan, ternyata juga dihampiri oleh Yesus dan dirangkul untuk menikmati Allah.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (19:1-10)
    
"Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
    
Yesus memasuki kota Yerikho dan berjalan melintasi kota itu. Di situ ada seorang kepala pemungut cukai yang amat kaya, bernama Zakheus. Ia berusaha melihat orang apakah Yesus itu, tetapi tidak berhasil karena orang banyak dan ia berbadan pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata, “Zakheus, segeralah turun. Hari ini aku mau menumpang di rumahmu. Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya, “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, “Tuhan, separuh dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya, “Hari ini terjadilah keselamatan atas rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Anak Manusia memang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
 
Misi Yesus adalah mencari dan menyelamatkan yang hilang. Para pendosa menjadi sasaran cinta Yesus. Hal ini secara khusus dialami oleh Zakheus, kepala pemungut cukai. Karena sentuhan kasih Yesus, ia bertobat. Dengan demikian pertobatan Zakheus adalah sebuah pengalaman akan kasih Allah yang menyelamatkan dia. Kita juga adalah pendosa. Kita diundang untuk bertobat seperti Zakheus. Maukah kita mengalami kasih Allah yang menyelamatkan kita?

Doa Malam
 
Tuhan Yesus, terima kasih atas pelajaran cinta kasih dalam sikap menghargai sesama manusia juga siapapun tanpa memandang muka. Ampunilah kesalahanku dan berilah rahmat untuk membuat introspeksi diri dan belajar dari pada-Mu dalam bersikap terhadap sesama. Terpujilah Engkau, kini dan sepanjang masa. Amin.


RUAH