Hati-hatilah dan berjaga-jagalah!

Minggu, 30 November 2014
Hari Minggu Adven I (B)
 
  
Yes. 63:16b-17; 64:1,3b-8; Mzm. 80:2ac,3b,15-16,18-19; 1Kor. 1:3-9; Mrk. 13:33-37.
   
 Hari ini, kita memasuki masa Adven, masa penantian akan kedatangan Tuhan. Kita diajak untuk menanti-Nya dengan berjaga-jaga. Seperti seorang hamba yang diserahi tanggung jawab untuk mengurus rumah, kita tetap hidup seperti biasa dengan segala tugas dan pekerjaan kita masing-masing. Namun juga seperti penjaga pintu yang siap membukakan pintu bagi tuannya sewaktu-waktu ia datang, di tengah kesibukan sehari-hari, kita tidak boleh lengah dan hanyut. Kita tahu bahwa godaan utama orang yang berjaga adalah ngantuk dan tertidur. Untuk itu, Tuhan mengingatkan agar kita tetap terjaga dan senantiasa membuka pintu hati kita akan kehadiran Tuhan. Barangsiapa berjaga, akan terjamin keselamatannya dan pada saatnya nanti akan menerima warta sukacita akan datangnya Sang Penyelamat, seperti yang dialami para gembala yang setia menjaga kawanannya.

Doa: Tuhan, bentuklah kami untuk senantiasa berjaga dalam doa dan karya menantikan kedatangan-Mu. Amin. -agawpr-

Minggu, 30 November 2014 Hari Minggu Adven I (B)

Minggu, 30 November 2014
Hari Minggu Adven I (B)
 
Adven adalah masa amat khusus. Ini adalah masa suci. (St. Karolus Borromeus)
 
Antifon Pembuka (Mzm 25:1-3)
  
Kepada-Mu, ya Tuhan, kuangkat jiwaku; Allahku, kepada-Mu aku percaya. Janganlah kiranya aku mendapat malu. Janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku. Ya, semua orang yang menantikan Dikau takkan mendapat malu.

To you, I lift up my soul, O my God. In you, I have trusted; let me not be put to shame. Nor let my enemies exult over me; and let none who hope in you be put to shame.

Ad te levavi animam meam: Deus meus in te confido, non erubescam: necque irrideant me inimici mei: etenim universi qui te exspectant, non confundentur.
 
Gloria ditiadakan, ada Credo
 
Doa Pagi

Allah Yang Mahakuasa, anugerahilah kami, umat-Mu, kehendak yang kuat untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga dengan demikian kami layak mewarisi Kerajaan Surga, bersama Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (63:16b-17;64:1.3b-8)
       
"Sudilah Engkau mengoyakkan langit dan turun."
         
Ya Tuhan, Engkau sendirilah Bapa kami. Sejak dahulu kala nama-Mu ialah "Penebus kami". Ya Tuhan, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu? Mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga kami tidak takut kepada-Mu? Kembalilah oleh karena hamba-hamba-Mu, dan oleh karena suku-suku milik pusaka-Mu. Sudilah Engkau mengoyakkan langit dan turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu. Karena sejak dahulu kala orang tidak pernah mendengar, dan juga tidak ada telinga yang mendengarl tidak ada mata yang melihat Allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia. Hanya Engkau yang berbuat demikian. Engkau menyongsong mereka yang melakukan kebenaran, dan yang mengindahkan jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya, Engkau ini murka sebab kami berdosa. Terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala. Demikianlah kami semua seperti orang najis, dan segala kesalehan kami seperti kain kotor. Kami semua menjadi layu seperti daun, dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu, sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami. Engkau menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami. Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kami ini tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami semua adalah buatan tangan-Mu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
     
Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 865
Ref. Tuhan, Dikaulah penyelamatku.
Ayat. (Mzm 80:2ac+3b.15-16.18-19; Ul: 4)
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu.
3. Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan bagi diri-Mu. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.
   
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (1Kor 1:3-9)
        
"Kamu menantikan penampakan Tuhan kita Yesus Kristus."
          
Saudara-saudara, kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Aku, Paulus, senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu, atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. Sebab di dalam Kristus kamu telah menjadi kaya dalam segala hal, yaitu dalam segala macam perkataan dan pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus yang telah diteguhkan di antara kamu, sehingga kamu tidak kekurangan suatu karunia pun sementara kamu menantikan penampakan Tuhan kita Yesus Kristus. Dia juga akan meneguhkan kamu sampai kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab setialah Allah yang telah memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah
  
Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 951
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Mrk 85:8; 2/4)
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.
  
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (13:33-37)
       
"Berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu bilamana tuan rumah pulang!"
         
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamana waktunya tiba. Ibaratnya seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing sesuai dengan tugasnya, dan memerintahkan supaya penunggu pintu berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamana tuan rumah itu pulang: Menjelang malam atau tengah malam, atau larut malam atau pagi-pagi buta. Hal ini Kukatakan supaya kalau ia tiba-tiba datang, jangan sampai kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu Kukatakan kepada semua orang: Berjaga-jagalah!"
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Antifon Komuni (Mzm 85:13)

Tuhan akan memberikan kebaikan dan negeri kita akan memberikan hasilnya.
 
The Lord will bestow his bounty, and our earth shall yield its increase.
  
Dominus dabit benignitatem: et terra nostra dabit fructum suum.
   
Renungan
    
Dalam bacaan Injil hari ini, kita mendengarkan bagaimana Yesus meminta para murid-Nya untuk berjaga-jaga senantiasa. Dalam meminta para murid-Nya untuk berjaga-jaga, Yesus menggunakan perumpamaan seorang hamba yang diberi tugas oleh tuannya saat tuannya itu harus pergi. Dalam konsep Yahudi masa itu, seorang hamba harus melaksanakan tugas yang diberikan oleh tuannya (Mat 8:9). Nasib dan masa depan hamba ada di dalam tangan tuannya. Ia tidak akan berani melawan tuannya karena tuannya memiliki kuasa atas dirinya (Mat 25:30). Hamba yang jahat, yang tidak melakukan tugasnya, bahkan menyengsarakan hamba-hamba yang lain, akan dihukum (Mat 22:13, 24:51), sedangkan hamba yang setia dan baik akan mendapatkan imbalan (Mat 24:45).

Yesus meminta para murid untuk menjadi seperti hamba yang baik, yang mau melaksanakan tugas yang Ia percayakan kepada mereka, dan selalu berjaga-jaga menantikan kedatangan-Nya. Yesus telah mempercayakan tugas mulia itu kepada para murid-Nya dan ia sungguh mengharapkan mereka dapat menjalankannya dengan baik sampai Ia datang. Kalau dihitung dalam perikop singkat yang kita baca/dengarkan hari ini, ungkapan “berjaga-jaga” diulangi oleh Yesus sebanyak empat kali; cukup banyak untuk suatu perikop yang singkat ini. Ini menunjukkan akan pentingnya berjaga-jaga. Yesus sadar bahwa para murid lemah. Sebagaimana bangsa Israel yang meski seringkali diselamatkan oleh Allah namun cenderung mengikuti kehendak mereka sendiri daripada kehendak Allah, demikian pula para murid cenderung tidak melaksanakan apa yang diperinthakan oleh Yesus. Mereka lebih suka melaksanakan kehendak mereka yang memberikan kenyamanan pada diri mereka meski berujung pada kejatuhan.

Perintah Yesus bagi para murid berlaku juga bagi kita. Yesus telah mempercayakan kepada kita suatu tugas mulia, yaitu mewartakan kasih-Nya kepada umat manusia. Namun, pada kenyataannya tidak sedikit di antara kita yang enggan melaksanakannya. Kita lebih suka melaksanakan keinginan diri kita dan melalaikan perintah-Nya; mengutamakan kehendak diri sendiri daripada kehendak Allah. Akibatnya, seperti bangsa Israel yang jatuh karena ulahnya sendiri, kita pun demikian. Lalu setelah terjatuh dan menderita kita berteriak-teriak kepada Allah, mengiba-iba agar Ia bermurah hati dan merayu-rayu-Nya agar menolong kita kembali.

Yesus meminta supaya kita berjaga-jaga sampai akhir dengan melaksanakan tugas yang telah Ia berikan kepada kita masing-masing. Ia tahu bahwa apabila kita duduk berdiam diri, godaan akan selalu datang untuk tidak berjaga-jaga. Dalam situasi pengangguran, kita cenderung akan lengah. Oleh karena itu, Ia sungguh berharap agar kita tidak tidur tetapi berjaga dan melaksanakan tugas kita dengan baij. Dan apabila Ia datang dan mendapati kita sedang berjaga dan menjalankan tugas kita, tentu akan diberikan ganjaran yang berlimpah, jauh melebihi apa yang kita dapat pikirkan dan harapkan.

Apakah kita sudah berjaga-jaga menantikan kedatangan-Nya sambil melaksanakan semua tugas yang Ia percayakan kepada kita? Ataukah kita masih bersantai-ria dan menunda-nunda untuk melaksanakan tugas kita, atau bahkan menggunakan kesempatan untuk mencari kenikmatan sendiri dengan menyiksa dan menyesatkan orang lain? Apa yang akan kita peroleh saat Ia datang? Apakah kita akan ditinggalkan atau kita akan dikumpulkan oleh malaikat-malaikat-Nya untuk diselamatkna? Semua itu sungguh tergantung pada kesiapan kita untuk menyambut Dia, Sang Anak Manusia.

Saudara-saudari, Allah memberi kita hak dan kesempatan untuk memilih yang terbaik. Mari kita gunakan sebaik-baiknya. Selamat memasuki masa Adven! (Radik/RUAH)

Berjagalah