Jumat, 20 Oktober 2017 Hari Biasa Pekan XXVIII

Jumat, 20 Oktober 2017
Hari Biasa Pekan XXVIII

Umat beriman harus memberi kesaksian tentang nama Allah, dengan mengakui imannya tanpa takut Bdk. Mat 10:32; 1 Tim 6:12.. Khotbah dan katekese harus diresapi dengan penyembahan dan penghormatan terhadap nama Tuhan Yesus Kristus. (Katekismus Gereja Katolik, 2145)
 

Antifon Pembuka (Mzm 33:12-13)

Berbahagialah orang, bila dosanya diampuni dan kesalahannya dihapus oleh Tuhan. Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan. Dan tulus ikhlas hatinya.

Doa Pembuka

Allah Bapa kami yang Maharahim, kami mohon, berilah kiranya kami iman Abraham dan terimalah kami sebagaimana adanya. Semoga iman itu membebaskan kami dan sesama kami demi kebahagiaan dunia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (4:1-8)
   
  
"Abraham percaya kepada Allah, dan hal itu diperhitungkan sebagai kebenaran."
    
Saudara-saudara, apakah yang akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur kita? Sebab jika Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia mendapat alasan untuk bermegah, tetapi bukan di hadapan Allah. Sebab apa kata Kitab Suci? “Abraham percaya kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Kalau ada orang bekerja, upahnya diperhitungkan bukan sebagai hadiah, melainkan sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. Demikian juga Daud memuji bahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, dan dosa-dosanya ditutupi. Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Engkaulah persembunyian bagiku. Engkau melindungi aku sehingga aku selamat dan bergembira.
Ayat. (Mzm 32:1b-2.5.11)
1. Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni, dan dosa-dosanya ditutupi! Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu!
2. Akhirnya dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata, “Aku menghadap Tuhan, dan mengakui segala pelanggaranku.” Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.
3. Bersukacitalah dalam Tuhan! Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, bersorak gembiralah, hai orang-orang jujur!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 33:22)
Tunjukkanlah kiranya kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab pada-Mulah kami berharap.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:1-7)
   
"Rambut kepalamu terhitung semuanya."
    
Sekali peristiwa, berkerumunlah beribu-ribu orang, sehingga mereka berdesak-desakan. Yesus lalu mulai mengajar pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya, “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan kaum Farisi. Tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui. Karena itu apa yang kalian katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan yang kalian bisikkan ke telinga di dalam kamar akan dimaklumkan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kalian takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi kemudian tak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepadamu siapakah yang harus kalian takuti. Takutilah Dia yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sungguh, aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dilupakan Allah. Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena tu jangan takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan
     
Saudara-saudari terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kekuatan gelap seringkali merasuk melalui sesuatu yang mengenakkan, menyenang kan. Bahkan kadang-kadang terasa membahagiakan. Yesus  mengingatkan: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi." (Luk. 12: 1.) Selanjutnya pada bagian lain, Yesus pun juga berkata: "Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui." (Luk.12: 2.) Ada banyak jalan memungkinkan orang berbuat jahat, namun lebih banyak kemungkinan untuk membuka kejahatan tersebut. Marilah kita menjaga ketulusan hati  dan kejujuran hati. Kita tidak menjadi ragi kemunafikan, melainkan menjadi ragi kebaikan. Karena sejatinya kita ini dipanggil untuk menjadi orang yang baik, bukan dipanggil menjadi orang yang munafik, yang suka menilai dan membanding, yang suka membebani hidup orang.
  
Saudara-saudari terkasih.

Yesus mengecam kemunafikan orang-orang Farisi.  Yang menutup-nutupi kebenaran dengan perbuatan semu. Yesus perlu menguatkan dan memberi pengarahan kepada para murid-Nya. Mereka tidak boleh mengikuti kemunafikan, tetapi harus bertindak jujur dan benar. Tetapi siapa yang tidak takut, kalau diancam keselamatan jiwanya? Yesus tidak mengabaikan rasa takut itu. Tetapi murid Yesus memang dituntut untuk menjadi saksi kebenaran. Menjadi sabahat Yesus janganlah takut, karena Yesus mendidik kita menjadi tabah dan kuat menghadapi tantangan yang datang silih berganti. Sebagai murid-Nya dan pengikut-Nya kita disadarkan bahwa sesungguhnyalah bahwa kematian di dunia ini, sejatinya itu bukan apa-apa dibandingkan dengan hukuman neraka bagi orang yang mengingkari-Nya. Orang harus lebih taat dan takut kepada Allah daripada kepada manusia. Demikian, hendaknya hidup kita ini selalu kita arahkan  kepada Allah, karena Dialah asal dan tujuan kita.

Saudara-saudari terkasih.

Yesus mengundang kita untuk memiliki hati yang tulus dan jujur. Kadang kita pun punya pamrih, mengharap balasan dari yang kita lakukan pada orang lain. Sering kita lihat pada orang-orang yang menolong sesamanya, memberi pinjaman uang. Namun ujung-unjungnya dengan bunga yang tinggi. Tidak sedikit pula orang bersikap baik pada pimpinan, agar mendapatkan kemudahan serta perlakuan istimewa. Memang itu klise, lagu lama  berbuat baik dengan pamrih, dengan harapan mendapatkan sesuatu. Intinya berbuat baik tetapi tidak tulus, tidak ikhlas karena mengharap balas. Sikap seperti inilah yang hendak dikikis oleh Yesus. Kita mungkin menyangkal bahwa perbuatan kita itu tidak tulus.Tuhan mengenal hati kita, pikiran kita dan niat kita. Untuk apa kita berbohong dan mencari pembenaran? Tuhan "lebih tahu" diri kita dari pada kita "mengetahui" diri kita sendiri.
(RENUNGAN LUMEN 2000).

Antifon Komuni (Luk 12:4.5b)

Janganlah takut terhadap mereka yang hanya mampu membunuh tubuh, tetapi kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Takutilah Dia, yang setelah membunuh masih berkuasa untuk melemparkan kamu ke dalam neraka.