Senin, 16 Oktober 2017 Hari Biasa Pekan XXVIII

Senin, 16 Oktober 2017 
Hari Biasa Pekan XXVIII
  
Piala Tuhan itu diminum selama cinta Tuhan dipertahankan. (St. Fulgensius dari Ruspe)

Antifon Pembuka (Mzm 98:3cd-4)

Segala ujung bumi telah menyaksikan penyelamatan oleh Allah kita. Bersoraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bersorak gembira dan bernyanyilah.

Doa Pembuka


Allah Bapa kami, Maha Pengasih, semua orang Kausayangi dan Kaupanggil masuk ke dalam Gereja-Mu, bersatu dengan Yesus Putra-Mu. Kami mohon, Kaujaga dan Kaulindungi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (11:1-7)
    
    
"Dengan perantaraan Kristuslah kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa supaya percaya."
      
Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu dahulu telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan para nabi dalam kitab-kitab suci. Pokok isinya ialah tentang Anak Allah yang menurut daging dilahirkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa, oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Dia itulah Yesus Kristus, Tuhan kita. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Dan kalian yang telah dipanggil menjadi milik Kristus, kalian pun termasuk di antara mereka. Kepada kalian semua yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, menyertai kalian.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Ul: lh. 11, do=c, 2/4, PS No. 807
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
atau Tuhan telah memperkenalkan penyelamatan-Nya.
Ayat. (Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 95:8ab)
Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.
     
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:29-32)  
  
"Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus."
    
Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini. Pada waktu penghakiman ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Salomo! Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Yunus!
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus
 
Renungan

 
Marilah kita meneliti dan merenungkan pengalaman yang membahagiakan dan menggembirakan. Semua pengalaman sukacita dan bahagia pasti berhubungan dengan kasih. Saat kita berulang tahun, lalu kita diberi kue HUT sambil dikelilingi teman-teman yang menyanyikan "Selamat Ulang Tahun..." Kita pasti bahagia. Bukan pertama-tama kuenya tetapi karena pengalaman dikasihi teman-teman. Sebaliknya, orang boleh saja memiliki segalanya: harta melimpah, rumah bagus, beberapa mobil bagus dan mewah, tetapi kalau orang itu sendirian dan tidak mempunyai teman, orang itu akan kesepian, dan tidak merasa bahagia. Sebaliknya walaupun rumahnya jelek, atapnya bocor di mana-mana, tetapi karena persaudaraan di rumah itu menggembirakan, pastilah orang merasa bahagia dan kerasan. 
 
 Pengalaman kasih dan dikasihi sebenarnya pengalaman inti dari setiap orang beriman kristiani. Perhatikanlah kata-kata Santo Paulus dalam bacaan pertama hari ini: "Kepada kalian semua yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kalian." Paulus mengingatkan bahwa menjadi umat kristiani pertama-tama adalah umat yang dikasihi Allah, lalu dipanggil dan dijadikan kudus berkat kasih karunia Allah Bapa dan Tuhan kita Yesus Kristus. Dengan kata lain, menjadi Katolik aslinya adalah orang yang lahir dari kasih, hidup karena kasih dan terarah kepada kasih! Menjadi orang kristiani adalah menjadi seorang yang dipenuhi rasa kasih dan -tidak bisa tidak- selalu mengasihi! Inilah kekhasan hidup orang kristiani: dikuasai kasih dan hanya ingin hidup mengasihi! 
 
 Ungkapan "dikuasai kasih dan hanya ingin hidup mengasihi" adalah identitas orang kristiani. Ini bukan teori atau klise. Ini pengalaman real sakramental setiap Minggu atau hari. Saat kita merayakan Ekaristi, saat itulah kita merayakan "sedang dikasihi" Tuhan karena saat itu kita mengenangkan kurban Kristus yang adalah kurban kasih-Nya demi keselamatan kita. Lalu kita menerima komuni yakni diri Kristus yang mengasihi kita. Dari sinilah berkat Kristus yang tinggal dalam diri kita, kita pun ingin mengasihi setiap sesama kita, khususnya yang menderita. (EM/Inspirasi Batin 2017)

Antifon Komuni (Rm 1:7)

Tuhan menyayangi kalian dan memanggil kalian menjadi umat-Nya. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus, menyertai kalian.