Selasa, 18 September 2018 Hari Biasa Pekan XXIV

Selasa, 18 September 2018
Hari Biasa Pekan XXIV

“Suami hendaknya mengakui bahwa keibuan dari istrinya adalah suatu anugerah” – St. Yohanes Paulus II


Antifon Pembuka (Mzm 100:3)


Ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah. Dialah Pencipta dan kita milik-Nya. Kita ini umat-Nya, domba gembalaan-Nya. 


Doa Pembuka


Allah Bapa kami sumber kerukunan, perkenankanlah kami bangkit dari perselisihan yang merusak, dan jadikanlah kiranya kami orang yang rukun bersatu padu berkat daya semangat Putra-Mu, yang telah membangkitkan kami. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami,
yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Semua yang percaya kepada Kristus dan dibaptis adalah anggota tubuh Kristus. Setiap anggota memiliki peran yang khas. Oleh sebab itu, setiap anggota hendaknya berusaha mendapatkan karunia-karunia yang utama.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di

  
"Kalian semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing anggotanya."

Saudara-saudara, sebagaimana tubuh itu satu, meskipun anggotanya banyak, dan semua anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh saja, demikian pula Kristus. Sebab kita semua telah dibaptis dalam satu Roh menjadi satu tubuh, dan juga diberi minum dari satu Roh, entah kita orang Yahudi, entah bukan Yahudi, entah budak, entah orang merdeka. Sebab tubuh tidak terdiri atas satu anggota saja, tetapi atas banyak anggota. Kalian semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menentukan beberapa orang di dalam jemaat; pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya Ia menentukan mereka yang mendapat kurnia untuk mengadakan mukjizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berbicara dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah semua mendapat karunia untuk mengadakan mukjizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berbicara dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? Maka berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang utama.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
Ayat. (Mzm 100:2.3.4.5)

1. Beribadahlah kepada Tuhan dalam sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya, daan pujilah nama-Nya!
4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun temurun.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya
Ayat. (Luk 7:16)
Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya. Alleluya.
    
Belas kasih menggerakkan hati untuk berbuat baik. Terdorong oleh belas kasih, Yesus membangkitkan anak tunggal yang telah mati. Tindakan-Nya akhirnya membawa pengharapan dan sukacita. 


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (7:11-17)
 
"Hai pemuda, bangkitlah!"

Pada suatu ketika pergilah Yesus ke sebuah kota bernama Nain. Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia. Ketika Ia mendekati pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, yaitu anak laki-laki tunggal seorang ibu yang sudah janda. Banyak orang kota itu menyertai janda tersebut. Melihat janda itu tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasih. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Jangan menangis!” Dihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuh-Nya. Maka para pengusung berhenti. Tuhan berkata, “Hai Pemuda, aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Maka bangunlah pemuda itu, duduk, dan mulai berbicara. Yesus lalu menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan, dan mereka memuliakan Allah sambil berkata, “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah mengunjungi umat-Nya.” Maka tersiarlah kabar tentang Yesus ke seluruh Yudea dan ke seluruh daerah sekitarnya.

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
  
Rasul Paulus mengingatkan kita semua bahwa kita adalah satu tubuh. Meski memiliki fungsi yang berbeda-beda, namun apa yang dialami oleh salah satu anggota tubuh, dirasakan juga oleh anggota tubuh yang lain. Demikian pula, kesedihan mendalam yang dirasakan oleh si janda, dirasakan pula oleh banyak orang yang mengiringinya dan Yesus sendiri. Yesus yang adalah Allah tentu tidak akan membiarkan anak-anak-Nya menderita sendirian. Allah selalu menyertai kita.


Antifon Komuni (1Kor 12:27)
 
Kalian semua adalah tubuh Kristus dan masing-masing adalah anggota tubuh-Nya.
 
Doa Malam

Tuhan Yesus, hati-Mu tergerak oleh belas kasihan pada seorang janda dan mau membangkitkan anaknya yang menjadi tumpuan hidupnya. Semoga aku pun mau memberi perhatian kepada sesama yang ada di sekitarku dengan hati penuh belas dan kasih.  Amin.

  
RUAH