Seri Liturgi: MAZMUR SABDA TUHAN

Seri Liturgi
MAZMUR SABDA TUHAN

Syalom aleikhem.
Kadang ada orang berat sebelah memahami Mazmur Tanggapan. O ya, Mazmur Tanggapan dinyanyikan (atau dibacakan) setelah Bacaan Pertama dalam Misa. Berat sebelah bagaimana? Karena disebut Mazmur Tanggapan, sering kali bagian ini dianggap “apa yang berasal dari kita manusia”, dinilai itu ucapan manusia belaka menanggapi Sabda Tuhan yang baru saja diwartakan melalui Bacaan Pertama.

Mesti diingat baik-baik, Mazmur Tanggapan adalah bagian dari Sabda Tuhan itu sendiri. Ayat-ayat (dan refren) Mazmur Tanggapan dicuplik dari Kitab Mazmur atau sekurang-kurangnya dari kitab lain yang memuat madah atau nyanyian alkitabiah. Kitab Mazmur itu bagian dari apa? Bagian dari Alkitab. Berarti Mazmur Tanggapan pun Sabda Tuhan – dalam hal ini secara khusus kita gunakan untuk menanggapi Bacaan Pertama yang adalah Sabda Tuhan juga.

Meski Mazmur Tanggapan adalah “ucapan manusia”, haruslah tetap diingat bahwa itu pun bagian dari “ucapan Allah” (karena teksnya diambil dari Alkitab). Maka, tak berlebihan kalau dikatakan bahwa pada bagian ini pun Allah bersabda; kita “meminjam” Sabda-Nya untuk menanggapi Sabda-Nya sendiri.

Konsekuensinya, Mazmur Tanggapan tak boleh dipotong semena-mena. Belakangan ini di beberapa tempat ada kecenderungan Mazmur Tanggapan dikorting; ayatnya hanya dinyanyikan satu atau dua saja, padahal selengkapnya ada tiga atau empat. Ingatlah, dalam Mazmur Tanggapan, Tuhan juga bersabda. Janganlah perkataan Tuhan dipangkas seenaknya. Bisa durhaka kita.

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring