| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>
Facebook  X  Whatsapp  Instagram 

Selasa, 07 Oktober 2025 Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

 

Selasa, 07 Oktober 2025
Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu Rosario   
  
Sebagai doa damai, rosario selalu dan akan selalu menjadi doa keluarga dan doa untuk keluarga. Ada saatnya dulu, bahwa doa ini menjadi doa kesayangan keluarga, dan doa ini yang membawa setiap anggota keluarga menjadi sekat satu sama lain…. Kita perlu kembali kepada kebiasaan doa keluarga bersama berdoa untuk keluarga-keluarga…. Keluarga yang berdoa bersama, akan tetap tinggal bersama. … Para anggota keluarga, dengan mengarahkan pandangan pada Yesus juga akan mempu memandang satu sama lain dengan mata kasih, siap untuk berbagi, untuk saling mendukung, saling mengampuni dan melihat perjanjian kasih mereka diperbaharui oleh Roh Allah sendiri.” (Rosarium Virginis Mariae, 41, Paus Yohanes Paulus II)
  
   
Antifon Pembuka (Bdk. Luk 1:28, 42)

Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.

Hail Mary, full of grace, the Lord is with you. Blessed are you among women and blessed is the fruit of your womb.
  
Doa Pagi
 
Allah Bapa Yang Mahamurah, kami mengetahui dari kabar malaikat bahwa Yesus Kristus, Putra-Mu, menjadi manusia. Kami mohon, curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya berkat sengsara dan salib-Nya kami diantar kepada kebangkitan mulia. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus,  Allah, sepanjang segala masa. Amin.
   
Bacaan-bacaan dan Mazmur Tanggapan dari hari biasa, atau dari Rumus Umum SP. Maria, misalnya: Kis 1:12-14; MT Luk 1:46-47.48-49.50-51.52-53.54-55; R: Berbahagialah engkau, Perawan Maria, karena engkau telah mengandung Putra Bapa kekal, atau: alleluya; -- Luk 1:26-38
Bunda Maria Rosario Lepanto, doakanlah kami, berikanlah kami kedamaian dan kebebasan untuk menjalankan iman kami tanpa rasa takut. Gambar: Pertempuran Lepanto oleh Jose Ferre Clauzel CC BY-SA 4.0



Bacaan dari Nubuat Yunus (3:1-10)
    
   
"Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan Tuhan menaruh belas kasih."
    
Untuk kedua kalinya Tuhan bersabda kepada Yunus, “Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kusabdakan kepadamu.” Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan sabda Tuhan. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, “Empat puluh hari lagi maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. Setelah kabar itu sampai kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya; diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.” Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah atas malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
Ayat. (Mzm 130:1-2.3-4ab.7-8; Ul: 3)
1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah seruanku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 2/2, PS 957
Ref. Alleluya
Ayat. (Luk 11:28)
Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Inilah Injil Suci menurut Lukas (10:38-42)
  
"Marta menerima Yesus di rumahnya, ia telah memilih bagian yang paling baik."
  
Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Yesus menjawabnya, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


  
ATAU
 

Bacaan dari Kisah Para Rasul (1:12-14)
    
   
"Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa."
     
Setelah Yesus diangkat ke surga, dari bukit yang disebut Bukit Zaitun kembalilah para rasul ke Yerusalem yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya. Setelah tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, Simon orang Zelot, dan Yudas bin Yakobus. Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa bersama dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
    
Kidung Tanggapan
Ref. Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa, kuduslah nama-Nya.
Ayat. (Luk 1:46-47.48-49.50-51.52-53.54-55; Ul: 49)
1. Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.
2. Mulai sekarang aku disebut yang bahagia oleh sekalian bangsa. Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa; kuduslah nama-Nya.
3. Kasih sayang-Nya turun-temurun kepada orang yang takwa. Perkasalah perbuatan tangan-Nya; dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.
4. Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta, yang hina dina diangkat-Nya. Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan; orang kaya diusir-Nya dengan tangan kosong.
5. Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel, hamba-Nya. Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya untuk selama-lamanya.
  
Bait Pengantar Injil, do = es, 2/2, Kanon, PS 955
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 1:38)
Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Inilah Injil Suci menurut Lukas (1:26-38)
   
"Sesungguhnya, engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki."
    
Dalam bulan keenam, Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud. Nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikarunia, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hati, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhurnya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang dikatakan mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada hal yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Lalu malaikat itu meninggalkan Maria.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe 
(U. Terpujilah Kristus)


Renungan
     
   Hari ini, Gereja Katolik Roma memperingati Santa Perawan Maria, Ratu Rosario. Pesta ini memperingati kemenangan angkatan laut tahun 1571 yang mengamankan Eropa dari invasi Turki. Paus St. Pius V mengaitkan kemenangan ini dengan perantaraan Santa Perawan Maria, yang dipanggil pada hari pertempuran melalui kampanye berdoa Rosario di seluruh Eropa.

Para awak kapal di lebih dari 200 kapal berdoa Rosario sebagai persiapan menghadapi pertempuran tersebut – seperti yang dilakukan umat Kristiani di seluruh Eropa, yang didorong oleh Paus untuk berkumpul di gereja mereka untuk berdoa kepada Perawan Maria melawan pasukan Turki yang menakutkan.

Beberapa catatan mengatakan bahwa Paus Pius V diberikan penglihatan ajaib tentang kemenangan menakjubkan Liga Suci. Tidak diragukan lagi, Paus memahami pentingnya peristiwa hari itu, ketika ia akhirnya diberitahu bahwa semua kecuali 13 dari hampir 300 kapal Turki telah ditangkap atau ditenggelamkan. Dia tergerak untuk melembagakan pesta yang sekarang dirayakan secara universal sebagai Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

“Sudah menjadi kebiasaan umat Katolik dalam bahaya dan masa-masa sulit untuk pergi mencari perlindungan kepada Maria.”
(Paus Leo XIII)

“Devosi ini, yang begitu besar dan begitu penuh keyakinan, kepada Ratu Surga yang agung,”
lanjut Paus Leo, “belum pernah bersinar dengan cemerlang seperti ketika Gereja Tuhan tampaknya berada dalam bahaya oleh kekerasan bidah, atau oleh kekerasan yang dilakukan oleh bidah kerusakan moral yang tidak dapat ditoleransi, atau karena serangan musuh-musuh yang kuat.” Salah satu “serangan” yang paling utama adalah pertempuran Lepanto, sebuah momen berbahaya dan menentukan dalam sejarah Eropa dan Gereja. Itulah sebabnya Gereja memperingati peristiwa itu dalam suatu perayaan pesta.

Perkembangan rosario mempunyai sejarah yang panjang. Pertama, praktik yang dikembangkan adalah mendoakan 150 Bapa Kami dengan meniru 150 Mazmur. Lalu ada amalan paralel mendoakan 150 Salam Maria. Tak lama kemudian, misteri kehidupan Yesus melekat pada setiap Salam Maria.

Tujuan dari rosario adalah untuk membantu kita merenungkan misteri besar keselamatan kita. Fokus utamanya adalah pada Yesus – kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Bapa Kami mengingatkan kita bahwa Allah Bapa adalah pemrakarsa keselamatan. Salam Maria mengingatkan kita untuk bersama Maria merenungkan misteri ini. Hal-hal tersebut juga menyadarkan kita bahwa Maria telah dan sedang bersatu erat dengan Putranya dalam semua misteri keberadaan-Nya di bumi dan surgawi. Kemuliaan mengingatkan kita bahwa tujuan segala kehidupan adalah kemuliaan Tritunggal.

Rosario menarik bagi banyak orang. Ini sederhana. Pengulangan kata-kata yang terus-menerus membantu menciptakan suasana untuk merenungkan misteri Tuhan. Kita bisa merasakan Yesus dan Maria menyertai kita dalam suka dan duka hidup. Kita bertumbuh dalam pengharapan bahwa Tuhan akan membawa kami untuk berbagi dalam kemuliaan Yesus dan Maria selamanya.(RENUNGAN PAGI).
 
Baca renungan lainnya di lumenchisti.id silakan klik tautan ini 
  
Antifon Komuni (Luk 1:31)
    
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Behold, you will conceive in your womb and bear a son, and you shall name him Jesus.

Orang Kudus hari ini: 06 Oktober 2025 St. Bruno

 

 
Public Domain
 Hari ini, Gereja memperingati St. Bruno,seorang imam dan hamba Tuhan yang berani, yang juga dikenal sebagai St. Bruno dari Köln. St. Bruno adalah pendiri Ordo Kartusian yang tersohor, yang juga dikenal sebagai Ordo Kartusian, yang menghimpun para biarawan dan biarawati yang mengabdikan diri pada aturan yang ditetapkan oleh pendiri mereka. Santo Bruno sendiri lahir di Köln (sekarang Jerman) pada awal abad ke-11. Ia kemudian menjadi imam dan terlibat dalam pendidikan serta sekolah-sekolah di wilayah Reims (sekarang Prancis), sebagai guru, filsuf, dan teolog ternama. Beberapa muridnya kemudian menjadi uskup dan pemimpin Gereja, dan salah satunya bahkan menjadi Paus, yaitu Paus Urbanus II.
  
Ia juga diangkat sebagai Kanselir Keuskupan Reims dan mengelola keuskupan, aset, dan sumber dayanya dengan baik, memberantas korupsi di Gereja lokal. Ia juga terkenal karena konfrontasinya dengan Uskup Reims yang baru, yang merupakan seorang duniawi dan korup, seorang bangsawan yang tidak memiliki kasih dan kepedulian yang nyata terhadap Gereja dan umatnya. Santo Bruno gigih dalam upaya dan perjuangannya bersama uskup tersebut dan akhirnya menang meskipun menghadapi tantangan dan kesulitan yang harus ia hadapi selama beberapa tahun. Ketika ia sendiri hendak ditahbiskan sebagai uskup atas prestasi-prestasinya, ia memilih untuk melepaskan diri dari ambisi duniawi tersebut, dan begitulah akhirnya ia membangun fondasi bagi Ordo Kartusian. Melalui berbagai upaya, inspirasi, dan kesalehannya, ia menginspirasi banyak orang untuk menjalani hidup mereka dengan layak dan semakin sepenuh hati mengabdikan diri kepada Tuhan.

Bacaan Harian: 06 - 12 September 2025

Senin, 06 Oktober: Hari Biasa Pekan XXVII (H).
Peringatan Fakultatif St. Bruno (P).
Yun. 1:1-17; 2:10; MT Yun. 2:2,3,4,5,8; Luk. 10:25-37
 
Selasa, 07 Oktober: Peringatan Wajib SP Maria, Ratu Rosario (P). 
Yun. 3:1-10; Mzm. 130:1-2,3-4ab,7-8; Luk. 10:38-42.
 
Rabu, 08 Oktober: Hari Biasa Pekan XXVII (H). 
Yun. 4:1-11; Mzm. 86:3-4,5-6,9-10;Luk. 11:1-4. 
 
Kamis, 09 Oktober: Hari Biasa Pekan XXVII (H).
Peringatan Wajib St. Dionisius dan St. Yohanes Leonardus
Mal 3:13-4:2a; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 11:5-13
 
Jumat, 10 Oktober: Hari Biasa Pekan XXVII (H). 
Yl. 1:13-15;2:1-2; Mzm. 9:2-3,6,16,8-9; Luk. 11:15-26
 
Sabtu, 11 Oktober: Hari Biasa Pekan XXVII (H).
Peringatan Fakultatif St. Yohanes XXIII, Paus (P).
Yl. 3:12-21; Mzm. 97:1-2,5-6,11-12; Luk. 11:27-28
 
Minggu, 12 Oktober: Hari Minggu Biasa XXVIII (H).
2Raj. 5:14-17; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; 2Tim. 2:8-13; Luk. 17:11-19. 
 

Senin, 06 Oktober 2025 Hari Biasa Pekan XXVII

 
Senin, 06 Oktober 2025
Hari Biasa Pekan XXVII

Aku tidak sendirian, karena Yesus bersamaku, dan bersama-Nya aku tidak takut apa pun. - St Faustina  

Antifon Pembuka (Luk 10:27)

Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hati dan segenap jiwamu, dengan segenap kekuatan dan segenap akal budimu. Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Doa Pagi
  

Allah Bapa kami yang Maharahim, belas kasih Kaujadikan pertanda kehadiran-Mu di tengah-tengah kami. Kami mohon, hadirlah pula di antara orang-orang yang saling memaafkan dan saling melayani dengan hati yang tulus ikhlas. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.      
  
"Kaca Patri Agnus Dei - ditemukan di Katedral Florence (Basilica di Santa Maria del Fiore), Italia" Credit: mammuth/istock.com 
 
 
Bacaan dari Nubuat Yunus (1:1-2; 2:1-2.11)      
  
"Yunus siap melarikan diri dari hadapan Tuhan."
     
Datanglah sabda Tuhan kepada Yunus bin Amitai demikian, “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan berserulah terhadap mereka, sebab kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan. Ia pergi ke Yafo, dan di sana mendapat sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan. Tetapi Tuhan menurunkan angin ribut ke laut; lalu terjadilah badai besar sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur. Awak kapal menjadi takut; masing-masing berteriak kepada allahnya, dan mereka membuang segala muatan ke dalam laut untuk meringankan kapal. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah, dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. Datanglah nahkoda mendapatkannya sambil berkata, “Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allahmu itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa.” Lalu berkatalah mereka satu sama lain, “Marilah kita buang undi, supaya kita tahu, karena siapa kita ditimpa malapetaka ini.” Mereka lalu membuang undi, dan Yunuslah yang kena. Maka berkatalah mereka kepadanya, “Beritahu kami, karena siapa kita ditimpa malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang? Manakah negerimu dan dari bangsa manakah engkau?” Sahut Yunus kepada mereka, “Aku ini seorang Ibrani. Aku takwa pada Tuhan, Allah yang menguasai langit, yang telah menjadikan laut dan daratan.” Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya, “Apa yang telah kauperbuat?” Sebab orang-orang itu tahu, bahwa ia telah melarikan diri, jauh dari hadapan Tuhan. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. Bertanyalah mereka, “Akan kami apakan dikau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi? Sebab laut semakin bergelora.” Sahut Yunus kepada mereka, “Angkatlah aku dan campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kalian lagi. Sebab aku tahu, karena akulah badai besar ini menyerang kalian.” Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka. Lalu berserulah mereka kepada Tuhan, katanya, “Ya Tuhan, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini, dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, Tuhan, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki.” Kemudian mereka mengangkat Yunus dan mencampakkannya ke dalam laut. Maka laut berhenti mengamuk. Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada Tuhan, lalu mempersembahkan kurban sembelihan kepada Tuhan serta mengikrarkan nazar. Maka atas penentuan Tuhan datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus. Dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. Lalu bersabdalah Tuhan kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Minggu, 05 Oktober 2025 Hari Minggu Biasa XXVII

 

Minggu, 05 Oktober 2025
Hari Minggu Biasa XXVII

 
“Suatu hari, St Fransiskus dari Assisi sedang berkhotbah di suatu wilayah di mana banyak kaum bidaah. Orang-orang malang ini menutup telinga mereka agar jangan mereka mendengarnya. Maka, St Fransiskus membawa orang-orang itu ke tepi pantai, lalu memanggil ikan-ikan di laut untuk datang dan mendengarkan Sabda Allah, sebab manusia menolaknya. Ikan-ikan bermunculan di permukaan air; ikan-ikan yang besar di belakang ikan-ikan yang lebih kecil. Orang kudus itu bertanya kepada ikan-ikan, `Adakah kalian bersyukur kepada Allah yang baik karena telah menyelamatkan kalian dari gelombang pasang?' Ikan-ikan itu mengangguk-anggukkan kepala mereka. Lalu, kata St Fransiskus kepada orang banyak, `Lihatlah, ikan-ikan ini bersyukur atas kasih karunia Tuhan, sementara kalian begitu tidak tahu terima kasih, bahkan mengacuhkannya!'” (St Yohanes Maria Vianney)

Antifon Pembuka (Bdk. Est 3:2-3)

Semesta alam takluk kepada kehendak-Mu, ya Tuhan, dan tidak ada yang dapat menentangnya. Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu, langit dan bumi serta segala isinya. Engkaulah Tuhan atas semesta alam.

Within your will, O Lord, all things are established, and there is none that can resist your will. For you have made all things, the heaven and the earth, and all that is held within the circle of heaven; you are the Lord of all.

In voluntate tua, Domine, universa sunt posita, et non est qui possit resistere voluntati tuæ: tu enim fecisti omnia, cælum et terram, et universa quæ cæli ambitu continentur: Dominus universorum tu es.    
    
Doa Pagi

Allah yang Mahakuasa dan kekal, kebaikan-Mu tiada tara, jauh melampaui segala yang kami mohon dan jauh melebihi jasa-jasa kami. Curahkanlah belas kasih-Mu atas kami, singirkanlah segala yang menggelisahkan hati kami, dan tambahkanlah apa yang belum terungkap dalam doa-doa kami ini.
Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.   

SiouxFall Diocese
 Bacaan dari Nubuat Habakuk (1:2-3; 2:2-4)     
  
"Orang benar akan hidup berkat imannya."
          
 Tuhan, berapa lama lagi aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu ‘Penindasan!’ tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku menyaksikan kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi di sekitarku. Lalu Tuhan menjawab aku, demikian, “Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya tertunda, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.      

Sabtu, 04 Oktober 2025 Pesta St. Fransiskus dari Assisi

 
Sabtu, 04 Oktober 2025
Pesta St. Fransiskus dari Assisi
 
   Ketika imam mempersembahkan kurban di altar atau Sakramen Mahakudus dibawa berkeliling, hendaknya semua orang berlutut dan memberikan pujian, kemuliaan, dan hormat kepada Tuhan dan Allah kita, yang hidup dan benar. -Santo Fransiskus dari Assisi
    


Antifon Pembuka

Santo Fransiskus, utusan Allah, meninggalkan rumah ayahnya, melepaskan harta warisannya, dan menjadi miskin dan hina dina. Tetapi Tuhan mempermuliakannya.
 
Francis, the man of God, left his home behind, abandoned his inheritance and became poor and penniless, but the Lord raised him up.
  
atau (Gal 6:14)
  
Mihi autem absit glorári, nisi in cruce Dómini nostri Jesu Christi: per quem mihi mundus crucifíxus est, et ego mundo.
Ayat. (Mzm. 141: 2)
1. Voce mea ad Dóminum clamávi: voce mea ad Dóminum deprecátus sum. 
2. Gloria Patri et Filio et Spiritui Sancti sicut erat in principio et nunc, et semper, et saecula saeculorum. Amen.  
Mihi autem absit glorári, nisi in cruce Dómini nostri Jesu Christi: per quem mihi mundus crucifíxus est, et ego mundo.
  
Doa Pagi

Ya Allah, Santo Fransiskus menjadi miskin dan rendah hati seperti Kristus sendiri. Semoga, kami umat-Mu, bersukacita di dalam Dikau agar kami, yang sudah dibebaskan dari perbudakan dosa, dapat menikmati sukacita abadi. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.   
  

“Manusia seharusnya gemetar, dunia seharusnya berguncang, seluruh Surga seharusnya terharu ketika Putra Allah muncul di altar dalam tangan imam.” (Santo Fransiskus dari Assisi) Foto: Diocese of SiouxFall


   Berikut ini adalah bacaan yang disarankan untuk Peringatan hari ini. Akan tetapi, bacaan untuk Peringatan juga dapat diambil dari Bacaan Umum Orang Kudus Laki-laki dan Perempuan: Untuk Para Religius, #737-742. #737-742 atau dari Masa Biasa
    
Bacaan I
Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (50:1.3-4.6-7)

Pemimpin saudara-saudaranya dan kebanggaan umatnya, ialah Simon bin Onias, imam besar. Di masa hidupnya ia memperbaiki rumah Tuhan dan di masanya Bait Allah dikukuhkannya. Di zamannya dipahatlah sebuah penadah air, dan sebuah waduk sebesar lautan. la berpikir-pikir bagaimana keruntuhan umat dapat dicegah, dan kota diperkuatnya untuk menghadap pengepungan. Laksana bintang kejora di tengah-tengah awan-kemawan, dan bagaikan bulan purnama, seperti matahari yang bersinar di atas Bait Allah Yang Mahatinggi, dan sebagai pelangi bersemarak di tengah mega yang cemerlang;
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Jumat, 03 Oktober 2025 Hari Biasa Pekan XXVI

 


Jumat, 03 Oktober 2025
Hari Biasa Pekan XXVI
    
 Berbahagialah hamba yang mengingat segala kebaikan Tuhan Allah. -Santo Fransiskus dari Assisi
   
Antifon Pembuka (Luk 10:16)

Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Daku. Barangsiapa menolak kami, ia menolak Aku. Dan barangsiapa menolak Aku, menolak Dia yang mengutus Aku.

Doa Pagi


Allah Bapa kami yang maharahim, siapakah Engkau sehingga menjanjikan kepada orang-orang berdosa cinta kasih dan kasih setia-Mu? Kami mohon, semoga kami memperhatikan sabda-Mu serta merasakan melimpahnya kerahiman-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.   

        
Bacaan dari Kitab Barukh (1:15-22)
      
"Kami telah berdosa terhadap Tuhan dan tidak taat."

Katakanlah begini: pada hari ini menjadi nyata keadilan ada pada Tuhan, Allah kita, sedangkan kejahatan pada kami, sebagaimana halnya sekarang ini, yaitu pada orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, pada sekalian raja kami, para pemimpin, para imam dan nabi serta pada nenek moyang kami. Memang kami telah berdosa terhadap Tuhan. Kami tidak taat kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, untuk mengikuti segala ketetapan Tuhan yang telah ditaruhnya di hadapan kami. Semenjak Tuhan membawa nenek moyang kami ke luar dari negeri Mesir sampai dengan hari ini kami tidak taat kepada Tuhan, Allah kami. Sebaliknya, Tuhan telah kami alpakan karena kami tidak mendengarkan suara-Nya. Dari sebab itu melekatlah kepada kami semua bencana dan laknat yang telah diperintahkan Tuhan kepada Musa, hamba-Nya, waktu nenek moyang kami dibawa-Nya ke luar dari negeri Mesir untuk dianugerahi suatu tanah yang berlimpah susu dan madunya, sebagaimana halnya sekarang ini. Tetapi kami tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, sesuai dengan sabda para nabi yang telah diutus Tuhan kepada kami. Bahkan kami telah berbakti kepada allah lain, masing-masing menurut angan-angan hati jahatnya, dan kami melakukan apa yang durjana dalam pandangan Tuhan, Allah kami.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id

renunganpagi.id 2025 -

Privacy Policy