Senin, 24 Agustus 2009 :: Pesta St. Bartolomeus, Rasul

Senin, 24 Agustus 2009
Pesta St. Bartolomeus, Rasul

Kuatkanlah hatimu hai segala rakyat negeri, demikianlah firman Tuhan, bekerjalah sebab Aku ini menyertai kamu -- Hagai 2:5

Doa Renungan

Allah Bapa kami di surga, kami bersyukur kepada-Mu atas anugerah kehidupan yang boleh kami terima.ah menyatakan diri kepada Santo Bartolomeus, rasul-mu yang suci, sehingga dia berani mengikuti-Mu dengan tekun dan setia. Ajarilah kami berdoa dan mengalahkan kejahatan berkat daya cinta kasih yang telah nampak di tengah kami dalam diri Yesus Al Masih yang sabda-Nya menyelamatkan kami. Dialah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Wahyu (21:9b-14)

"Tembok kota kudus dibangun atas dua belas batu dasar."

9b Aku Yohanes, mendengar seorang malaikat berkata kepadaku, "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." 10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. 11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. 12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. 13 Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. 14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Para kudus-Mu, ya Tuhan, memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia.
Ayat.
(Mzm 145: 10-11,12-13ab,17-18)
1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
2. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya
Ayat. Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (1:45-51)

"Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya."

45 Sekali peristiwa, Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." 46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" 47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" 48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." 49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" 50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." 51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan


"Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
(Why 21:9b-14; Yoh 1:45-51)


Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta St.Bartolomeus, Rasul, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Natanael atau Bartolomeus mungkin menjengkelkan bagi Filipus ketika diberitahu bahwa Filipus telah bertemu Yesus, Penyelamat Dunia, dari Nazaret, kemudian berkata: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret”. Tetapi ternyata Filipus berkata kepada Natanael : ”Mari dan lihatlah”. Dan setelah melihat, Natanael pun akhirnya percaya. “Melihat” dalam Injil Yohanes memiliki arti atau makna yang mendalam. Orang yang berhati, berjiwa dan berbudi baik ketika melihat sesuatu pada umumnya akan tergerak untuk berbuat baik: ada yang tidak beres segera dibereskan, yang tidak baik segera diperbaiki, dst.. Natanael begitu bertemu dan melihat Yesus langsung mengimaniNya sebagai Anak Allah, Penyelamat Dunia. Kita semua, yang dianugerahi mata tubuh baik alias tidak buta, kiranya dapat meneladan Natanael atau Bartolomeus. Lihatlah keindahan ciptaan Allah seperti manusia, binatang atau tanaman! Misalnya manusia, entah laki-laki atau perempuan, entah cantik atau tidak cantik, entah tampan atau tidak tampan, entah kaya atau miskin dst.. Lihat mereka tidak hanya dengan mata tubuh saja, tetapi juga dengan mata hati, maka anda pasti akan heran dan terkagum-kagum betapa indahnya setiap manusia, yang diciptakan sebagai citra dan gambar Allah. Kita dipanggil untuk melihat “malaikat-malaikat Allah turun naik kepada sesama atau saudara-saudari” kita alias apa-apa yang baik dalam diri sesama kita. Percayalah bahwa baik dalam diri kita sendiri maupun saudara-saudari kita apa yang baik lebih banyak dan dominant daripada apa yang jelek atau jahat.

· "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." (Why 21:9b). Pengantin perempuan pada umum dirias sedemikian rupa sehingga nampak bagaikan bidadari cantik, menarik dan mempesona bagi siapapun yang melihatnya. Bau wangi-wangian memancar dari pengantin perempuan, menusuk hidung dan mungkin juga membuat orang bergairah dan gembira. Apa yang dimaksudkan dengan pengantin perempuan dalam Kitab Wahyu ini kiranya adalah sahabat-sahabat Tuhan alias orang-orang baik yang berbudi pekerti luhur, yang sungguh beriman atau suci, mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, yang sungguh bahagia dan ceria lahir maupun batin. Kegembiraan atau keceriaan yang demikian ini kiranya bagi anda yang pernah menjadi pengantin perempuan dapat mensharingkan pengalamannya kepada orang lain. Banyak orang memberi salam gembira dan mereka juga berpakaian begitu indah dan mempesona; semua perhatian terarah pada sang pengantin. Sebagai orang beriman kita diharapkan demikian juga: kahadiran dan sepak terjang kita dimanapun dan kapanpun menarik, memikat dan mempesona bagi orang lain, dan mereka yang melihatnya juga menjadi gembira dan ceria. Kita semua dipanggil untuk menjadi ‘pewarta-pewarta gembira’, alias menyebarluaskan apa-apa yang menggembirakan dan menyelamatkan. Marilah kita saling membantu untuk menjadi ‘pengantin perempuan’ atau sahabat-sahabat Tuhan, agar kebersamaan hidup kita dimanapun dan kapanpun sungguh gembira dan ceria dan dengan demikian menarik, memikat dan mempesona bagi siapapun. Apa yang tersiar dari diri kita hendaknya ‘berbau wangi’ alias apa-apa yang baik dan membuat orang lain semakin ceria dan gembira.

“Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu. Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad” (Mzm 145:10-13a)

Jakarta, 24 Agustus 2009

Ign Sumarya, SJ