Sabtu, 29 Agustus 2009 :: Pw. Wafatnya St. Yohanes Pembaptis

Sabtu, 29 Agustus 2009
Pw. Wafatnya St. Yohanes Pembaptis

Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." -- Yoh 3:3


Doa Renungan

Allah Bapa yang mahabaik, Engkau telah menghembuskan nafas-Mu ke dalam tubuh manusia, sehingga ia hidup. Pada hari ini, Engkau telah menganugerahkan kehidupan kepadaku. Maka aku bersyukur kepada-Mu seraya memohon rahmat agar pada hari ini, aku berlaku setia, benar dan adil terhadap semua orang yang kujumpai. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Yeremia (1:17-19)

"Kalian belajar kasih mengasihi dari Allah."

Sekali peristiwa, Tuhan berkata kepadaku, Yeremia, "Baiklah engkau bersiap! Bangkitlah dan sampaikanlah kepada umat-Ku segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! Mengenai Aku, sungguh, pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imam dan rakyat negeri lain. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 818
Ref. Tuhan, sudi dengarkan rintihan umat-Mu.
Ayat.
(Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17)
1. Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku, ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
3. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
4. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu, sebab aku tidak dapat menghitungnya. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:17-29)

"Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis."

Sekali peristiwa Herodes menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di dalam penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, yakni karena Herodes telah memperisteri Herodias, isteri Filipus saudaranya. Yohanes pernah menegur Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam kepada Yohanes, dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan terhadap Yohanes. Karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci; jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengarkan Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, yakni ketika Herodes -- pada hari ulang tahunnya -- mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu putri Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka Raja Herodes berkata kepada gadis itu, "Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!" Lalu Herodes bersumpah kepadanya, "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!" Anak itu pergi dan menanyakan kepada ibunya, "Apa yang harus kuminta?" Jawab ibunya, "Kepala Yohanes Pembaptis!" Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, "Aku mau, supaya sekarang juga engkau memberikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!" Maka sangat sedihlah hati raja! Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada puteri Herodias, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu, mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kubur.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan

Suatu hari, seorang karyawan menegur secara baik-baik pimpinan perusahaan – tempat ia bekerja – yang telah melakukan kesalahan dan tidak konsisten dengan peraturan yang dibuatnya sendiri. Sebagai akibatnya, karyawan tersebut sering diperlakukan dengan tidak adil oleh pimpinan perusahaan tersebut. Bahkan, pimpinan perusahaan tersebut sering mencari-cari kesalahan karyawan tersebut agar bisa dikeluarkan dari perusahaan.

Kisah karyawan dan pimpinan perusahaan tersebut sama dengan apa yang dialami oleh Yohanes Pembaptis. Banyak terjadi, orang yang ingin menyatakan kebenaran diperlakukan dengan tidak adil, dianiaya, dan bahkan dibunuh.

Beranikah kita berlaku seperti karyawan tersebut [atau Yohanes Pembaptis] untuk menyatakan kebenaran dengan menegur orang lain yang salah, dengan segala konsekuensinya? Ataukah kita malah berlaku seperti pimpinan perusahaan tersebut [atau Herodes]: tidak mau menerima teguran dari orang lain dan bahkan menganiaya orang yang menegur kita?

Ya Tuhan, berikanlah aku kekuatan dan keberanian untuk menegur orang lain yang berbuat salah, dan berikanlah juga aku kerendahan hati yang mendalam supaya aku bisa menerima teguran dari orang lain. Amin.

Ziarah Batin 2009
obormedia.com