Senin, 07 September 2009 :: Hari Biasa Pekan XXIII

Senin, 07 September 2009
Hari Biasa Pekan XXIII


Doa Renungan

Yesus Guru Kebijaksanaan, Engkau mengetahui apa yang menjadi kebutuhan setiap manusia. Engkau selalu berkenan memenuhi apa yang menjadi kerinduan kami, meskipun untuk itu Engkau dibenci dan dimusuhi oleh kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Anugerahkanlah kepada kami kehendak yang kuat untuk memperjuangkan apa yang benar, meskipun untuk itu kami harus menanggung banyak penderitaan. Sebab Dikaulah Tuhan dan junjungan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (1:24-2:3)

"Aku telah menjadi pelayan jemaat, untuk menyampaikan rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad."

24 Saudara-saudara, sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. 25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, 26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. 29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku. 1 Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi, 2 supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus, 3 sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku.
Ayat.
(Mzm 62:6-7.9)
1. Hanya pada Allah saja aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku; hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
2. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:6-11)

"Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat."

6 Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. 7 Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. 8 Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. 9 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" 10 Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. 11 Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat”

(Kol 1:24-2:3; Luk 6:6-11)

Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Hari Sabat adalah hari khusus yang dipersembahkan kepada Tuhan, dan dalam peraturan hari Sabat antara lain orang tidak boleh bekerja dan diharapkan berisirahat menikmati kebersamaan dengan Tuhan dan saudara-saudari sekeluarga atau dekat. Dengan kata lain pada hari Sabat orang diharapkan senantiasa berbuat baik, hidup dan bertindak berdasarkan kaidah moral yang benar. Cukup menarik apa yang dilakukan oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi: mereka berpikiran jahat terhadap orang lain dan berusaha untuk melihat kesalahan atau kekurangan orang lain, yaitu Yesus. Menanggapi pikiran jahat mereka Yesus menyembuhkan orang sakit sambil berkata: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?”.Jawaban yang benar adalah ‘berbuat baik dan menyelamatkan nyawa orang’., maka marilah kita senantiasa berusaha berbuat baik dan menyelamatkan nyawa orang tidak hanya pada hari Sabat/Minggu saja, tetapi setiap hari atau setiap saat dimanapun dan kapanpun. Maka ketika melihat siapapun yang sungguh membutuhkan bantuan marilah segera kita bantu sesuai dengan kebutuhannya dan kemampuan kita. Berbuat baik tidak perlu izin atau minta rekomendasi dari orang lain; sebaliknya kepada para pemimpin atau atasan kami harapkan untuk berterima kasih dan bersyukur ketika bawahan atau anggotanya berbuat baik, meskipun apa yang mereka lakukan nampaknya tidak sesuai dengan aturan atau tatanan hidup. Aturan atau tatanan berada pada ranah norma hukum, sedangkan baik berada ranah norma moral; norma moral berada di atas atau mengatasi norma hukum. Demikian juga nyawa lebih penting dan utama daripada tubuh atau aturan dan tatanan hidup.

·“Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat” (Kol 1:24) , demikian kesaksian iman Paulus kepada umat di Kolose, kepada kita semua orang yang beriman kepada Yesus Kristus. Bersukacita dalam penderitaan pelayanan kepada orang lain atau sesama, itulah panggilan dan tugas pengutusan kita semua. Apa yang dikatakan Paulus ini kiranya senada dengan seorang ibu yang bersedia menderita dalam melahirkan anaknya, dan itu dilakukan atau dihayati dalam dan oleh cintakasih. Penderitaan yang lahir dari cintakasih memang merupakan jalan keselamatan atau kebahagiaan sejati. Yesus Kristus telah menderita sengsara dan wafat di kayu salib demi keselamatan seluruh umat manusia, seluruh dunia, dan kita dipanggil untuk meneladan Dia. Menderita karena cintakasih dan kebahagiaan sejati bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan tetapi tak dapat dipisahkan. Untuk membahagiakan orang lain kita harus siap sedia dan rela berkorban maupun menderita karena harus berjuang, dan dalam penderitaan itulah terjadi kebahagiaan sejati. Sebagai contoh kiranya anda dapat mengenangkan sejenak ketika anda masih dalam/sedang dalam masa pacaran atau tunangan. Bukankah selama dalam masa pacaran atau tunangan anda siap sedia untuk menderita dan berkorban bagi yang lain, pacarnya atau tunangannya, dan dengan demikian anda merasa puas, nikmat dan bahagia. Marilah kita sikapi saudara-saudari atau sesama kita bagaikan ‘pacar atau tunangan’ kita, sehingga kita siap sedia dan rela untuk berkorban dan menderita bagi kebahagiaan dan keselamatan sesama kita. Dalam saling menderita dan berkorban juga terjadi saling melengkapi dan menyempurnakan.



“Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita” (Mzm 62:6-7.9).



Jakarta, 7 September 2009


Ignatius Sumarya, SJ