Senin, 01 Desember 2025
Peringatan Wajib Beato Dionisius dan Redemptus, Martir Indonesia
“Berbahagialah penjara, yang mengantar para hamba Allah menuju surga.” (St. Siprianus)
Antifon Pembuka (Luk 4:18)
Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur orang yang remuk redam.
Pengantar
Peringatan Wajib Beato Dionisius dan Redemptus, Martir Indonesia
“Berbahagialah penjara, yang mengantar para hamba Allah menuju surga.” (St. Siprianus)
Antifon Pembuka (Luk 4:18)
Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur orang yang remuk redam.
Pengantar
Pada hari ini Gereja memperingati Beato Dionisius dan Redemptus, Beato Dionisius lahir 12 Desember 1600 dari Honfleur, Perancis, berkarya ditempat yang sama dengan Beato Redemptus; wafat sebagai Martir (kepalanya di pukul dengan gada hingga pecah lalu lehernya digorok) di Aceh Indonesia pada tanggal 27 November 1638. Dibeatifikasi pada 10 Juni 1900 oleh Paus Leo XIII. Sementara Beato Redemptus dari Salib lahir 15 Maret 1598 dari Paredes, Portugis, ia pernah berkarya di Goa – India, Sumatra – Indonesia; Wafat sebagai Martir (ditembak dengan panah lalu lehernya digorok) di Aceh, Indonesia pada 27 November 1638. Keduanya dibeatifikasi pada 10 Juni 1900 oleh Paus Leo XIII.
Doa Pagi
Ya Allah, Engkau telah menguatkan Gereja-Mu dengan pelayanan yang mengagumkan melalui kesaksian para martir yang kudus, Dionisius dan Redemptus. Semoga umat-Mu, yang setia kepada perutusan yang telah dipercayakan kepada Gereja-Mu itu, memperoleh kebebasan beragama yang lebih besar dan memberi kesaksian tentang kebenaran di hadapan dunia. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
![]() |
| St. Michael & St. Mary Stillwater, MN Catholic Church |
Bacaan dari Kitab Yesaya (2:1-5)
"Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan damai abadi Allah."
Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem, “Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, ‘Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan. ‘Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”
Atau
Bacaan dari Kitab Yesaya (4:2-6)
Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan Tuhan akan menjadi permai dan mulia, dan hasil bumi akan menjadi kebanggaan serta kehormatan bagi orang-orang Israel yang selamat. Dan semua orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus. Mereka itu ialah setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, apabila Tuhan telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. Maka Tuhan akan menjadikan di atas seluruh wilayah Gunung Sion dan di atas semua pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam. Sebab di atas semuanya itu akan nampak kemuliaan Tuhan sebagai tudung dan pondok tempat bernaung terhadap panas terik pada waktu siang dan sebagai perlindungan serta persembunyian terhadap angin ribut serta hujan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 844
Ref. 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
Ayat. (Mzm 122:1-2.3-4a. (4b-5.6-7). 8-9)
1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah yakni suku-suku Tuhan.
3. Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
4. Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan kesentosaan di dalam purimu!”
5. Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: Semoga kesejahteraan ada di dalammu!” Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Mzm 80:8)
Ya Allah, pulihkanlah kami buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.
Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan Tuhan akan menjadi permai dan mulia, dan hasil bumi akan menjadi kebanggaan serta kehormatan bagi orang-orang Israel yang selamat. Dan semua orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus. Mereka itu ialah setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, apabila Tuhan telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. Maka Tuhan akan menjadikan di atas seluruh wilayah Gunung Sion dan di atas semua pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam. Sebab di atas semuanya itu akan nampak kemuliaan Tuhan sebagai tudung dan pondok tempat bernaung terhadap panas terik pada waktu siang dan sebagai perlindungan serta persembunyian terhadap angin ribut serta hujan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 844
Ref. 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
Ayat. (Mzm 122:1-2.3-4a. (4b-5.6-7). 8-9)
1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah yakni suku-suku Tuhan.
3. Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
4. Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat kesentosaan. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan kesentosaan di dalam purimu!”
5. Oleh karena saudara-saudara dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: Semoga kesejahteraan ada di dalammu!” Oleh karena rumah Tuhan, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Mzm 80:8)
Ya Allah, pulihkanlah kami buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami.
Inilah Injil Suci menurut Matius (8:5-11)
"Banyak orang akan datang dari timur dan barat masuk Kerajaan Surga."
Pada waktu itu Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan mohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh, dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi perwira itu menjawab, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu, ‘Pergi!’ maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’ maka ia datang; ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia mengerjakannya.” Mendengar hal itu heranlah Yesus. Maka Ia berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Kujumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.”
Verbum Domini
(Demikianlah Sabda Tuhan)
U. Laus tibi Christe (U. Terpujilah Kristus)
Renungan
Masa Adven adalah tentang penantian dan pengharapan akan perayaan kelahiran Yesus Kristus, Juruselamat kita. Aspek mendasar dan fundamental dari Adven adalah misteri Inkarnasi.
Empat minggu Adven diperuntukkan bagi kita untuk merenungkan-merenungkan misteri keselamatan yang agung ini. Ini adalah misteri Allah yang menjadi manusia dan dilahirkan dengan cara yang biasa.
Dalam misteri Inkarnasi, Sabda Allah menjadi manusia dalam pribadi Yesus. Dalam Injil, perwira itu menyatakan kuasa otoritas firman. Ia percaya bahwa Yesus hanya perlu bersabda dan hambanya akan disembuhkan.
Selagi kita merenungkan pernyataan perwira itu, marilah kita juga merenungkan dan merenungkan misteri agung Inkarnasi, Sabda yang menjadi manusia. Yesus turun dari surga untuk mewartakan misteri yang mendalam ini.
Dengan doa, meditasi, dan refleksi, Yesus akan membawa kita ke gunung Allah untuk memahami misteri ini lebih dalam.
Ketika kita mulai memahami misteri Inkarnasi, kita juga akan mulai mengalami apa yang Yesus janjikan kepada kita. Yesus adalah Firman Allah, dan Firman-Nya adalah kuasa dan otoritas. Marilah kita percaya kepada Yesus dan apa yang telah Dia janjikan kepada kita.
Baca renungan lainnya di lumenchristi.id silakan klik tautan ini
Antifon Komuni (Yoh 12:24-25)
Biji gandum yang tidak ditanam dan mati, akan tetap tinggal sebiji. Tetapi jika mati, akan berbuah banyak sekali.
Senin Hari Biasa Pekan I Adven
Komentar hari ini
Paus Benediktus XVI, Konsistori Publik Biasa, 24 November 2012
Komentar hari ini
Paus Benediktus XVI, Konsistori Publik Biasa, 24 November 2012
Ciri-ciri khas Gereja sesuai dengan rencana Allah, sebagaimana Katekismus Gereja Katolik katakan:
“Melalui Roh Kudus, Kristus menjadikan Gereja-Nya itu satu, kudus,
katolik, dan apostolik. Ia memanggilnya supaya melaksanakan setiap sifat
itu.” (no. 811). Secara khusus, yang menjadikan Gereja Katolik
adalah kenyataan bahwa Kristus dalam misi penyelamatan-Nya merangkul
seluruh umat manusia. Sementara selama hidup-Nya di bumi, misi Yesus
terbatas pada orang-orang Yahudi, “kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” (Mat
15:24), sejak awal misi itu dimaksudkan untuk membawa terang Injil
kepada semua orang dan menuntun semua bangsa ke dalam Kerajaan Allah.
Ketika melihat iman perwira di Kapernaum, Yesus berseru: “Aku berkata
kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan
bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga” (Mat
8:11). Pandangan universalis ini dapat dilihat, antara lain, dari cara
Yesus menerapkan kepada diri-Nya sendiri bukan hanya gelar “Anak Daud”,
tetapi juga “Anak Manusia” (Mrk 10:33), seperti dalam bagian Injil yang
baru saja kita dengar. Ungkapan “Anak Manusia”, dalam bahasa sastra
apokaliptik Yahudi yang diilhami oleh penglihatan sejarah yang ditemukan
dalam kitab nabi Daniel (lih. 7:13-14), mengingatkan kita pada sosok
yang muncul “dengan awan-awan di langit” (ayat 13). Ini adalah gambaran
yang menubuatkan Kerajaan yang sama sekali baru, yang ditopang bukan
oleh kekuatan manusia, tetapi oleh kekuatan sejati yang datang dari
Allah. Yesus menggunakan ungkapan yang kaya dan kompleks ini dan
merujuknya kepada diri-Nya sendiri untuk menunjukkan karakter sejati
Mesianisme-Nya: sebuah misi yang ditujukan kepada manusia seutuhnya dan
kepada setiap manusia, yang melampaui semua kekhususan etnis,
kebangsaan, dan agama. Dan sesungguhnya, dengan mengikuti Yesus, dengan
membiarkan diri ditarik ke dalam kemanusiaan-Nya dan dengan demikian ke
dalam persekutuan dengan Allah, seseorang memasuki Kerajaan baru yang
diwartakan dan diantisipasi oleh Gereja, sebuah Kerajaan yang
menaklukkan perpecahan dan penyebaran.
Doa Malam
Tuhan Yesus Kristus, aku bersyukur
atas penyelenggaraan-Mu sepanjang hari ini. Aku kagum atas iman perwira
yang hambanya menderita sakit itu. Maka, tuntunlah pula, ya Yesus, agar
aku pun mampu untuk selalu hidup dalam iman dan menaruh perhatian
terhadap orang-orang yang sakit di lingkungan sekitarku. Amin.
RENUNGAN PAGI




