Kamis, 17 September 2009 :: Hari Biasa Pekan XXIV

Kamis, 17 September 2009
Hari Biasa Pekan XXIV

Si pencemooh mencari hikmat, tetapi sia-sia. Sedangkan bagi orang berpengertian, pengetahuan mudah diperoleh -- Amsal 14:6


Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahabaik, baharuilah selalu diri kami berkat Roh Kudus yang Kaucurahkan. Berilah kami rahmat untuk menerima kehadiran Putra-Mu dalam hidup kami sehingga dapat meneladan Dia dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dan tantangan dalam hidup. Dengan demikian menjadi nyata bahwa kami adalah murid Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (4:12-16)

"Awasilah dirimu dan awasilah ajaranmu; dengan demikian engkau menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau."

Saudara terkasih, jangan seorang pun menganggap dirimu rendah karena engkau masih muda. Jadilah teladan bagi orang-orang beriman, dalam perkataan dan tingkah laku, dalam kasih, kesetiaan dan kesucianmu. Sementara itu, sambil menunggu kedatanganku, bertekunlah dalam membaca Kitab Suci, dalam membangun dan mengajar. Janganlah lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang diberikan oleh penumpangan tangan Sidang penatua disertai nubuat. Perhatikanlah semuanya itu dan hiduplah di dalamnya, supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. Awasilah dirimu dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Ayat. (Mzm 111:7-8.9.10)
1. Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh; perintah-Nya lestari untuk selama-lamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
2. Ia memberikan kebebasan kepada umat-Nya, Ia menetapkan perjanjian untuk selama-lamanya; kudus dan dahsyatlah nama-Nya!
3. Pangkal kebijaksanaan adalah takut akan Tuhan, semua orang yang mengamalkannya memiliki budi bahasa yang baik; dia akan disanjung sepanjang masa.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (7:36-50)

"Dosanya yang banyak telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih."

Pada suatu ketika seorang Farisi mengundang Yesus makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa. Ketika mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya dengan air matanya, dan menyekanya dengan rambutnya. Kemudian ia mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hati, "Seandainya Dia ini nabi, mestinya Ia tahu, bahwa wanita ini adalah orang yang berdosa." Lalu Yesus berkata kepada orang Farisi itu, "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon, "Katakanlah, Guru." "Ada dua orang yang berutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka utang kedua orang itu dihapuskannya. Siapakah di antara mereka akan lebih mengasihi dia?" Jawab Simon, "Aku sangka, yang mendapat penghapusan utang lebih banyak!" Kata Yesus kepadanya, "Betul pendapatmu itu!" Dan sambil berpaling kepada wanita itu, Yesus berkata kepada Simon, "Engkau melihat wanita ini? Aku masuk ke dalam rumahmu, namun engkau tidak memberi Aku air untuk membasuh kaki-Ku; tetapi wanita ini membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk, ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi ia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu, 'Dosanya yang banyak itu telah diampuni, karena ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit pula ia berbuat kasih!" Lalu Yesus berkata kepada wanita itu, "Dosamu telah diampuni." Orang-orang yang makan bersama Yesus berpikir dalam hati, "Siapakah Dia ini, maka Ia dapat mengampuni dosa?" Tetapi Yesus berkata kepada wanita itu, "Imanmu telah menyelamatkan dikau. Pergilah dengan selamat!"
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

“Imanmu menyelamatkan engkau”



(1Tim 4:12-16; Luk 7:36-50)

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Robertus Bellarmino, imam dan pujangga Gereja, hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· “Roberto dilahirkan di Italia pada tahun 1542. Ketika masih kanak-kanak, ia tidak tertarik untuk bermain. Ia lebih suka menghabiskan waktunya mengulangi khotbah-khotbah yang ia dengar kepada adik-adiknya. Ia juga suka menjelaskan pelajaran-pelajaran katekese kepada anak-anak petani di lingkungan sekitarnya” (dari: http://www.indocell.net/yesaya). Pengalaman masa kanak-kanak Roberto inilah yang menjadi dasar kuat, yang kemudian berkembang dalam diri imam Roberto Bellarmino menjadi pujangga Gereja, pengkotbah ulung dan kotbah-kotbahnya senantiasa menarik dan memikat para pendengarnya, sehingga mereka bertobat dan semakin beriman. Apa yang dilakukan oleh Roberto nampaknya sesuai dengan Formula Institusi SJ, yang antara lain dikatakan bagi para penngikut St.Ignatius Loyola hendaknya “mengajar agama kristiani kepada anak-anak dan orang-orang sederhana” (Formula Institusi SJ no 1): ia telah melakukan ajakan Ignatius Loyola ketika masih kanak-kanak, sebelum menjadi anggota Serikat Yesus. Maka dengan ini kami mengingatkan dan mengajak anak-anak, dan tentu saja dengan dukungan dan bantuan orangtua, untuk meneladan Roberto: hendaknya berpartisipasi dalam ibadat atau Perayaan Ekaristi hari Minggu dan sungguh mendengarkan kotbah yang disampaikan dalam ibadat tersebut. Apa yang telah didengarkan kemudian diceriterakan kembali kepada adik-adiknya atau teman-teman, entah di sekolah atau masyarakat. Para orangtua atau bapak-ibu kami harapkan sungguh mendorong dan mendampingi anak-anak dengan berpegang teguh pada sabda Yesus :”Imanmu telah menyelamatkan engkau”.

· “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar” (1Tim 4:12-13). “Bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci”, nasehat inilah kiranya yang baik kita renungkan dan hayati atau laksanakan. Kebetulan kita juga masih berada di bulan Kitab Suci, maka marilah kita bertekun membaca Kitab Suci, tulisan yang ditulis atas ihlam Allah yang berguna untuk mendidik dan membimbing kita agar kita semakin beriman. Baiklah jika di dalam keluarga kegiatan pembacaan Kitab Suci ini dapat diselenggarakan setiap hari dan bersama-sama. Bacakan perikop sesuai dengan Kalendarium Liturgi, yang juga saya kutipkan setiap hari: satu orang membacakan dan yang lain mendengarkan. Dengan rendah hati saya juga tidak berkeberatan jika tulisan-tulisan sederhana yang saya buat setiap hari dibacakan di dalam keluarga. Kitab Suci pertama-tama dan terutama untuk dibacakan dan didengarkan, bukan untuk dipelajari, apalagi menjadi bahan polemik.. Iman antara lain tumbuh dan berkembang karena pendengaran, maka bagi yang mendengarkan kami harapkan sungguh mendengarkan, dan kemudian meresapkannya ke dalam hati sanubari. Kita juga dipanggil untuk menjadi teladan dalam hal tingkah laku, kasih, kesetiaan dan kesucian. Semoga pembacaan kitab suci dapat membantu menghayati dan memperteguh tugas panggilan ini. Kepada para katekis atau guru agama kami berharap memberi perhatian yang memadai pada anak-anak dalam hal pembacaan kitab suci ini.

“Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh,kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran. Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat. Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.”
(Mzm 111:7-10)


Jakarta, 17 September 2009

Ignatius Sumarya, SJ