Senin, 09 November 2009 :: Pesta Pemberkatan Basilik Lateran, Yesus Menyucikan Bait Allah, oleh Rm L. Setyo Antoro, SCJ

Senin, 09 November 2009
Pesta Pemberkatan Basilik Lateran

YESUS MENYUCIKAN BAIT ALLAH


Doa Renungan

Allah Bapa yang mahaagung, Engkau telah berkenan memilih kami sebagai batu-batu hidup bagi bangunan kediaman-Mu. Curahkanlah selalu anugerah Roh kepada Gereja-Mu, agar umat-Mu yang selalu setia akan rahmat-Mu berkembang dalam pembangunan Yerusalem baru. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Yehezkiel (47:1-2.8-9.12)

"Aku melihat air mengalir keluar dari bait Allah, dan semua orang yan didatangi air itu akan selamat."

1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. 8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, 9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. 12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 847
Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 46:2-3.5-6.8-9)
1. Allah itu tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.
2. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, di sukakan oleh aliran-aliran sungai . Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
3. Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan. Yang mengadakan permusuhan di bumi.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (3:9b-11,6-17)

"Kamu adalah tempat kediaman Allah."

9 Saudara-saudara, kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah. 10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 953
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Tempat ini telah Kupilih dan Kukuduskan. Supaya nama-Ku tinggal disana sepanjang masa. (2Taw 7:16)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (2:13-22)

"Kenisah yang dimaksudkan Yesus ialah tubuh-Nya sendiri."

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku. Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Saudara-saudari yang dicintai Tuhan,
Basilica St. Yohanes Lateran (Basilica di San Giovanni in Laterano) adalah Katedral Gereja Roma dan kedudukan gerejawi resmi Uskup Roma yang adalah Sri Paus. Sebagai Katedral Uskup Roma, basilica ini memiliki tahta kepausan (Cathedra Romana). Basilika ini bergelar “Ibu Gereja Ekumene” (ibu gereja bagi seluruh penjuru dunia yang dihuni oleh manusia) untuk komunitas umat Katolik Roma. Basilica St. Yohanes Lateran didedikasikan untuk Kristus Sang Penyelamat, Christo Salvatore. Penginjil Yohanes dalam perikopa 2: 13-22 mengisahkan, “Yesus Menyucikan Bait Allah”.

Bait Allah adalah pusat hidup religius untuk bangsa Israel. Bait Allah menjadi pusat ibadat, kurban, dan kehadiran Allah. Bagi bangsa Israel, kehancuran fisik Bait Allah adalah kehancuran hidup religius mereka. “Yesus membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkanNya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya” (ayat 15). Arogankah tindakan Tuhan Yesus ini? Pembersihan Bait Allah ini mengingatkan kita akan tipe tindakan simbolis yang dilakukan para nabi. Tindakan Tuhan Yesus adalah suatu TANDA. Bangunan fisik akan segera dirusak dan perlu dibersihkan. Data sejarah : Bait Allah dihancurkan oleh pasukan Titus dari Roma pada tahun 70 M. Secara simbolis, tindakan Tuhan Yesus memberi makna bahwa fungsi dan peran Bait Allah akan digantikan oleh Tubuh Kristus yang bangkit.

Ada dua keistimewaan yang ditonjolkan oleh Yohanes dalam peristiwa Tuhan Yesus menyucikan Bait Allah.
1. “Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: ”Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” (ayat 18). Ayat ini menggambarkan permusuhan orang Yahudi dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah orang Yahudi dan murid-murid-Nya yang Yahudi ikut merasakan kesukaran dengan rekan-rekan Yahudi sebangsanya. Tetapi perbedaan antara Tuhan Yesus dan Yahudi mencerminkan permusuhan kelak antara orang-orang Kristen dengan Yahudi.

2. “Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh para murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus” (ayat 22). Banyak tindakan dan kata-kata Tuhan Yesus tidak dipahami selama Ia hidup. Semua hanya dapat dipahami dalam sinar kebangkitan Tuhan Yesus.

Tubuh dan seluruh hidup kita telah “dibersihkan” oleh darah dan kebangkitan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus bertahta dan hidup dalam batin kita. Tubuh kita adalah bait Allah. Semoga seluruh hidup kita menandakan Tuhan Yesus yang hidup.

Salam dan berkat
Pastor L. Setyo Antoro, SCJ.

www.st-stefanus.or.id



Bagikan

Bacaan Harian 09 - 15 November 2009

Bacaan Harian 09 - 15 November 2009


Senin, 09 Nopember 2009:
Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran (P).
Yeh 47:1-2.8-9.12; Mzm 46:2-3.5-6.8-9; 1Kor 3:9b-11.16-17; Yoh 2:13-22.
Hari ini Gereja merayakan Pesta Pemberkatan Gereja Basilika St. Yohanes Lateran, yang adalah ibu dari gereja orang katolik, karena gereja ini merupakan gereja katedral Uskup Roma. Dengan perayaan ini kita diingatkan bahwa gereja bukan sekedar gedung, tapi adalah tempat yang kudus untuk secara khusus berjumpa dengan Tuhan kita. Maka, Yesus pun mengusir dengan keras orang-orang yang menjadikan Bait Allah sebagai tempat berdagang. Ia mau memelihara kekudusan Bait Allah itu. Bagaimana sikap kita dengan gereja kita sendiri?

Selasa, 10 Nopember 2009 :
Peringatan Wajib St. Leo Agung. Paus & Pujangga Gereja (P).
Keb 2:23 – 3:9; Mzm 34:2-3.16-19; Luk 17:7-10.
Dalam kehidupan pelayanan, janganlah kita terjebak pada kesombongan rohani atau merasa diri telah melakukan banyak hal yang pantas mendapat pujian. Harus tetap diingat: kita hanyalah hamba yang hanya melakukan apa yang memang seharusnya kita lakukan.

Rabu, 11 Nopember 2009 :
Peringatan Wajib St. Martinus dari Tours-Uskup (P).
Keb 6:1-11; Mzm 82:3-4.6-7; Luk 17:11-19.
Ada 10 orang kusta yang disembuhkan, tetapi hanya satu yang kembali kepada Yesus untuk bersyukur. Kalau kita menyadari bahwa kehidupan kita tak lepas dari Penyelenggaraan Ilahi, maka apa pun keadaannya sudah seharusnya kita senantiasa kembali kepada Yesus untuk mensyukurinya.

Kamis, 12 Nopember 2009:
Peringatan Wajib St. Yosafat, Uskup-Martir (M).
Keb 7: 22 – 8:1; Mzm 119:89-90.130.135.175; Luk 17:20-25.
Akhir zaman pasti datang, tapi entahlah kapan. Yang penting bagi kita saat ini adalah menikmati Kerajaan Allah yang telah dan sedang berlangsung di tengah kita melalui berbagai pengalaman akan rahmat Tuhan, baik yang kita alami sendiri, maupun yang dialami orang lain. Lalu hiduplah di dalam Kerajaan Allah itu.

Jumat, 13 Nopember 2009:
Hari Biasa Pekan XXXII (H).
Keb 13:1-9; Mzm 19:2-5; Luk 17:26-37
Mengikuti Yesus adalah suatu keputusan dan pilihan sikap yang terus-menerus. Untuk itu, kita harus terbiasa untuk kehilangan ‘hal yang menyenangkan’ demi melakukan ajaran dan kehendak-Nya. Kalau begitu, kita menempatkan Yesus sebagai satu-satunya andalan hidup kita. Tidak mudah memang.

Sabtu, 14 Nopember 2009:
Hari Biasa Pekan XXXII (H).
Keb 18:14-16. 19:6-9; Mzm 105:2-3.36-37.42-43; Luk 18:1-8.
Yesus mengajarkan untuk tak jemu-jemu berdoa. Doa adalah napas hidup para pengikut Yesus. Dengan berdoa, kita berada dalam kontak yang hidup dengan Tuhan sebagai sumber kehidupan. Di dalam doa pulalah kita dapat semakin memahami kehendak-Nya.

Minggu, 15 Nopember 2009 :
Hari Minggu Biasa XXXIII (H).
Dan 12:1-3; Mzm 16: 5.8-11; Ibr 10:11-14.18; Mrk 13:24-32.
Yesus berbicara tentang akhir zaman. Ia menggambarkan akan terjadi kekacauan dan huru-hara. Namun segera akan datang penghiburan, yaitu kedatangan Anak Manusia, yaitu Yesus sendiri. Pada waktu itu Ia akan datang untuk mengumpulkan orang-orang pilihan. Namun, Yesus tidak mengatakan kapan hari itu tiba. Yang diperlukan adalah sikap berjaga-jaga. Artinya, senantiasa memupuk harapan akan kedatangan Yesus sambil bertekun dalam iman, melalui sikap dan perbuatan sehari-hari yang berkenan pada Allah dan sesama.


Renungan: www.reginacaeli.org


Bagikan