Kamis, 26 November 2009 Hari Biasa Pekan XXXIV

Kamis, 26 November 2009
Hari Biasa Pekan XXXIV

“Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu.” --- Daniel 6: 19

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahabaik, Engkau kami puji dan kami muliakan! Kerahiman dan cinta kasih-Mu menjadikan kami semua anak-anak-Mu yang Engkau kasihi. Dampingilah kami dalam pencarian hidup kami, dan berilah terang yang menuntun ke jalan yang menuju Dikau. Teguhkanlah kami bila lemah, hiburlah kami bila kesepian, dan kuatkan kami di saat letih. Semoga sabda yang akan kami taburkan berbuah pada masa yang akan datang, yaitu pada saat kedatangan Yesus dalam kemuliaan-Nya. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama (Dan 6:12-28)

L. Allah telah mengutus malaikat-Nya dan mengatupkan mulut singa-singa

Pembacaan dari Kitab Nubuat Daniel

12 Sekali peristiwa para pegawai Raja Darius masuk ke kamar Daniel, dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. 13 Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: "Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Jawab raja: "Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." 14 Lalu kata mereka kepada raja: "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya." 15 Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya. 16 Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!" 17 Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" 18 Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. 19 Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. 20 Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; 21 dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?" 22 Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu! 23 Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." 24 Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. 25 Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. 26 Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! 27 Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. 28 Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Antar Bacaan (Dan 3: 68.69.70.71.72.73.74)
L : Pujilah Tuhan, hai embun dan salju yang membadai,
U : Pujilah dan luhurkanlah Dia selama- lamanya.

L : Pujilah Tuhan, hai embun beku dan salju,
U : Pujilah dan luhurkanlah Dia selama- lamanya.

L : Pujilah Tuhan, hai siang dan malam,
U : Pujilah dan luhurkanlah Dia selama- lamanya.

L : Pujilah Tuhan, hai cahaya dan kegelapan,
U : Pujilah dan luhurkanlah Dia selama- lamanya.

L : Pujilah Tuhan, hai halilintar dan awan-kemawan,
U : Pujilah dan luhurkanlah Dia selama- lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.

Bacaan Injil (Luk 21:20-28)

I. Yerusalem akan diinjak-injak oleh para bangsa asing sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas

20 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. 21 Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, 22 sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. 23 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, 24 dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu." 25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. 26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. 27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

RAJA DARIUS tidak dapat makan karena memikirkan Daniel yang akan menemui ajalnya (Dan 6: 19). Anehnya, singa-singa yang lapar tidak mau makan, karena Allah melindungi Daniel (Dan 6: 23). Ketidakmampuan untuk makan ini juga seimbang dalam kehidupan rohani. Kelaparan rohani tidak akan makan makanan rohani yang mereka butuhkan. Mereka memiliki begitu sarat dengan barang dan hal-hal di dunia ini di mana mereka lalai menyadari bahwa jiwa mereka akan mati kelaparan karena kurangnya makanan rohani (Ams 13: 19).

Untuk memperbaiki makan kita yang salah, Allah memberikan kita Ekaristi, Roti dari sorga (Yoh 6: 31-32, 35). Kata "ekaristi" berarti: ucapan syukur. Di dalam ekaristi, Tubuh Kristus, Allah mengkaitkan makan dan ucapan syukur. Itulah sebabnya mengapa selama berabad-abad umat kristiani memberikan ucapan syukur kepada Allah sebelum mereka makan.

Banyak di antara anda yang makan makanan istimewa hari ini. Semoga saja bahwa makanan itu akan menyatakan ucapan syukur dengan sepenuh hati kepada Allah atas semua berkat-berkat-Nya. Seperti enaknya makanan, puncak atas makanan dan ucapan syukur adalah Ekaristi (Yoh 6: 11). Makanan dan ucapan syukur dengan sedemikian kedua-duanya di mana Allah menggabungkan mereka dalam tubuh Ekaristi Yesus. Berbahagialah mereka yang makan dengan ucapan syukur pada perjamuan Anak Domba (Why 19: 9).

Doa : “Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku” (Mzm 138: 1) dengan menyambut-Mu dalam ekaristi.
Janji : “Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” --- Lukas 21: 28.
Pujian : Saat ia masuk gereja kembali, Peter Tantya selama ini tidak menyadari bagaimana jiwanya itu mengalami kekeringan.

Renungan SATU PERJAMUAN – SATU JEMAAT


Bagikan