Rabu, 30 Juni 2010 Hari Biasa Pekan XIII

Rabu, 30 Juni 2010
Hari Biasa Pekan XIII
St. Bertrandus; St. Theobaldus;
Sta. Giacinta Marescoti; B. Raymundus Lullus

Tuhan tetap peduli, mengasihi dan memelihara setiap orang, juga apabila orang-orang itu tidak masuk hitungan orang terpilih.

Doa Renungan Pagi

Tuhan Yesus, Engkau berkuasa membebaskan setiap orang dari kuasa setan. Bebaskanlah kami ya Bapa, dari setiap kecenderungan yang jahat dan kuatkanlah iman kami. Sebab Engkaulah Tuhan kami, yang berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Pembacaan dari Kitab Amos (5:14-15.21-24)

"Jauhkanlah daripadaku keramaian nyanyianmu, dan biarlah keadilan selalu mengalir seperti sungai."

Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf. "Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku akan memperlihatkan keselamatan Allah kepada yang jujur jalannya.
Ayat. (Mzm 50:7.8-9.10-11.12-13.16bc-17)
1. Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman! Dengarlah hai Israel , Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu!
2. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.
3. Sebab segala binatang hutan adalah milik-Ku, dan ribuan hewan di gunung adalah kepunyaan-Ku. Aku kenal segala burung di udara, dan semua yang bergerak di padang adalah milik-Ku.
4. Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. Daging lembu jantankah makanan-Ku? Atau darah kambing jantankah minuman-Ku?
5. Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Atas kehendak-Nya sendiri Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran, agar kita menjadi yang pertama dari ciptaan-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (8:28-34)

"Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"

Pada suatu hari Yesus menyeberang danau Genesaret dan tiba di daerah orang Gadara. Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan, menemui Dia. Mereka itu sangat berbahaya, sehingga tak seorang pun berani melalui jalan itu. Dan mereka itu pun berteriak, katanya, "Apakah urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau datang kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" Tidak jauh dari mereka itu ada sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan-setan itu minta kepada Yesus, katanya, "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu." Maka Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau, dan mati di dalam air. Para penjaga babi lari, dan setibanya di kota mereka menceritakan segala sesuatu, juga tentang dua orang yang kerasukan itu. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah berjumpa dengan Dia, mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Yesus berdialog dengan orang yang kerasukan setan di daerah orang Gadara. Dialog itu sangat menarik untuk dicermati. Ternyata setan itu mengenal Yesus sebagai Anak Allah. Bahkan, setan itu meminta kepada Yesus agar tidak dibinasakan, melainkan boleh pindah ke kawanan babi, meski akhirnya juga mati tenggelam di danau!

Apa yang menarik dari dialog itu? Setan itu mengenal Yesus sebagai Anak Allah, tetapi pengenalannya tidak disertai oleh sikap iman terhadap Yesus. Kendati demikian, toh Yesus memenuhi dan mengabulkan permintaannya! Namun, ia tetap setan dengan segala perbuatannya yang bahkan mendatangkan kerugian dan ketakutan bagi orang lain.

Kita pun mengaku mengenal Yesus sebagai Anak Allah. Barangkali juga, doa-doa kita dengan mudah dikabulkan oleh Yesus. Pertanyaannya: Apakah kita menghayati pengenalan kita terhadap Yesus sebagai Anak Allah dengan sikap iman dan cinta ataukah tidak lebih dari cara setan yang merasuki orang Gadara itu?

Mari kita memohon bukan saja pengenalan akan Yesus sebagai Anak Allah, tetapi juga iman yang benar dan mendalam terhadap Dia!

Ya Yesus, semoga sikap iman yang benar dan mendalam terhadap-Mu senantiasa bertumbuh dalam diriku, kini dan sepanjang masa. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian



Bagikan