Selasa, 03 Agustus 2010 Hari Biasa Pekan XVIII

Selasa, 03 Agustus 2010
Hari Biasa Pekan XVIII
St. Stefanus I, Paus, Mrt.

Tuhan tidak tinggal diam. Tuhan mengasihi. Tuhan akan mengulurkan tangan sehingga kita yang meragukan-Nya pun pasti terselamatkan.

Doa Renungan

Tuhan Yesus Kristus, kuasa-Mu mengatasi segalanya di dunia ini. Engkau menunjukkan kemuliaan kepada para murid-Mu dengan berjalan di atas air. Ajarilah kami setiap hari, khususnya pada hari ini untuk selalu percaya pada kuasa-Mu yang mengubah dan membuat segalanya mungkin terjadi. Tuntunlah kami agar tak ada satu pun bisa merampas iman kepercayaan kami pada-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan pengantara kami. Amin.

Pembacaan dari Kitab Nabi Yeremia (30:1-2.12-15.18-22)

"Karena kesalahan dan dosamu sangat banyak, maka Aku telah memukul engkau. Tetapi Aku akan memulihkan kemah Yakub."

Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam suatu kitab. Sungguh, beginilah firman TUHAN: Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan! Tidak ada yang membela hakmu, tidak ada obat untuk bisul, kesembuhan tidak ada bagimu! Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar. Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu, karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu. Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengasihani tempat-tempat tinggalnya, kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan puri itu akan berdiri di tempatnya yang asli. Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka banyak dan mereka tidak akan berkurang lagi; Aku akan membuat mereka dipermuliakan dan mereka tidak akan dihina lagi. Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku; Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka. Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri, dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka; Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku, sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN. Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan akan membangun Sion dan menampakkan diri dalam kemuliaan.
Ayat. (Mzm 102:16-18.19-21.29.22-23)
1. Bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu, bila Tuhan sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya, sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.
2. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari sorga ke bumi, untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,
3. Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram, dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu.
4. Supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem, apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Rabi, Engkau Anak Allah, Engkaulah raja Israel.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (15:1-2, 10-14)

"Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut sampai akar-akarnya."

Sekali peristiwa, datanglah kepada Yesus beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem. Mereka berkata, "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan." Yesus lalu memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, "Dengarlah dan camkanlah, bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." Maka datanglah para murid dan bertanya kepada Yesus, "Tahukah Engkau bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang Farisi?" Tetapi Yesus menjawab, "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut sampai akar-akarnya. Biarkanlah mereka itu. Mereka itu orang buta yang menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lubang."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Bagai kapal di tengah lautan lepas yang diombang-ambingkan gelombang dan angin sakal, demikianlah situasi Gereja purba yang telah jauh menyebar ke seluruh daerah jajahan Romawi yang diterpa begitu banyak tantangan dan penganiayaan yang menggoyahkan iman mereka. Di saat-saat itu Yesus muncul walau mereka tak mengenal-Nya. Petrus yang berani menguji imannya sendiri ternyata tenggelam juga karena ketakutannya masih lebih besar daripada imannya.

Lawan dari iman bukanlah tidak beriman, melainkan ketakutan. Orang yang takut adalah orang yang kurang atau bahkan tidak beriman. Iman akan kehadiran Yesus selayaknya menjadi kekuatan kita dalam mengarungi segala cobaan dan gelombang hidup yang menghempas kita. Yesus tidak pernah meninggalkan kita sendirian dalam mengarungi cobaan hidup kita. Dia selalu hadir dan berbisik, ”Jangan takut, Aku ini.” Namun, beriman tidaklah semudah yang kita ucapkan. Mungkin mulut kita komat-kamit berdoa dan menyerahkan segala situasi hidup kita kepada Allah, tetapi ketakutan yang begitu besar membuat kita juga tenggelam.

Namun, kita yakin bahwa Tuhan yang sudah tahu kadar iman kita yang begitu lemah tetap mengulurkan tangan-Nya dan membantu kita. Dia tidak membiarkan kita tenggelam dalam kesusahan.

Ya Tuhan, di kala hidup ini diterpa gelombang yang dahsyat, janganlah membiarkan hamba-Mu ini tenggelam dalam kesusahan. Ulurkanlah tanganmu dan tolonglah aku yang kurang percaya ini. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian


Bagikan