Senin, 09 Agustus 2010 Hari Biasa Pekan XIX

Senin, 09 Agustus 2010
Hari Biasa Pekan XIX

Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (Ef 2:22)

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahapengasih dan penyayang, betapa indah hidup di dalam kedamaian yang berasal daripada-Mu sendiri. Kami percaya, Engkau akan menuntun kami agar bersatu dan bersekutu dengan-Mu. Kekuatan-Mu sendiri yang membuat kami mampu menjalani hidup ini. Hidup yang terarah bagi kemuliaan-Mu dan menjadi santapan yang menguatkan kami sampai akhir zaman. Bersihkanlah hati kami dengan sabda penyembuhan-Mu dan jadikanlah kami orang-orang yang cinta kebenaran dan kedamaian. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

Pembacaan dari Kitab Yehezkiel (1:2-5.24-2:1a)

"Penglihatan gambar kemuliaan Tuhan."

Pada tanggal lima bulan, yaitu tahun kelima sesudah raja Yoyakhin dibuang, datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia. Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat. Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia, Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai. Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Ayat. (Mzm 148:1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd)
1. Pujilah Tuhan di surga, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
2. Hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
3. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.

Bait Pengantar Injil do = a, 4/4, Pelog Bem, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 14:33)
Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku; Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepada-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (17:22-27)

"Ia akan dibunuh, tetapi Ia akan bangkit. Putra-putra raja bebas dari pajak."

Sekali peristiwa Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama ada di Galilea. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?" Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?" Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.


Renungan

Membayar pajak menjadi keprihatinan Matius Penginjil karena dia sendiri sebelum menjadi murid Kristus adalah seorang petugas pajak (bdk. Mat 10:3; Mrk 2:14; Luk 5:27). Pajak itu sangat penting karena kerajaan-kerajaan kuno dibangun atas pajak-pajak yang dikumpulkan dari rakyatnya. Hanya orang-orang yang bebas yang tidak membayar pajak. Namun, bagi Yesus tidak membayar pajak bisa menjadi batu sandungan bagi yang lain, sehingga Dia perintahkan kepada Petrus untuk membayar pajak termasuk juga untuk diri-Nya.

Sebagai umat Kristiani, kita mengimani bahwa kebebasan merupakan anugerah Allah yang istimewa bagi kita. Namun, hukum Allah sama sekali tidak melarang kita untuk tidak menghiraukan hukum manusia atau menolak untuk membayar pajak. Membayar pajak adalah kewajiban setiap warga negara untuk membangun negaranya menuju kesejahteraan bersama. Menjadi orang Kristen yang baik adalah juga menjadi warga negara yang baik yang patut dicontoh, yaitu dengan melakukan semua kewajibannya sebagai seorang warga negara.

Allah yang mahaagung, Engkau mengaruniakan kepadaku suatu anugerah yang indah, yaitu kebebasan sebagai anak-Mu. Semoga aku menjadi hamba-Mu yang bertanggung jawab dan menjadi teladan dalam melakukan kewajibanku sebagai warga negara. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Bacaan Harian 09 - 15 Agustus 2010

Bacaan Harian 09 - 15 Agustus 2010

Senin, 09 Agustus 2010 : Hari Biasa Pekan XIX
Yeh. 1:2-5,24 - 2:1a; Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd; Mat. 17:22-27.
Sebagai Anak Allah, Yesus tidak seharusnya membayar pajak untuk Bait Allah. Tapi Ia membayarnya juga supaya tidak menjadi batu sandungan bagi rakyat. Apa yang menurut pendirian kita benar, kerapkali harus dikalahkan demi tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Diperlukan kebijakan supaya bisa sungguh menjadi Terang Dunia.

Selasa, 10 Agustus 2010 : Pesta S. Laurensius
2Kor. 9:6-10; Mzm. 112:1-2.5-6.7-8.9; Yoh. 12:24-26.
Biji gandum akan tetap menjadi biji saja jika tidak jatuh ke dalam tanah dan mati. Biji itu akan menghasilkan buah banyak jika ia mati. Maka, untuk sungguh dapat berbuah dalam kehidupan ini, tidaklah mungkin tanpa pengorbanan. Yesus mengatakan untuk menjadi murid-Nya perlulah menyangkal diri, memanggul salib, dan sungguh mengikuti-Nya. Mau menjadi murid Yesus dan berbuah? Siaplah berkorban!

Rabu, 11 Agustus 2010 : Pw Sta. Klara
Yeh. 9:1-7; 10:18-22; Mzm. 113:1-2,34,5-6; Mat. 18:15-20.
Keberanian untuk menegur atau memberitahukan kesalahan orang lain secara empat mata adalah tindakan yang lebih terpuji ketimbang membicarakannya atau menjelek-jelekkannya di belakang. Permasalahan dengan orang lain hendaknya diselesaikan melalui dialog dengan sikap dasar saling percaya dan menemukan jalan keluar yang saling membangun.

Kamis, 12 Agustus 2010 : Hari Biasa Pekan XIX
Yeh. 12:1-12; Mzm. 78:56-57,58-59,61-62; Mat. 18:21 - 19a.
Karena kasih-Nya yang tanpa batas, Allah mengampuni kita tanpa henti. Allah menghendaki supaya kasih-Nya itu tercurah juga pada kita dan kita pun dimampukan untuk mengampuni kesalahan orang lain tanpa batas.

Jumat, 13 Agustus 2010 : Hari Biasa Pekan XIX
Yeh. 16:1-15,60,63 atau Yeh. 16:59-63; MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; Mat. 19:3-12.
Perceraian dalam kehidupan keluarga seringkali disebabkan oleh kekerasan hati masing-masing pihak, yang cenderung berdiri pada apa yang dianggapnya benar. Keterbukaan hati untuk menerima pasangan apa adanya dan kemauan untuk mengampuni adalah lem perekat yang dapat mempersatukan keretakan hubungan di dalam keluarga. Untuk itu memang diperlukan kerendahan hati.

Sabtu, 14 Agustus 2010 : Pw St. Maximilianus Maria Kolbe
Yeh. 18:1-10,13b,30-32; Mzm. 51:12-13,14-15,18-19; Mat. 19:13-15.
Yesus memberi tempat khusus kepada anak-anak kecil. Sebagai orang dewasa, kita semua mempunyai tanggung jawab untuk mengantar anak-anak kecil mengalami Allah. Anak-anak perlu kita biasakan mengalami kasih Allah supaya kasih itu merasuk dan menjiwai mereka pula di sepanjang hidup mereka.

Minggu, 15 Agustus 2010 : HARI RAYA SP MARIA DIANGKAT KE SURGA
Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10bc,11,12ab,16; 1Kor 15:20-26; Luk. 1:39-56.
Jika perjumpaan kita dengan orang lain dipenuhi dengan kasih Allah, perjumpaan itu akan mendatangkan kegembiraan bagi mereka. Kasih Allah yang kita bawa akan terpancar keluar dan orang lain pasti dapat merasakannya. Itulah yang dilakukan Maria ketika berjunjung ke Elisabet saudaranya