Jumat, 20 Agustus 2010 Pw. St. Bernardus, Abas, Pujangga Gereja

Jumat, 20 Agustus 2010
Pw. St. Bernardus, Abas, Pujangga Gereja

"Yesus menjawab, 'Kasihilah Tuhan, Allah-mu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap budimu. Inilah perintah pertama dan yang paling utama.'" -- Matius 22:38

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahapengasih, aku bersyukur atas kasih-Mu yang boleh kualami dalam hidup yang berharga dan indah ini. Pada hari ini, Engkau mewartakan kepadaku suatu hukum yang menghidupkan, yaitu hukum cinta kasih. Doronglah aku ya Tuhan, agar dapat mengembangkan kasih kepada-Mu dan kepada sesama dalam hidupku, bukan saja dalam perkataan, melainkan juga lewat tindakan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Pembacaan dari Kitab Yehezkiel (37:1-14)

"Hai tulang-tulang kering, dengarlah sabda Tuhan. Aku akan membangkitkan kalian dari dalam kubur, hai kaum Israel."

Pada suatu hari, kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang. Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!" Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali." Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar. Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang. Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.
Ayat. (Mzm 107:2-3.4-5.6-7.8-9; R:1)
1. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.
2. Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka.
3. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang.
4. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (22:34-40)

"Kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri."

Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membungkam orang-orang Saduki, berkumpullah mereka. Seorang dari antaranya, seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus hendak mencobai Dia, "Guru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum Taurat?" Yesus menjawab, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan segenap akal budimu. Itulah hukum yang utama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Orang Farisi sungguh berbangga dengan pengetahuan mereka akan hukum Taurat. Mereka mencobai Yesus apakah DIa mengerti dengan tepat semua hukum Taurat seperti yang mereka mengerti. Mereka tidak terlalu mementingkan apakah Yesus tahu tentang hukum-hukum itu, tetapi apakah Yesus membuat suatu penilaian yang tepat. Mereka menjebak Yesus; kalau Yesus mementingkan hukum berarti dia mengurangi nilai hukum-hukum yang lain. Akan tetapi, Yesus tidak terjebak dengan memilih satu hukum di atas yang lain, justru Yesus mengetahui hukum Allah dan maksud dari hukum-hukum itu. Apa yang Allah tuntut dari umat-Nya? Allah hanya menuntut dari kita agar kita mencintai sebagaimana Dia mencintai kita.

Allah adalah kasih dan segala sesuatu yang diciptakan-Nya mengalir dari kasih-Nya. Allahlah yang pertama-tama mengasihi kita umat-Nya. Dan cinta kita kepada-Nya hanyalah sebagai jawaban atas segala karunia melimpah yang Dia berikan kepada kita. Mencintai Allah membuat kita semakin mengenal cinta Allah dan semakin kita mencintai segala sesuatu yang dicintai Allah. Semua hukum dibangun atas dasar hukum terbesar, yaitu Kasih. Apa pun yang kita lakukan bagi Tuhan dan sesama kalau tidak dilakukan dalam kasih dan keikhlasan, semuanya adalah hampa dan tidak berguna (bdk. 1Kor 13:3).

Tuhan, berilah aku kasih yang cukup untuk mengasihi-Mu dan juga sesama. Semoga setiap saat aku merasakan dan mengalami bertapa besar kasih-Mu dalam hidupku. Dengan begitu, aku boleh dengan penuh sukacita membagi kasih-Mu itu dengan sesamaku. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian.