Kamis, 23 September 2010 Pw. St Padre Pio, Imam

Kamis, 23 September 2010
Pw. St Padre Pio, Imam
St. Linus; Sta. Tekla

Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus -- Galatia 6:2

Doa Renungan

Tuhan Yesus Kristus, terimakasih karena Engkau telah memberi kepercayaan kepadaku untuk mewartakan Kabar Gembira kepada dunia. Semoga Kabar Gembira yang telah kuwartakan melalui hidupku pada hari ini menyenangkan hati-Mu. Amin.

Pembacaan dari Kitab Pengkhotbah (1:2-11)


"Tiada sesuatu yang baru di bawah matahari."

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 847

Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; R:1)
1. Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.
2. Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi seperti rumput yang bertumbuh: di waktu pagi tumbuh dan berkembang, di waktu petang sudah lisut dan layu.
3. Ajarilah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, berapa lama lagi? dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
4. Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami teguhkanlah!

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. Akulah jalan, kebenaran dan hidup, sabda Tuhan. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:7-9)

"Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?"

Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala sesuatu yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata, "Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?" Lalu ia berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

Renungan

Kejahatan akan selalu mengancam kebaikan. Orang yang hidup dalam kejahatan akan menjadi gelisah dan cemas atas kehadiran orang-orang yang membela kebenaran. Dalam pergulatan hidup, antara yang jahat dan yang benar selalu diuji, siapa yang kalah dan menang. Para murid Yesus memilih Yesus sebagai jalan kebenaran, namun kebenaran hidup mereka masih harus diuji dalam pergulatan hidup sehari-hari. Yesus dan Yohanes hidup dalam kebenaran dan mereka menjadi sosok yang menang atas segala dosa dan kejahatan, kendati mereka harus mengorbankan hidup mereka.

Semua murid Yesus diutus-Nya untuk menjadi pewarta dan pembela kebenaran. Tuhan Yesus dan kebenaran ajaran-Nya seharusnya menjadi hal yang terpenting bagi murid Yesus.

Hal ini pula yang menjadi refleksi dalam kitab pengkhotbah, bahwa segala sesuatu sia-sia termasuk hidup ini. Apa yang kita pentingkan dalam hidup ini, diri kita sendiri yang tidak mendatangkan keselamatan atau jalan keselamatan dengan hidup benar seturut kehendak Tuhan?

Sia-sialah segala hal yang kumiliki dan kulakukan, ya Tuhan, kalau aku tidak hidup benar di hadapan-Mu. Tariklah hidupku selalu pada kebenaran sejati dari-Mu, agar hidupku tidak sia-sia, melainkan terarah pada keselamatan. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian