Senin, 27 September 2010 Pw S. Vinsensius de Paul

Senin, 27 September 2010
Pw S. Vinsensius de Paul

"Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku” (Luk 9:46-50)

Doa Renungan

Allah Bapa, pembela kaum papa, Engkau telah membina Santo Vincentius, imam-Mu dalam kegiatan kerasulan menyelamatkan orang miskin dan mendidik rohaniwan. Ia begitu semangat menunjukkan kasih Allah dan terbakar karenanya. Semoga kami dikobarkan dengan semangat yang sama untuk mengasihi yang dikasihi-Nya dan melaksanakan ajaran-Nya. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin .

Apabila orang yang takwa ditimpa kemalangan, apakah dia akan tetap setia kepada Tuhan? Itulah pertanyaan yang direnungkan dalam bacaan ini. Awalnya Ayub begitu tabah menghadapi aneka macam cobaan yang bertubi-tubi dialaminya. “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan”. Kisah ini membuka permenungan yang mendalam akan makna penderitaan dalam Kitab Ayub.

Pembacaan dari Kitab Ayub (1:6-22)

"TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi." Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN. Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya, datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, re = a, 2/4, PS 810
Ref. Condongkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah bebaskan daku.
Ayat. (Mzm 17:1,2-3,6-7,)
1.Dengarkanlah, Tuhan, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.
2. Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar. Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.
3. Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.


Menjadi murid Yesus harus berani rendah hati. Yesus sendiri datang dengan mengosongkan diri dan menjadi kecil. Semangat rendah hati juga menjadi kunci kerja sama dengan semua orang yang berkehendak baik.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Anak Manusia datang untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:46-50)

"Yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar."

Sekali peristiwa timbullah pertengkaran di antara para murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka, "Barangsiapa menerima anak ini demi nama-Ku, dia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku. Sebab yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar." Pada kesempatan lain Yohanes berkata, "Guru, kami melihat seseorang mengusir setan demi nama-Mu, dan kami telah mencegahnya, karena ia bukan pengikut kita." Tetapi Yesus menjawab, "Jangan kalian cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kalian, dia memihak kalian."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Merasa berhak memonopoli nama Yesus adalah alasan para murid ingin mencegah orang mengusir setan dalam nama Yesus. Mereka tergoda untuk tidak mau disaingi, atau bahkan takut tersaingi sehingga mereka tidak suka bila ada keselamatan terjadi. Jadi mana yang lebih penting bagi mereka: keselamatan sesama atau popularitas mereka? Jawabannya popularitas mereka sebagai pengikut Yesus. Apakah kita juga pernah terjatuh pada hal ini?


Tuhan Allah, hanya Engkau dan karya keselamatan-Mu yang ingin kubanggakan dalam hidupku. Jauhkan hatiku dari kebanggaan duniawi yang tidak memberikan kehidupan kekal. Aku akan berusaha hanya memuliakan nama-Mu melalui hidupku. Amin.

R U A H

Bacaan Harian 27 September - 03 Oktober 2010

Senin, 27 September: Peringatan Wajib St. Vinsensius de Paul, Imam (P).
Ayb 1:6-22; Mzm 17:1-3.6-7; Luk 9:46-50.
Dengan menyambut anak kecil, kita menyambut Yesus. Jadi, untuk melihat bagaimana sikap kita sesungguhnya terhadap Yesus, kita lihat saja bagaimana perlakuan kita terhadap 'anak-anak kecil', yaitu orang-orang yang lemah, sederhana, polos dan tak berdaya.

Selasa, 28 September: Hari Biasa Pekan XXVI (H).
Ayb 3:1-3.11-17.20-23; Mzm 88:2-8; Luk 9:51-56.
Seringkali kita terdorong untuk menggunakan kuasa dan kekuatan yang kita miliki untuk menekan orang yang tak berdaya. Yesus menegur murid-Nya yang juga mau melakukan hal seperti itu terhadap orang Samaria. Kita ditantang, bagaimana menggunakan kuasa dan kekuatan justru sebagai kesempatan menjalankan kasih lebih banyak lagi; bukan untuk menekan dan menindas orang.

Rabu, 29 September: Pesta St. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung (P).
Dan 7:9-10.13-14; atau Why 12:7-12a; Mzm 138:1-5; Yoh 1:47-51.
Hari ini Gereja merayakan pesta tiga malaikat agung: Mikael, Gabriel, dan Rafael. Mikael dikenal sebagai pembela kaum beriman mengahdapi serangan kuasa jahat. Gabriel dikenal sebagai pembawa warta gembira dari Allah kepada manusia. Rafael dikenal sebagai tabib Allah yang diutus untuk menyembuhkan manusia dari penyakit dan menguatkan jiwa. Kita merayakan tiga Malaikat Agung ini karena perannya yang besar dalam perjalanan pewahyuan Allah dan mengambil bagian dalam hidup iman kita.

Kamis, 30 September: Peringatan Wajib St. Hieronimus, Imam Pujangga Gereja (P).
Ayb 19:21-27; Mzm 27:7-9abc.13-14; Luk 10:1-12.
Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Dia pasti tidak tinggal diam. Ia akan mengirim pekerja-pekerja-Nya untuk tuaian itu. Namun, Ia tidak akan mengirimkan pekerja dari langit. Ia butuh bantuan kita untuk menjadi tangan-tangan-Nya. Mungkin jadi Ia sudah memanggil kita, tapi hati kita belum juga terbuka mendengarkan-Nya.

Catatan: Bulan Oktober adalah Bulan Rosario. Dianjurkan oleh Paus hendaknya selama Bulan Oktober doa rosario digiatkan dalam lingkungan umat dan keluarga

Jumat, 01 Oktober: Jumat Pertama; Pesta Sta. Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan Pujangga Gereja (P).
Yes 66:10-14c; Mzm 131:1-3; Mat 18:1-5.
Sudah menjadi kebiasaan umum, ‘orang dewasa’ sering meremehkan anak-anak. Tetapi Yesus justru membela hak, nilai, harga anak-anak; merekalah yang empunya kerajaan surga, merekalah yang terbesar dalam kerajaan surga! Apakah kita juga sudah menghargai anak-anak kita ataukah justru seringkali hanya memakai pendekatan ‘kuasa’ dan menganggap mereka harus ‘nurut’ apa kata ‘orang dewasa’?

Sabtu, 02 Oktober: Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung (P).
Kel 23:20-23a; Mzm 91:1-6.10-11; Mat 18:1-5.10.
Hari ini kita memperingati para malaikat pelindung. Malaikat adalah penolong istimewa manusia, bahkan sebagai pendoa dan pemohon bagi manusia yang mereka lindungi. Yesus mengingatkan supaya kita tidak meremehkan atau tidak menghargai orang lain, karena ada malaikat mereka yang selalu memandang wajah Bapa di surga.

Minggu, 03 Oktober: Hari Minggu Biasa XXVII (H).
Hab 1:2-3 – 2:2-4; Mzm 95:1-2.6-9; 2Tim 1:6-8.13-14; Luk 17:5-10.
Dalam kehidupan pelayanan, janganlah kita terjebak pada kesombongan rohani atau merasa diri telah melakukan banyak hal yang pantas mendapat pujian. Harus tetap diingat: kita hanyalah hamba yang hanya melakukan apa yang memang seharusnya kita lakukan.