Bacaan Harian 11 - 17 Oktober 2010

Bacaan Harian 11 - 17 Oktober 2010

Senin, 11 Oktober : Hari Biasa Pekan XXVIII (H).
Gal 4:22-24.26-27.31 – 5:1; Mzm 113:1-5a.6-7; Luk 11:29-32.
Yesus sudah hadir di tengah manusia, mewartakan Kerajaan Allah, menawarkan keselamatan, lalu wafat dan bangkit pada hari ketiga. Jika itu semua masih tidak cukup untuk membuat kita hidup terarah kepada Bapa, tanda apa lagi yang kita nantikan supaya kita sungguh-sungguh bertobat? Persoalannya, barangkali, karena hati kita yang masih keras-membatu! Itulah sulitnya!

Selasa, 12 Oktober : Hari Biasa Pekan XXVIII (H).
Gal 4:31b – 5:6; Mzm 119:41.43-45.47-48; Luk 11:37-41.
Manusia lebih mudah untuk mendandani penampilan dan tampak luar, tetapi sering lupa membersihkan bagian dalam diri. Padahal kita sama-sama sepaham, bagaimana kualitas seorang manusia sesungguhnya pertama-tama ditentukan isi dalamnya. Ya, isi hati kita!

Rabu, 13 Oktober : Hari Biasa Pekan XXVIII (H).
Gal 5:18-25; Mzm 1:1-4.6; Luk 11:42-46.
Alangkah sulitnya menjalin kesesuaian antara komitmen dengan tindakan; antara kata-kata dengan perbuatan. Kita pun biasa tergiring untuk mudah menghakimi ketimbang memahami; menghendaki orang melakukan sesuatu, tetapi kita sendiri menjauhinya. Kalau begitu, kita tak ubahnya dengan orang Farisi yang dikecam Yesus.

Kamis, 14 Oktober : Hari Biasa Pekan XXVIII (H).
Ef 1:1-10; Mzm 98:1-6; Luk 11:47-54.
Kita mungkin tidak secara langsung berbuat jahat, tetapi dengan membiarkan atau membenarkan perbuatan jahat, kita sudah melakukan kejahatan. Maka, Yesus mengecam hal seperti itu. Juga, Yesus mengecam orang yang sudah tidak mau berbuat baik, tetapi sekaligus menghalang-halangi orang lain untuk melakukan yang baik.

Jumat, 15 Oktober : Peringatan Wajib Sta. Theresia dari Yesus, Perawan Pujangga Gereja (P).
Ef 1:11-14; Mzm 33:-1-2.4-5.12-13; Luk 12:1-7.
Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Jadi, hiduplah takut akan Tuhan. Dengan sikap seperti itulah kita akan selalu berusaha menghindari dosa, bahkan meskipun tak ada orang lain yang tahu.

Sabtu, 16 Oktober : Hari Biasa Pekan XXVIII (H).
Ef 1:15-23; Mzm 8:2-3a.4-7; Luk 12:8-12.
Kalau kita mengakui Yesus di depan manusia, Yesus akan mengakui kita di depan malaikat-malaikat Allah. Sebaliknya, yang menyangkal akan disangkal juga. Sederhana saja: lakukanlah apa yang sudah kita dengar dari Yesus; itulah pengakuan kita akan Dia! Juga sederhana: tak usah peduli sabda-Nya, itulah penyangkalan kita!

Minggu, 17 Oktober : Hari Biasa Pekan XXIX (H).
Kel 17:8-13; Mzm 121:1-8; 2Tim 3:14 – 4:2; Luk 18:1-8.
Tanda ketergantungan kita kepada Allah adalah bahwa apa pun persoalan dan kebutuhan kita, kita selalu menghadap, berseru, meminta dan berserah kepada-Nya. Janji Tuhan hari ini: Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya. Allah tidak akan membiarkan orang yang sudah mempercayakan hidupnya kepada-Nya.

Senin, 11 Oktober 2010 Hari Biasa Pekan XXVIII

Senin, 11 Oktober 2010
Hari Biasa Pekan XXVIII

Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang --- Kolose 4:6

Doa Renungan

Ya Tuhan Yesus, di tengah arus zaman ini, banyak orang yang kehausan akan kasih-Mu. Banyak orang yang mempertanyakan kehadiran-Mu dan meminta tanda. Aku pun sering mempertanyakan kehadiran-Mu. Tuhanku, jadikanlah pertanyaan-pertanyaan hidupku ini sebagai kesempatan untuk lebih mengenal Engkau yang senantiasa hadir dalam hidupku. Semoga hari ini aku dapat melihat kemuliaan dan kebesaran-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Kristus membebaskan setiap orang yang percaya kepada-Nya dari kekuatan dosa. Santo Paulus memberikan motivasi agar kita tetap berada dalam kondisi bebas dari dosa. Sebab kita adalah anak dari wanita merdeka, bukan wanita hamba. Kita adalah anak dari wanita terjanji (Sara), bukan wanita gunung Sinai (Hagar). Kita adalah keturunan wanita merdeka, Yerusalem Surgawi.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (4:22-24.26-27.31-5:1)

"Kita ini bukanlah anak dari wanita hamba, melainkan dari wanita merdeka."

Saudara-saudara, ada tertulis bahwa Abraham mempunyai dua orang anak, seorang dari wanita yang menjadi hambanya dan seorang dari wanita yang merdeka. Tetapi anak dari wanita yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging, dan anak dari wanita yang merdeka itu oleh karena janji. Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua wanita itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari Gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, yaitu Hagar. Tetapi yang lain adalah Yerusalem surgawi, yaitu wanita yang merdeka, ibu kita. Karena ada tertulis, "Bersukacitalah, hai wanita mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai wanita yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab wanita yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai anak lebih banyak daripada yang bersuami." Karena itu, Saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak dari wanita hamba melainkan anak-anak dari wanita yang merdeka. Sebab Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan tunduk lagi di bawah perhambaan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 113:1-2.3-4.5a.6-7)
1. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
2. Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
3. Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi? Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Hari ini dengarkanlah suara Tuhan, dan janganlah bertegar hati.

Meminta sesuatu tanda merupakan kejahatan, karena justru menunjukkan tiadanya iman. Orang seperti meragukan Allah yang telah memberikan tanda penyertaan paling nyata, yaitu Yesus Kristus. Lebih nyata lagi, saat Yesus berada dalam pratala selama tiga hari. Meminta tanda bukan menjadi ungkapan iman, tetapi justru ungkapan ketidakpercayaan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:29-32)

"Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus."

Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini. Pada waktu penghakiman ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Salomo! Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Yunus!"
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Iman sejati justru mengajarkan penyerahan diri secara total. Hari ini kita diajak melihat kembali kualitas iman kita dengan pertimbangan: Apakah kita condong memaksakan keinginan dan harapan kita kepada Allah atau berani menyerahkan seluruh peristiwa hidup kita dalam tangan Allah yang bijaksana? Jika kemungkinan kedua yang kita pilih, maka kita tidak termasuk golongan orang yang cenderung meminta tanda.

R U A H