Selasa, 12 Oktober 2010 Hari Biasa Pekan XXVIII

Selasa, 12 Oktober 2010
Hari Biasa Pekan XXVIII

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga --- Mat 5:16

Doa Renungan

Ya Tuhan, tiap orang bekerja keras dan berlomba untuk menjadi yang terbaik. Aku pun ikut serta di dalamnya. Tetapi seringkali aku menjadi sangat sibuk dengan hal-hal yang tampak, yang mendatangkan kekaguman dari orang lain. Tuhan, aku ingin agar apa yang tampak dalam diriku sungguh-sungguh keluar dari kedalaman hidupku. Berilah aku rahmat-Mu untuk terlebih dahulu menata hatiku dan anugerahkanlah hati serta mata yang bening agar dapat mengerti dengan hati-Mu, melihat dengan mata-Mu, lalu bertindak dengan tangan-Mu. Amin.

Tanda lahiriah tidak selalu menjadi jaminan keselamatan. Yang menjamin orang untuk memperoleh keselamatan ialah iman yang dimilikinya sebab berkat imanlah orang mampu berkembang dalam kasih.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (4:31b-5:6)

"Sunat tidak berarti sama sekali; yang berarti hanyalah iman yang bekerja melalui cinta kasih."

Saudara-saudara, kita bukanlah anak dari wanita hamba, melainkan dari wanita yang merdeka. Sebab Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan. Sesungguhnya aku, Paulus, berkata kepadamu, 'Jika kalian menyunatkan diri, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Sekali lagi kukatakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. Kalian lepas dari Kristus, jika kalian mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kalian hidup di luar kasih karunia! Sebab oleh Roh dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. Sebab bagi orang yang ada dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat sama sekali tidak mempunyai arti. Yang berarti hanyalah iman yang bekerja oleh kasih.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref.Semoga kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 119:41.43-45.47.48)
1. Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu.
2. Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
3. Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.
4. Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.
5. Aku hendak bergembira dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.
6. Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

Menjaga kebersihan sikap batin jauh lebih penting daripada menjaga kebersihan lahiriah. Sebab kebersihan hatilah yang akan menentukan perilaku dan mutu kehidupan seseorang.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:37-41)

"Berikanlah sedekah dan semuanya menjadi bersih."


Pada suatu ketika, selesai mengajar, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Yesus ke rumah itu, lalu duduk makan. Tetapi orang Farisi itu heran melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan. Lalu Tuhan berkata kepadanya, "Hai orang-orang Farisi, kalian membersihkan cawan dan pinggan bagian luar, tetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Yang menjadikan bagian luar, Dialah juga yang menjadikan bagian dalam? Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

Doa Renungan Malam

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku. Engkau tahu dan mengerti setiap pikiranku. Sebelum aku sempat mengucapkan sepatah kata pun, Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan. Aku bersembah sujud di hadapan-Mu, sebab dahsyatlah karya-Mu, ya Allahku. Jagalah jangan sampai aku menyimpang dari jalan-Mu, dan tuntunlah aku dalam hidup abadi. Amin.

Renungan

"Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu." Yesus mempersalahkan orang-orang Farisi yang menekankan penghayatan agama secara lahiriah. Ia menyebutkan ketidakjelasan pembersihan religius dari bagian luar alat minum, sementara batin seseorang penuh dengan kejahatan. Bagaimana dengan diriku?


RUAH