Selasa, 19 Oktober 2010 Hari Biasa Pekan XXIX

Selasa, 19 Oktober 2010
Hari Biasa Pekan XXIX

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban --- 2Tim 1:7

Doa Renungan

Ya Tuhan, Engkau bersabda hari ini agar kami senantiasa berjaga-jaga, seperti pelayan yang setia dan mau berjaga-jaga menantikan kedatangan tuannya. Kami mohon pada-Mu, kuatkanlah kami selalu agar senantiasa mawas diri dan berpegang pada sabda yang Kauberikan kepada kami agar kami layak di hadapan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Karena dosa, orang dijauhkan dari keselamatan. Akan tetapi, berkat darah Kristus yang ditumpahkan untuk menebus dosa manusia, orang tersebut memperoleh kembali tawaran kasih Allah.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus ( 2:12-22)

"Kristuslah damai sejahtera kita yang mempersatukan kedua belah pihak."


Saudara-saudara, ingatlah bahwa kalian dahulu tanpa Kristus. Waktu itu kalian tidak termasuk warga umat Allah dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan. Waktu itu kalian tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dunia. Tetapi sekarang dalam Kristus Yesus, kalain yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus. Dialah damai sejahtera kita, yang mempersatukan kedua belah pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan. Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru dalam diri-Nya. Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera. Dalam satu tubuh Ia memperdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib dan mengakhiri permusuhan oleh salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kalian yang jauh dan kepada mereka yang dekat. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh. Demikianlah kalian bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan orang kudus dan anggota keluarga Allah. Kalian dibangun atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di atas Dia tumbuhlah seluruh bangunan yang rapih tersusun menjadi bait Allah yang kudus dalam Tuhan. Di atas Dia pula kalian turut dibangun menjadi kediaman Allah dalam Roh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya.
Ayat. (Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya? Sunnguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3.Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Orang beriman hendaknya selalu siap siaga menghadapi masa depan yang tidak terduga. Maka, mereka diharapkan memiliki ketekunan, kesediaan, kerelaan, dan kewaspadaan dalam mengelola hidup ini.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:35-38)

"Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga."


Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau dini hari, dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah para hamba itu."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Andi seorang yang aktif dan supel. Ia selalu terlibat dengan dunia di sekitarnya. Di kantor, ia pekerja yang ulet dan bekerja keras. Kapan pun dimintai data dan laporan, ia selalu siap. Ia berusaha menyelesaikan semua pekerjaan dengan sebaik mungkin. Di masyarakat, ia juga anggota masyarakat yang peduli dengan lingkungannya. Ia akrab dengan tetangga-tetangganya. Ketika Andi meninggal dunia, ada begitu banyak orang yang kehilangan. Ia dikenang sebagai orang yang baik hati. Ketika ia dimakamkan, banyak sekali orang yang hadir dan mencucurkan air mata.

Bila kita meninggal dunia, sebagai siapakah kita akan dikenang? Apakah kita akan dikenang sebagai orang baik? Adakah orang yang akan mengucurkan air mata kalau kita yang meninggal? Adakah orang yang kehilangan kalau kita tidak ada lagi di muka bumi ini? Apa yang akan terjadi saat kita menghadapi kematian dapat digambarkan dan diduga dari bagaimana kita menjalani kehidupan saat ini. Jangan sampai kita dilahirkan, menjadi besar, menjadi tua, dan akhirnya mati sia-sia tanpa arti bagi siapa pun.

Ya Tuhan, persiapkanlah aku agar aku dapat mengisi hidupku sebaik mungkin agar berguna bagi orang lain. Jangan sampai hidupku sia-sia dan tidak bermanfaat untuk siapa pun. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian