| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Minggu, 21 November 2010 Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam.

Minggu, 21 November 2010
Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam.

Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. -- 1Yohanes 2:2

Doa Renungan

Ya Bapa, Putra-Mu Yesus telah diangkat ke surga dan bertakhta di sisi kanan-Mu. Semoga kami yang bergabung dengan Dia dalam hidup ini, diperkenankan juga kelak bersatu dengan Dia dalam kemuliaan-Nya. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, yang bersama Dikau, dalam persekutuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (5:1-3)

"Mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel."

Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu berkata, "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, yakni ketika Saul masih memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Lagipula Tuhan telah berfirman kepadamu: Engkaulah harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel." Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana, di hadapan Tuhan. Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 844
Ref. 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
Ayat. (Mzm 122.1-2.4-5; R:1)
1. Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada nama Tuhan sesuai dengan peraturan.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (1:12-20)

"Allah telah memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih."

Saudara-saudara, semoga kamu mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang membuat kamu layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam Kerajaan Terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih; di dalam Kristus itulah kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, Dia adalah yang sulung, yang lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa ; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada mendahului segala sesuatu, dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat, Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia lebih utama dalam segala sesuatu. Seluruh kepenuhan Allah berkenan di dalam Dia, dan oleh Dialah Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 961
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mrk 11:9.10)
Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapa kita Daud!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (23:35-43)

"Tuhan, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

Ketika Yesus bergantung di salib, pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi mengejek-Nya, "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang ia menyelamatkan diri-Nya sendiri jika Ia benar-benar Mesias, orang yang dipilih Allah!" Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata, "Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkan diri-Mu!" Ada juga tulisan di atas kepala-Nya, "Inilah Raja Orang Yahudi." Salah seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Yesus, katanya, "Bukankah Engkau Kristus?" Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami!" Tetapi, penjahat yang seorang lagi menegur dia, katanya, "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah? Padahal engkau menerima hukuman yang sama! Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita. Tetapi, orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Lalu ia berkata kepada Yesus, "Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja!" Kata Yesus kepadanya, "Aku berkatamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

“Ia berkata, ‘Ingatlah akan aku, apabila Engkau datang ke dalam Kerajaan-Mu.’ Jawab Yesus, ‘Sesungguhnya, hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam firdaus.’” – Lukas 23:42-43

Hari yang telah lama ditunggu untuk penobatan Raja telah tiba. Panggung telah ditata untuk menyambut kemenangan sebagai Raja yang akan mulai menjalankan kekuasaan-Nya. Apakah perayaan itu menjadi layak bagi Sang Raja? Sebab, takhta Raja adalah salib bagi penjahat yang tak terampunkan. mahkota kerajaan-Nya penuh dengan duri tajam yang menyakitkan karena menyangkut ke tengkorak-Nya. Dia tidak memakai jubah karena pakaian-Nya sudah dilucuti. Bekas siksaan pukulan dan cambuk yang dilakukan dengan sangat kejam harus menyanggah kayu keras salib yang dipikul-Nya. Tak ada tongkat di tangan-Nya, melainkan paku. Dua orang yang termasuk anggota istana-Nya mendampingi sebelah menyebelah dengan hukuman sebagai pembunuh. Upacara penobatan-Nya ditandai dengan minuman untuk pemberian ucapan selamat berupa “anggur asam” (lihat Lukas 23:36). Sang Raja sudah saatnya untuk menyampaikan kata sambutan penobatan-Nya dengan berdiri tegak terpaku di kayu salib sehingga darah menyembur dari luka paku di kedua kaki-Nya. Dia lalu berbicara: “Ya, Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan” (lihat Lukas 23:34). Mereka yang menyaksikan penobatan itu “mengejek-ejek Dia” (lihat Lukas 23:35), “menghujat” (lihat Lukas 23:39), “mengolok-olok” dan menghina-Nya (lihat Markus 15:29-32). Akhirnya, Raja Yesus memulai pemerintahan-Nya dengan mati tersalib dan penobatan-Nya terus berlanjut hingga hari ini karena “kita bertekun bersama dengan Dia” sehingga “kita juga meraja bersama dengan Dia” (lihat 2Timotius 2:12).

Sebagai puteri-putera Allah, kita mengakui bahwa Yesus adalah Sang Raja dan diri ini adalah hamba-hamba-Nya. Tatkala berdoa: “Datanglah kerajaan-Mu”, kita dengan penuh kesadaran memohon agar hanya kehendak-Nya yang terjadi dan yang harus dilakukan (lihat Matius 6:10). Dengan menobatkan Yesus sebagai Raja, kita dengan penuh sukacita bersedia turun dari takhta diri sendiri untuk bisa menyerahkan hidup ini seturut kehendak-Nya. Sayangnya, tidak sedikit dari antara kita yang tidak mau melakukan hal itu, meski mereka adalah orang-orang baik yang pergi ke gereja, berdoa, dan bermoral baik. Sesali dan bertobatlah pada saat ini juga dengan berkata: “Yesus, ingatlah akan aku apabila Engkau datang ke dalam kerajaan-Mu” (lihat Lukas 23:42). Maka, Yesus akan menjawab: “Sesungguhnya, hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam firdaus” (lihat Lukas 23:43). Berikan hidup ini kepada Yesus, Raja dan Tuhan kita. Sebagai hamba Raja Yesus, diri ini: “tidak menajiskan diri” (lihat Daniel 1:8); hidup bersahaja (lihat Daniel 1:12); sering makan dari meja perjamuan Raja Yesus melalui Misa harian (lihat Daniel 1:13); takut kepada Tuhan, Raja Kristus (lihat Daniel 1:10); memiliki hikmat (lihat Daniel 1:4,17); selalu siap untuk menjelaskannya (lihat 1Petrus 3:15); tidak menumpuk dosa dengan rajin menerima Sakramen Tobat (lihat Daniel 3:39); mengabdikan hidup sesuai karunia yang telah diberikan Raja Yesus (lihat Roma 12:6-8); memuji dan memuliakan Tuhan setiap waktu (lihat Filipi 4:4); karena telah berserah sepenuhnya kepada Raja Yesus (lihat Lukas 21:4; Matius 13:46).

Di sorga, bentuk pemerintahan Raja Yesus bukan demokrasi, sosialis, komunis, atau kediktatoran yang kejam. Kerajaan sorga merupakan kombinasi dari kerajaan dan penguasa mutlak yang murah hati. Yesus adalah Raja yang kasih-Nya tak terbatas dan Allah yang berdaulat. Kita yang mempercayai Raja Yesus akan berada dalam keabadian kasih “Penguasa agung satu-satunya, Raja segala raja dan Tuhan segala tuan” (lihat 1Timotius 6:15). Sebab, “apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (lihat 1Korintus 2:9). Raja-raja di dunia hanya bisa menyediakan pesta-pora selama tujuh hari (lihat Ester 1:5) Tetapi, Raja Yesus mengundang kita dalam pesta perjamuan Anak Domba yang kekal (lihat Wahyu 19:9). Pengatur dunia akan membunuh yang dicurigai atau mereka yang menolak kebijaksanaan yang dibuatnya. Sedang, Raja Yesus mati bagi kita, yang sebenarnya telah menganiaya diri-Nya (lihat Kisah Para Rasul 9:4-5). Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa bertemu dengan penguasa dunia, tetapi Raja Yesus tidak membatasi dan siapa pun boleh masuk, yang telah ditegaskan-Nya dengan berkata: “Semua yang diberikan kepada-Ku oleh Bapa akan datang kepada-Ku, dan barang siapa datang kepada-Ku tidak akan Ku-tolak” (lihat Yohanes 6:37). Sebab, “oleh Dia, Allah hendak mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya dan oleh darah-Nya yang tertumpah di salib, Allah mengadakan perdamaian di sorga dan di bumi” (lihat Kolose 1:20).

Yang patut direnungkan, apakah diri ini tetap bersikeras tidak bersedia menerima Yesus sebagai Raja karena ingin melestarikan kemerdekaan diri sendiri? Keputusan itu akan nampak dari sikap yang akan diperlihatkan orang dengan “mengejek-ejek Dia” (lihat Lukas 23:35); “mengolok-olokkan Dia” (lihat Lukas 23:36); “menghujat-Nya” (lihat Lukas 23:39) atau kesediaan menyangkal diri dengan melihat salib kehidupan sebagai anugerah-Nya dan bukan lagi sebagai beban. Sebab, oleh karunia dan kuasa-Nya, kita dimampukan, disegarkan, menjadi lembut dan rendah hati sehingga mententeramkan dan salib menjadi sungguh ringan (lihat Matius 11:28-30). Untuk itulah, Yesus berkata: “Ikutilah Aku” (lihat Matius 8:22); dan “ajarilah” keluarga dan saudara seiman yang lemah untuk “melaksanakan segala sesuatu yang telah Ku-perintahkan kepadamu. Aku akan selalu beserta kamu sampai akhir dunia ini” (lihat Matius 28:20). Berarti, diri ini cukup dengan bermodalkan benih Sabda-Nya untuk dijadikan panduan hidup dan ditaburkan (lihat Markus 4:14) karena Bapa-Nya yang ada di sorga “telah berkenan memberikan kamu kerajaan itu” (lihat Lukas 12:32). Kemudian, benih sabda-Nya akan tumbuh oleh kuasa-Nya, yaitu: “mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu” dan akan dipanen pada waktunya (lihat Markus 4:28:29). Demikianlah tugas perutusan puteri-putera Allah karena diri ini telah diurapi “untuk menyampaikan kabar baik” kepada keluarga dan saudara seiman yang lemah dan “memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (lihat Lukas 4:18).

Oleh Raja Yesus, hal ini diungkapkan-Nya dalam ‘Sabda Bahagia’, yang meminta kesediaan diri ini agar “memiliki roh kemiskinan, sebab Kerajaan Sorga” akan menjadi milik kita semua (lihat Matius 5:3). Dia menjalani kehidupan itu mulai dari palungan sampai tersalib di Kalvari. Ia terbiasa dengan kehidupan yang penuh keprihatinan dan bersahabat dengan rasa lapar (lihat Markus 2:23,26; Matius 21:18); didera kehausan hingga akhir hidup-Nya (lihat Yohanes 4:6-7, 19:28); dan “tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (lihat Lukas 9:58). Bila diri ini memiliki roh kemiskinan seperti yang telah diteladankan-Nya, maka kita semua kelak akan mendengar langsung Raja Yesus yang akan berkata dengan penuh kasih: “Marilah, hai kamu yang telah terbekati oleh Bapa-Ku! Milikilah kerajaan yang telah disediakan untukmu”, sebab “ketika Aku lapar kamu memberi aku makan, ketika Aku haus kamu memberi Aku minum”, “ketika aku seorang asing kamu memberi Aku tumpangan”, “ketika Aku telanjang kamu memberi Aku pakaian”, “ketika Aku sakit kamu mengunjungi Aku”, “ketika Aku di dalam penjara kamu datang melawati Aku”(lihat Matius 25:34-36). Yang kemudian ditegaskan-Nya agar diri ini menjalankan perintah itu, sebab: “Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, ‘setiap kali kamu melakukan ini kepada salah seorang yang paling kecil dari saudara-saudara-Ku, kamu melakukannya kepada-Ku” (lihat Matius 25:40). Untuk itulah, Raja Yesus meminta kita agar bertobat, dengan berkata: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (lihat Markus 2:17).

Raja Yesus memang mengajak kita supaya bertobat agar bisa masuk ke dalam kerajaan-Nya, yang diungkapkan oleh Rasul Paulus: “Hendaklah kamu dengan tidak berkeputusan mengucap syukur kepada Bapa yang sudah menguasakan kita menerima bagian dari warisan pada kudus di dalam kerajaan-Nya yang penuh cahaya” (lihat Kolose 1:12). Untuk itu, kita harus masuk ke dalam Dia agar “mengetahui rahasia Kerajaan Sorga” (lihat Matius 13:11). Raja Yesus telah memperlihatkan tanda-tanda keilahian. Namun, Ia tidak datang untuk melenyapkan segala kemalangan dunia ini (lihat Lukas 12:13-14; Yohanes 18:36), tetapi untuk membebaskan manusia dari perhambaan terburuk, yaitu: dari dosa (lihat Yohanes 8:34-36). Untuk memperolehnya, diri ini harus melepaskan segala sesuatu (lihat Matius 13:44-45). Kata-kata saja tidak cukup dan harus dengan perbuatan (lihat Matius 21:28-32), yang akan dilengkapi-Nya dengan “kekuatan-kekuatan dan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda” (lihat Kisah Para Rasul 2:22). Pada pesta ‘Kristus Raja’ hari ini, sampaikanlah niat untuk mau turun dari takhta diri sendiri dengan menerima Yesus sebagai Raja kita sambil berkata: “Ingatlah akan aku, apabila Engkau datang ke dalam Kerajaan-Mu” (lihat Lukas 23:42). Oleh kuasa-Nya, Raja Yesus akan memampukan diri ini untuk mengutamakan kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya (lihat Matius 6:33), bukan mementingkan diri sendiri (lihat 2Korintus 5:15) atau oleh kebenaran sendiri (lihat Filipi 3:9). Mari persembahkan kehidupan kepada Allah dengan mengabdikan diri sebagai hamba Sang Raja, Kristus Yesus, Tuhan kita (lihat Daniel 1:5).

Doa: “Ya, Bapa di sorga, tak putus-putusnya hamba memuji dan mengucap syukur atas belas kasihan yang telah Engkau berikan melalui Putera-Mu, Tuhan hamba, Yesus Kristus. Pada saat ini, dengan penuh sukacita, hamba menyatakan dengan tegas untuk menyerahkan hidup ini kepada-Nya. Semuanya ini hamba kembalikan kepada-Mu, ya Bapa, melalui Penebus hamba, Raja Yesus, dalam persekutuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa, amin.”

Janji: “Oleh Dia, Allah hendak mendamaikan segala sesuatu dengan diri-nya, dan oleh darah-Nya yang tertumpah di salib, Allah mengadakan perdamaian di sorga dan di bumi.” – Kolose 1:20

Renungan Satu Perjamuan Satu Jemaat

Sabtu, 20 November 2010 Hari Biasa Pekan XXXIII

Sabtu, 20 November 2010
Hari Biasa Pekan XXXIII
Agnes dari Assisi

Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan <--> Mzm 11:5

Doa Renungan

Tuhan, Engkaulah Allah orang yang hidup yang tidak menghendaki kematian kami. Engkau menghendaki kami untuk hidup bahagia bersama-Mu. Untuk itu Engkau menghendaki kami sempurna seperti Engkau. Semoga dengan kuasa Roh-Mu yang kudus, kami menjadi sempurna seperti Engkau. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Pembacaan dari Kitab Wahyu (11:4-12)

"Kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi."

Aku, Yohanes, mendengar suatu suara yang berkata, "Lihatlah kedua saksiku ini. Mereka itulah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Jika ada orang yang hendak menyakiti keduanya keluarlah api dari mulut mereka dan menghanguskan semua musuh mereka. Jika ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara demikian. Kedua saksi itu mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat. Dimilikinya pula kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali dikehendakinya. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksiannya, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka. Mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku, bahasa dan kaum melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak akan memperbolehkan mayat itu dikubur. Dan para penduduk bumi akan bergembira dan bersukacita atas kedua saksi itu. Mereka akan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi bagi semua orang yang diam di atas bumi. Tetapi tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam kedua orang itu, sehingga mereka bangkit. Semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. Dan orang-orangitu akan mendengar suara yang nyaring dari surga berkata kepada mereka, "Naiklah kemari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku!
Ayat. (Mzm 119:14.24.72.103.111.131)
1. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang.
2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung! Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu; dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Juruselamat kita Yesus Kristus telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

Kehidupan di masa yang akan datang pasti berbeda dengan hidup kita di masa kini. Kita orang beriman diajak untuk menghargai hidup di dunia ini sebagai cerminan kehidupan ilahi. Namun, hidup di dunia ini tidak boleh dimutlakkan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (20:27-40)

"Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."

Sekali peristiwa, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak. Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. Akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup." Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: "Guru, jawab-Mu itu tepat sekali." Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Orang Saduki menjadi gambaran tentang orang yang tidak percaya pada kehidupan kekal. Mereka berupaya membenarkan pandangan mereka bahwa tidak ada hidup kekal. Sebenarnya sikap dan keyakinan mereka bermula dari ketertutupan pada karya Allah yang telah nyata sejak awal mula. Sejak awal mula Allah adalah Allah orang hidup, bukan Allah orang mati. Sikap dan keyakinan yang keliru itu membawa mereka pada gambaran hidup kekal yang juga sangat duniawi.

Kita percaya kepada Allah yang hidup. Ia juga mengundang kita untuk mengalami hidup kekal bersama-Nya. Tidak ada penggambaran yang memuaskan tentang hidup yang kekal itu. Yesus dalam banyak perumpamaan menggambarkannya sebagai perjamuan kawin atau perjamuan pesta yang diselenggarakan oleh raja. Kiranya jelas bagi kita bahwa kehidupan kekal adalah suasana kebahagiaan yang kekal bersama dengan Allah. Suasana yang umumnya juga terdapat dalam suatu pesta, yaitu kegembiraan dan kebahagiaan. Itulah yang terjadi bila kita hidup bersama dengan Allah secara kekal. Kegembiraan dan kebahagiaan yang tak berkesudahan. Tidak ada gambaran duniawi yang sempurna untuk menggambarkan persatuan kita dengan Allah dalam kerajaan-Nya.

Kehidupan kekal itu kita mulai dari hidup kita masa kini. Apakah kita sudah mengarahkan hidup kita kepada kehidupan kekal bersama dengan Allah?

Ya Allah, bantulah dan tolonglah aku agar senantiasa mempersiapkan diri untuk memasuki kerajaan-Mu yang kekal, ke tempat yang telah Engkau sediakan untuk orang-orang pilihan-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Jumat, 19 November 2010 Hari Biasa Pekan XXXIII

Jumat, 19 November 2010
Hari Biasa Pekan XXXIII

Kasih setia dan belas kasihan menjadi bagian orang pilihan Allah, bagi orang suci tersedia perlindungan-Nya. --- Keb 4:15

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahakuasa, segala keindahan Kauciptakan dengan cintakasih-Mu lewat alam semesta. Begitu pula dngan segala kebaikan dalam hidupku. Berkatilah usaha dan rencanaku hari ini yang kupersembahkan sebagai pujian bagi kemuliaan-Mu. Amin.

Para nabi tidak mewartakan keyakinannya sendiri, tetapi menyuarakan apa yang menjadi kehendak Allah. Maka, seorang nabi perlu menyadari terlebih dulu apa yang dikehendaki Allah dalam dirinya sendiri.

Pembacaan dari Kitab Wahyu (10:8-11)

"Aku menerima kitab itu dan memakannya."


Aku, Yohanes, mendengar suara dari langit, yang berkata kepadaku, “Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu”.Maka aku menghadap malaikat itu. Aku minta kepadanya, supaya memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Ia berkata, “Ambillah dan makanlah, Kitab itu akan terasa pahit dalam perutmu, tetapi manis seperti madu dalam mulutmu.” Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat dan memakannya. Rasanya manis seperti madu dalam mulutku, tetapi setelah kumakan terasa pahit dalam perut. Maka malaikat itu berkata jepadaku, “Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa, kaum, bahasa dan raja.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Betapa manis janji-Mu itu bagi langit-langitku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 119:14. 24. 72. 103. 111. 131)
1. Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu, melebihi segala harta.
2. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.
3. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.
4. Betapa manis janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih manis daripada madu bagi mulutku.
5. Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.
6. Mulutku kungangakan dan mengap-mengap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan; Aku mengenal mereka dan mereka mengenal Aku.

Kalau kenisah mau dijadikan tempat ibadah sejati, maka orang yang beribadah harus mengubah diri sepenuhnya di hadapan Allah. Ibadah yang sejati harus dibarui, bukan dalam kenisah melainkan dalam diri orang beriman.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (19:45-48)

"Rumah-Ku telah kalian jadikan sarang penyamun."

Pada waktu itu Yesus tiba di Yerusalem dan masuk ke Bait Allah. Maka mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ. Ia berkata, “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kalian telah menjadikannya sarang penyamun!” Tiap-tiap hari Yesus mengajar di Bait Allah. Para imam kepala dan ahli Taurat serta orang-orang terkemuka bangsa Israel berusaha membinasakan Yesus. Tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Tindakan yang baik dan benar tidak bisa dikalahkan oleh niat buruk. Rongrongan, gangguan, ancaman selalu menghantui hidup kita. Namun semua itu bisa diatasi dengan tetap fokus pada firman Tuhan. Jangan sampai kita lengah dan berpaling kepada kekuatan yang lain. Bersama Yesus kita mampu menghadapi kerasnya hidup ini dengan penuh sukacita.

Doa Malam

Yesus Tuhanku, hatiku mudah disibukkan oleh berbagai macam pikiran dan perasaan sehingga aku kurang menyadari kehadiran-Mu yang memanggilku untuk tinggal dalam keheningan bersama-Mu. Bantulah dengan kuasa Roh Kudus agar aku dapat memenuhi harapan-Mu. Amin.

RUAH

Pesan Natal PGI - KWI 2010

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI)
TAHUN 2010

"Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia"
(bdk. Yoh. 1:9)



Saudara-saudari yang terkasih,
segenap umat Kristiani Indonesia di mana pun berada,
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

•1. Pada saat ini kita semua sedang berada di dalam suasana merayakan kedatangan Dia, yang mengatakan: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup" 1. Dalam merenungkan peristiwa ini, rasul Yohanes dengan tepat mengungkapkan: "Terang yang sesungguhnya itu sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya" 2. Suasana yang sama juga meliputi perayaan Natal kita yang terjalin dan dikemas untuk merenungkan harapan itu dengan tema: "Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dunia".

•2. Saudara-saudari terkasih,

Kita bersyukur boleh hidup dalam suatu negara yang secara konstitusional menjamin kebebasan beragama. Namun akhir-akhir ini gejala-gejala kekerasan atas nama agama semakin tampak dan mengancam ke-rukunan hidup beragama dalam masyarakat. Hal ini mencemaskan pihak-pihak yang mengalami perlakuan yang tidak wajar dalam masyarakat kita. Kita semakin merasa risau akan perkembangan "peradaban" yang mengarus-utamakan jumlah penganut agama; "peradaban" yang memenangkan mereka yang bersuara keras berhadapan dengan mereka tidak memiliki kesempatan bersuara; "peradaban" yang memenangkan mereka yang hidup mapan atas mereka yang terpinggirkan. Peradaban yang sedemikian itu pada gilirannya akan menimbulkan perselisihan, kebencian dan balas-dendam: suatu peradaban yang membuahkan budaya kematian dari pada budaya cinta yang menghidupkan.

Keadaan yang juga mencemaskan kita adalah kehadiran para penang-gungjawab publik yang tidak sepenuhnya memperjuangkan kepentingan rakyat kebanyakan. Para penanggungjawab publik memperlihatkan kiner-ja dan moralitas yang cenderung merugikan kesejahteraan bersama. So-rotan media massa terhadap kinerja penanggungjawab publik yang kurang peka terhadap kepentingan masyarakat, khususnya yang terung-kap dengan praktek korupsi dan mafia hukum hampir di segala segi kehidupan berbangsa, sungguh-sungguh memilukan dan sangat mempri-hatinkan, karena itu adalah kejahatan sosial.

Kenyataan ini yang berlawanan dengan keadaan masyarakat yang sema-kin jauh dari sejahtera, termasuk sulitnya lapangan kerja, semakin mem-perparah kemiskinan di daerah pedesaan dan perkotaan. Keadaan ini diperberat lagi oleh musibah dan bencana yang sering terjadi, baik karena faktor murni alami maupun karena dampak campur-tangan kesalahan manusiawi, terutama dalam penanganan dan penanggulangannya. Sisi-sisi gelap dalam peradaban masyarakat kita dewasa ini membuat kita semakin membutuhkan Terang yang sesungguhnya itu.

Terang yang sesungguhnya, yaitu Yesus Kristus menjelma menjadi ma-nusia, sudah datang ke dalam dunia. Walaupun banyak orang menolak Terang itu, namun Terang yang sesungguhnya ini membawa pengha-rapan sejati bagi umat manusia. Di tengah kegelapan, Terang itu me-numbuhkan pengharapan bagi mereka yang menjadi korban ketidak-adilan. Bahkan di tengah bencana pun muncul kepedulian yang justru melampaui batas-batas suku, agama, status sosial dan kelompok apa pun. Terang itu membawa Roh yang memerdekakan kita dari pelbagai kege-lapan, sebagaimana dikatakan oleh Penginjil Lukas: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang"3.

Natal adalah tindakan nyata Allah untuk mempersatukan kembali di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu yang telah diciptakan-Nya4. Semua yang dilihat-Nya baik adanya itu5, yang telah dirusakkan dan diceraiberaikan oleh kejahatan manusia, menemukan dirinya di dalam Terang itu. Oleh karena itu, dengan menyambut dan merayakan Natal sebaik-baiknya, kita menerima kembali, „Ÿ dan demikian juga menya-tukan diri kita dengan „Ÿ karya penyelamatan Allah yang baik bagi semua orang.

Di dalam merayakan Natal sekarang ini, kita semua kembali diingatkan, bahwa Terang sejati itu sedang datang dan sungguh-sungguh ada di da-lam kehidupan kita. Terang itu, Yesus Kristus, berkarya dan membuka wawasan baru bagi kesejahteraan umat manusia serta keutuhan ciptaan. Inilah semangat yang selayaknya menjiwai kita sendiri serta suasana di mana kita sekarang sedang menjalani pergumulan hidup ini.

•3. Saudara-saudari terkasih,

Peristiwa Natal membangkitkan harapan dalam hidup dan sekaligus memanggil kita untuk tetap mengupayakan kesejahteraan semua orang. Kita juga dipanggil dan diutus untuk menjadi terang yang membawa pengharapan, dan terus bersama-sama mencari serta menemukan cara-cara yang efektif dan manusiawi untuk memperjuangkan kesejahteraan ber-sama.

•· Bersama Rasul Paulus, kami mengajak seluruh umat kristiani di tanah air tercinta ini: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan"6, karena dengan membalas kejahatan dengan kejahatan, kita sendirilah yang dikalahkannya.

•· Selanjutnya kita wajib ikut-serta mewujudkan masyarakat yang sejah-tera, adil dan makmur, bahkan melalui usaha-usaha kecil tetapi konkrit seperti menjalin hubungan baik dengan sesama warga masyarakat demi kesejahteraan bersama. Kita turut menjaga dan memelihara serta melestarikan lingkungan alam ciptaan, antara lain dengan menanam pohon dan mengelola pertanian selaras alam, dengan tidak membuang sampah secara sembarangan; mempergunakan air dan listrik seperlunya, mempergunakan alat-alat rumahtangga yang ramah lingkungan.

•· Dalam situasi bencana seperti sekarang ini kita melibatkan diri secara proaktif dalam pelbagai gerakan solidaritas dan kepedulian sosial bagi para korban, baik yang diprakarsai gereja, masyarakat maupun pemerintah.

•· Marilah kita memantapkan penghayatan keberimanan kristiani kita, terutama secara batiniah, sambil menghindarkan praktik-praktik iba-dat keagamaan kita secara lahiriah, semu dan dangkal. Hidup beragama yang sejati bukan hanya praktik-praktik lahiriah yang ditetap-kan oleh lembaga keagamaan, melainkan berpangkal pada hubungan yang erat dan mesra dengan Allah secara pribadi.

Akhirnya, marilah kita menyambut dan merayakan kedatangan-Nya dalam kesederhanaan dan kesahajaan penyembah-penyembah-Nya yang pertama, yakni para gembala di padang Efrata, tanpa jatuh ke dalam perayaan gegap-gempita yang lahiriah saja. Marilah kita percaya kepada Terang itu yang sudah bermukim di antara kita, supaya kita menjadi anak-anak Terang 7.[1]Dengan demikian perayaan Natal menjadi kesempatan mulia bagi kita untuk membangkitkan dan menggerakkan peradaban kasih sebagai tanda penerimaan akan Terang itu dalam lingkungan kita masing-masing. Dengan pemikiran serta ungkapan hati itu, kami mengucapkan:

SELAMAT NATAL 2010 DAN TAHUN BARU 2011

Jakarta, 12 November 2010

Atas nama

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA KONFERENSI WALIGEREJA
DI INDONESIA (PGI), INDONESIA (KWI),

---------------Pdt. Dr. A.A. Yewangoe ------------------ Mgr. M.D. Situmorang OFM, Cap

---------------------- Ketua Umum ------------------------------- ------- Ketua

---------------Pdt. Gomar Gultom, M.Th. ---------------------- Mgr. J.M. Pujasumarta

--------------------Sekretaris Umum -----------------------------------Sekretaris Jenderal




[1] Yoh.8:12; 2Lih.Yoh.1:9-11; 3Luk.4:18-19; 4Lih.Ef.1:10; 5Lih.Kej.1:10;6Rom.12:21;7Lih.Yoh.12:36.

Kamis, 18 November 2010 Hari Biasa Pekan XXXIII

Kamis, 18 November 2010
Hari Biasa Pekan XXXIII
Pemberkatan Gereja Basilik St. Petrus dan Paulus Rasul

Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi <--> 1Kor 12:31

Doa Renungan

Tuhan, terima kasih atas anugerah kehidupan yang masih Kaupercayakan kepada kami. Bacaan Injil hari ini menyadarkan kami bahwa kemuliaan, keindahan duniawi itu hanya sementara saja. Maka bantulah aku ya Bapa, agar aku tidak hanya mencari kemuliaan duniawi tapi berilah aku kerinduan akan Yerusalem surgawi. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Kristus tampil sebagai pemenang atas kejahatan di dunia. Sebab Dia adalah Anak Domba yang mampu membuka meterai kitab yang berisi rencana rahasia Allah. Yesus Kristus yang telah bangkit dan mulia memberi makna terdalam pada sejarah kehidupan manusia.

Pembacaan dari Kitab Wahyu (5:1-10)

"Anak Domba telah disembelih dan dengan darah-Nya telah menebus kita dari segala bangsa."

Aku, Yohanes, melihat Seorang yang duduk di atas takhta di surga; dengan tangan kanan Dia memegang sebuah gulungan kitab. Kitab itu ditulis sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai. Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya, "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?" Tetapi tak seorang pun di surga atau di bumi atau di bawah bumi yang dapat membuka gulungan kitab itu atau melihat sebelah dalamnya. Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak seorang pun dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu atau pun melihat sebelah dalamnya. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku, "Jangan menangis! Sesungguhnya singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang. Dialah yang dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya. "Maka aku melihat seekor Anak Domba berdiri di tengah-tengah takhta dan ditengah-tengah keempat makhluk serta orang tua-tua itu. Anak Domba itu kelihatan seperti telah disembelih, Ia bertanduk tujuh dan bermata tujuh. Itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat orang tua-tua di hadapan Anak Domba. Mereka masing-masing memegang sebuah kecapi, dan sebuah cawan emas penuh dengan kemenyan. Itulah doa orang-orang kudus. Dan mereka menyanyikan sebuah lagu baru katanya, 'Layaklah Engkau menerima gulungan kitab dan membuka ketujuh meterainya. Sebab Engkau telah disembelih, dan dengan darah-Mu telah membeli mereka bagi Allah dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa. Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka sebagai raja akan memerintah di bumi."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, Engkau telah membuat kami menjadi raja dan imam.
Ayat. (Mzm 149:1-6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka. Itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah suara Tuhan.

Betapa kasih karunia yang telah ditawarkan kepada kita menjadi sia-sia, karena kita tidak mampu memahami bahwa Allah telah melawati kita dalam kehidupan kita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (19:41-44)

"Andaikan engkau tahu apa yang perlu untuk damai sejahteramu!"

Pada waktu itu, ketika Yesus mendekati Yerusalem dan melihat kota itu, Ia menangisinya, katanya, "Wahai Yerusalem, alangkah baiknya andaikan pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, musuhmu mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung dan menghimpit engkau dari segala jurusan. Dan mereka akan membinasakan dikau beserta semua pendudukmu. Tembokmu akan dirobohkan dan tiada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain. Sebab engkau tidak mengetahui saat Allah melawati engkau."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Yerusalem dihancurkan oleh pasukan Romawi di bawah pimpinan Titus. Hal itu terjadi setelah Yesus disalibkan, wafat, dan naik ke surga. Pada masa hidup-Nya, Yesus menangisi kota Yerusalem. Yesus mencintai kota Yerusalem. Namun, Ia juga tahu bahwa Yerusalem tidak mengenal damai sejahtera yang ditawarkan-Nya. Yerusalem hancur karena tidak mengenal Allah yang melawat.

Pengalaman Yerusalem sebenarnya dapat menjadi pelajaran bagi kita juga. Allah senantiasa melawat kita. Ia hadir dalam kehidupan kita. Namun, kadang-kadang kita tidak peduli kepada-Nya. Kita tidak mau mengenal-Nya. Tidak jarang pula dalam doa-doa kita, kita tidak dengan sungguh mau menerima kehadiran-Nya karena kita sibuk dengan pikiran kita sendiri. Doa menjadi kebiasaan yang asal berjalan dan supaya dilihat oleh orang lain saja. Dalam situasi hidup kita, apakah kita juga mengerti ”apa yang perlu untuk damai sejahtera kita”? Apakah kita juga mengetahui dan mengenal ”bilamana Allah melawat kita”?

Ya Yesus, bantulah aku untuk mengerti apa yang perlu bagi damai sejahteraku. Bantulah aku agar peka dan mengenal Engkau yang senantiasa hadir dalam hidupku. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Rabu, 17 November 2010 Pw S. Elisabet dr Hungaria

Rabu, 17 November 2010
Pw S. Elisabet dr Hungaria

Tolonglah aku, ya Tuhan Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu. -- Mzm 109:26

Doa Renungan

Allah yang mahakuasa. Segala hormat dan pujian kami haturkan ke hadirat-Mu. Engkau sumber kehidupan dan keselamatan. Kumohon terangilah jiwaku dengan cahaya-Mu agar semakin menyelami kuasa kasih-Mu dalam kehidupanku. Amin.

Penulis Kitab ini menggambarkan kemuliaan dan kesucian Allah. Dia melihat Allah yang duduk di atas takhta dikelilingi oleh orang-orang beriman yang telah membuktikan diri setia pada-Nya.

Pembacaan dari Kitab Wahyu (4:1-11)

"Kuduslah Tuhan Allah yang mahakudus, yang selalu ada, dulu, kini, dan kelak."

Aku, Yohanes, melihat: Sungguh, sebuah pintu terbuka di surga dan suara yang dahulu pernah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya, “Naiklah kemari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.” Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta berdiri di surga, dan di atas takhta itu duduklah Seseorang. Dan Dia yang duduk di atas takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis. Dan suatu pelangi melingkungi takhta itu, gilang gemilang, bagaikan zamrud rupanya. Di sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di atasnya duduk dua puluh empat tua-tua yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu. Itulah ketujuh Roh Allah. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; Di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama seperti singa, makhluk yang kedua seperti anak lembu, makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, sedang makhluk yang keempat seperti burung nasar yang sedang terbang. Keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan tanpa henti-hentinya mereka berseru siang dan malam, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah yang mahakuasa, yang selalu ada, dulu, kini dan kelak.” Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan pujian, dan hormat, dan ucapan syukur kepada Dia yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata, “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu. Dan karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Pujilah Allah alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 150:1-32.3-4.5-6)
1. Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya! Pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!
2. Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!
3. Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Aku telah menetapkan kalian supaya kalian pergi dan menghasilkan buah yang takkan binasa, sabda Tuhan.

Orang beriman memperoleh kepercayaan besar, yakni menerima rahmat dan kesempatan. Bukan hasil yang menentukan dalam pertanggungjawaban itu, melainkan usaha dan perjuangan yang jujur.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (19:11-28)

"Mengapa uangku tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang?"

Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem, orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera nampak. Maka Yesus berkata, “Ada seorang bangsawan berangkat ke negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja. Sesudah itu baru ia akan kembali. Maka ia memanggil sepuluh orang hambanya, dan memberi mereka sepuluh mina, katanya, ‘Pakailah ini untuk berdagang sampai aku kembali’. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan, ‘Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami’. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Yang pertama datang dan berkata, ‘Tuan, mina Tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina’. Katanya kepada hamba itu, ‘Baik sekali perbuatanmu itu hai hamba yang baik. Engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota’. Datanglah yang kedua dan berkata, ‘Tuan, mina Tuan telah menghasilkan lima mina’. Katanya kepada orang kedua itu, ‘Dan engkau, kuasailah lima kota’. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata, ‘Tuan, inilah mina Tuan, aku telah menyimpannya dalam saputangan. Sebab aku takut akan Tuan, karena Tuan adalah manusia yang keras. Tuan mengambil apa yang tidak pernah Tuan taruh, dan Tuan menuai apa yang tidak Tuan tabur’. Kata bangsawan itu, ‘Hai hamba yang jahat! Aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu, aku ini orang yang keras. Aku mengambil apa yang tidak pernah kutaruh dan menuai apa yang tidak kutabur. Jika demikian mngapa uangku tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya’. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ, ‘Ambillah mina yang satu itu dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu’. Kata mereka kepadanya, ‘Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina’. Ia menjawab, ‘Aku berkata kepadamu, setiap orang yang mempunyai, ia akan diberi; tetapi siapa yang tidak mempunyai, daripadanya akan diambil juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mataku’.” Setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Kepercayaan itu harganya sangat mahal, tidak bisa diukur dengan uang. Tiap saat Tuhan sudah mempercayakan hidup ini kepada kita. Kita bertanggungjawab untuk mengembangkannya supaya menghasilkan buah sesuai kehendak Tuhan. Kesetiaan kita akan menyenangkan hati Tuhan. Dia tidak akan kecewa. Tuhan akan terus menambah kepercayaan ini kepada kita.

Doa Malam

Aku bersyukur ya Allah Tritunggal atas karunia yang melimpah dalam hidupku. Kendati aku mudah jatuh bangun dalam dosa dan kesalahan, Engkau tidak berhenti mengasihi. Jangan biarkan aku menolak kehadiran-Mu, terutama di saat mengalami kesulitan dan tantangan dalam hidup. Amin.


RUAH

Selasa, 16 November 2010 Hari Biasa Pekan XXXIII

Selasa, 16 November 2010
Hari Biasa Pekan XXXIII

Bekerja dengan rasa cinta, berarti menyatukan diri dengan diri sendiri, denganorang lain dan kepada Tuhan <-->

Doa Renungan

Ya Tuhan, semua pribadi di hadapan-Mu sungguh berharga. Engkau tak pernah menganggap rendah pribadi lain terutama mereka yang berdosa dan disingkirkan. Mampukan kami Tuhan untuk meneladan-Mu agar kami mampu menghargai orang laindengan segala kelemahan dan kelebihannya. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Allah selalu berkarya di tengah jemaat beriman, tetapi jemaat sendiri tidak selalu menyadarinya. Maka banyak di antara mereka yang terseret arus zaman dan bersikap materialistis. Jemaat beriman diundang untuk memberi tempat dan peranan Roh Allah dalam hidup mereka.


Pembacaan dari Kitab Wahyu (3:1-6.14-22)

"Jika ada orang yang membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan makan bersama dengan dia."

Aku Yohanes, mendengar Tuhan bersabda kepadaku, "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal, yang sudah hampir mati. Sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Daku dalam pakaian putih, karena mereka layak untuk itu. Barangsiapa menang, ia akan diberi pakaian putih seperti itu. Aku tidak akan menghapus namanya dari Kitab Kehidupan, tetapi akan Kuakui namanya dihadapan Bapa-Ku dan dihadapan para malaikat-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yangdikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat diLaodikia: Inilah firman dari Amin, yaitu saksi yang setia dan benar, permulaanciptaan Allah: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas! Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, maka Aku akan memuntahkan dikau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkaya diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasehati engkau, supaya engkau membeli daripada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya; dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumasi matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihatlah, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk. Jika ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan makan bersama dengan dia, dan ia bersama dengan Daku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama dengan Daku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 3/4, PS 848
Ref. Tuhan siapa diam di kemah-Mu, siapa tinggal di gunung-Mu yang suci?

Ayat. (Mzm 15:2-3ab,3cd-4ab,5)
1. Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang-orang tercela tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa.
3. Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Allah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih atas dosa-dosa kita.

Orang yang tidak gampang menyerah, tidak mudah putus asa, akan banyak memperoleh berkat. Kendati keterbatasan dan kesulitan menghadang, namun Zakheus tetap berusaha dan menaruh harapan akan kasih dan tawaran Yesus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (19:1-10)

"Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Yesus memasuki kota Yerikho dan berjalan melintasi kota itu. Di situ ada seorang kepala pemungut cukai yang amat kaya, bernama Zakheus. Ia berusaha melihat orang apakah Yesus itu, tetapi tidak berhasil karena orang banyak dan ia berbadan pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata, "Zakheus, segeralah turun. Hari ini Aku mau menumpang di rumahmu." Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya, "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, "Tuhan, separuh dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya, "Hari ini terjadilah keselamatan atas rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Anak Manusia memang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Zakheus berusaha keras untuk melihat Yesus. Usahanya ini membuahkan hasil yang melebihi harapannya. Ia hanya berusaha untuk melihat, namun malahan berjumpa secara pribadi dan menerima Yesus di rumahnya. Zakheus benar-benar bertobat. Hidupnya diubah karena perjumpaan dengan Yesus. Ia mengembalikan semua rampasannya, bahkan secara berlimpat ganda.

Perjumpaan pribadi dengan Yesus mampu mengubah jalan hidup orang—bukan hanya Zakheus, para Rasul, dan murid Yesus pada masa itu. Sepanjang sejarah dunia, kita menyaksikan begitu banyak orang berubah hidupnya setelah mengalami sapaan dan perjumpaan pribadi dengan Yesus. Pada masa kini, kita juga bisa melihat pengalaman banyak orang kudus yang diubah hidupnya oleh Yesus.

Salah satu contoh pribadi pada masa kini adalah Bunda Teresa dari Kalkuta. Ia telah menjadi seorang biarawati. Namun, ia merasa belum cukup. Ia menjadi rasul untuk orang-orang terabaikan. Bunda Teresa menjadi teladan bagi kita saat ini.

Apakah kita juga memiliki semangat dan kemauan yang keras seperti Zakheus untuk berjumpa dengan Yesus? Maukah kita menjumpai Dia dan siap diubah oleh-Nya?

Ya Yesus, Engkau berkenan mencari pendosa yang bertobat. Bantulah aku untuk mengalami Engkau dalam hidupku. Ubahlah aku seturut kehendak-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Bacaan Harian 15 -21 November 2010 & UJUD-UJUD KERASULAN DOA BULAN NOVEMBER 2010

UJUD-UJUD KERASULAN DOA BULAN NOVEMBER 2010

Ujud Umum:
Semoga dengan bantuan orang-orang di sekitarnya, para pemakai narkoba dan obat terlarang mengalami kekuatan rahmat Tuhan yang mampu mengubah cara hidup mereka menjadi lebih baik.


Ujud Misi: Semoga Geraja di Amerika Latin melanjutkan upaya misioner dengan wawasan kontinental sebagai bagian dari perutusan universal, sebagaimana dicanangkan oleh para uskup mereka.


Ujud Gereja Indonesia: Semoga Peringatan semua orang kudus dan kenangan atas sanak keluarga yang telah berpulang membuat dan makna panggilan hidup sebagai putra-putri Allah semakin disadari dan dialami oleh semua orang.


Bacaan Harian 15 -21 November 2010


Senin, 15 November: Hari Biasa Pekan XXXIII (H).

Why 1:1-4; 2:1-5a; Mzm 1:1-4.6; Luk 18:35-43.

Kita seringkali juga mengalami kebutaan rohani. Tapi kalau kita mau seperti orang buta yang berteriak kepada Yesus: ’Anak Daud, kasihanilah aku,’ pastilah Yesus tidak tinggal diam. Ia akan menyembuhkan kebutaan kita dan membuat mata rohani kita melek tentang hidup yang berkelimpahan.

Selasa, 16 November: Hari Biasa Pekan XXXIII (H).

Why 3:1-6.14-22; Mzm 15:2-4ab.5; Luk 19:1-10.

Karena usaha keras Zakheus untuk mengatasi halangan supaya dapat melihat Yesus, Yesus mau menumpang di rumahnya dan seisi rumah memperoleh keselamatan,. Apakah kita juga sudah berusaha keras untuk mengatasi segala rintangan untuk sungguh melihat Yesus? Maukah kita juga mengalami keselamatan untuk seisi rumah?

Rabu, 17 November: Peringatan Wajib Sta. Elisabet dari Hungaria, Biarawati (P).

Why 4:1-11; Mzm 150:1-6; Luk 19:11-28.

Kita semua telah dibekali uang mina dan Yesus ingin supaya uang mina itu dilipatgandakan dengan segala usaha kita. Untuk itu kita perlu memerangi segala kemalasan atau kebiasaan untuk memaafkan dan membenarkan diri sendiri. Tuhan akan memberikan kepercayaan lebih kepada kita kalau kita telah mengembangkan apa yang telah dipercayakan-Nya.

Kamis, 18 November: Hari Biasa Pekan XXXIII (H).

Why 5:1-10; Mzm 149:1-6a.9b. Luk 19:41-44.

Yesus menangisi Yerusalem, karena kota itu menolak tawaran keselamatan dari-Nya. Segala tanda dan peringatan tidak digubris. Apakah sikap kita juga membuat Yesus menangis karena kita tidak menggubris tawaran keselamatan, dengan segala tanda dan peringatan-Nya, yang Ia sampaikan kepada kita?

Jumat, 19 November: Hari Biasa Pekan XXXIII (H).

Why 10:8-11; Mzm 119:14.24.72.103.111.131; Luk 19:45-48.

Tubuh kita adalah Bait Allah. Apakah kita telah menjaganya agar tetap kudus, sehingga menjadi tempat yang layak untuk bersemayamnya Allah di tubuh kita? Ataukah kita juga tergoda untuk mencemarinya?

Sabtu, 20 November: Hari Biasa Pekan XXXIII (H).

Why 11:4-12; Mzm 144: 1.2.9-10; Luk 20:27-40.

Allah kita adalah Allah orang hidup; bukan Allah orang mati! Maka semua orang yang percaya kepada-Nya akan mengalami kehidupan, bukan kematian. Segala perkara yang kita hadapi hanyalah untuk membantu kita mencapai kehidupan itu. Tak ada perkara yang tidak dapat kita tanggung, karena Allah kita adalah Allah orang hidup yang selalu menyertai kita.

Minggu, 21 November: Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam (P).

2Sam 5:1-3; Mzm 122:1-2.4-5; 1Kol 1:12-20; Luk 23:35-43.

Pada hari ini kita menutup tahun liturgi dengan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Yesus sebagai Sang Raja menunjukkan kuasanya pada yang duniawi dan yang surgawi. Dengan kuasa-Nya itu Yesus membebaskan seorang tawanan dari dosa dengan mengatakan: ”Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Dan dengan kuasa-Nya itu, Yesus mengalahkan maut dengan kebangkitan. Ya, Yesus adalah Tuhan kita, Raja Semesta Alam.

Senin, 15 November 2010 Hari Biasa Pekan XXXIII

Senin, 15 November 2010
Hari Biasa Pekan XXXIII

Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia <--> Mzm 33:18a

Doa Renungan

Tuhan, kami seringkali belum mampu melihat kasih-Mu dalam hidup kami dan penderitaan sesama kami. Maka bersama pengemis yang buta kami berseru "Yesus kasihanilah aku" dan kami mohon bukalah hati kami ya Tuhan agar kami mampu melihat kebaikan-Mu dalam hidup kami. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Masa depan orang beriman ada dalam genggaman tangan Allah. Orang beriman diajak untuk membaca, mendengarkan, memahami sabda iman serta mewujudkannya dalam hidup sehari-hari. Perjuangan iman membutuhkan kegembiraan dan semangat baru.

Pembacaan dari Kitab Wahyu (1:1-4;2:1-5a)

"Sadarilah, betapa dalamnya engkau telah jatuh dan bertobatlah!"

Inilah wahyu Yesus Kristus yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya Ia menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang akan segera harus terjadi. Maka Ia mengutus malaikat-Nya untuk menyatakan semuanya kepada Yohanes, hamba-Nya. Yohanes telah memberi kesaksian tentang sabda Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. Berbahagialah orang yang membacakan dan mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang tertulis di dalamnya sebab waktunya sudah dekat. Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Dia yang ada kini, dulu dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya dan dari Yesus Kristus, menyertai kalian. Tuhan bersabda kepadaku, "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Yang memegang ketujuh bintang di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas, Dia bersabda: Aku tahu segala pekerjaanmu, baik jerih payah maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak sabar terhadap orang-orang jahat. Engkau telah menguji orang-orang yang menyebut diri rasul, padahal mereka bukan rasul. Engkau telah mendapati bahwa mereka pendusta. Engkau tetap tabah dan sabar. Engkau menderita sengsara demi nama-Ku dan tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu sadarilah, betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah apa yang kaulakukan semula."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6; R: Mzm 40:5a)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malammerenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Peristiwa penyembuhan orang buta di Yerikho menunjukkan bagaimana pengakuan iman yang benar membuka mata orang untuk mengenal pribadi Yesus sebagai penyembuh yang benar.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 8:12)
Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, ia akan mempunyai terang hidup.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (18:35-43)

"Apa yang kauinginkan Kuperbuat bagimu? Tuhan, semoga aku melihat."

Ketika Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta duduk di pinggir jalan danmengemis. Karena mendengar orang banyak lewat, ia bertanya, "Ada apa itu?" Kata orang kepadanya, "Yesus, orang Nazaret, sedang lewat." Maka si buta itu berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Orang-orang yang berjalan di depan menyuruh dia diam. Tetapi semakin kuat ia berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Maka Yesus pun berhenti dan menyuruh orang mengantar dia kepada-Nya. Ketika si buta itu sudah dekat, Yesus bertanya kepadanya, "Apa yang kauinginkan Kuperbuat bagimu?" Jawab orang itu "Tuhan, semoga aku melihat!" Maka Yesus berkata, "Melihatlah, imanmu telah menyelamatkan dikau." Pada saat itu juga ia melihat, lalu mengikuti Yesus sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat menyaksikan peristiwa itu dan memuji-muji Allah.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Iman yang teguh, harapan yang kuat, dan cinta yang ikhlas membuat kita mampu melihat kemuliaan Allah. Kadang kita sulit melihat karya Allah karena kurang beriman. Hati dan otak kita masih dipenuhi dengan aneka pikiran sendiri. Kita kurang menyelaraskan semuanya dengan kehendak Allah. Kita pun bagai orang buta yang memerlukan penyembuhan Yesus.


R U A H

Minggu, 14 November 2010 Hari Minggu Biasa XXXIII

Minggu, 14 November 2010
Hari Minggu Biasa XXXIII

Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. --- 1Yoh 5:10

Antifon Pembuka

Tuhan bersabda, “Aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu. Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu.”

Doa Renungan

Allah Bapa kami, sumber segala kehidupan, kami bersyukur kepada-Mu, karena Engkau tidak membiarkan hidup kami musnah dalam perang atau kegelapan, melainkan telah menunjukkan jalan yang benar pada diri Yesus Putra-Mu. Jadikanlah kami pengikut-Nya yang setia di mana pun kami berada dan ke mana pun kami pergi. Sebab Dialah Tuhan pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Pembacaan dari Kitab Nubuat Maleakhi (4:1-2a)

"Bagimu akan terbit surya kebenaran."

"Sungguh, hari Tuhan akan datang, menyala seperti perapian! Maka semua orang yang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik akan menjadi seperti jerami, dan akan terbakar oleh hari yang datang itu," firman Tuhan semesta alam; "akar dan cabang mereka pun tidak akan ditinggalkan. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dan kesembuhan pada sayapnya."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 838
Ref. Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku.
Ayat. (Mzm 98:5-6.7-8.9a; R:9)
1. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!
2. Biarlah gemuruh laut dan segala isinya, dunia dan semua yang diam di dalamnya! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gemunung bersorak-sorai bersama-sama.
3. Biarlah mereka bersorak-sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (3:7-12)

"Barangsiapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan."

Saudara-saudara, kamu sendiri tahu bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu. Kami tidak makan rezeki orang dengan cuma-cuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak menerima rezeki dari kamu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. Sebab, ketika berada di tengah-tengahmu, kami telah memperingatkan, 'Barangsiapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan!' Kami katakan ini karena kami dengar bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang yang demikian kami peringatkan dan kami nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan dari hasil jerih payahnya sendiri.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.
Setelah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (Lukas 21:28)
Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:5-19)

"Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

Sekali peristiwa, ketika beberapa orang berbicara tentang bait Allah dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai barang persembahan, berkatalah Yesus, "Akan datang harinya segala yang kamu lihat di situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain." Lalu murid-murid bertanya kepada Yesus, "Guru, bilamanakah itu akan terjadi?" Jawab Yesus, "Waspadalah, jangan sampai kamu disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata 'Akulah Dia' atau 'Saatnya sudah dekat'. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan bila kamu mendengar tentang perang dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Kemudian Yesus berkata kepada mereka, "Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan. Dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi, sebelum semuanya itu, kamu akan ditangkap dan dianiaya. Karena nama-Ku, kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat, dimasukkan ke dalam penjara, dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu, tetap teguhlah di dalam hatimu, jangan kamu memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Aku sendirilah yang akan memberi kamu kata-kata hikmat sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Kamu akan diserahkan juga oleh orangtuamu, saudara-saudaramu, kaum keluarga, dan sahabat-sahabatmu, dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh; karena nama-Ku, kamu akan dibenci semua orang. Tetapi, tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Antifon Komuni

Tuhan bersabda, “Sungguh, Aku berkata kepadamu, apa pun yang kamu minta dalam doa akan diberikan kepadamu, bila kamu percaya.”

Renungan

SANGGUPKAH AKU BERTAHAN?

Saudara-saudari seiman,

Minggu ini kita memasuki Minggu biasa ke 33, yang menandai berakhirnya masa biasa kalender liturgi. Minggu depan kita akan memasuki hari raya”Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam”, dan Minggu berikutnya masuk dalam Minggu Adven I. Permenungan kita minggu ini dari Injil Lukas 21:5-19. Kehancuran, penyakit, penderitaan, mengerikan, inilah kesan awal dalam membaca perikopa minggu ini. Apakah hal-hal ini ”tanda” akhir hidup manusia?

”Apa yang kamu lihat di situ-akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semua akan diruntuhkan” (ayat 6). Latar belakang Sabda Tuhan Yesus ini adalah kehancuran Yerusalem tahun 70 oleh tentara Romawi. Tegaknya Bait Allah, bagi orang-orang Israel merupakan lambang perlindungan Ilahi. Mereka merasa nyaman dan aman dalam perlindungan Tuhan. Dengan hancurnya Bait Allah berarti mereka dalam keadaan tidak aman dan nyaman. Tuhan Yesus menegur mereka karena mereka memiliki kecenderungan untuk mendasarkan semua pengharapan kepada keamanan yang bersifat sementara. Apakah kita akan menyerah dalam situasi dunia?

Tuhan Yesus mengajak kita untuk mengarahkan hidup menuju hidup ”masa yang akan datang”. Situasi hidup dan alam chaos menghadirkan ketakutan tapi disisi lain menghadirkan pengharapan yang membuat peka akan pesan-pesan palsu dan mesias-mesias palsu. Peristiwa perang, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, penyakit, dan peristiwa-peristiwa alam lain apakah merupakan tanda ”akhir dunia”? Tanda-tanda ini ada dalam setiap zaman, tetapi adalah hal yang sia-sia apabila kita menghitung hari dan tanggalnya. Pertanyaan yang muncul adalah apakah yang kita lakukan untuk mengisi kehidupan dan mengungkapkan iman dalam perwujudan nyata?

Menghidupi iman berarti menghidupi salib. ”Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (ayat 19). Salib adalah perwujudan ketaatan dan kesetiaan Tuhan Yesus kepada Bapa-Nya. Saliblah yang telah menghapus dosa-dosa manusia dengan darah-Nya yang tertumpah di kayu salib. Penderitaan membuahkan keselamatan. Bersama Tuhan Yesus marilah kita ”memeluk dan memikul” salib kehidupan. Marilah kita mohon agar Tuhan Yesus berkenan menganugerahkan kekuatan Roh-Nya agar kita dimampukan untuk setia sebagai murid-murid-Nya. Semoga.


Salam dan berkat.

Pastor L. Setyo Antoro, SCJ

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy