Bacaan Harian 15 -21 November 2010 & UJUD-UJUD KERASULAN DOA BULAN NOVEMBER 2010

UJUD-UJUD KERASULAN DOA BULAN NOVEMBER 2010

Ujud Umum:
Semoga dengan bantuan orang-orang di sekitarnya, para pemakai narkoba dan obat terlarang mengalami kekuatan rahmat Tuhan yang mampu mengubah cara hidup mereka menjadi lebih baik.


Ujud Misi: Semoga Geraja di Amerika Latin melanjutkan upaya misioner dengan wawasan kontinental sebagai bagian dari perutusan universal, sebagaimana dicanangkan oleh para uskup mereka.


Ujud Gereja Indonesia: Semoga Peringatan semua orang kudus dan kenangan atas sanak keluarga yang telah berpulang membuat dan makna panggilan hidup sebagai putra-putri Allah semakin disadari dan dialami oleh semua orang.


Bacaan Harian 15 -21 November 2010


Senin, 15 November: Hari Biasa Pekan XXXIII (H).

Why 1:1-4; 2:1-5a; Mzm 1:1-4.6; Luk 18:35-43.

Kita seringkali juga mengalami kebutaan rohani. Tapi kalau kita mau seperti orang buta yang berteriak kepada Yesus: ’Anak Daud, kasihanilah aku,’ pastilah Yesus tidak tinggal diam. Ia akan menyembuhkan kebutaan kita dan membuat mata rohani kita melek tentang hidup yang berkelimpahan.

Selasa, 16 November: Hari Biasa Pekan XXXIII (H).

Why 3:1-6.14-22; Mzm 15:2-4ab.5; Luk 19:1-10.

Karena usaha keras Zakheus untuk mengatasi halangan supaya dapat melihat Yesus, Yesus mau menumpang di rumahnya dan seisi rumah memperoleh keselamatan,. Apakah kita juga sudah berusaha keras untuk mengatasi segala rintangan untuk sungguh melihat Yesus? Maukah kita juga mengalami keselamatan untuk seisi rumah?

Rabu, 17 November: Peringatan Wajib Sta. Elisabet dari Hungaria, Biarawati (P).

Why 4:1-11; Mzm 150:1-6; Luk 19:11-28.

Kita semua telah dibekali uang mina dan Yesus ingin supaya uang mina itu dilipatgandakan dengan segala usaha kita. Untuk itu kita perlu memerangi segala kemalasan atau kebiasaan untuk memaafkan dan membenarkan diri sendiri. Tuhan akan memberikan kepercayaan lebih kepada kita kalau kita telah mengembangkan apa yang telah dipercayakan-Nya.

Kamis, 18 November: Hari Biasa Pekan XXXIII (H).

Why 5:1-10; Mzm 149:1-6a.9b. Luk 19:41-44.

Yesus menangisi Yerusalem, karena kota itu menolak tawaran keselamatan dari-Nya. Segala tanda dan peringatan tidak digubris. Apakah sikap kita juga membuat Yesus menangis karena kita tidak menggubris tawaran keselamatan, dengan segala tanda dan peringatan-Nya, yang Ia sampaikan kepada kita?

Jumat, 19 November: Hari Biasa Pekan XXXIII (H).

Why 10:8-11; Mzm 119:14.24.72.103.111.131; Luk 19:45-48.

Tubuh kita adalah Bait Allah. Apakah kita telah menjaganya agar tetap kudus, sehingga menjadi tempat yang layak untuk bersemayamnya Allah di tubuh kita? Ataukah kita juga tergoda untuk mencemarinya?

Sabtu, 20 November: Hari Biasa Pekan XXXIII (H).

Why 11:4-12; Mzm 144: 1.2.9-10; Luk 20:27-40.

Allah kita adalah Allah orang hidup; bukan Allah orang mati! Maka semua orang yang percaya kepada-Nya akan mengalami kehidupan, bukan kematian. Segala perkara yang kita hadapi hanyalah untuk membantu kita mencapai kehidupan itu. Tak ada perkara yang tidak dapat kita tanggung, karena Allah kita adalah Allah orang hidup yang selalu menyertai kita.

Minggu, 21 November: Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam (P).

2Sam 5:1-3; Mzm 122:1-2.4-5; 1Kol 1:12-20; Luk 23:35-43.

Pada hari ini kita menutup tahun liturgi dengan Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Yesus sebagai Sang Raja menunjukkan kuasanya pada yang duniawi dan yang surgawi. Dengan kuasa-Nya itu Yesus membebaskan seorang tawanan dari dosa dengan mengatakan: ”Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Dan dengan kuasa-Nya itu, Yesus mengalahkan maut dengan kebangkitan. Ya, Yesus adalah Tuhan kita, Raja Semesta Alam.

Senin, 15 November 2010 Hari Biasa Pekan XXXIII

Senin, 15 November 2010
Hari Biasa Pekan XXXIII

Sesungguhnya, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia <--> Mzm 33:18a

Doa Renungan

Tuhan, kami seringkali belum mampu melihat kasih-Mu dalam hidup kami dan penderitaan sesama kami. Maka bersama pengemis yang buta kami berseru "Yesus kasihanilah aku" dan kami mohon bukalah hati kami ya Tuhan agar kami mampu melihat kebaikan-Mu dalam hidup kami. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Masa depan orang beriman ada dalam genggaman tangan Allah. Orang beriman diajak untuk membaca, mendengarkan, memahami sabda iman serta mewujudkannya dalam hidup sehari-hari. Perjuangan iman membutuhkan kegembiraan dan semangat baru.

Pembacaan dari Kitab Wahyu (1:1-4;2:1-5a)

"Sadarilah, betapa dalamnya engkau telah jatuh dan bertobatlah!"

Inilah wahyu Yesus Kristus yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya Ia menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang akan segera harus terjadi. Maka Ia mengutus malaikat-Nya untuk menyatakan semuanya kepada Yohanes, hamba-Nya. Yohanes telah memberi kesaksian tentang sabda Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. Berbahagialah orang yang membacakan dan mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang tertulis di dalamnya sebab waktunya sudah dekat. Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Dia yang ada kini, dulu dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya dan dari Yesus Kristus, menyertai kalian. Tuhan bersabda kepadaku, "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Yang memegang ketujuh bintang di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas, Dia bersabda: Aku tahu segala pekerjaanmu, baik jerih payah maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak sabar terhadap orang-orang jahat. Engkau telah menguji orang-orang yang menyebut diri rasul, padahal mereka bukan rasul. Engkau telah mendapati bahwa mereka pendusta. Engkau tetap tabah dan sabar. Engkau menderita sengsara demi nama-Ku dan tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu sadarilah, betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah apa yang kaulakukan semula."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6; R: Mzm 40:5a)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malammerenungkannya.
2. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Peristiwa penyembuhan orang buta di Yerikho menunjukkan bagaimana pengakuan iman yang benar membuka mata orang untuk mengenal pribadi Yesus sebagai penyembuh yang benar.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 8:12)
Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikuti Aku, ia akan mempunyai terang hidup.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (18:35-43)

"Apa yang kauinginkan Kuperbuat bagimu? Tuhan, semoga aku melihat."

Ketika Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta duduk di pinggir jalan danmengemis. Karena mendengar orang banyak lewat, ia bertanya, "Ada apa itu?" Kata orang kepadanya, "Yesus, orang Nazaret, sedang lewat." Maka si buta itu berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Orang-orang yang berjalan di depan menyuruh dia diam. Tetapi semakin kuat ia berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" Maka Yesus pun berhenti dan menyuruh orang mengantar dia kepada-Nya. Ketika si buta itu sudah dekat, Yesus bertanya kepadanya, "Apa yang kauinginkan Kuperbuat bagimu?" Jawab orang itu "Tuhan, semoga aku melihat!" Maka Yesus berkata, "Melihatlah, imanmu telah menyelamatkan dikau." Pada saat itu juga ia melihat, lalu mengikuti Yesus sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat menyaksikan peristiwa itu dan memuji-muji Allah.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Iman yang teguh, harapan yang kuat, dan cinta yang ikhlas membuat kita mampu melihat kemuliaan Allah. Kadang kita sulit melihat karya Allah karena kurang beriman. Hati dan otak kita masih dipenuhi dengan aneka pikiran sendiri. Kita kurang menyelaraskan semuanya dengan kehendak Allah. Kita pun bagai orang buta yang memerlukan penyembuhan Yesus.


R U A H

Minggu, 14 November 2010 Hari Minggu Biasa XXXIII

Minggu, 14 November 2010
Hari Minggu Biasa XXXIII

Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. --- 1Yoh 5:10

Antifon Pembuka

Tuhan bersabda, “Aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu. Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu.”

Doa Renungan

Allah Bapa kami, sumber segala kehidupan, kami bersyukur kepada-Mu, karena Engkau tidak membiarkan hidup kami musnah dalam perang atau kegelapan, melainkan telah menunjukkan jalan yang benar pada diri Yesus Putra-Mu. Jadikanlah kami pengikut-Nya yang setia di mana pun kami berada dan ke mana pun kami pergi. Sebab Dialah Tuhan pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Pembacaan dari Kitab Nubuat Maleakhi (4:1-2a)

"Bagimu akan terbit surya kebenaran."

"Sungguh, hari Tuhan akan datang, menyala seperti perapian! Maka semua orang yang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik akan menjadi seperti jerami, dan akan terbakar oleh hari yang datang itu," firman Tuhan semesta alam; "akar dan cabang mereka pun tidak akan ditinggalkan. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dan kesembuhan pada sayapnya."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 838
Ref. Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku.
Ayat. (Mzm 98:5-6.7-8.9a; R:9)
1. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!
2. Biarlah gemuruh laut dan segala isinya, dunia dan semua yang diam di dalamnya! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gemunung bersorak-sorai bersama-sama.
3. Biarlah mereka bersorak-sorai di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (3:7-12)

"Barangsiapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan."

Saudara-saudara, kamu sendiri tahu bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu. Kami tidak makan rezeki orang dengan cuma-cuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak menerima rezeki dari kamu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. Sebab, ketika berada di tengah-tengahmu, kami telah memperingatkan, 'Barangsiapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan!' Kami katakan ini karena kami dengar bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang yang demikian kami peringatkan dan kami nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan dari hasil jerih payahnya sendiri.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.
Setelah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (Lukas 21:28)
Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:5-19)

"Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

Sekali peristiwa, ketika beberapa orang berbicara tentang bait Allah dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai barang persembahan, berkatalah Yesus, "Akan datang harinya segala yang kamu lihat di situ diruntuhkan, dan tidak akan ada satu batu pun dibiarkan terletak di atas batu yang lain." Lalu murid-murid bertanya kepada Yesus, "Guru, bilamanakah itu akan terjadi?" Jawab Yesus, "Waspadalah, jangan sampai kamu disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata 'Akulah Dia' atau 'Saatnya sudah dekat'. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan bila kamu mendengar tentang perang dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Kemudian Yesus berkata kepada mereka, "Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan. Dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi, sebelum semuanya itu, kamu akan ditangkap dan dianiaya. Karena nama-Ku, kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat, dimasukkan ke dalam penjara, dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu, tetap teguhlah di dalam hatimu, jangan kamu memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Aku sendirilah yang akan memberi kamu kata-kata hikmat sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Kamu akan diserahkan juga oleh orangtuamu, saudara-saudaramu, kaum keluarga, dan sahabat-sahabatmu, dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh; karena nama-Ku, kamu akan dibenci semua orang. Tetapi, tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Antifon Komuni

Tuhan bersabda, “Sungguh, Aku berkata kepadamu, apa pun yang kamu minta dalam doa akan diberikan kepadamu, bila kamu percaya.”

Renungan

SANGGUPKAH AKU BERTAHAN?

Saudara-saudari seiman,

Minggu ini kita memasuki Minggu biasa ke 33, yang menandai berakhirnya masa biasa kalender liturgi. Minggu depan kita akan memasuki hari raya”Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam”, dan Minggu berikutnya masuk dalam Minggu Adven I. Permenungan kita minggu ini dari Injil Lukas 21:5-19. Kehancuran, penyakit, penderitaan, mengerikan, inilah kesan awal dalam membaca perikopa minggu ini. Apakah hal-hal ini ”tanda” akhir hidup manusia?

”Apa yang kamu lihat di situ-akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semua akan diruntuhkan” (ayat 6). Latar belakang Sabda Tuhan Yesus ini adalah kehancuran Yerusalem tahun 70 oleh tentara Romawi. Tegaknya Bait Allah, bagi orang-orang Israel merupakan lambang perlindungan Ilahi. Mereka merasa nyaman dan aman dalam perlindungan Tuhan. Dengan hancurnya Bait Allah berarti mereka dalam keadaan tidak aman dan nyaman. Tuhan Yesus menegur mereka karena mereka memiliki kecenderungan untuk mendasarkan semua pengharapan kepada keamanan yang bersifat sementara. Apakah kita akan menyerah dalam situasi dunia?

Tuhan Yesus mengajak kita untuk mengarahkan hidup menuju hidup ”masa yang akan datang”. Situasi hidup dan alam chaos menghadirkan ketakutan tapi disisi lain menghadirkan pengharapan yang membuat peka akan pesan-pesan palsu dan mesias-mesias palsu. Peristiwa perang, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, penyakit, dan peristiwa-peristiwa alam lain apakah merupakan tanda ”akhir dunia”? Tanda-tanda ini ada dalam setiap zaman, tetapi adalah hal yang sia-sia apabila kita menghitung hari dan tanggalnya. Pertanyaan yang muncul adalah apakah yang kita lakukan untuk mengisi kehidupan dan mengungkapkan iman dalam perwujudan nyata?

Menghidupi iman berarti menghidupi salib. ”Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (ayat 19). Salib adalah perwujudan ketaatan dan kesetiaan Tuhan Yesus kepada Bapa-Nya. Saliblah yang telah menghapus dosa-dosa manusia dengan darah-Nya yang tertumpah di kayu salib. Penderitaan membuahkan keselamatan. Bersama Tuhan Yesus marilah kita ”memeluk dan memikul” salib kehidupan. Marilah kita mohon agar Tuhan Yesus berkenan menganugerahkan kekuatan Roh-Nya agar kita dimampukan untuk setia sebagai murid-murid-Nya. Semoga.


Salam dan berkat.

Pastor L. Setyo Antoro, SCJ