Kamis, 18 November 2010 Hari Biasa Pekan XXXIII

Kamis, 18 November 2010
Hari Biasa Pekan XXXIII
Pemberkatan Gereja Basilik St. Petrus dan Paulus Rasul

Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi <--> 1Kor 12:31

Doa Renungan

Tuhan, terima kasih atas anugerah kehidupan yang masih Kaupercayakan kepada kami. Bacaan Injil hari ini menyadarkan kami bahwa kemuliaan, keindahan duniawi itu hanya sementara saja. Maka bantulah aku ya Bapa, agar aku tidak hanya mencari kemuliaan duniawi tapi berilah aku kerinduan akan Yerusalem surgawi. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Kristus tampil sebagai pemenang atas kejahatan di dunia. Sebab Dia adalah Anak Domba yang mampu membuka meterai kitab yang berisi rencana rahasia Allah. Yesus Kristus yang telah bangkit dan mulia memberi makna terdalam pada sejarah kehidupan manusia.

Pembacaan dari Kitab Wahyu (5:1-10)

"Anak Domba telah disembelih dan dengan darah-Nya telah menebus kita dari segala bangsa."

Aku, Yohanes, melihat Seorang yang duduk di atas takhta di surga; dengan tangan kanan Dia memegang sebuah gulungan kitab. Kitab itu ditulis sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai. Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya, "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?" Tetapi tak seorang pun di surga atau di bumi atau di bawah bumi yang dapat membuka gulungan kitab itu atau melihat sebelah dalamnya. Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak seorang pun dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu atau pun melihat sebelah dalamnya. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku, "Jangan menangis! Sesungguhnya singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang. Dialah yang dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya. "Maka aku melihat seekor Anak Domba berdiri di tengah-tengah takhta dan ditengah-tengah keempat makhluk serta orang tua-tua itu. Anak Domba itu kelihatan seperti telah disembelih, Ia bertanduk tujuh dan bermata tujuh. Itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat orang tua-tua di hadapan Anak Domba. Mereka masing-masing memegang sebuah kecapi, dan sebuah cawan emas penuh dengan kemenyan. Itulah doa orang-orang kudus. Dan mereka menyanyikan sebuah lagu baru katanya, 'Layaklah Engkau menerima gulungan kitab dan membuka ketujuh meterainya. Sebab Engkau telah disembelih, dan dengan darah-Mu telah membeli mereka bagi Allah dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa. Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka sebagai raja akan memerintah di bumi."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, Engkau telah membuat kami menjadi raja dan imam.
Ayat. (Mzm 149:1-6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka. Itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Hari ini janganlah bertegar hati, tetapi dengarkanlah suara Tuhan.

Betapa kasih karunia yang telah ditawarkan kepada kita menjadi sia-sia, karena kita tidak mampu memahami bahwa Allah telah melawati kita dalam kehidupan kita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (19:41-44)

"Andaikan engkau tahu apa yang perlu untuk damai sejahteramu!"

Pada waktu itu, ketika Yesus mendekati Yerusalem dan melihat kota itu, Ia menangisinya, katanya, "Wahai Yerusalem, alangkah baiknya andaikan pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, musuhmu mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung dan menghimpit engkau dari segala jurusan. Dan mereka akan membinasakan dikau beserta semua pendudukmu. Tembokmu akan dirobohkan dan tiada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain. Sebab engkau tidak mengetahui saat Allah melawati engkau."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Yerusalem dihancurkan oleh pasukan Romawi di bawah pimpinan Titus. Hal itu terjadi setelah Yesus disalibkan, wafat, dan naik ke surga. Pada masa hidup-Nya, Yesus menangisi kota Yerusalem. Yesus mencintai kota Yerusalem. Namun, Ia juga tahu bahwa Yerusalem tidak mengenal damai sejahtera yang ditawarkan-Nya. Yerusalem hancur karena tidak mengenal Allah yang melawat.

Pengalaman Yerusalem sebenarnya dapat menjadi pelajaran bagi kita juga. Allah senantiasa melawat kita. Ia hadir dalam kehidupan kita. Namun, kadang-kadang kita tidak peduli kepada-Nya. Kita tidak mau mengenal-Nya. Tidak jarang pula dalam doa-doa kita, kita tidak dengan sungguh mau menerima kehadiran-Nya karena kita sibuk dengan pikiran kita sendiri. Doa menjadi kebiasaan yang asal berjalan dan supaya dilihat oleh orang lain saja. Dalam situasi hidup kita, apakah kita juga mengerti ”apa yang perlu untuk damai sejahtera kita”? Apakah kita juga mengetahui dan mengenal ”bilamana Allah melawat kita”?

Ya Yesus, bantulah aku untuk mengerti apa yang perlu bagi damai sejahteraku. Bantulah aku agar peka dan mengenal Engkau yang senantiasa hadir dalam hidupku. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian