Jumat, 28 Januari 2011 Pw. St. Thomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja

Jumat, 28 Januari 2011
Pw. St. Thomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga" --- Mat 18:3

Doa Renungan

Bapa, banyak hal dari-Mu yang menjadi misteri bagi kami. Adakalanya Engkau mengikutsertakan kami, namun adakalanya pula kami dibiarkan melakukan segala sesuatunya sendiri. Namun, kami percaya ya Tuhan, Engkau tidak membiarkan kami sendiri tanpa pengawasan-Mu. Tuhan, aku percaya bahwa dalam setiap peristiwa yang kami alami, Engkau ingin mengajar kami banyak hal. Amin.

Iman dan keyakinan akan membuat orang sanggup menerima penderitaan dengan hati yang ikhlas. Dan keikhlasan itulah yang akan membuahkan ketekunan. Bagi orang seperti itulah, Allah telah menyediakan tempat kemuliaan bersama-Nya.

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (10:32-39)

"Kalian telah menderita banyak, Sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu."

Saudara-saudara, ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita karena kamu harus bertahan dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman, dan ketika hartamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih langgeng sifatnya. Sebab itu janganlah melepaskan kepercayaanmu, karena besarlah upah yang menantinya. Kamu sungguh memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. Sebab dalam Alkitab tertulis: "Sedikit, atau bahkan sangat sedikit waktu lagi, Dia yang ditetapkan untuk datang itu akan tiba tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, Aku tidak berkenan lagi kepadanya." Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan akan binasa! Sebaliknya: Kita ini orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
Ayat (Mzm 37:3-4.5-6.23-24.39-40)
1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!
2. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.
3. Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Kalaupun ia jatuh, tidaklah sampai binasa, sebab Tuhan menopang tangannya.
4. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan; Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik. Tuhan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

Karya Allah itu bertumbuh dan berkembang dalam hal-hal kecil dan hampir tak kelihatan oleh mata jasmani kita. Namun, bila telah berbuah banyak orang akan ikut melihat dan merasakan pengaruhnya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (4:26-34)

"Kerajaan Surga seumpama orang yang menabur benih. Benih itu tumbuh, namun orang itu tidak tahu."

Pada suatu ketika Yesus berkata, "Beginilah halnya Kerajaan Allah: Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Malam hari ia tidur, siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas, dan tunas itu makin tinggi! Bagaimana terjadinya, orang itu tidak tahu! Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkai, lalu bulir, kemudian butir-butir yang penuh isi pada bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba". Yesus berkata lagi, "Dengan apa hendak kita bandingkan Kerajaan Allah itu? Atau dengan perumpamaan manakah kita hendak menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil daripada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada segala sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam rimbunannya". Dalam banyak perumpamaan semacam itu Yesus memberitakan sabda kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka. Tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Waktu SD seorang ibu guru pernah memberi tugas kepada murid-muridnya untuk membawa kacang hijau dan menempatkanya dalam gelas plastik teralaskan kapas dan air. Para muridnya diminta memperhatikan dari hari ke hari apa yang terjadi. Sebagai anak kecil, mereka terpesona dan kagum. Mereka perhatikan dari hari ke hari benih yang tadinya kecil itu mekar, mengeluarkan akar, batang, dan daun. Kelak akan menjadi pohon bila ditanam di luar gelas tadi. Bagaimana terjadinya, tidak seorang pun yang tahu.

Yesus memberi perumpamaan tentang Kerajaan Allah seperti benih kecil, biji sesawi, yang terus bertumbuh menjadi pohon besar sehingga menjadi tempat bersarang bagi makhluk-makhluk di udara. Apakah benih kecil itu? Dalam Surat kepada Umat Ibrani, benih kecil itu adalah iman. Umat diharapkan setia pada iman meskipun menghadapi berbagai macam penganiayaan, sebab akan menerima harta yang lebih baik yang sifatnya menetap.

Bagaimana iman itu bertumbuh? Kita tidak tahu. Yang bisa dilakukan adalah bagaimana memelihara, menjaga, dan menciptakan kondisi yang mendukung, seperti petani menanam dan mengairi tanaman. Kita dapat mengusahakannya dengan berdoa bersama, membaca Kitab Suci, melakukan perbuatan baik, bersabar dalam penderitaan, dan seterusnya.

Yesus, semoga benih iman yang Engkau tanam dalam hatiku semakin bertumbuh dan berkembang menghasilkan buah-buah kebaikan. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian